Anda di halaman 1dari 10

TEORI KEPRIBADIAN

fisiologis tertentu yang harus dipuaskan. Sebagai manusia, orang memiliki

ERICH FROMM

kesadaran diri, pikiran, dan daya khayal. Pengalaman-pengalaman khas


manusia meliputi perasaan lemah lembut, cinta, perasaan kasihan, sikap-

A. Sejarah Singkat

sikap perhatian tanggung jawab, identitas, integritas, bisa norma (1968).

Erich Fromm lahir di Frankfrut, Jerman, pada tanggal 23 Maret

Kedua aspek individu, yakni aspek binatang dan aspek manusia, merupakan

1900 dan belajar psikologi dan sosiologi di Universitas Heidelberg,

kondisi-kondisi dasar eksistensi manusia. Pemahaman tentang psikhe manusia

Frankfrut dan Munich. Setelah meraih gelar Ph.D dari Heidelberg tahun

harus berdasarkan analisis tentang kebutuhan-kebutuhan manusia yang berasal dari

1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan Institut Psikoanalisis di Munich

kondisi-kondisi eksistensinya (1955, hlm. 25).

dan Institut Psikoanalisis Berlin yang terkenal. Ia pergi ke Amerika Serikat

Fromm memandang Marx sebagai pemikir yang lebih unggul

tahun1933 sebagai lector di Institut Psikoanalisis di Chicago kemudian ia

daripada Freud dan menggunakan psikoanalisis terutama untuk mengisi

melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada

celah-celah dalam pemikiran Marx. Fromm (1959) menulis analisis yang

sejumlah universitas dan institut di negara ini dan meksiko. Buku-bukunya

sangat kritis bahkan polemis tentang kepribadian Freud dan pengaruhnya,

mendapat perhatian yang luar biasa, tidak hanya oleh ahli-ahli dalam bidang

berbeda sekali dengan kata-kata pujian yang diberikannya bagi Marx (1961).

psikologi, sosiologi, filsafat, dan agama tetapi juga oleh masyarakat umum.

Meskipun Fromm dapat disebut dengan tepat sebagai seorang teoritikus

Fromm sangat di pengaruhi oleh tulisan karya Karl Marx, terutama


oleh

karyanya

yang

philoshophical

Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa

manuscripts yang di tulis pada tahun 1844. Karya Karl Marx ini di

kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain.

terjemahkan dalam bahasa Inggris oleh T.B. Bottomore termuat dalam

Keadaan isolasi ini tidak ditentukan dalam semua spesies binatang; itu

Marxs concept of man karangan Fromm (1961). Dalam Beyond the chains of

adalah situasi khas manusia. Anak misalnya, bebas dari ikatan-ikatan primer

illusion (1962),

Marx,

dengan orangtuanya, tetapi dengan akibat bahwa ia merasa terisolasi dan tak

menyelidiki kontradiksi-kontradiksinya dan mencoba melakukan sintesis.

berdaya. Seorang anak akhirnya terkatung-katung dalam suatu dunia yang

Kontradiksi yang di maksud adalah bahwa seorang pribadi merupakan

sama sekali asing. Anak kecil ia adalah milik seseorang dan memiliki

bagian tetapi sekaligus terpisah dari alam, merupakan binatang dan

perasaan berhubungan dengan dunia dan orang-orang lain, meskipun ia tidak

sekaligus manusia.Sebagai binatang, orang memiliki kebutuhan-kebutuhan

bebas. Dengan latar belakang pendidikan ajaran psikoanalisis Freud dan

Fromm

pertama,

The

economic

membandingkan

ide-ide

and

kepribadian Marxian, namun ia sendiri lebih suka disebut humanis dialetik.

