Anda di halaman 1dari 11

2.1.

Seksi Acara
2.1.1. Job Description
Memimpin Pa Tuan Tsien
Membuat konsep Games Outbond
Menjaga acara agar berjalan sesuai dengan perencanaan;
Menjaga ambience dan mood selama kegiatan berlangsung;
Menjadi MC & time keeper selama acara berlangsung;
Mempersiapkan dinamika peserta;
Mempersiapkan buku acara, materi, dan notes book peserta;
Menghubungi dan memastikan pembicara, termasuk kedatangan, kepulangan, dan
keperluan mereka, bekerja sama dengan seksi TRANSAKK3, perlengkapan, dan
transportasi;
Mempersiapkan lembar evaluasi peserta;
Mengkoordinasikan jalannya proses acara kepada SC, Romo, maupun OC yang
lain;
Mengkoordinasikan alumni CBT 1 sampai dengan CBT 5 yang lain untuk juga
ikut terlibat dalam proses.
Meminjam dan
Mengatur

persiapan misa, ibadat, dan renungan;

Mengkoordinir

2.1.2.
2.1.2.1.Pra

mempersiapkan perlengkapan misa;

petugas misa, doa Angelus, dan doa makan;

Berkoordinasi dengan Romo


Pelaksanaan
Menghadiri rapat dengan intensitas kehadiran aktif: dua bulan sebelum kegiatan.
Membagi peserta ke dalam kelompok dan kamar
Membuat list perlengkapan yang dibutuhkan selama acara.
Melakukan koordinasi dengan seksi perlengkapan, memperbaharui daftar, dan
memantau kelengkapan alat dan bahan-bahan.
Melakukan koordinasi dengan seksi HPD dan registrasi sehubungan dengan data
peserta, name tag, dan buku acara.
Membantu pencatatan ulang rundown dan menganalisa perihal detail kegiatan.
Mencatat catatan-catatan penting yang terkait dengan seksi acara.
Mengingatkan penanggungjawab Seksi Acara untuk melakukan koordinasi dengan
SC.
Menjadwalkan dan mengikuti pelatihan untuk menjadi fasilitator kegiatan.
Membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok.

Seksi acara menyiapkan ice breaking sebagai pengantar sesi-sesi untuk


mencairkan suasana dan memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan hari H.
2.1.2.2.Hari-H
Membantu mobilitas peserta dari Atmajaya menuju Rumah Retret Cannosa.
Melakukan koordinasi dengan seksi transportasi seputar waktu berkumpul dan
perjalanan peserta dan panitia dari Atmajaya.
Membantu Seksi Perlengkapan untuk mempersiapkan lapangan kegiatan.
Seksi acara selalu standby untuk mempersiapkan sesi-sesi dan memastikan
kebutuhan pembicara telah dipersiapkan dengan baik dan berperan sebagai time
keeper.
Menjaga jalannya acara agar dapat tercipta situasi yang kondusif untuk
memungkinkan efektifitas sesi dapat bermanfaat bagi para peserta.
Mengonsultasikan materi dan perubahan-perubahan jadwal kegiatan kepada SC,
Ketua Pelaksana, seksi TRANSAKK3, seksi perlengkapan, dan pihak-pihak
terkait lainnya.
Memimpin dan membantu dinamika permainan.
Berperan serta dan saling membagi tugas dalam pengorganisasian seluruh
rangkaian kegiatan bersama dengan seksi acara.
2.1.2.3.Pasca

Menuliskan Lembar Pertanggungjawaban dan Lembar Refleksi.

Merekap hasil evaluasi peserta terhadap setiap sesi.

Mengikuti rapat evaluasi .


