Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR AGRONOMI

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR AGRONOMI


TANAMAN KACANG TANAH (MONOKULTUR)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar - Dasar Perlindungan Tanaman
Dosen Pengampu : Andree Syailendra,S.P.,M.Si.

Disusun Oleh:
Nama

: Sarnata

NIM

: 4441121298
Kelas II b Agribisnis

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepata Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan kami
kesempatan untuk menyelesaikan laporan dasar-dasar agronomi ini. Laporan ini kami buat
dengan semaksimal mungkin agar dapat menghasilkan laporan akhir yang maksimal berdasarkan
data yang aktual, faktual, berdasarkan hasil praktikum dan pengamatan kami di lapangan.
Praktikum dasar agronomi ini merupakan praktikum yang membantu mahasiswa dalam
memperoleh ilmu dasar teknik budidaya pertanian, baik secara mookultur maupun tumpang

saru. Kelompok kami diberi kesempatan untuk mempraktekkan budidaya kacang tanah secara
monokultur di lahan belakang Universitas Terbuka.
Alasan dibuatnya laporan ini adalah sebagai persyaratan dari mata kuliah dasar agronomi
dan juga sebagai bukti telah dilakukannya praktikum ini. Selain itu, laporan ini juga berisi hasil
analisis dan reproduksi hasil dari penelitian dan pengamatan kelompok kami di lapangan.
Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada Tuhan yang Maha Esa dan para
dosen dan asisten yang memfasilitasi kami dengan bahan dan informasi. Terakhir, kami ingin
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang saling mendukung dan orang tua kami di
rumah yang turut mendoakan kami agar semuanya berlangsung dengan baik.

Penyusun
Sarnata
4441121298

DAFTAR ISI
COVER.i
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Monokultur
2.2 Kacang Tanah
2.3 Pupuk
BAB III METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
3.2 Alat dan Bahan praktikum
3.3 Cara Kerja
3.4 Parameter Praktikum

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1.
Hasil
4.2.
Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mata kuliah Dasar-dasar Agronomi adalah mata kuliah yang berisikan prinsip-prinsip
dasar pengusahaan tanaman, pengenalan faktor-faktor produksi dan pengaruhnya terhadap
pertumbuhan tanaman. Kegiatan praktikum diselenggarakan sebagai sarana untuk melengkapi
dan mendukung pemahaman terhadap teori yang diberikan dalam perkuliahan.
Praktikum lapangan Dasar-dasar Agronomi merupakan serangkaian kegiatan di kebun
percobaan yang berisikan materi identifikasi dan praktik kegiatan budidaya tanaman. Melalui
praktikum ini mahasiswa akan memperoleh pengalaman empiris melakukan kegiatan mulai dari
pembukaan lahan, pengenalan tanaman, penggunaan sarana produksi (benih, pupuk, pestisida),
penanaman benih, pembibitan tanaman, pemeiharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama
dan penyakit, dan pemanenan.
Salah satu praktik budidaya tanaman yang sering dilakukan adalah budidaya tanaman
kacang tanah ( Arachis hypogaea L. ). Untuk memperoleh hasil tanaman yang tinggi dapat
dilakukan manipulasi genetik maupun lingkungan. Manipulasi lingkungan dimaksudkan agar
tanaman memperoleh faktor-faktor pertumbuhan seperti hara air, cahaya dan ruang tumbuh yang
optimal. Manipulasi lingkungan tersebut diantaranya adalah pengaturan populasi tanaman atau
konfigurasi tanaman. Populasi tanaman maupun konfigurasi tanaman akan mempengaruhi
efisiensi tanaman dalam memperoleh faktor-faktor tumbuh atau kondisi iklim mikronya.
Ada hubungan antara habitus suatu varietas dengan persyaratan pengaturan tanaman yang
akhirnya berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil. Hal ini berkaitan dengan percabangan,
ketegakan batang dan sudut daun yang berbeda-beda. Demikian pula terbentuknya buku subur
atau produktif, pengisian biji yang akhirnya berpengaruh pada hasil panen.
Populasi tanaman ditentukan oleh jarak tanam atau jumlah tanaman per rumput (hill).
Peningkatan populasi tanaman sampai dengan tingkat tertentu dapat meningkatkan produktivitas
lahan. Namun, setelah mencapai produktivitas maksimum, peningkatan populasi akan menurun,
sedangkan produktivitas per tanaman kemungkinan memiliki pola tetap sampai dengan tingkat