Freud

dan

dipengaruhi oleh Karl Marx, Karen Horney, dan teoritikus berorientasi sosial

Dikotomi pertama dan yang paling fundamental berkenaan dengan

lainnya, Fromm mengembangkan teori kepribadian yang menekankan

hidup dan mati. kesadaran diri dan rasio menyatakan pada kita bahwa kita

pengaruh factor sosiobiologis, sejarah, ekonomi, dan struktur kelas. Dalam

pasti akan mati. namun kita berusaha mati-matian menegasikan dikotomi ini

bukunya, Escape from freedom (1941), Fromm mengembangkan tesis bahwa

dengan mempostulasikan hidup sesudah mati.

karena manusia menjadi semakin bebas dari abad ke abad, maka mereka

Dikotomi

eksistensial

kedua

adalah

manusia

sanggup

juga makin merasa kesepian. Jadi kebebasan menjadi keadaan negative dari

mengonsepsikan tujuan realisasi diri yang seutuhnya namun kita juga sadar

mana manusia melarikan diri.

bahwa hidup terlalu singkat untuk mencapai tujuan tersebut. Hanya jika

B. Asumsi-Asumsi Dasar Fromm

masa hidup individu sama panjangnya dengan usia kemanusiaan, barulah dia

Asumsi paling dasar Fromm adalah kepribadian individu dapat


dipahami hanya dalam tentang sejarah manusia. Fromm meyakini bahwa

dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam perkembangan manusia yang


berlangsung dalam proses historis.

manusia tidak memiliki insting-insting yang kuat untuk beradaptasi dengan

Dikotomi eksistensial ketiga adalah manusia pada akhirnya

dunia yang sedang berubah, tetapi mereka sanggup mengembangkan

sendirian saja meskipun kita tidak bisa menoleransikan pengisolasian.

kemampuan rasionya-sebuah kondisi yang disebut Fromm dilema manusia.

Manusia menyadari diri mereka sebagai individu yang berbeda, dan diwaktu

Manusia mengalami dilema dasar ini karena sudah menjadi terpisah dari

yang sama percaya bahwa kebahagiaan mereka bergantung pada perasaan

alam tetapi memiliki kemampuan untuk menjadi sadar akan diri mereka

bersatu dengan sesama manusia lainnya.

sebagai makhluk-makhluk yang terisolasi. Kemampuan manusia untuk

C. Kebutuhan-Kebutuhan Manusia

menalar merupakan berkah sekaligus kutukan. Disatu sisi mengizinkan

Umumnya kata kebutuhan diartikan sebagai kebutuhan fisik,

manusia untuk bertahan namun, disisi lain memaksa mereka untuk

yang oleh Fromm dipandang sebagai kebutuhan aspek kebinatangan dari

memecahkan dikotomi dasar yang tak terpecahkan yang disebut dikotomi-

manusia yakni kebutuhan makan, minum, seks, dan bebas dari rasa sakit.

dikotomi eksistensial, karena mereka berakar dalam eksistensial terdalam

Kebutuhan manusia dalam arti kebutuhan sesuai dengan eksistensinya

manusia.

dikotomi-dikotomi

sebagai manusia, menurut Fromm meliputi dua kelompok kebutuhan;

eksistensial ini selain hanya bereaksi kepada dikotomi-dikotomi ini yang

pertama kebutuhan untuk menjadi bagian dari sesuatu dan menjadi otonom,

sifatnya relative karena berkaitan dengan budaya dan kepribadian individu

yang terdiri dari kebutuhan Relatedness, Rootedness, Transcendence, Unity,

masing-masing.

dan Identity. Kedua, kebutuhan memahami dunia, mempunyai tujuan dan

Manusia

tidak

dapat

menghilangkan

memanfaatkan sifat unik manusia, yang terdiri dari kebutuhan Frame of

merasa bahwa disisinya nyata miliknya sendiri. Kita perlu

orientation, frame of devotion, Excitation-stimulation, dan Effectiveness.

membentuk konsep tentang diri kita agar sanggup berkata aku

Adapun kebutuhan kebebasan dan keterikatan manusia yaitu:

adalah aku

1) Keterhubungan (Relatedness)