2.1.2.4.Faktor Pendukung
Sudah mempunyai bayangan mengenai pola kegiatan CBT.
Kepantiaan ini didukung oleh dana KAJ (DPGM) serta disokong oleh para
profesional dari KOMRETNAS.
Sebelum kepanitiaan CBT terutama seksi acara, adalah sebagian besar alumni dari
CBT yang sudah mengetahui seluk beluk tentang acara CBT sehingga proses
konsolidasi terjadi lebih cepat.
Adanya pengalaman kerja sama tersebut membuat tim acara dapat dengan cepat
mengenali karakteristik kerja setiap anggotanya dengan lebih baik sehingga
penempatan kerja tiap anggota lebih terarah.
Selama pelaksanaan acara, pembagian kerja tim yang solid dan saling melengkapi,
setiap anggota tim mau saling mengisi dan mem-backup teman.
Kreativitas ide yang terus mengalir dalam mempersiapkan acara, terutama dalam
menghadapi kendala-kendala.
Suasana kerja tim yang menyenangkan dan saling pengertian.
Dukungan dari teman-teman seksi lain dalam kepanitiaan.
Terdapat 3 orang dalam seksi acara. 1 orang ditugaskan untuk mengurus keperluan
liturgi dan yang 2 lainnya bertugas pada sesi di luar maupun di dalam kelas, yang
memungkinkan kami tugas bergantian dari jam ke jamnya.

Fasilitas memadai bagi kami untuk bekerja.


Peserta CBT 6 yang sangat kooperatif.
2.1.2.5.Kendala
Romo kurang responsif terhadap sesi spiritualitas.
Komunikasi yang terjadi lebih banyak terjalin secara virtual.
Kesibukan anggota seksi acara di tempat lain.
Adanya beberapa perubahan acara di tengah-tengah proses.
Tidak pernah lengkapnya seksi acara dalam rapat-rapat persiapan membuka
kemungkinan adanya miskomunikasi dan perbedaan persepsi antara satu dan yang
lainnya.
Kurang disiplinnya panitia ketika bangun pagi.
Kurangnya koordinasi dengan Romo terutama Romo Yu terkait dengan
pelaksanaan liturgi harian (misa maupun ibadat malam)
2.1.3.

Saran
Perlunya diadakan briefing setiap hari untuk membahas teknis di hari H.
Setiap harinya perlu ada Koordinator Lapangan (bisa dari BPH)
Lembar Evaluasi dibaca setiap hari untuk perbaikan acara tiap hari.
Pembahasan acara lebih detil lagi (catatan untuk Sesi Api Unggun dan Pemilihan
Koordinator Angkatan)
Hal yang perlu diperbaiki adalah komitmen dan kesetiaan panitia pada hari H
pelaksanaan kegiatan CBT. Dedikasi dan tanggung jawab hingga akhirlah yang
menjadi kunci utamanya.
Melakukan koordinasi sejak awal dengan para Romo dalam mempersiapkan
liturgi supaya tidak terkendala di hari H.

2.1.4. Refleksi
Metodius France Marjun Janggur
Kemenangan dari sebuah kesuksesan sudah setengah dimenangkan ketika seseorang
mencapai kebiasaan bekerja - Sarah Knowles Bolton
Penggalan kalimat di atas merupakan hal yang memotivasi saya untuk berpartisipasi
dalam kepanitiaan CBT 7. Bertugas sebagai sie acara adalah hal yang biasa saya jalani dalam
setiap kepanitiaan, namun ketekunan dan keuletan yang konsisten baru saya alami di CBT 7 ini.
Saya bermitra dengan pribadi pribadi unik dengan segala kelebihan yang mereka miliki, dan
dari sinilah saya benyak belajar dan semakin mengerti bahwa manusia saling membutuhkan .
Saya sungguh menyadari bahwa acara CBT 7 bukanlah momen bernostalgia tahunan,
khususnya bagi CBTers sebelumnya. CBT 7 adalah kesempatan untuk mengintrospeksi diri lagi
dari sesi CBT sebelumnya yang saya ikuti. Memang di sisi lain terdapat perbedaan konsep dalam
CBT 7, namun esensi CBT yang ditopang oleh Komretnas, PMKAJ dan alumni CBT tetap