populasi tertentu kemudian menurun,. Terdapat hubungan antara populasi dengan Indeks Luas
Daun (ILD) atau Leaf Areal Index (LAI) dan produktivitas.
Didalam penilitian sangat erat kaitan nya dengan pengamatan, penting nya penelitian
disini sebagai suatu cara yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan suatu penilitian, banyak
define daripada pengamatan itu sendiri. Pengamatan dapat di bagi menjadi 2 yaitu pengamatan
kuantitatif dan pengamatan kualitatif.
Pengamatan kualitatif adalah pengamatan yang dilakukan alat indra tanpa mengacu kepada
satuan pengukuran baku tertentu, tidak menggunakan alat ukur. Contohnya pengamatan warna
daun, pengamatan rasa buah-buahan, pengamatan bentuk paruh burung, pengamatan bentuk bijibijian.
Pengamatan kuantitatif adalah pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat
ukur yang mengacu pada satuan baku tertentu. Contohnya pengamatan panjang daun,
pengamatan lebar daun, pengamatan berat biji,pengamatan jumlah daun, pengamatan tinggi
batang dll.
Berdasarkan tipe data kualitatif maka terdapat 4 (empat) macam tipe pengumpulan data,
yaitu observasi, wawancara, dokumen, alat-alat audiovisual. Atas dasar hal tersebut penulis
mengklasifikasi kan teknik pengumpulan informasi (data) menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu observasi,
wawancara, dokumen, sedangkan alat-alat audiovisual penulis sebut sebagai alat bantu
pengumpulan data. Selanjutnya masing-masing teknik pengumpulan data tersebut akan diuraikan
pengertian dan ciri-cirinya.

1.2 Tujuan
Mahasiswa dapat memahami teknik-teknik budidaya tanaman secara baik dan benar, serta
dapat melakukan pengamatan kualitatif dan kuantitatif secara benar terhadap setiap peubah
pertumbuhan tanaman dan dapat mengkolerasikan antara data peubah ke dalam bentuk informasi
sederhana dan lengkap.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Monokultur
Pertanaman tunggal atau monokultur adalah salah satu cara budidaya di lahan pertanian
dengan menanam satu jenis tanaman pada satu areal. Cara budidaya ini meluas praktiknya sejak
paruh kedua abad ke-20 di dunia serta menjadi penciri pertanian intensif dan pertanian industrial.
Monokultur menjadikan penggunaan lahan efisien karena memungkinkan perawatan dan
pemanenan secara cepat dengan bantuan mesin pertanian dan menekan biaya tenaga kerja karena
wajah lahan menjadi seragam. Kelemahan utamanya adalah keseragaman kultivar mempercepat
penyebaran organisme pengganggu tanaman (OPT, seperti hama dan penyakit tanaman).
Pertanaman kacang, padi, jagung, atau gandum sejak dulu bersifat monokultur karena
memudahkan perawatan. Dalam setahun, misalnya, satu lahan sawah ditanami hanya padi, tanpa
variasi apa pun. Akibatnya hama atau penyakit dapat bersintas dan menyerang tanaman pada
periode penanaman berikutnya. Pertanian pada masa kini biasanya menerapkan monokultur
spasial tetapi lahan ditanami oleh tanaman lain untuk musim tanam berikutnya untuk memutus
siklus hidup OPT sekaligus menjaga kesehatan tanah. Monokultur menghasilkan hasil yang besar
dengan memanfaatkan kemampuan tanaman 'untuk memaksimalkan pertumbuhan di bawah
tekanan kurang dari spesies lain dan struktur tanaman lebih seragam.
a.

Kelebihan sistem monokultur :


Teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman yang ditanam maupun yang dipelihara hanya
satu jenis.

b. Kelemahan sistem monokultur :


Tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit.