5) Kerangka orientasi (frame of orientation)

Kebutuhan mengatasi perasaan kesendirian. Kebutuhan

Seperangkat

keyakinan

mengenai

eksitensi

hidup,

untuk bergabung dg makhluk lain yang dicintai dan menjadi bagian

perjalanan hidup tingkahlaku bagaimana yang harus dikerjakannya

dari sesuatu. Dan hubungan itu akan bernilai positif bila hubungan

yang mutlak dibutuhkan untuk memperoleh kesehatan jiwa.

tersebut didasarkan pada cinta, perhatian, tanggungjawab, dan juga

Komponen negatif adalah tujuan-tujuan irasional, dan komponen-

bernilai negatif bila hubungan tersebut didasarkan pada kepatuhan

komponen positifnya adalah tujuan-tujuan rasional

atau kekuasaan.
2) Keberakaran (rootedness)

D. Beban Kebebasan
Menurut sejarah, seiring manusia semakin memperoleh kebebasan

Kebutuhan untuk memiliki ikatan-ikatan yang membuatnya

ekonomi dan poltik, mereka semakin terasing. Contohnya, selama abad

merasa nyaman didunia (layaknya dirumah). Setiap saat orang

pertengahan manusia memiliki kebebasan pribadi yang terbatas. Mereka

dihadapkan pada dunia baru yang mengharuskan dia tetap aktif dan

terkurung peran yang diberikan oleh masyarakat, peran yang menyediakan

kreatif mengembangkan perasaan menjadi bagian yang integral dari

rasa aman, tempat bergantung, dan kepastian. Kemudian, setelah mereka

dunia.

mendapatkan kebebasan untuk bergerak secara sosial dan geografis, mereka

3) Menjadi pencipta (transcendency)

paham bahwa mereka bebas dari rasa aman pada tempat tertentu di dunia.

Karena individu menyadari diri sendiri dari lingkungannya,

Mereka tidak lagi terikat pada wilayah geografis, suatu urutan sosial, atau

mereka kemudian mengenali begitu kuat dan menakutkan alam

suatu pekerjaan. Mereka menjadi terpisah dari asal (akar) mereka dan

semesta itu, yang membuatnya merasa tak berdaya. Transendensi

terasingkan dari satu sama lain.

bisa positif (kreatifitas) atau negatif (identity) .


4) Rasa identitas (identity)
Kebutuhan untuk sadar kepada dirinya sendiri sebagai
sesuatu yang terpisah manusia harus bisa membuat keputusan, dan

Sejalan

dengan

anak

menjadi

lebih

mandiri

dan

tidak

lebih

mandiri

dan

tidak

membutuhkan

ibunya,

mereka

menjadi

membutuhkan

ibunya,

mereka

mendapat

kebebasan

lebih

untuk

mengungkapkan individualitas mereka, bergearak tanpa diawasi, memilih

teman, pakaian, dan seterunya.di saat berasamaan, mereka merasakan beban


dari kebebasan, yaitu mereka bebas dari rasa aman saat berada dekat ibunya.
Di tingkat sosial dan individu, beban ini menciptakan kecemasan dasar
(basic anxiety), yaitu perasaan kita sendiran di dunia.
E. Mekanisme Pelarian
Kabur dari kebebasan (escape from freedom), Fromm (1941)
menyebutkan tiga mekanisme dasar dari pelarian authoritarianism,
merusak, dan komformitas. Berbeda dengan kecenderungan neurotic

a. Kebutuhan untuk membuat orang lain bergantungan pada dirinya


dan berkuasa akan mereka yang lemah.
b. Keinginan untuk mengeksploitasi orang lain, memanfaatkan
mereka, dan menggunakan mereka untuk keuntungan dan
kesenangan dirinya sendiri.
c. Keinginan untuk melihat orang lain menderita, baik secara fisik
maupun psikologis.
2. Sifat merusak

