Anda di halaman 1dari 10

Pendidikan, Karakter, Dan Agama

Makalah
disusun untuk memenuhi salah satu tugas pengganti kelas regular
Mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam
Dosen: Drs. H. Sudirman, M. Ag

Oleh:
Nisa Sopiah Istiqomah
1203082

Departemen Pendidikan Fisika


Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
2015

Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Belum lama, peringatan hari pendidikan nasional terdengar gemuruhnya di penjuru
negeri. Tak lama sebelum itu juga warga Indonesia digemparkan dengan munculnya
undangan Pesta Bikini siswa SMA Jakarta dan Bekasi secara terbuka di media sosial.
Padahal, kerap kita jumpai pelaksanaan istigasah rutin dilaksanakan menjelang Ujian
Nasional di sekolah khususnya SMA.
Tak hanya di kota metropolitan, kerusakan moral remaja bahkan terjadi hampir di seluruh
daerah. Dari mulai pem-bullyan hingga menimbulkan korban jiwa, tawuran antar pelajar,
bahkan pelaku begal yang masih berstatus sebagai pelajarpun ada.
Keadaan remaja di Indonesia yang bahkan sekarang dinyatakan darurat pornografi tentu
tidak bisa hanya menajadi bahan gunjingan kita. Kiranya sebagai insan cendikia ada
sesuatu yang harus kita lakukan.
Penyaji disini mencoba mengaji bagaimana solusi dari masalah-masalah ini berdasarkan
segi pendidikan dan agama.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana keadaan pendidikan Indonesia saat ini?


Bagaimana moral remaja terdidik Indonesia saat ini?
Apa penyebab kerusakan moral pada remaja?
Bagaimana pandangan agama terhadap masalah kerusakan moral pada remaja?

C. Tujuan Penulisan Makalah


1.
2.
3.
4.

Mengetahui keadaan pendidikan Indonesia saat ini


Mengetahui moral remaja terdidik Indonesia saat ini
Mengetahui penyebab kerusakan moral pada remaja
Mengetahui pandangan serta solusi dari segi agama terhadap masalah kerusakan
moral pada remaja

D. Manfaat Penulisan Makalah


Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis meupun
secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep
1

pemahaman mengenai pendidikan di Indonesia, serta pandangannya dari segi Agama Islam.
Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya
mengenai pendidikan;
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang pendidikan di Indonesia saat ini.

Bab II
Pembahasan

A. Pendidikan Indonesia
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah warga Negara Indonesia per
2012 adalah 230 juta jiwa. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) mengungkap jumlah remaja (10-24 tahun) Indonesia pada 2013 adalah 64
juta jiwa atau sekitar 27 persen dari total penduduk Indonesia. Setiap tahunya 1.8 juta remaja
lulusan sekolah tidak mampu meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Hanya 26
persen yang masuk Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti, 2011) , tidak mengherankan indeks
pembangunan Pendidikan Indonesia berada di peringkat 69 berdasarkan data United Nations
Educational, Sciencetific, and Cultural Organization (UNESCO), 2011.
Penyebabnya berbagai hal, seperti rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas guru,
rendahnya pemerataan kesempatan pendidikan, rendahnya relevansi pendidikan dengan
kebutuhan, visi dan moralitas pendidik yang rendah, dan moralitas peserta didik yang rendah,
serta biaya pendidikan yang tinggi.
Berbagai gerakan hadir untuk turut membantu pemerintah mengentaskan masalah
pendidikan yang vital dampaknya bagi bangsa ini, baik dari swasta maupun negeri, sebut saja,
gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan, Ph. D., pada tahun 2010 gerakan
yang mengajak generasi terdidik (sarjana) menjadi guru SD selama satu tahun di pelosok
Indonesia. Selain itu, ada juga SM3T (Sarjana Muda Mengajar di daerah Terluar, Terdepan,
dan Terbelakang), dll.
PEmerintah juga berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya
dengan kurikulm yang digagas yakni kurikulum 2013 dimana didalamnya berisi
pengembangan bagi karakter siswa siswi. Upaya juga dilakukan para peneliti dan pengamat
seperti pengajuan pendidikan moral pancasila untuk khusus membangun moral remaja.