2.2 Kacang Tanah


2.2.1.

Klasifikasi Kacang Tanah


Kacang tanah adalah salah satu tanaman ekonomi yang mengandung lemak dan protein

dan mampu tumbuh dilahan kering. Meskipun demikian, pertumbuhan dan produksinya
tergantung pada tersedianya air. Pada lahan kering, ketersediaan air sangat tergantung pada
hujan.
Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea, L.) merupakan tanaman yang berasal dari
benua Amerika, khususnya dari daerah Brazilia (Amerika Selatan). Awalnya kacang tanah

dibawa dan disebarkan ke benua Eropa, kemudian menyebar ke benua Asia sampai ke Indonesia
(Purwono dan Purnamawati, 2007).
Dalam dunia tumbuhan, tanaman kacang tanah diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom
Divisi
Sub-Divisi
Klass
Ordo
Famili
Genus
Spesies
2.2.2.
1.

Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Dicotyledonae
Rosales
Papilionaceae
Arachis
Arachis hypogaea, L.

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

Iklim
Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Suhu udara sekitar 28-320C. Kelembaban udara

berkisar 65-75 %. Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan
perkembangan besarnya kacang.
2. Media Tanam
Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur. pH antara
6,0-6,5. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang
tanah.
3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh
dibawah ketinggian 1.500 m dpl.
2.2.3. Morfologi Tanaman Kacang Tanah
a. Bunga
Bunga kacang tanah terdapat pada ketiak daun yang berada dekat dengan tanah. Masingmasing pembungaan memiliki 2-5 kuntum bunga. Bunga tersusun atas sebuah hifantium
berbentuk tabung yang panjangnya 4-6 cm. Hifantium adalah gabungan bagian pangkal kelopak,
mahkota, dan tabungsari. Warna mahkota bunga bervariasi dari kuning pucat sampai jingga

merah. Tangkai sari berjumlah sepuluh dengan 2-6 bakal biji. Setelah terjadi pembuahan akan
terbentuklah bentukan yang mirip tangkai, yang disebut ginifor. Ginofor ini akan tumbuh menuju
ke dalam tanah menjadi buah matang yang disebut polong. Jika jarak antara ginofor dan tanah
lebih dari 15 cm ginofor ini akan gagal mencapai tanah dan ujungnya akan mati. Kacang tanah
dapat tumbuh dengan baik pada keadaan tanah yang gembur dan cukup kering. pH tanah yang
optimum bagi pertumbuhan kacang tanah adalah sebesar 5,5-6,5. sedangkan suhu rata-rata
optimumnya adalah 30oC dan pertumbuhan akan terhenti pada suhu 15oC. Curah hujan antara
500mm-600mm yang tersebar merata selama masa pertumbuhannya.
b. Akar
Kacang tanah berakar tunggang dengan akar cabang yang tumbuh tegak lurus. Akar cabang
ini mempunyai bulu akar yang bersifat sementara yang berfungsi sebagai penyerap hara. Bulu
akar ini dapat juga mati dan dapat bersifat permanen. Jika bersifat permanen terus, bulu akar ini
berfungsi sebagai penyerap unsure hara dari dalam tanah. Kadang polongnya memiliki alat
penghisap seperti bulu akar yang berfungsi menyerap unsure hara pula.
Akar samping atau akar serabut tanaman terdapat bintil bintil atau modul yang berisi bakteri
yang sering di sebut dengan Rhizobium sp. Bakteri ini mampu mengikat zat lemas ( nitrogen )
bebas dari udara. Pemberian pupuk nitrogen seperti urea akan membuat bakteri menjadi malas
untuk mengikat nitrogen sehongga produksi polong meningkat.
c. Batang
Berbentuk cabang percabangan terdiri dari dua jenis yaitu dengan cabang vegetatif dan
cabang reproduktif. Cabang vegetatif dicirikan dengan adanya daun sisik yang disebut katofil
yang terdapat pada 2 buku pertama pada cabang. Cabang vegetatif sekunder dan tertier dapat
berkembang dari cabang vegetatif primer.
d. Daun
Daun pada batang utama tersusun spirat, pada cabang vegetatif primer tersusun berseling,
berdaun 4, dengan 2 pasang daun duduk berhadapan berbentuk membundar telur sungsang
berukuran 3 7 cm x 2 3 cm, panjang tangkai daun 3 7 cm, terdapat bagian yang
menggembung pada dasar tangkai daun pada dasar setiap daun. Hal ini merupakan ciri adanya
pergerakan pada malam hari yaitu tangkai daun akan menggulung ke bawah dan daun akan
menggulung ke atas sampai keduanya bersentuhan.
e. Buah