dipertahankan sesuai dengan perkembangan zaman yang terus dinamis. Inilah doping yang
menguatkan saya untuk terus memastikan seluruh acara CBT 7 berjalan sesuai dengan
perencanaan. Lelah, bukanlah alasan untuk tidak melatih diri bekerja secara profesional.
Kesulitan yang dihadapi adalah tembok yang harus didobrak jika ingin keluar dari hambatan
jalan yang harus dilewati.
Harus diakui peserta CBT 7 sedikit mengalami penurunan dari CBT 6, namun patut
diapresiasi mereka adalah pribadi-pribadi tangguh yang siap berkiprah bagi gereja dan bangsa.
Enem hari bersama mereka rasanya belum cukup untuk mengenal mereka satu per satu. Harapan
saya agar CBT terus dilaksanakan karena karakter adalah salah satu indikator mencapai
kesuksesan. Sukses CBT, GBU
Warm Regard
Meto

Paskalis Afrian Purba


Luar biasa, akhirnya CBT 7 selesai. Menjadi bagian kepanitiaan dalam acara ini
merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saat diadakan pembentukan panitia saya ingin
bergabung, karena saya ingin ingin kembali merasakan apa yang saya rasakan saat menjadi
peserta di CBT 6 walaupun dengan menjadi panitia. Awalnya saya sempat ragu apakah saya akan
bisa membagi waktu untuk mengikuti kepanitiaan ini dan saya akhirnya memutuskan untuk
mendaftar dengan seksi perlengkapan menjadi pilihan pertama saya dan seksi acara menjadi
pilihan kedua. Sebenarnya cukup aneh sih dengan seksi acara menjadi pilihan kedua, tapi
akhirnya saya dimasukkan ke seksi acara padahal saya sangat ragu apakah bisa komitmen penuh
apa tidak karena saya sangat ragu dengan tempat tinggal saya yang cukup jauh yaitu di Cikarang
dan biasanya rapat-rapat selalu diadakan di sekitaran Jakarta.
Rapat persiapan pun akhirnya dimulai, setiap rapat panitia diadakan kami dari seksi acara
tidak pernah hadir dengan lengkap karena susah menyesuaikan jadwal yang berbeda-beda. Tetapi
selain rapat panitia secara keseluruhan kami dari panitia selalu mengadakan rapat internal seksi
acara walaupun agak susah untuk menentukan jadwal agar semua bisa hadir.
Sekitar sebulan sebelum acara kami mendapat tugas pertama kami yaitu menyusun ulang
dan membuat detail rundown yang diberikan oleh SC. Setelah itu tugas-tugas berikutnya
menyusul dan harus kami kerjakan dengan cepat, tapi ini agak sulit karena kami hanya
berkomunikasi lewat handphone. Kemudian kami harus membuat list perlengkapan yang akan
dipakai selama acara, mencari fasilitator dan juga mencari tempat-tempat untuk T-Group, mebuat
game outbound, dan banyak tugas lainnya yang berhubungan dengan acara.
Dan akhirnya acara pun tinggal sebentar lagi Agustus pun datang, tapi saya cukup panik
karena tiba-tiba saya dipanggil ke kantor tempat saya baru diterima sebagai karyawan untuk
tanda-tangan kontrak dan akhirnya saya tidak bisa hadir di hari pertama dan kedua acara. Dan

