Anda di halaman 1dari 6

Manfaat menggunakan kolam terpal yang digunakan untuk wadah budidaya ikan lele:

1. Murah dan Fleksibel Produktivitas tinggi


2. Pemeliharaan lebih mudah
3. Terhindar dari serangan atau serbuan predator dan hama
4. Volume air mudah diatur
5. Mutu ikan lele lebih baik
6. Resiko kematian yang rendah
7. Dapat digunakan di ruang gelap yang dapat meningkatkan produktivitas ikan lele
Cara Membuat wadah Kolam Terpal Untuk Budidaya Ikan Lele
Ada 3 tahapan dalam pembuatan wadah untuk pembudidayaan ikan lele, yang pertama yaitu
pembuatan kerangka, yang kedua pemasangan terpal, dan yang ketiga adalah pemasangan
pengaturan volume air secara otomatis pada kerangka yang telah dibuat. Untuk menghematan
penggunaan biaya, kerangka kolam yang akan kita buat nanti adalah berbahan dasar dari kayu
atau bambu. Mudah dicari dan didapat disekitar Bahan utama lain adalah sejumlah paku, tali
nilon.
Bahan :
Terpal

Bambu
Pipa paralon 1,5 inci sepanjang 2 meter
Knee dengan diameter 1,5 inci

Kayu reng

Lem karet
Tali nilon
Paku reng 0,5 (setengah) kg
Paku kaso 1 kg
sebuk gergaji atau sekam

Alat :
Cangkul, Linggis, Mesin bor tangan, Pensil Meteran, Cutter, Palu, Golok dan gergaji
Berikut tahap selanjutnya dalam pembuatan kolam terpal :
Persiapan Lokasi :
Pertama-tama tersedia tempat yang cocok, bersihkan daerah sekitar tempat yang akan di
pakai sebagai pembudidayaan ikan lele nantinya. Bisa menggunakan cangkul.
Sebelum pemasangan wadah kolam terpal, wadah harus diberi alas atau bagian dasar tanah
dengan sekam setebal kira-kira 10-15 cm. Pastinya seluas ukuran kolam yang akan dibuat.
Persiapan Bahan :
Menyiapkan terpal untuk kolam yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan.
Sediakan bambu atau kayu laso yang digunakan untuk tiang penyangga utama yang
panjangnya kira-kira 75 cm sebanyak 10 buah. Penyangga dinding yang bentuknya
memanjang dengan ukuran kira-kira 300 cm sebanyak 4 buah. Penyangga dinding yang
bentuknya melebar dengan ukuran kira-kira 200 cm sebanyak 4 buah.
Siapkan kayu reng yang digunakan untuk penyangga tambahan dinding-dinding yang
bentuknya memanjang dengan ukuran kurang lebih 300 cm yang banyaknya empat buah.
Serta penyangga tambahan yang bentuknya melebar dengan ukuran kurang lebih 200 cm
yang banyakknya empat buah.
Siapkan paku jenis kaso dan paku jenis reng dengan banyaknya kira-kira segenggam tangan
orang dewasa. memaku kerangka yang akan dibentuk menjadi wadah kolam nantinya.
Siapkan tali bisa benang, tali bol, tali rafia, atau kawat, buat mengikat bagian atas terpal.

Kalau hal di atas sudah tersedia, sekarang masuk ke pembuatan pengaturan volume air dan
pembuatan pipa saringan. Sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya harus disiapkan dahulu alat
untuk pengaturan volume air yang bisa dibuat dari pipa paralon. Alat ini pastinya berfungsi untuk
pengaturan secara otomatis dalam ketinggian air di kolam, hal ini sangat penting khususnya buat
tempat budidaya ikan lele yang diletakkan dibagian luar rumah yang sering terkena hujan
pastinya. Loh emang boleh Pak budidaya ikan lele di dalam ruangan?? boleh donk, justru malah
bagus. Fungsi lain dari pipa pengatur ketinggian volume air di dalam kolam ini adalah saat
proses pengurasan kolam dan saat pemanenan, alat buatan ini akan sangat-sangat membantu
mempercepat kerja nantinya. Dan berikut adalah tahapannya dalam pembuatan pipa pengaturan
ketinggian volume air dan pipa saringan di kolam terpal untuk wadah pembudidaya ikan lele
URUTAN MEMBUAT
1. Siapkan dulu alat-alatnya seperti
pipa paralon, gergaji, palu, knee,
serta bor tangan kecil.

2. Potong pipa paralon menjadi 3


bagian dengan ukuran masingmasing 50 cm, 50 cm, dan 100 cm

3. Buat lubang-lubang kecil seperti


gambar di samping menggunakan
bor. Letakkan lubang kecil tepat
berada 30 cm dari pangkal lubang
lalu tutup lubang atas pipa dengan
papan yang seukuran dengan lubang
paralon

4. Perhatikan gambar di samping.


Gambar tersebut adalah gambar
dimana pipa yang disambungkan
dengan knee dan bagaimana cara
meletakkannya.

GAMBAR

5. Selanjutnya buat pipa saringan


menggunakan sisa paralon yang
berukuran 50 cm tadi. Buat lubang
kecil seperti gambar disamping
sampai ke pangkal pipa. Tutup juga
bagian pangkalnya menggunakan
papan yang seukuran

6. Jika disambungkan dengan knee


sama halnya dengan nomer 4 di
atas.Pipa saringan ini berfungsi
hanya
untuk
digunakan
saat
menguras kolam atau saat panen
saja.

7. Ada cara yang lebih praktis untuk


tahap ke 6 Sobat bisa menggunakan
pipa saringan. Perhatikan gambar
disampingkan

Pembuatan kerangka wadah


TAHAPAN KERJA
1. Siapkan bambu yang sudah
dipotong-potong
untuk
dibentuk
menjadi kerangka kolam ikan lele
(bambu
atau
kayu
kaso
yang
digunakan untuk tiang penyangga
utama yang panjangnya kira-kira 75
cm sebanyak 10 buah. Penyangga
dinding yang bentuknya memanjang
dengan ukuran kira-kira 300 cm
sebanyak 4 buah. Penyangga dinding
yang bentuknya melebar dengan
ukuran kira-kira 200 cm sebanyak 4
buah)
2. Tancapkan bambu-bambu (75 cm)
ke dalam tanah membentuk seperti
persegi/persegi panjang

GAMBAR

3. Bentuk kerangka menyerupai


kotak, lihat gambar disamping

4. Lengkapi bilah-bilah kosong dengan


bambu untuk memperkuat kerangka
kolam

5. Sekarang waktunya untuk


memasang pipa pembuangan. Lihat
kembali gambar di samping

6. Setelah selesai, pasang terpal di


kerangka kolam dan ikan bagian tepitepinya

7. Untuk bagian terpal yang dekat


dengan bagian pipa pengeluaran,
tekan lalu buat lubang di terpal
seukuran lubang pipa pengeluaran
menggunakan cutter.

8. Pasang pipa pengaturan yang


sudah kita buat sebelumnya. Agar
tidak bocor beri lem.

9. Dan kolam terpal siap digunakan

Pembuatan kolam sudah rampung, tapi ada 2 hal perlu diperhatikan. Yang pertama terpal masih
dalam keadaan baru, pasti ada bau-bau yang gak diinginkan ikan lele di sana. Untuk menetralisir
isi kolam dengan air dan gosoklah dengan busa lalu keringkan. Dan yang kedua adalah
pembuatan saluran pembuangan, jangan sampai air hasil pembuangan menggenangi daerah
sekitar kolam.