Kacang tanah berbuah polong. Polongnya terbentuk setelah terjadi pembuahan. Bakal buah
tersebut tumbuh memanjang.inilah yang disebut dengan ginofera yang akan menjadi tangkai
polong. Cara pembentukan polong adalah mula mula ujung ginofora tumbuh meruncing ke atas.
Setelah tumbuh ginofora tersebut melengkung ke bawah dan masuk kedalam tanah. Setelah
menembus tanah, ginofora mulai membentuk polong. Pertumbuhan ginofora akan terhenti
setelah membentuk polong. Panjang ginofora dapat mencapai 18 cm. ginofora terbentuk di udara
atau diatas tanah sedangkan buah terbentuk di dalam tanah. Ginofora yang terbentuk di bagian
cabang atas tidak mampu masuk ke dalam tanah, sehingga tidak dapat terbentuk polong. Ujung
polong ada yang tumpul dan ada yang runcing. Dua biji dalam polong ada yang berbentuk
pinggang dan ada juga yang tidak berbentuk pinggang.Buah polong berbentuk silindris, berisi 1
6 biji buah yang siap dipanen memiliki ciri warna coklat kehitam-hitaman.
f. Biji
Setiap biji diliputi oleh selaput biji tipis berwarna antara putih hingga merah muda, merah,
ungu, coklat kemerahan dan sedikit kecoklatan. Setiap biji memiliki dua keeping biji yang lebar,
epikotil dengan daun dan tunas primordial, hipokotil dan akar primer. Biji yang akan dijadikan
benih yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul
Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat
Kulit benih mengkilap, tidak keriput, dan cacat
Murni atau tidak bercampur dengan varietas lain
Kadar air benih berkisar 9 12 %
2.2.4. Varietas
Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
Daya hasil tinggi.
Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari.
Hasilnya stabil.
Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun).

Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek.


Tabel Deskripsi Varietas Unggul Kacang Tanah dan Ketahanannya Terhadap Penyakit
Utama
Umur (hari)

Hasil
(ton/ha)

