Anda di halaman 1dari 2

SITOLITIK VAGINOSIS

SITOLITIK VAGINOSIS

APA YANG DIMAKSUD DENGAN SITOLITIK VAGINOSIS ( cytolitic vaginosis )


Sitolitik vaginosis tidak jarang merupakan penyebab penyakit keputihan pada wanita.
APA PENYEBAB SITOLITIK VAGINOSIS ?
Dalam keadaan normal, pada vagina wanita dewasa terdapat kolonilaktobasilus. Bakteri
ini memproduksi asam laktat yang mempertahankan keasaman vagina dan
kandungan hidrogen peroksida yang merupakan antiseptik. Kuman laktobasilus
melindungi vagina terhadap infeksi kuman patogen dan sangat dibutuhkan agar vagina
tetap dalam keadaan sehat.
Sitolitik vaginosis terjadi akibat pertumbuhan laktobasilus secara berlebihan.
Keberadaan laktobasilus secara berlebihan akan menimbulkan iritasi dan kerusakan
terhadap sel mukosa vagina, Sel epitel yang rusak tersebut akan terkelupas dan berada
dalam sekresi vagina.
APA GEJALA SITOLITIK VAGINOSIS?
Sejumlah penderita sitolitik vaginosis sering tidak mengeluhkan keadaan ini dan bahkan
seringkali pula tidak sadar bila mereka menderita sitolitik vaginosis. Mereka baru
menyadari adanya kelainan ini saat memperoleh hasil pemeriksaan hapusan vagina
atau hapusan servik.
Sejumlah penderita menyampaikan keluhan sebagai berikut :

Keluarnya cairan berwarna putih per vaginam dalam jumlah yang amat banyak,
sifat cairan encer atau kental dan bergumpal
Rasa gatal dan pedih pada vagina dan vulva (pruritus vulvae)

Rasa pedih pada vulva (vulvodynia) terutama saat miksi (dysuria)

Sakit saat sanggama (dyspareunia)

Keluhan diatas mirip vaginitis akibat infeksi jamur. Seperti halnya infeksi jamur,
penyakit ini seringkali menjadi semakin hebat pada paruh kedua siklus haid. Meskipun
demikian, hapusan vagina seringkali tak dapat menemukan jamur penyebabnya
yaitu candida albican. Pada kasussitolitik vaginosis pH vagina berkisar 3.3 sampai 5.5,
dan pengobatan dengan memberikan krim serta tablet anti jamur tidak efektif.

BAGAIMANA MENEGAKKAN DIAGNOSIS SITOLITIK VAGINOSIS?


Diagnosis sitolitik vaginosis harus dipertimbangkan pada wanita dewasa dengan
keluhan vaginal yang tidak mereda atau seringkali berulang dengan terapi anti jamur.
Pada kasus ini harus dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sediaan hapusan vagina.
Diagnosis ditegakkan bila hasil pemeriksaan memperlihatkan jumlah laktobasilus dan
sel epitelial yang banyak serta tidak dijumpai adanya tanda infeksi jamur atau mikro
organisme lain sebagai penyebab keputihan.

BAGAIMANA PENGOBATAN SITOLITIK VAGINOSIS ?


Sebagian besar penderita tidak memerlukan terapi dan bila diberikan maka terapi anti
jamur harus dihentikan.
Pada wanita dengan keluhan sitolitik vaginosis dapat diberikan nasihat agar hanya
menggunakan tampon saat menstruasi dan melakukan rendam duduk ( sitz baths ) atau
bilas vagina dengan cairan sodium bicarbonat ( baking soda ) untuk meningkatkan pH
vagina sehingga memperlambat laju pertumbuhan laktobasilus.
Gunakan 2 4 sendok makan baking soda yang dicampur air hangat secukupnya untuk
rendam duduk beberapa kali dalam seminggu dan dilanjutkan seminggu sekali untuk
mencegah kekambuhan.