Horney, mekanisme pelarian Fromm adalah kekuatan yang mendorong


manusia, baik secara individu maupun kolektif.
1. Authoritarianism

Sifat merusak (destructiveness) berasal dari perasaan


kesendirian, keterasingan, dan ketidakberdayaan. Namun berbeda
dengan sadisme dan masokisme, sifat merusak tidak bergantung

Fromm (1941) mendefinisikan authoritarianism sebagai

pada hubungan berkesinambungan dengan orang lain; melainkan

kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian seseorang secara

mencari jalan untuk menghilangkan orang lain. Baik individu

individu dan meleburkannya dengan seseorang atau sesuatu di luar

maupun bangsa dapat merusak sebagai sebagai mekanisme pelarian.

dirinya demi mendapatkan kekuatan yang tidak dimilikinya.

Dengan menghancurkan objek atau orang, seseorang atau sebuah

Kebutuhan untuk bersatu dengan mitra yang kuat ini dapat berupa

bangsa berusaha untuk mendapatkan kembali rasa kekuasaan yang

dua hal yaitu masokisme atau sadisme. Masokisme timbul dari rasa

hilang.

ketidakberdayaan, lemah, serta rendah diri dan bertujuan untuk

3. Konformitas

menggabungkan diri dengan orang atau institusi yang lebih kuat.

Orang yang melakukan konformitas berusaha melarikan diri

Sedangkan sadisme bertujuan mengurangi kecemasan dasar dengan

dari rasa kesendirian dan keterasingan dengan menyerahkan

mencapai kesatuan dengan satu orang atau lebih. Fromm (1941)

individualitas mereka dan menjadi apapun yang orang lain inginkan.

memperkenalkan tiga jenis kecenderungan sadisme yang semuanya

Dengan demikian, mereka jadi seperti robot, memberikan reaksi

lebih kurang tergolong sama, antara lain:

yang dapat diperkirakan secara otomatis sesuai dengan olah orang


lain. Mereka jarang mengungkapkan pendapat mereka sendiri,

berpegangan erat pada patokan perilaku, dan sering tampak kaku

4) Memasarkan atau menukarkan hal-hal.

dan terpogram.

Istilah non-produktif ini digunakan untuk menunjukkan bahwa

4. Kebebasan Positif

strategi-strategi tersebut akan gagal ketika digunakan untuk mencapai

Munculnya kebebasan politik dan ekonomi mau tidak mau

kebebasan positif atau realisasi diri. Orientasi nonproduktif tidak selalu

mendorong kita kearah perbudakan akan keterasingan dan

negatif, karena masing-masing memiliki sisi positif dan negatif. Kepribadian

ketidakberdayaan. Seseorang dapat bebas dan tidak sendiri, kritis

merupakan percampuran dari berbagai orientasi, meskipun salah satu

namun tidak dipenuhi keraguan, mandiri namun tetap menjadi bagian

orientasi lebih dominan.

dari kesatuan umat manusia (Fromm, 1941, hlm127). Manusia bisa

mendapatkan kebebasan positif dengan pengungkapan spontan dari


potensi rasional maupun emosionalnya.
Fromm,

orientasi

Pada karakter ini, menganggap sumber semua kebaikan berada


diluar diri mereka, juga bahwa satu-satunya cara berhubungan dengan dunia

F. Orientasi-Orientasi Karakter
Menurut

Reseptif (Receptive)

adalah dengan menerima semua hal termasuk cinta, pengetahuan dan


karakter

dapat

mencerminkan

kepribadian manusia. Orientasi yang dimaksud yakni cara yang yang relatif

kepemilikan material. Karakter ini lebih berfokus pada menerima daripada


memberi.

tetap dari seseorang dalam berhubungan dengan orang atau hal-hal lain.