Warna Biji

Gajah

100

1,5 - 1,7

Kidang

100

Macan

Varietas

Tahan Terhadap Penyakit


Layu

Karat

Busuk Daun

Ros

1,5 - 1,7

Merah

100

1,5 - 1,7

Ros

Banteng

100

1,5 - 1,7

Ros

Tapir

100

1,7 2,5

Ros

Tupai

100

1,7 2,5

Merah

Pelanduk

100

1,8 2,5

Merah

Rusa

105

1,7 2,5

Cokelat

Anoa

105

1,7 2,5

Ros

Kelinci

95

2,0 3,0

Ros

Tol

Tol

Tol

Landak

89

1,8 2,5

Merah

Tol

Mahesa

95

1,0 2,5

Ros

AT

AT

Badak

95

1,5 2,6

Ros

Tol

Tol

Biawak

90

1,1 3,3

Ros

AT

Komodo

90

1,4 3,3

Ros

Simpai

95

1,1 2,5

Merah

AT

Trenggiling

95

1,1 2,5

Ros

AT

Zebra

95

1,8 3,5

Ros

Tol

2.3 Pupuk

Setiap kemasan pupuk dilengkapi dengan label yang menunjukkan jenis dan jumlah
unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada
kemasan. Karena itu sangat penting untuk mambaca label kandungan pupuk sebelum
memutuskan untuk membelinya.
Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu juga diketahui cara aplikasi yang benar,
sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi, baik cara
maupun takaran akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman tidak seperti yang kita
harapkan, bahkan unsur hara yang dikandungnya tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Pupuk, dalam arti luas mencakup semua bahan yang ditambahkan kedalam tanah untuk
memberikan unsur tertentu yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Akan tetapi istilah pupuk
biasanya dimaksudkan untuk pupuk yang dibuat oleh pabrik. Perlu juga difahami bahwasanya
pupuk tidak mengandung hara tanaman dalam bentuk unsur seperti nitrogen, fosfor atau kalium,
tetapi hara tersebut dalam bentuk senyawa yang dapat menyediakan bentuk ion hara yang dapat
diserap oleh tanaman. Pupuk yang digunakan pada kali ini adalah pupuk nonorganik, yaitu:
2.3.1 Pupuk NPK Mutiara

N=15 % , P=15 %, K=15%, MgO= 2 %, S=2%.


Pupuk NPK Daun Mutiara merupakan pupuk majemuk yang dibuat dari bahan-bahan bermutu
dan berkualitas. Komposisi unsur hara pada pupuk NPK Daun Mutiara dapat disesuaikan dengan
jenis tanah dan jenis tanaman yang di budidayakan.
Pupuk NPK Daun Mutiara dibuat melalui proses industri berteknologi sehingga dihasilkan
butiran yang homogen.

MANFAAT PUPUK NPK DAUN MUTIARA

Menjadikan daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun
yang penting bagi proses fotosintesa.

Mempercepat pertumbuhan tanaman , mempercepat pencapaian tinggi tanaman


maksimum dan jumlah anakan maksimum.

Memacu pertumbuhan akar , perakaran lebih lebat sehingga tanaman menjadi sehat dan
kuat.

Menjadikan batang lebih tegak , kuat , dan mengurangi resiko rebah.

Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman dan kekeringan.

Memacu pembentukan bunga mempercepat pemasakan biji sehingga panen lebih cepat.

Menambah kandungan protein.

Memperlancar proses pembentukan gula dan pati.

Memperbesar ukuran buah umbi , serta butir biji bijian

Meningkatkan ketahanan hasil selama pengakutan dan penyimpanan.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN PUPUK NPK DAUN MUTIARA

Biaya pengangkutan , penyimpanan dan pemakaiaanya lebih murah.

Kandungan unsur hara dalam setiap butiran merata, menjamin penyediaan hara lebih
tepat sejak dini.

Unsur unsur hara yang terkandung lebih berimbang.

Berbentuk butiran yang lebih mudah pemakaiaanya.

Tidak ada resiko salah dalam mmencampur dan menggunakannya di lapangan.

Dikemas dalam kntong plastic ukuran 20 Kg, 25 Kg dan 50 Kg sehingga mmemudahkan


proses pengangkutan.

KEUNGGULAN PUPUK NPK DAUN MUTIARA

Pupuk NPK Daun Mutiara di buat melalui proses industri berteknologi tinggi sehingga
dihasilkan butiran yang homogen.

Pupuk NPK Daun Mutiara dapat digunakan untuk semua jenis tanaman serta pada
berbagai kondisi lahan iklim dan lingkungan.

Penggunaan Pupuk NPK Daun Mutiara menjamin diterapkannya trknologi pemupukan


berimbang sehingga dapat meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian.

Pupuk NPK Daun Mutiara dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemupukan ,
mudah dalam aplikasi serta memiliki sifat sifat agronomis yang menguntungkan.

BAB III METODOLOGI


3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini di mulai sejak tanggal 19 maret s/d 21 mei 2013 dan dilaksanakan setiap
satu minggu sekali pada hari selasa. Bertempat di lahan praktikum Dasar-dasar Agronomi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Kampung Lebak Gempol, Belakang Universitas Terbuka,
Serang, Banten.

3.2 Alat dan Bahan praktikum

Alat yang digunakan dalam praktikun antara lain: cangkul, sabit, patok, tugal, tali rafia,
ember, penggaris (alat pengukur), alat tulis, timbangan (pasca panen).
Bahan yang digunakan antara lain: benih kacang tanah, pupuk NPK mutiara, furadan,
dan Air.