B. Moral remaja terdidik Indonesia


3

Menjadi tanggung jawab para terdidiklah untuk turut menuntaskan kecerdasan bagi
seluruh warga Indonesia. Namun, tidak sedikit kita mendengar berita mengenai moral para
terdidik yang malah melakukan korupsi, mengambil hak anak yatim dan rakyat, para penyuap
bahkan kementrian yang terbanyak melakukan tindak korupsi adalah Kementrian Pendidikan
dan Kementrian Agama. Moral sendiri dapat diartikan sebagai norma yang tumbuh dalam
suatu tatanan masyarakat, seseorang dikatakan baik apabila memenuhi aturan norma yang
berlaku.
Sayangnya banyak remaja masa kini yang malah terjerat dalam moralitas yang buruk hal
itu terlihat dari banyaknya kasus yang dilakukan remaja bahkan dalam sebuah wawancara
langsung, 39% remaja mengaku pernah berhubungan seks. Belum lagi, hasil riset yang
dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati yang menemukan sebanyak 83,7% siswa SD kelas IV
dan V sudah kecanduan pornografi dalam sepekan KPAI bisa mendpatkan 33 kasus
pemerkosaan yang dilakukan terhadap anak-anak yang pelakunya adalah remaja yang telah
menonton tayangan porno.

Akibat terdekat yang mengintai adalah perilaku Aborsi,

perampasan hak hidup ini sepanjang tahun jumlahnya terus meningkat Komisi Nasional
Perlindungan Anak bahkan mengungkapkan 62% pelakunya adalah anak dibawah umur.
Maksiat lainya yang menghantui adlah penggunaan narkoba. Berdasarkan data Badan
Narkotika Nasional pada 2008 sebanyak 3,2 juta penduduk Indonesia adalah pengguna
narjoba. Sebanyak 78% diantaranya adalah remaja atau penduduk usia 20-29 tahun. Usia
pemakai termuda adalah 7 tahun dan sebanyak 8000 anak SD tengah menjalani rehabilitasi
hingga saat ini. Belum lagi, kasus kriminalitas seperti pembegalan yang dilakukan siswa
sekolah menengah, pembullyan berujung maut yang pelakunya tidak hanya remaja putra,
hingga kasus pembunuhan mantan yang dilakukan sepasang remaja.
Berbgai fakta diatas nampaknya berkebalikan dengan data prestasi Indonesia berikut hal
prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga
telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia
melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Di dalam laporan
tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding
dengan negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.

Dalam skala internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA
(Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di Asia Timur
menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada peringkat
terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong), 74,0 (Singapura),
65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).
Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan
ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan
penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal
pilihan ganda.
Selain itu, hasil studi The Third International Mathematic and Science Study-RepeatTIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara peserta, prestasi
siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA, ke-34 untuk Matematika.
Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang disurvai
di asia pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat
ke-61, ke-68, ke-73 dan ke-75.
Kemudahan akses internet menjadi salah satu penyebabnya, meski pemerintah berasumsi
telah mengahapus berbagai web porno dan judi hingga hari ini kita masih dapat
mebgaksesnya secara mudah. Efek tayangan porno yang adiktif dan merusak 5 bagian otak
merupakan efek adiksi yang terparah, apabila dibanding dengan narkoba yang hanya
merusaak 3 bagian di otak. Dopamin yang dihasilkan otak merangsang rasa senang, nyaman,
dan bahagia saat mengakses konten porno namun juga meminta tambahan lagi dan lagi karena
sifatnya yang membuat kita tahan. Jika awalnya kita merasa jijik lama kelamaan kita akan
terbiasa. Efek dopamine yang besar dan tidak dimengeri remaja apalagi SD inilah yang
membuat mereka seperti terjebak dalam dunia konten pornografi. Tidak hanya melalui proses
mengakses langsung, aganya para pengusaha yang memanfaatkan efek dopamine yang adiktif
ini menyisipkan konten pornografi dalm usahanya, muali dari iklan, propaganda, dan
tayangan hiburan seperti film kartun.
Tidak tegasnya regulasi dan peraturan dari pemerintah juga mendorong pengusaha makin
berani, dan kehilangan efek jera. Berkali-kali web porno ditutup berkali-kali juga mereka
membuat web baru. Berkali-kali miras disita berkali-kali juga mereka membuaka usaha illegal
5

yang kini tengah dalam wacana legal tersebut. Bahkan seorang Bandar narkoba dalam
wawancaranya disebuah stasiun televisi swasta mengatakan Indonesia adalah pasar yang
menjadi tujuan semua produsen narkoba. Naudzubilahimindzalik.