Kualitas negatif dari karakter ini diantaranya kepasifan, ketundukan

Fromm juga berpendapat bahwa karakter adalah pengganti dari minimnya

dan kurang percaya diri. Adapun sifat positif mereka adalah kebalikan dari

insting manusia. Manusia bertindak berdasarkan karakter bukan insting.

sifat negatif, yaitu kesetiaan, penerimaan, dan kepercayaan terhadap orang

Secara umum, manusia dapat berhubungan dengan orang atau halhal lain dengan cara-cara produktif atau non-produktif.
G. Orientasi-orientasi Non-produktif
Dalam mencapai suatu hal, manusia dapat melalui salah satu dari
empat orientasi nonproduktif, yaitu :
1) Menerima hal-hal secara pasif,
2) Mengeksploitasi atau merampas hal-hal dengan paksa,
3) Menimbun objek-objek,

lain.

Eksploitatif (Eksploitative)
Meskipun karakter eksploitatif sama dengan karakter reseptif dalam

hal mempercayai bahwa sumber kebaikan terletak pada luar diri mereka,
namun pribadi eksploitatif bersifat agresif dalam mengambil apa yang
diinginkan daripada menunggu dan menerima dengan pasif.

Sisi negatif dari karakter eksploitatif, yaitu mereka lebih cenderung

Tiga dimensi dalam orientasi produktif yaitu kerja, cinta dan

egosentris, penuh tipu daya, arogan, dan penuh bujuk rayu. Sedangkan sisi

penalaran. Dengan melalui orientasi klasik, manusia dapat menjawab dilema

positifnya, mereka bersifat impulsif, bangga, memikat dan penuh percaya

dasar manusia yakni menyatu dengan dunia dan orang lain dengan tetap

diri.

mempertahankan keunikan dan individualitasnya.

Manusia dianggap sehat ketika mereka dapat menilai kerja bukan

Penimbun (Hoarding)
yang

sebagai akhir, melainkan sebagai bentuk pengekspresian diri secara kreatif.

diperolehnya. Mereka mempertahankan apa yang ada dalam dirinya dan

Mereka bekerja bukan untuk mengeksploitasi orang lain, memasarkan diri

tidak membiarkan satupun yang lepas.

sendiri, menarik diri dari orang lain, atau mengakumulasi kepemilikan

Karakter

penimbun

berusaha

menyelamatkan

apa

Sisi negatif dari karakter penimbun diantaranya mencakup regiditas,

material yang tidak dibutuhkan. Meraka tidak malas

atau aktif namun

sterilitas, keraskepalaan, kompulsif, dan tidak kreatif. Sebaliknya, sisi

kompulsif, melainkan menggunakan kerja sebagai cara memproduksi hal-hal

positifnya mencakup suka kerapihan, suka kebersihan, dan hemat.

yang dibutuhkan hidup.

Marketing (Marketing)

Empat kualitas cinta yang mencirikan cinta yang produktif yaitu

Karakter marketing melihat diri mereka sebagai komoditas, dimana

perhatian, tanggung jawab, penghargaan dan pengenalan. Manusia yang

nilai pribadi mereka bergantung kepada nilai tukar mereka, yaitu

sehat memiliki Biofilia sebagai tambahan empat karakter. Biofilia yaitu cinta

kemampuan untuk menjual diri mereka sendiri dalam hal kompetensi.

yang menggebu terhadap kehidupan dan semua yang hidup. Individu biofilia

Mereka harus membuat orang lain percaya bahwa mereka memiliki

ingin mempengaruhi manusia melalui cinta, rasio, dan keteladanan, bukan

kecakapan khusus dan pandai menjual. Mereka memainkan banyak peran

dengan kekuatan pemaksaan.

dan berpegang pada motto Aku adalah apa yang kamu inginkan.