3.3 Cara Kerja


a. Membuka lahan dengan memotong rumput liar menggunakan sabit di minggu pertama
praktikum.
b. Penggemburan lahan menggunakan cangkul.
c. Pemberian jarak tanam menggunakan tali rafia dan patok
d. Jarak tanam 25 cm x 20cm, kemudian di beri lubang sedalam satu ruas jari
e. Masukkan benih kedalam lubang dengan ketentuan 2benih/lubang, kemudian taburi furadan dan
pupuk npk disekitar lubang dengan tujuan agar benih tidak dimakan oleh serangga dan
pemberian pupuk agar cukup unsur hara di dalam tanah.
f. Siram dengan air, lakukan penyiraman 1-2 kali sehari tergantung cuaca..
g. Jika tanaman tidak tumbuh kita dapat lakukan penyulaman di lubang yang sama secepatnya agar
waktu panen tidak selang jauh.
h. Setiap minggu lakukan pengamatan dan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh.
i. Lakukan juga penjarangan, agar tanaman tumbuh dengan subur
j. Lakukan pembumbunan jika akar tanaman sudah terlihat keluar, agak tanaman tetap tegak
k. Jika daun tanaman sudah layu atau kering, sebaiknya di cabut dan di bersihkan

3.4 Parameter Praktikum


a. Tinggi tanaman dari minggu ke minggu.
b. Jumlah daun yang bertambah.
c. Banyaknya polong kacang dalam satu tanaman.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil
Dari 15 sampel tanaman kacang tanah yang diambil, didapatkan hasil sebagai berikut :
a.

Data hasil pengamatan dari minggu ke minggu


Minggu ke-1 (9 April 2013)

Sampel
1
2
3
4

Letak baris
2
3
4
4

Tinggi tanaman (cm)


13
16
13
16

Jumlah daun
6
7
7
9

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

5
5
5
6
6
6
6
6
7
7
8

15
14
15
14
15
14
14
17
13
15
15

11
10
10
8
13
13
10
11
10
11
16

Minggu ke-2 (16 April 2013)


Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Letak baris
2
3
4
4
5
5
5
6
6
6
6
6
7
7
8

Tinggi tanaman (cm)


18
18
16
20
24
17
18
19
17
19
18
19
22
19
20

Jumlah daun
20
27
21
24
24
16
17
17
25
25
19
21
23
22
25

Minggu ke-3 (23 April 2013)


Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8

Letak baris
2
3
4
4
5
5
5
6

Tinggi tanaman (cm)


23
21
24
25
37
23
22
29

Jumlah daun
26
38
43
37
22
37
29
32

9
6
10
6
11
6
12
6
13
7
14
7
15
8
Minggu ke-4 (30 April 2013)
Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Letak baris
2
3
4
4
5
5
5
6
6
6
6
6
7
7
8

27
24
23
23
27
25
27

Tinggi tanaman (cm)


30
32
32
35
33
30
30
38
35
34
34
33
36
37
36

37
40
31
37
43
38
35

Jumlah daun
30
51
57
55
44
52
32
42
47
58
41
56
66
54
51

Minggu ke-5 (7 Mei 2013)


Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Letak baris
2
3
4
4
5
5
5
6
6
6
6
6
7

Tinggi tanaman (cm)


39
41
41
36
43
40
41
43
44
43
43
34
43

Jumlah daun
33
53
65
62
48
33
47
65
66
62
53
70
79

14
15

7
8

38
40

60
53

a. Menghitung Berat Basah Kacang Tanah


Sampel
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Daun
Jumlah
Berat
60
45,70
83
59,05
81
68,58
93
61,21
65
43,17
80
51,30
67
51,94
78
67,23
70
52,65
75
51,05
66
45,25
104
62,01
104
69,19
77
70,19
94
79,06

Polong
Jumlah
Berat
22
19,95
35
33,25
25
26,76
31
29,51
22
19,45
23
22,40
20
17,07
27
25,06
20
24,39
26
26,99
25
24,20
38
36,73
28
35,19
23
22,52
36
38,95

Jumlah
bintil akar
79
153
139
148
134
151
94
194
191
247
161
178
191
159
286

Berat
akar
6,71
10,69
5,82
9,14
6,35
7,00
5,84
11,59
7,49
7,67
7,70
8,41
9,30
6,72
15,54