akhirnya seksi acara harus bekerja hanya dengan tiga orang saja di hari pertama dan kedua. Tapi
untungnya kita dari seksi acara bisa saling menutupinya dan acara tetap berjalan walaupun ada
satu dua hal yang kurang, entah itu dari alur penyampaian informasi di panitia dan pembagian
tugas yang belum berjalan dengan baik. Dan akhirnya malam kedua saya bisa datang ke Canossa.
Sesampainya di sana saya cukup kaget karena seharusnya sudah ada penanggung jawab yang
kami bagi dari seksi acara tetapi tidak berjalan sesuai yang sudah ditentukan, dan akhirnya acara
tetap berjalan dengan seksi acara yang saling back up. Dan hari ketiga pun berlangsung dengan
cukup santai karena hari ketiga adalah T-Group. Tapi kami dari tim acara tetap harus bertugas
mengatur tempat untuk outbound dan mempersiapkan sesi rekonsiliasi untuk malamnnya. Tapi
pada hari ketiga ini ada hal yang kurang mengenakkan, yaitu terjadi perbedaan antara apa yang
ditangkap oleh romo dan apa yangditangkap oleh seksi acara, dan akhirnya romo menegur saya,
Meto dan Dimas. Ya sebenarnya cukup kecewa kenapa harus bisa salah tangkap. Tapi setelah
proses negosiasi yang panjang lebar akhirnya romo mau untuk memimpin sesi rekonsiliasi. Dan
setelah itu kami mengevalusinya agar di hari berikutnya tidak mengulangi hal tersebut lagi. Dan
akhirnya di hari keempat pun datang dan di hari ini ada outbond dan semuanya berjalan dengan
lebih baik, mungkin setelah mendapat sedikit sentilan dari romo, dan semua acara pada hari ini
berjalan dengan baik dan cukup on time. Dan kemudian di hari ke lima kami cukup sibuk, karena
harus mempersiapkan perlengkapan dan tempat untuk prosesi cahaya dan api unggun. Dan
akhirnya malam pun tiba dan puji Tuhan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Tapi tibatiba ditengah-tengah acara hujan pun dating dan kami memutuskan untuk memindahkan acara ke
dalam ruang aula, dan untung saja acara tetap dapat dilanjutkan dan suasananya tetap terjaga
dengan baik sehingga acara tetap berlanjut dengan baik. Lalu hari terakhir tiba dan semua
rangkaian acara berjalan dengan baik dan semoga peserta mendapatkan apa yang ingin
disamapaikan dalam seluruh rangkaian acara.
Dari acara ini saya mendapatkan banyak hal, mulai dari lebih sabar dalam menghadapi
tekanan dalam acara karena dalam acara banyak sekali perubahan yang terjadi secara tiba-tiba,
miss communication antara panitia dan romo dan lainnya. Tetapi secara keseluruhan saya sangat
senang bergabung di acara ini. Selain kembali mendapat dan menyegarkan kembali ilmu yang
sebelumnya saya dapat di CBT 6 saya juga bertemu dengan teman-teman baru dari peserta. Dan
intinya CBT 7 luar biasa, baik dari panitia, pembicara, romo dan peserta. TOLONG INI SESI
SERIUS!!! Terima kash untuk semuanya, Tuhan memberkati.
Christian Pratama
I will thank God for the day and the moment I have. Jim Valvano
Tepat 8 Agustus 2015 siang spanduk bertuliskan Character Building Training 7 (CBT 7)
yang dibentangkan lebar oleh 46 mahasiswa terbaikdari bebagai Universitas menghiasi pelataran
Rumah Retret Canossa. Hal ini menandakan akhir kebersamaan seluruh rangkaian kegiatan CBT
7 yang telah berlangsung selama 6 hari 5 malam. Tetapi ini merupakan gerbang awal bagi