Menurut Fromm, cinta pada orang lain dan pada diri sendiri tidak

Ciri negatif dari karakter marketing adalah tidak memiliki tujuan,

dapat dipisahkan, namun cinta pada diri harus datang lebih dulu. Semua

oportunis, tidak konsisten dan menyia-nyiakan diri sendiri. Sedangkan cirri

orang berkemampuan melakukan cinta yang produktif namun sebagian besar

positifnya diantaranya kesediaan untuk berubah berpikir terbuka, adaptif dan

tidak mampu mencapainya karena ketidak mampuan mereka dalam

murah hati.

mencintai diri sendiri apa adanya.

H. Orientasi Produktif

Pemikiran yang produktif tidak dapat dipisahkan dari kerja dan cinta
yang produktif, didorong oleh minat besar kepada orang atau objek lain.

Manusia yang sehat melihat orang lain sebagaimana adanya dan bukan

hal-hal dengan tepat, menjaga hal-hal dengan baik, menukar hal-hal dengan

bukan seperti yang mereka inginkan terhadap orang-orang itu. Dengan cara

benar, dan bekerja, mencintai, dan berpikir secara produktif.

yang sama, mereka mengenal diri mereka apa adanya, tidak perlu menipu
diri sendiri.
Fromm percaya bahwa manusia yang sehat berpegang pada
sejumlah kombinasi dari kelima kombinasi karakter tersebut. Perjuangan
bertahan hidup sebagai individu yang sehat bergantung pada kemampuan
mereka dalam menerima hal-hal dari orang lain secara terbuka, mengambil

Manusia dapat berhubungan dengan orang atau hal-hal lain melalui


cara produktif dan non-produktif. Masing-masing diuraikan menjadi lima
pasangan yang berkombinasi. Tidak ada orang yang murni produktif ata
non-produktif, semua orang berada di tengah-tengahnya.

Accepting
Preserving
Taking

Contoh : Psikoterapis ketika menerima dan merespon klien

merengek.

Kreatif mencari dunia baru untuk ditaklukkan, memanfaatkan segala


sesuatu untuk terus menerus dapat memberi keuntungan bagi diri sendiri

Contoh : Pegawai negeri yang kurang inisiatif, terus menerus minta bantuan dan
Menarik diri dari dunia eksternal, menyimpan hasil kerja untuk diri sendiri,
saran.
mementingkan diri sendiri, curiga, kikir, semaunya sendiri.

dan orang lain.

Contoh : mengumpulkan harta dan tidak menginvestasikan dalam ekonomi umum.

Contoh : pengusaha yang terus menerus mendirikan perusahaan baru di


ranah ynag berbeda.

Bekerja sama dengan orang lain berdasarkan tujuan bersama, kejujuran,

Mengambil kekuatan dari orang lain dengan kekuatan atau tipu muslihat. Mereka

dan sikap rasional.

tidak menghasilkan sesuatu dengan keringatnya sendiri tetapi memanfaatkan orang

Contoh : Wiraswasta yang mengembangkan waralaba, memberi

lain. Orang yang suka memaksa orang lain.

keuntungan pada orang lain.


Kepribadian pedagang yang memperoleh keuntungan tanpa merugikan
orang lain. Memberi kepuasan dari layanan dari produk yang dijual.

Contoh : Petambang yang mengambil mineral tanpa bisa memperbarui sumber alam
Kepribadian jual beli, menjaga pemimpin tetap menarik agar layak jual. Tidak benaritu.
benar peduli dengan orang lain yang hanya dipandang sebagai sumber potensial yang

Contoh : Marketing yang mampu menyesuaikan diri sehingga mampu

memberi keuntungan.

menjual kepada konsumen yang berbeda sifat dan kebuthannya.


Mencintai kehidupan dan sangat mempedulikan kesejahteraan orang lain.

Contoh : Aktor yang menjual penampilannya kepada penontonnya.


Orang yang tertarik dengan kematian, kesakitan, kerusakan, dan kehancuran.

Tidak mengambil jarak, selalu bersama dengan orang lain.

Menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Contoh : Pekerja sosial pengasuh anak jalanan.

Contoh : Perampok yang minum sampai mabuk sebelum melakukan kejahatan.

