Anda di halaman 1dari 9

MODUL 1.

PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI


1. Tujuan Instruksional Khusus
Diharapkan mahasiswa dapat pengenal dan memahami konsep Pengantar Teknik
Industri dalam sistem produksi.
2. Daftar Materi Pembahasan
2.1.

Sejarah Singkat Teknik Industri

2.2.

Pemahaman Teknik Industri

2.3.

Ruang Lingkup Teknik Industri

3. Pembahasan
2.1. SEJARAH SINGKAT TEKNIK INDUSTRI
Sejak

jaman kono, banyak sekali persoalan kehidupan manusia. Untuk memenuhi

keperluan

hidupnya,

mempertahankan

manusia

mencari

berbagai

cara

sehingga

mampu

kelangsungan hidupnya. Manusia menggunakan batu sebagai

peralatan kerja, yakni memotong atau membelah. Alat-alat yang digunakan mengalami
perbaikan

secara terus menerus dengan cara coba-coba dan manusia melakukan

seleksi alat yang sesuai untuk keperluan kerja. Perbaikan ini tidak lain hanya untuk
meningkatkan produksi, selama persoalan produksi muncul maka teknik industri akan
ada dan perperan untuk mencari berbagai solusi.

Revolusi industri dimulai di Inggris

dengan ditandai terjadi perubahan proses manufaktur yang dramatis. Disiplin teknik
industri berakar pada masa revolusi industri,

pada awalnya dikembangkan oleh

beberapa individu yang berusaha mencari prinsip-prinsip organisasi dan manajemen


produksi.

Kebutuhan

untuk meningkatkan efisiensi

pendorong berdirinya disiplin teknik industri.

dan efektivitas merupakan

Adam Smith

(The wealth of nations, 1776) mengemukakan konsep perancangan

proses produksi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja yang


menekankan pentingnya spesialisasi. Disiplin ini akhirnya berkembang untuk memenuhi
kebutuhan tenaga ahli dan trampil dalam hal perencanaan, pengorganisasian,
peroperasian serta pengendalian suatu sistem produksi yang luas dan kompleks.
Charles Babbage sebagai konseptor pengembangan teknik industri mengemukakan
perlunya pembagian kerja untuk meningkatkan produktivitas (On Economy of Machinery
and Manufacturers, 1832), dengan pembagian kerja (sesuai dengan spesialisasinya)
pekerjaan akan menjadi lebih sederhana.
Henry Towne

mengemukakan pentingnya ilmu ekonomi untuk engineer dalam

mengambil keputusan, ( The Engineer as Economist yang dimuat pada Transaction of


the American Society of Mechanical Engineers - ASME 1886 ).
FW Taylor dianggap seorang yang paling berjasa dalam profesi TI. Pada tahun 1874
FW Taylor bekerja diperusahaan hidraulik menjadi seorang mekanik pada pabri baja di
Amerika, sembilan tahun kemudian menerima gelar sarjana teknik mesindari Stevens
Institute Usaha-usahanya pada pabrik baja membawa pemikiran apa yang dikenal
sebagai Scientific Management , disini bidang engineering harus ikut bertanggung jawab
terhadap

hal-hal

yang

menyangkut

perancangan,

pengukuran,

perencanaan,

penjadwalan maupun pengendalian kerja. Metode FW Taylor mulai digunakan sebagai


usaha penggunaan buruh minimal pada setiap jenis pekerjaan melalui penelitian ilmiah
untuk mendapatkan metode pekerjaan terbaik pada setiap kasus. Sering kali , seorang
pengawas diberi tanggung jawab penuh untuk menghasilkan barang yang diminta oleh
staf pengawas. Fungsi-fungsi perencanaan secara informal dilakukan oleh
pengawas itu , juga tidak ada metode-metode standar

staf

( metode kerja ditentukan

masing-masing oleh para pekerja yang didasarkan atas pengalaman dan peralatan yang
tersedia). FW Taylor memulai studi tentang pemotongan logam , studi ini berlangsung
selama 25 tahun , studi ini berakhir pada tahun 1907 dan dipublikasikan melalui catatan
ASME . Analisis keperluan kerja dan spesifikasi suatu metode untuk melakukan suatu
operasi, pada saat ini disebut dengan Perancangan Kerja atau Teknik Tata Cara
((Work Design or Method Study) . Studi penyekopan dan penanganan besi kasar
terutama mengacu pada perancangan kerja. Taylor juga mempelopori apa yang
sekarang ini disebut sebagai Pengukuran Kerja. Aktivitas ini mengacu pada
pengukuran jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan bagi seorang