mereka berkarya untuk terjun dalam kehidupan yang sesungguhnya dengan berbekal pelatihan di
CBT 7 ini. Sependapat dengan kutipan Jim Valvano I will thank God for the day and the
moment I have, saya mengucapkan syukur dan terimakasih kepada Tuhan berkat hari hari dan
moment kebersamaan saya dengan seluruh pihak yang berpartisipasi di CBT 7. Perasaan senang
bercampur sedih bercampur saat itu. Ketika semua pekerjaan yang memerlukan banyak energy
dan persiapan yang tidak sedikit telah sukses dilaksanakan, tapi saya pun cukup merasakan
kesedihan mengingat moment moment kebersamaan itu telah berakhir.
Rencana pelaksanaan CBT 7 sudah dimulai dari beberapa bulan jauh kebelakang. Saya
sangat antusias untuk bergabung dalam tim panitia karena saya tahu bahwa CBT memberikan
pelajaran dan ilmu yang sangat luar biasa, dan saya ingin banyak orang yang bisa mendapatkan
pelajaranitu. Hingga pada akhirnya saya menjadi coordinator oc divisi acara yang mempunyai
rekan kerja sangat luar biasa dari segala penjuru unit di PMKAJ yaitu Paskalis Afrian yang
hangat disapa Bayan dari unit selatan, Mulara dari unit timur dan Metodius dari unit tengah yang
mana kami semua merupakan jebolan CBT 6 sehingga kami sudah mengenal satusama lain
dengan baik, tetapi hal ini membuat kami hanya memiliki sedikit gambaran tentang menjadi
panitia CBT. Persiapan kami mulai dengan baik, komunikasi diantara kami berjalan lancar secara
virtual maupun tatap muka. Dan dengan adanya pembagian tugas yang diperkecil ini saya
berharap kami dapat bekerja lebih fokus. Kami berada dibawah komando SC Acaraya itu Kak
Onankdan Kak Atha, dan sekali lagi hubungan antara OC dengan SC pun dapat berjalan
denganbaik. Kami sudah mempersiapkan dari awal. Awalnya kami bingung jalur koordinasi
antara OC, SC, Romo tapi kemudian dapat diatasi dengan pertemuan dan komunikasi yang
baikantar OC, SC. Selain itu kami sangat susah untuk berkoordinasi dengan Romo. Sampai suatu
ketika pertemuan Pak Yoyok SC, OC dan Romo disitu saya merasa beberapa Romo hampir tidak
sependapat dengan CBT ini, lalu kekhawatiran saya yang muncul adalah bagaimana ketika
acaranya sudah mulai? Apakah Romo Romo dapat mengerti alur, jalan, tujuan dari CBT? Saya
yakin ini tidak menjadi masalah tapi tetap kekhawatiran itu ada. Dan kami siap menatap CBT 7
dengan yakin dari berbagai persiapan yang kami lalui dengan berbagai sisi positif dan negative
sebagai bumbu penyedap dalam persiapan ini.
H-1 Saya menjadi panitia advance bersama dengan panitia daridivisi lain. Disini
sayamerasa kekurangan orang, karena harus mempersiapkan untuk besok yang cukup banyak
ditambah sudah ada peserta dari Lampung danMakasar. Sehingga malam advance yang pendek

ini selesai pukul 2 pagi setelah semua kerjaan telah di selesaikan kecuali mempersiapkan aula
karena aula tidak bisa di buka dari pihak Canossa.
Hari pertama, hanya ada saya dan Lukas di Canossa. Kami berbagi tugas Lukas
mempersiapkan aula dan saya membelikan sarapan untuk peserta dari Lampung dan Makassar
sekitar jam setengah 7. Dan kabar baik berunsur kurang baik dating dimana para rombongan
hamper sampai Canossa, dengan buruburu saya harus bersiap menyambut peserta CBT 7 lainnya
yang berangkat dari UnikaAtma Jaya. Dan teeett pukul 07.30 peserta sampai dan saya akhirnya
sanggup menyambut mereka. Maka dibukalah secara resmi acara CBT 7. Awalnya hari pertama
ini saya merasa agak deg deg an karena acara ini bukan acara yang kecil dan acara ini
mengeluarkan biaya yang menurut saya sangat fantastis jadi saya berbicara dengan diri sendiri
bahwa saya tidak boleh gagal di kepanitiaan ini. Hari pertama menurut saya secara keseluruhan
berjalan dengan lancar berkat bantuan para pelaksana dan juga peserta. Peserta menaati semua
peraturan yang ada dan hampir keseluruhan acara berjalan sesuai yang di tentukan. Malamnya
panitia evaluasi, masih banyak kekurangan saya dalam mengkoordinir acara, diantaranya dari
instruksi yang tidak berada dalam 1 komando sehingga kadang mengalami miss komunikasi.
Hari pertama selesai kesalahan akan saya perbaiki di keesokan hari dan kebaikkannya menjadi
pelajaran sendiri.
Hari kedua dimulai dengan senam patuansin, tetapi saya tidak dapat mengikuti perjalanan
CBT selama 2 hari kedepan karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan diluar sana.
Disinilah saya penyesalan saya muncul, kenapa saya harus absen 2 hari di CBT ini. Saya kembali
ke Canossa pada hari ke 3 malam. Ternyata ada sedikit evaluasi dari Romo terkait teknis acara.
Panitia acara dihabisi oleh Romo. Ternyata disinilah kekhawatiran diawal tadi saya menjadi
kenyataan. Sebuah pertanyaan dari Romo membuat saya sedikit kesal karena seharusnya itu
sudah di rapatkan oleh para Romo dan kami dari panitia hanya menjalankan teknis acara. Tetapi
semua dapat diselesaikan dengan baik dan acara sesi Romo pun berjalan dengan lancar. Semua
ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua bahwa komunikasi antar sesama
harus terjalin dengan baik. Kami belajar dari sini.
Hari ke empat, saya merasa kebersamaan dengan para peserta tambah kuat. Berbeda
dengan CBT 6 disesi ini ada game outbond. Dan diakhir game kami panitia menjadi kompetitor
peseta dalam game menara berjalan. Disini sangat seru kedekatan kami menjadi suatu energi
tambahan saya untuk melewati hari ini. Karena lelah itu terbayar oleh tawa mereka. Ada satu sesi