Eksploitativ

Marketing

Exchanging

pasif, tidak mampu melihat antara hubungan perbuatannya dengan hasinya, senang

Necrophilous

Biophilous

positif, menerima keberadaan diri & orang lain apa adanya.

Hoarding

NON-PRODUCTIVE
Keyakinan bahwa semua yang baik itu datang dari atas. Orang yang dependen,

Receptive

PRODUCTIVE
Yakin dengan kemampuan dirinya sendiri, independen, aktif, berpikir

I.

Gangguan-Gangguan Kepribadian
J.

berlebihan dari fiksasi ibu (orang yang tetap bergantung pada ibu). Erich

Berikut ini jenis-jenis gangguan kepribadian yang lebih khusus

Fromm setuju pada pendapat Harry Stack Sullivan yang mengatakan

menurut Fromm, yaitu necrophilia (nekrofilia), malignant narcissism, incestuous

bahwa kemelekatan pada ibu lebih diakibatkan oleh kebutuhan akan rasa

symbiosis (IS). Kita perlu menyadari bentuk gangguan kepribadian ini, terutama

aman, bukannya seks. Mereka cemas dan takut apabila hubungan dengan

yang berpengaruh besar di masyarakat. Kita juga perlu menyadari kemungkinan

ibu terancam. Mereka bahkan yakin tidak dapat hidup tanpa pengganti ibu.
N.
Erich Fromm menyebutkan adanya sindrom kemerosotan

kita memiliki andil membentuk kepribadian tidak sehat ini dalam lingkungan kita.
1. Nekrofilia (necrophilia).
K.
Istilah ini artinya mencintai yang mati dan biasanya
merujuk pada penyimpangan seksual dengan mayat. Individu dengan
gangguan ini benci kemanusiaan, suka berselisih, dan memperoleh
kepuasan dari barang-barang yang jorok. Mereka tidak memilih untuk
bersikap destruktif, karena perilaku destruktif itu merupakan cerminan
2.

karakter dasar mereka.


Narsisisme sadistik (Malignant Narcissism).
L.
Narsisme dalam bentuk sadis dapat menghalangi
persepsi mengenai realitas sehingga menganggap segala sesuatu pada

(syndrome of decay) dan sindrom pertumbuhan (syndrome of growth). Sindrom


kemerosotan ditandai dengan munculnya tiga gangguan kepribadian di atas, yaitu
nekrofilia, narsisme sadistik, sekaligus simbiosis insestik. Sebaliknya sindrom
pertumbuhan ditandai oleh adanya biofilia, cinta, serta kebebasan positif.
O. Kesimpulan
1. Orientasi-orientasi karakter akan menjadi ciri khas dari seorang individu.
2. Orientasi karakter terbagi atas dua yaitu orientasi nonprodukif dan
3.

orientasi produktif.
Orientasi nonproduktif terdiri atas Reseptif (receptive), Eksploitatif

4.

(explotative), Penimbun (Hoarding), dan Marketing (marketing).


Terdapat beberapa gangguan kepribadian yang sangat kritis, yaitu

dirinya memiliki nilai sangat tinggi dan yang dimiliki orang lain nilainya

Nekrofilia (Necrophilia), Narsisme Berat, dan Simbiosis Insestik

sangat rendah. Mereka yakin akan kualitas personal mereka yang luar
3.

biasa sehingga berpikir tidak perlu membuktikannya.


Simbiosis Insestik (Incestuous Symbiosis).
M.
Gangguan ini ditandai dengan adanya ketergantungan
ekstrem pada ibu atau bayangan ibu. Simbiosis insestik ini adalah bentuk

5.

(Incentuous Symbiosis).
Psikoterapi merupakan jenis terapi yang memfokuskan pada keterikatan

6.

atu hubungan yang sangat dekat antara terapis dan pasien terapi.
Hasil tulisan Fromm tidak menghasilakan penelitian Empiris yang banyak.

P.
Q.