operator. Peningkatan efisiensi pekerjaan manual di tiap bagian dilakukan dengan


mengeliminir gerakan yang tidak bermanfaat, gerakan yang lambat dang gerakan yang
mengganggu. Pada sisi lain ide Taylor diatas ada perasaan khawatir , bahkan timbul
kecaman dari perkumpulan tenaga kerja Amerika yang menilai ide Taylor

tersebut

rencana serius untuk mengurangi keterlibatan manusia yang digantingan dengan mesin.
Frank Gilbreth, tertarik pada analisis gerakan dasar atas kegiatan manusia. Beliau
memperkenalkan analisis gerakan yang disebut micrmotion studies pada pertemuan
American Society of Mechanical Engineers (ASME) Dia sangat berjasa dalam usaha
memberikan landasan untuk mengindentifikasi dan menganalisa gerakan-gerakan dasar
manusia pada saat melakukan kerja manual, yang kemudian dia beri nama Therbligs
Pada tahun 1924 hasil penelitiannya sangatlah terkenal dengan membagi pekerjaan
menjadi

elemen-elemen

gerakan

dasar.

Elemen-elemen

gerakan

dasar

yang

dikembangkan berjumlah 17 gerakan dasar dan dengan elemen-elemen gerakan dasar


inilah perbaikan perbaikan dilakukan.
Tokoh lain yang mengembangkan disiplin teknik industri adalah F.W Harris

salah

seorang yang pertama kali merubah deskripsi grafis model persediaan paling
sederhana ke dalam terminologi matematis. Tetapi Wilson Formula merapkan rumusrumus Harris secara intensif. Dalam tahun 1931 F.E Raymond menulis buku pertama
tetang pengendalian persediaan , dimana ia menjelaskan secara rinci penggunaan
teknik pengendalian persediaan dibidang manufaktur. Dalam tahun1924 W.A Shewhart
dari Telephone Laboratories memberi penjelasan pertama tentang peta kendali (bagan
kendali) , dan pada tahun 1931 mempublikasikan buku pertama tentang pengendalian
kualitas secara statistik. Prof. Eugene Grant dari Stanford dalam tahun1946
mempublikasikan buku pelajaran pertama tentang pengendalian kualitas, yang hingga
kini masih ada dan digunakan. Lebih awal , pada tahun 1930 Grant dan WG. Ireson
mempublikasikan buku prinsip-prinsip ekonomi teknik. Karya

Barnes, Niebel dan

Mundel lebih memper dalam teknik tata cara kerja dan studi waktu dari Taylor dan
Gilbreth. Metode penggunaan bagan masih merupakan teknik yang efektif untuk
melakukan analisis produksi.

2.2. PEMAHAMAN TEKNIK INDUSTRI

Definisi menurut American Institute of Industrial Engineering AIIE Teknik Industri


berkaitan dengan kegiatan rancangan (design), perbaikan dan penyiapan sistem
integral, yang terdiri atas manusia, bahan dan peralatan, dengan dasar pengetahuan
khusus dan keahlian dibidang matematika, fisika, ilmu sosial bersama-sama dengan
metode-metode analisis dan perancangan teknis, meramalkan dan mengevaluasi hasil
yang dicapai dari sistem tersebut .
Aktivitas-aktivitas yang dapat digarap oleh disiplin Teknik Industri menurut American
Institute of Industrial Engineering (AIIE) adalah :
1. Perencanaan dan pemilihan metode-metode kerja yang efektif dan efisien dalam
proses produksi.
2. Pemilihan dan perancangan dari pekakas kerja serta peralatan yang dibutuhkan
dalam proses produksi.
3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak fasilitas produksi, peralatan
pemindahan bahan dan

fasilitas-fasilitas untuk penyimpanan bahan baku atau

produk jadi.
4. Desain dan perbaikan sistem

perencanaan dan pengendalian untuk distribusi

barang / jasa produksi, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas dan


reabilitas.
5. Pengembangan sistem pengendalian ongkos produksi seperti pengendalian budget,
analisis biaya dan standar biaya produksi.
6. Penelitian dan pengembangan produk.
7. Desain dan pengembangan sistem pengukuran performans serta standar kerja.
8. Pengembangan dan penerapan sistem pengupahan dan pemberian insentif.
9. Perencanaan dan pengembangan organisasi , prosudur kerja, policy sistem
pemprosesan data.
10. Analisis dan lokasi dengan mempertimbangkan potensi pemasaran, sumber bahan
baku, suplai tenaga kerja .
11. Aktivitas penyelidikan operasional dengan analisa matematika, sistem simulasi,
program linier, teori pengambilan keputusan dalam rangka pengambilan keputusan.

Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri antara lain adalah
American Society of Mechanical Engineers (ASME) di Amerika Serikat. The Taylor
Society yang bertujuan untuk mengembangkan konsep-konsep manajemen umum yang
diperkenalkan oleh Taylor. Society of Industrial Engineers (SIE) yang mewadahi para
spesialis produksi maupun para manajer. The American Management Association
(AMA) berdiri tahun 1922. Society of Manufacturing Engineer (SME) didirikan di
Detroit, untuk mengembangkan pengetahuan di bidang teknik manufaktur. Pada tahun
1948 berdirilah The American Institute of Industrial Engineering (AIIE) , dengan
didukung sekitar 70 negara, AIIE berkembang menjadi organisasi internasional dengan
nama Institute of Industrial Engineering ( IIE ).
Teknik Industri terjemahan dari Industrial Engineering
Teknik Industri didefinisikan sebagai Pendekatan teknik yang diterapkan pada semua
faktor yang terlibat dalam sistem produksi dan mendistribusikan produk (barang atau
jasa). Faktor tersebut adalah :
1. Manusia (Men)
2. Bahan ( Materials)
3. Mesin (Machines)
4. Metode/cara kerja (Methods)
5. Modal/ uang (Money)
SISTEM PRODUKSI

INPUT

OUTPUT

PROSES

`
Mt

Ms

Mn

Md

My

Gambar 1. Sistem Produksi terpadu


Sistem Produksi terpadu (5 M) yang dikaitkan dengan penggunaan ilmu teknik industri
5 M tersebut adalah :

Mt : Materials (Bahan baku, Bahan tambahan, barang jadi)


Ms : Machines (Mesin, peralatan kerja)
Mn : Men (Manusia / tenaga kerja)
Md : Methods (Metode/cara kerja)
My : Money ( Modal/ uang)
Ilmu teknik industri yang membahas 5M tersebut akan dibahas pada perencanaan
dan perancangan sistem produksi dan pengendalian sistem produksi serta ditambah
dengan teknik penyelidikan/penelitian operasi.
2.3. RUANG LINGKUP TEKNIK INDUSTRI
Oleh karena Teknik Industri adalah cabang pengetahuan dan praktek teknik yang
meliputi :
1. Menganalisa, mengukur dan meningkatkan cara-cara penampilan tugas yang
diberikan kepada individu
2. Merancang dan menjalankan secara keseluruhan sistem yang lebih baik dari
tugas yang diberikan kepada suatu kelompok.
3. Memperinci, meramalkan dan mengevaluasi hasil-hasil yang dicapai.
Manajemen dan statistik merupakan disiplin ilmu yang lebih dahulu dikembangkan dari
pada teknik industri. Kedua disiplin ini selanjutnya mempunyai hubungan sangat erat
dengan teknik industri.
Jadi teknik industri merupakan management tools (alat manajemen), maka kiranya perlu
dibahas tentang pengertian manajemen ilmiah ( scientific management).

Manajemen

ilmiah adalah ilmu yang mempelajari kegiatan yang mengatur sumber daya yang dimiliki
dengan sebaik-baiknya, sehingga tujuan organisasi /industri dapat tercapai.
Menurut pendekatan Taylor bahwa manajemen ilmiah memiliki pola sbb :
a. Indentifikasi persoalan
b. Pengumpulan informasi melalui pengamatan
c. Perumusan hipotesa awal
d. Pembuktian hipotesa
e. Pemecahan persoalan
Pada dasarnya prinsip dalam manajemen ilmiah yang dikembangkan Taylor adalah :

a. Pemakaian cara-cara ilmiah dalam pemecahan persoalan manajemen sebagai


pengganti cara coba-coba.
b. Pemilihan pekerja secara ilmiah dengan tujuan menyesuaikan kemampuan
pekerja dan menspesifikasi pekerjaan (jabatan).
c. Pengembangan kerja sama yang baik anatar pimpinan , manajer dan pekerja.
Sedangkan statistik digunakan sebagai alat pengumpulan dan pengolahan data, serta
alat analisis.
Jika ditinjau dari kegiatan manajemen yang dikembangkan oleh Deming yang
menggunakan secara siklus antara P(Plan) , D(do), C(Check) dan A(Action), Siklus
Deming lebih dikenal dalam industri dengan sebutan PDCA , seperti gambar berikut.

BUKU ACUAN
1. Maynard Handbook of Industrial Engineering Mc Graw Hill
2. Salvendy Handbook of Industrial Engineering John Wiley
3. Hicks Industrial Engineering and Management Mc Graw Hill
4. Purnomo Hari Pengantar Teknik Industri Graha ILmu, Yogyakarta
5. dan lain-lain