yang berbeda pula saat itu yaitu makan siang

bersama tidak dimeja makan melainkan di

lapangan per kelompok setelah mereka melakukan kegiatan outing. Dalam sesi makan ini kami
semua para peserta, panitia dan Romo makan bersama dengan gunungan. Tangan mereka
menjadi satu dalam makanan itu, tawa mereka menghiasi tiap suap mereka diselingi cerita cerita
mengenai perjalanan outing mereka. Saya senang merasa dekat dengan semuanya. Evaluasi hari
ini semua lebih baik berkat pembelajaran hari hari sebelumnya.
Hari kelima, 1 hari sebelum hari terakhir. Tidak sepertihari hari sebelumnya yang dibuka
dengan senam kemudian misa. Kali ini setelah senam ada acara game ular naga, game wajib tiap
acara CBT hehehe... saya sedikit bernostalgia ketika saya masih di CBT 6. Miss komunikasi
kecil dengan Romo Didit, perubahan jadwal tidak diinfokan ke Romo, sehingga mau tidak mau
game ular naga ini dipotong 30 menit lebih cepat, untuk selanjutnya ikut misa. Selama sesi
semua berjalan baik dan tepat waktu hingga malam tiba acara puncak api unggun. Dihadiri oleh
para kakak kakak kami dari CBT 1-6. Kemudian para peserta CBT 7 menampilkan kemampuan
mereka dalam bentuk perform kelompok. Semua berjalan lancar sebelum gerimis kecil ikut
menonton kita, yang akhirnya membuat saya memindahkan acara dari lapangan ke aula, tapi
semua tidak membuat antusiasme peserta dalam menampilkan kemampian mereka. Ada satu sesi
yang saya manfaatkan untuk mengenang teman kami yang sekarang sudah duduk di surga
bersama dengan Tuhan Yesus, Emil dari CBT 6 dan Kak Lia dari CBT 3 kami
mempersembahkan sebuah tarian untuk mereka supaya mereka juga dapat tersenyum melihat
kami menari. Sesi ini membuat kami semua berbaur, berkumpul, tertawa melepaskan beberapa
lelah yang dialami. Tapi ini semua sudah hampir selesai.
Hari terakhir, tidak seperti hari biasanya yang padat, hari ini cukup longgar. Pembagian
sertifikat dan misa kreatif yang dipersembahkan oleh peserta. Semua sudah berakhir, kerja keras
saya dan tim, persiapan yang panjang, waktu yang tidak sedikit saya berikan memperoleh hasil
yang baik. Para peseta memberikan kenang kenangan untuk para panitia dan ini membuat saya
terharu. Kehadiran mereka seperti memiliki adik dalam keluarga, layaknya kakak yang baik tidak
akan membiarkan adiknya menjadi buruk.
Meninggalkan moment moment indah ini memang berat, saya cukup terharu mengucapkan
selamat tinggal kepada Martinus, peserta dari Lampung. Tetapi kami pasti berkumpul lagi.
Semua kerja keras ini terbayar dengan kesuksesan acara yang di bawakan Pak Yoyok dkk
yang sangat luar biasa, saya ingin belajar dari beliau beliau lebih banyak. Selain itu kepada

