Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN

PRAKTIKUM SATUAN OPERASI


Laboratorium Satuan Operasi Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda

JUDUL PERCOBAAN

Screening (Pengayakan)

TGL. PERCOBAAN

Kamis, 17 September 2015

DOSEN PEMBIMBING

Mardhiyah Nadir, ST.,MT

KELAS

VB

KELOMPOK

III (Tiga)

NILAI

D3 / S1 TERAPAN (Co
perlu)

NAMA MAHASISWA

NI

1. Yoga Irawan

13 61

2. Hasnawati

13 61

3. Andri Saputri

13 61

4.
Tanda tangan dosen pembimbing

5.

Catatan: laporan berisikan 1. Tujuan Percobaan, 2. Hasil Percobaan, 3


Hasil, 4. Perhitungan.

1. Tujuan Percobaan
.- Cara-cara menentukan ukuran partikel
- Analisis data ukuran partikel menggunakan screen shaker
- Evaluasi hasil analisis ayakan
2. Dasar Teori
2.1 Penentuan Ukuran Partikel
Cara-cara menentukan ukuran partikel
Ukuran sebuah partikel dapat disebutkan dengan beberapa istilah. Contoh :
a. Partikel berbentuk bola, dimensi ukuran yang penting antara lain: Diameter, luas permukaan.
b. Partikel berbentuk kubus, dimensi ukuran yang terpenting antara lain : panjang, volume, luas
permukaan.

Cara untuk menentukan ukuran partikel antara lain :


a. Mikroskop : untuk partikel berukuran sekitar
b. Screening : melewatkan bahan melalui ayakan seri (sieve shaker) yang
mempunyai ukuran lubang ayakan semakin kecil. Setiap pemisahan
padatan berdasarkan ukuran diperlukan pengayakan. Standar screen
mampu mengukur partikel dari 76mm sampai dengan 38 m.
Operasi screening dilakukan dengan jalan melewatkan material pada suatu
permukaan yang banyak lubang dengan ukuran yang sesuai.
2.2 Pengayakan
Pengayakan

merupakan

semata-mata hanya

metode pemisahan

berdasarkan

dan klasifikasi

ukurannya.

Untuk

partikel

pengayakan

menggunakan ayakan ukuran tunggal, dikenal dua macam produk yaitu:


(a). Undersize atau fine, yaitu produk yang lolos lubang ayakan, dan (b).
Oversize atau tails, yaitu produk yang tertahan oleh ayakan. Untuk
pengayakan menggunakan

dua jenis ayakan, akan diperoleh dua tiga

macam ukuran produk, yaitu: (a). Undersize (b). On-size, dan (c). Oversize.
Gambar dibawah menjelaskan kedua hal diatas.

Screen Aparture (lubang ayakan)


Lubang pada ayakan dapat dibuat dari rangkaian anyaman
kawat atau plat yang dilubangi. Untuk ukuran lubang yang berbeda, digunakan
diameter kawat yang berbeda pula.
Mesh : jumlah lubang dalam 1 inchi lin.

3. Data Pengamatan
Tabel 1. Data pengamatan dengan variasi kecepatan menggunakan waktu
konstan 4 menit.
Ukuran
Screening

NO
1
2
3
4
5
6
7
8

2.36 mm
2 mm
1.7 mm
1.4 mm
1.18 mm
1 mm
850 m
Undersize

Mesh
8
9
10
12
14
16
20

10
rpm
(gr)
440
12
5
4
3
4
8
19

Kecepatan putaran
20
30
40
rpm
rpm
rpm
(gr)
(gr)
(gr)
435
241
187
5
25
38
3
32
30
5
28
38
5
24
24
6
31
40
4
18
7
34
99
34

50
rpm
(gr)
187
39
28
37
25
30
15
138

Tabel 2. Data pengamatan dengan variasi waktu menggunakan kecepatan


konstan 30 rpm.
Ukuran
Screening

NO
1
2
3
4
5
6
7
8

2.36 mm
2 mm
1.7 mm
1.4 mm
1.18 mm
1 mm
850 m
Undersize

Mesh
8
9
10
12
14
16
20

Waktu Screening
2
3
5
6meni
menit
menit
menit
t (gr)
(gr)
(gr)
(gr)
320
259
248
221
14
26
27
35
15
19
20
25
22
24
19
27
22
22
20
23
23
31
25
22
10
15
14
19
73
103
125
127

4. Hasil Analisa
Tabel 3. Data analisa hasil
Scree
ning
(Mesh
)

Fraksi
Massa

D
avg

Di

Di

(Xi)

(in)

(in)

(in)

+8

0.880

0.093
7

0.0087 0.0008
8
23

Xi/C.D
i

Xi/C.D
i

Xi.B/C.
Di

191.53 2044.1
7
52

0.4947
675

-8+9

0.024

-9+10
10+12
12+14
14+16
16+20
-20

0.010
0.008
0.006
0.008
0.016
0.038

Total

0.990

TAAD
Dsurfa
ce
Dv

0.086
2
0.072
4
0.060
8
0.051
2
0.043
15
0.036
25

0.0074
3
0.0052
42
0.0036
97
0.0026
21
0.0018
62
0.0013
14
0
0.443 0.0309
7
46

0.0006
41
0.0003
8
0.0002
25
0.0001
34
8.03E05
4.76E05
0

6.1722
85
3.6456
26
4.1355
39
4.3738
17
8.2106
52
23.267
69
0
241.34
26

0.077
3.329
0.086

5. Perhitungan
- Penentuan D average:
Contoh data pada oversize -8+9 mesh
D avg =

D 8 mesh+ D 9 mesh
2

0.0 937+0.0 787 57


2
=

= 0.0862 in
- Penentuan Fraksi Massa
Contoh data pada ukuran 8 mesh, putaran 10 rpm, waktu 4 menit
Mi
Fraksi massa (Xi) = Mt
Xi =

44 0 gram
500 gram

71.604
24
50.353
95
68.018
73
85.426
11
190.28
16
641.86
72
0
3151.7
04

0.0124
136
0.0043
443
0.0029
186
0.0018
433
0.0020
713
0.0034
802
3393.0
464

Xi = 0.88
Mi = massa oversize
Mt = massa total
- Penentuan TAAD
Contoh data pada kecepatan 10 rpm dengan waktu 4 menit
Xi
C . Di2
TAAD =
C .XiDi3
241.3426
TAAD = 3151.704
TAAD = 0.077

C = 6 = 0.5233
B = D2
-Penentuan Dsurface
Contoh data pada kecepatan 10 rpm dengan waktu 4 menit

Ds =

Ds =

CXi. .DiB
B

Xi
C . Di3

3393.0464
0.097 x 3151.704

Ds = 3.329
-Penentuan Dvolume
Contoh data pada kecepatan 10 rpm dengan waktu 4 menit
Dv =

Dv =

Xi
Xi
C
C . Di3
1
0.5233 x 3151.704

Dv = 0.086