C. Pandangan agama terhadap masalah kerusakan moral pada remaja

Melihat prestasi barat dalam bidang pendidikan dan pembangunan rupanya mendorong
Indonesia untuk turut menggunakan ideologi pancasila yang sekuler dan liberal dalam sistem
pendidikannya. Hal ini mulai nampak jelas ketika wacana penghilangan status agama di KTP
ditiadakan. Padahal, sebelumnya pemerintah selalu mengembalikan kepada pendidikan agama
ketika masalah moralitas remaja merebak. Hal ini Nampak seperti suatu ketimpangan, disisi
lain pemerintah ingin siswa-siswinya agamis disisi lain pemerintah juga menjadi sedikit
sekuler.
Menurut seorang ahli, bahwa benar setiap ideology pada dasarnya membawa pemeluknya
menuju kemajuan, asal dijalan konsisten oleh pemimpin yang mampu memenej. Namun,
kemajuan materi tersebut tidak menjamin kebahagian masyarakatnya. Mayoritas masyarakat
di Eropa dan Amerika kering secara spiritualitas, selain menjadi pemeluk sekte sesat,
mayoritas pencari kebahagian beralih pada narkoba dan seks. Lebih dari 700 ribu perempuan
Amerika diperkosa setiap tahunya. Bedasarkan hasil polling newsweek menyatakan 76%
rakyat Amerika percaya bahwa telah terjadi kehancuran moral di negaranya.
Berbagai bukti kerusakan moral remaja Indonesia seharusnya menjadi bukti cukup bagi
kita untuk menjauhkan pendidikan dari ideologi yg liberal dan sekuler. Meskipun pemerintah
telah memberi solusi melalui pendidikan pancasila, pendidikan agama, namun tanpa sistem
yang menyeluruh usaha pemeritah hanya akan menjadi seperti menggarami lautan. Tanpa ada
regulasi yang tegas untuk melarang pornografi dan pornoaksi, kecanduan remaja terahdap
barang-barang berbau porno tidak dapat dihentikan yang nantinya tentu akan berdampak
pada kualitas hidup penduduk Indonesia. Aborsi dan HIV/AIDS menjadi buah yang tak
terelakkan. Karena kualitas geneerasi muda adalah penentu masa depan bangsa.

Islam, menerapkan solusi yang jelas dari segi agama seperti apa mengatasi kenakalan
remaja. Dimulai dari perbaikan secara sisitemik, dengan menerapkan pendidikan agama
secara menyeluruh, kaffah, bukan hanya secara terpisah dalam mata pelajaran agama maka
moralitas remaja yang baik nantinya akan menjadi buahnya secara tidak langsung.

Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
Banyak faktor penyebab rusanya moral remaja Indonesia dewasa ini, tingkat pendidikan
yang rendah salah satunya. Namun secara mengejutkan, ternyata remaja berpendidikanpun
mengalami penurunan nilai moralitas serupa. Banyak hal yang dapat kita lakukan, namun
secara gama langkah jitu dalam membangun moral bangsa adalah dengan pendidikan agama
yang meyeluruh bukan hanya dalam dua jam mata pelajaran di kelas.

Daftar Pustaka
Rahmah, Iffah. 2012. Negara : Pilar Utama. Al-Waie No.138 tahun XII, februari 2012.
Prasetyo, Joko. 2012. Seks Bebas Liar. Al-Waie No.138 tahun XII, februari 2012.
Pengajar Muda. 2012. Indonesia Mengajar Kisah para Pengajar Muda di Pelosok
Negeri. Yogyakarta: Bentang
Dzakirah, Ghina. 2013. Anak

Berprestasi

Indonesia.

[Online].

Tersedia

Ghinadzakirah.blogspot.com/2013/05/10-anak-berprestasi-indonesia.html. [21 mei


2015]
Ferry, Oscar. 2014. Kurikulum 2013 Sudah Tepat tapi Banyak Persoalan. [Online].
Tersedia

http://www.Liputan6.com/read/2147104/pengamat-kurikulum-2013-

sudah-tepat-tapi-banyak-persoalan. [21 mei 2015]


Patty, Rahmat Rahman. 2015. Mendikbud Tak Melarang Sekolah Terapkan Kurikulum
2013.

[Online].

Tersedia:http://regional.kompas.com/read/2015/01/26/18464961/Mendikbud.Tak.Mel
arang.Sekolah.Terapkan.Kurikulum.2013. [21 mei 2015]
Goodnewsfromindonesia.org/sciencetechnology
Youtube.com/IndonesiaBerkibar