Dimas, sosok pemimpin yang tenang dan bijaksana dalam mengatasi permasalahan dan
mengayomi saya dan teman teman dalam acara ini. Saya belajar banyak melalui Dimas. Saya
juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh panitia dari tiap divisi dan yang pasti
untuk teman teman acara, saya bangga dan terhormat bisa kerja bersama kalian. Mungkin
kedepan untuk CBT 8 saya masih siap dan sanggup untuk menyambut adik adik yang baru lagi
bersama kalian.
CBT 7 ini membuat saya belajar banyak hal yang baik dengan bantuan dari rekan rekan
yang sangat luar biasa. Saya meminta maaf kepada semuanya jika saya masih kurang dalam
menjalankan tugas, tapi saya berusaha semaksimal mungkin dalam kepanitiaan ini. When
people are determined they can overcome anything. Nelson Mandela
Terima kasih CBT 7
Mulara HalomoanYes, we did it! Akhirnya acara yang telah lama kita persiapkan berjalan dengan lancar dan sesuai
dengan harapan. Saya merasa senang menjadi salah satu bagian dari kepanitiaan CBT 7 ini.
Menjadi sebuah tantangan bagi saya ketika ketua angkatan CBT6 menanyakan kesediaan saya
untuk bergabung dalam kepanitiaan CBT 7. Ketika ditanya posisi apa yang saya mau, saya
langsung menjawab seksi acara. Meskipun dalam kegiatan kemahasiswaan maupun kepemudaan
gereja saya sudah sering menjadi seksi acara, tapi menjadi seksi acara dalam CBT 7 adalah
sebuah tantangan besar bagi saya. Hal tersebut dikarenakan waktu pelaksanaan untuk kegiatan
ini memakan waktu yang lebih lama dari kegiatan-kegiatan yang dulu pernah saya ikuti.
Meskipun demikian, saya tidak pesimis. Saya merasa senang dalam kepanitiaan ini karena tim
kerja seksi acara yang saling mendukung satu sama lainnya. Meskipun saya merupakan satusatunya wanita dalam seksi acara, hal tersebut merupakan suatu keunikan tersendiri dalam
kegiatan kali ini.

Saat pra pelaksanaan kegiatan, saya mengikuti rapat-rapat internal seksi acara. Tim acara sangat
semangat dalam kegiatan ini,

hal tersebut dapat dilihat dari intensifitas tim acara dalam

mengadakan rapat internal. Saya turut berpartisipasi dalam menyiapkan konsep-konsep-konsep


ice breaking, game, api unggun dan outdoor activities. Setiap job desc seksi acara dikerjakan

bersama-sama, oleh sebab itu semua tim acara mengetahui secara detail konsep yang dirancang.
Setiap keputusan dirembuk bersama sama. Saat pra pelaksanaan, saya juga sempat menghadiri
rapat besar kepanitiaan beberapa kali ketika jadwal yang ditentukan tidak bentrok dengan
kegiatan saya yang lain. Sempat terbersit rasa canggung dengan kepanitiaan CBT 7 lain diluar
seksi acara, namun sebisa mungkin saya beradaptasi dan kemudian bisa menempatkan diri.
Selain mengikuti rapat dengan OC,

saya juga mengikuti rapat dengan Pak Yoyok untuk

pemilihan konten materi bersama pengurus inti, selain itu saya juga menghadiri rapat Pak Yoyok
dengan Pastor-Pastor moderator.

Sebagai satu-satunya panitia yang berasal dari pastoran

mahasiswa unit timur, saya sempat merasa was was karena sampai h-satu bulan unit timur sama
sekali belum memiliki perwakilan. Saya mengupayakan untuk mengajak adik adik dari kampus
UNJ untuk mengikuti acara CBT 7 mewakil unit timur. Pikiran menjadi lega karena dari unit
timur diwakili oleh 5 peserta meskipun satu peserta pada hari h mengundurkan diri.