Berat
batang
27,71
43,20
43,00
39,87
36,82
36,55
37,35
35,50
38,15
38,57
27,75
28,90
45,86
55,39
39,05

b. Menghitung Berat Kering Kacang Tanah


Berat Batang
Sampel

Berat Daun

Berat Polong

Berat Akar

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

9,3
11,5
11,93
11,78
7,48
9,71
10,17
12,09
9,67
9,30
8,39
13,33

5,98
9,56
9,16
9,35
6,38
8,49
4,68
8,73
7,04
8,65
6,44
11,49

2,19
3,51
3,67
3,39
1,89
2,49
2,05
3,64
3,09
2,52
2,41
3,31

5,14
7,68
7,78
7,80
2,83
7,58
6,87
6,22
6,61
7,08
4,91
6,81

13
14
15

13,16
13,69
15,04

10,91
7,45
11,94

3,32
2,08
5,42

9,81
10,79
7,42

4.2. Pembahasan
Dari data pengamatan diatas, dapat diketahuai bahwa benih tanaman kacang tanah yang
di tanam ada satu tanaman yang tidak tumbuh. Hal itu disebabkan karena pada saat penanaman
lubang tanamnya terlalu dalam sehingga kecambahnya tidak bisa mencapai permukaan, atau bisa
juga di sebabkan karena kondisi lahan dan iklim yang tidak mendukung pada saat itu (faktor
hujan), yang menyebabkan benih busuk di dalam lubang tanam.
Tetapi banyak juga benih yang berhasil tumbuh, sehingga bisa terus diamati. Benih yang
tidak tumbuh diganti dengan benih yang baru (disulam). Meskipun benihnya berhasil tumbuh,
namun masih banyak kendala. Diantaranya adalah banyaknya ditemukan daun yang
mengeluarkan bercak kekuningan itu disebabakan kurangnya unsur N.
Selain unsur tersebut, banyaknya hama dan penyakit pada tanaman juga merupakan
kendala dalam proses pertumbuhan tanaman. Hama yang banyak ditemukan adalah ulat daun,
keong, dan uret tanah. Banyaknya hama disebabkan karena banyaknya gulma disekitar tanaman,
hama yang tadinya akan memakan gulma berbalik menjadi memekan tanaman kacang tanah.
Pada tanaman juga ditemukan penyakait seperti penyakit layu, bercak daun.

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan di atas, dapat disimpulkan bahwa penanaman secara monokultur
mempunyai kelebihan tersendiri, namun tidak sedikit pula kerugian yang didapat dari penanaman
secara monokultur. Kelebihannya adalah tanaman dapat tumbuh secara optimal tanpa harus
berebut unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Kerugiannya adalah banyaknya hama yang
menyerang tanaman kacang tanah, karena penanaman secara monokultur (hanya satu
tanaman) hama lebih gampang untuk hinggap pada tanaman.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan adalah para petani maupun pelaku pertanian menggunakan
pupuk tanaman dengan kadar yang optimum untuk pertumbuhan tanaman dan menyikapi
pencegahan hama penyakit dengan bijak yaitu dengan menggunakan pengendali hama penyakit
yang ramah lingkungan.

LAMPIRANDAFTAR PUSTAKA
Henry K. Indronada, Ir., 1985. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Jakarta: PT. Bina Aksara.
Mul Mulyani Sutedjo, Ir., 1985. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Bina

Cipta.

R. Soeroto Sosrosodirdjo, dkk, 1990.Teknik Budidaya Kacang Tanah. Jakarta


Sri Setyadi Harjadi, MM, Dr., 1979. Pengantar Agronomi Budidaya Tanaman.

Jakarta

Rukmana Rahmat. 1998. Kacang Tanah. Kanisius, Yogyakarta


http://epetani.deptan.go.id/budidaya/budidaya-kacang-tanah-7735 (tanggal

akses: 19-06-

2013)
http://ekaboymaster.blogspot.com/2012/02/teknik-budidaya-tanaman-monokultur- dan.html
(tanggal akses: 19-06-2013)