Awalnya saya ragu untuk mendapatkan ijin dari orang tua untuk mengikuti acara secara
keseluruhan, namun dengan memberikan pengertian dan penjelasan yang meyakinkan akhirnya
orang tua memberikan ijin penuh untuk mengikuti keseluruhan acara. Selama acara berlangsung
banyak hal-hal yang terjadi. Pada hari pertama, saya merasa tim acara kurang koordinasi antar
anggota sehingga ada beberapa yang miss. Namun hal tersebut dapat teratasi dengan bantuan dari
berbagai pihak. Pada evaluasi, dari seksi lain dan juga ketua pelaksana memberikan kritik dan
saran atas kinerja tim acara pada hari pertama. Seluruh kritik dan masukan diterima oleh tim
acara sebagai bahan pembelajaran kami. Hari kedua terasa lebih ringan karena acara pada hari
itu tidak terlalu hectic, selain itu masukan dan evaluasi dapat diperbaiki di hari kedua. Hari
kedua berjalan dengan lancar dan menjadi pembelajaran lagi bagi tim acara untuk semakin
meningkatkan koordinasi dengan sesama anggota tim acara maupun pihak lain. Pada malam hari,
saya dan Bayan membuat daftar kelompok T Groups sampai dini hari, hal tersebut membuat
kami kekurangan istirahat karena jam 5 kami harus melanjutkan aktivitas kembali.

Pada hari ketiga, saya berniat untuk ijin untuk mengambil baju karena stok pakaian telah habis .
Namun karena saya kasihan dengan Meto dan Bayan, akhirnya saya menunda kepulangan saya.
Hari ketiga sangat padat karena diisi dengan T group, dengan sumber daya manusia yang terbatas

kami memberikan kinerja yang terbaik. Sempat merasa kesal dengan koordinator acara yaitu
Tama karena kurang kooperatif dalam pelaksanaan CBT dari hari pertama sampai sampai hari
ketiga, namun kami mengambil hal positif dari hal tersebut. Akhirnya kegiatan T Group berjalan
dengan lancar meski melewati waktu yang telah disediakan,
namun saya merasa lega karena T Group dapat selesai tanpa adanya permasaadanya. Memasuki
hari ke empat, kegiatan pagi saya mulai dengan mempersiapkan setting tempat group activities.
Jujur, group activities merupakan hal yang saya tunggu-tunggu karena konsep acara ini baru
dalam kegiatan CBT 7. Saya sangat senang dalam kegiatan outdoor ini karena sama bebas
menuangkan inspirasi konsep apa yang digunakan. Dengan bantuan Alex dan Ivo saya
mempersiapkan setting untuk outdoor. Saya sangat senang ketika peserta bersemangat untuk
mengikuti kegiatan outdoor. Hari keempat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.
Memasuki hari kelima, saya merasa bersemangat. Mungkin karena esok hari adalah jadwal
pulang hahaha. Hari ke lima terasa melegakan karema konten acara cukup ringan yaitu diskusi,
praktik presentasi serta talk show. Disaat waktu senggang saya menyibukkan diri untuk
mempersiapkan persiapan acara api unggun serta acara penutupan besok. Memasuki waktu
malam hari, acara api unggun berjalan dengan lancar. Hari keenam akhirnya datang, hari yang
dinanti. Meskipun hari yang dinanti karena waktunya untuk pulang namun berat hati untuk
berpisah dengan teman-teman CBT. Di setiap perjumpaan pasti ada perpisahan, kami harus
merelakan diri untuk berpisah meskipun rasanya masih ingin terus bersenda gurau bersama. Dan
akhirnya hari terakhir berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.

Dari kepanitiaan CBT 7 ini banyak hal-hal yang saya dapatkan. Saya dilatih untuk menjadi lebih
baik sebagai seksi acara. Selain itu saya mendapat pelajaran untuk membina komunikasi yang
baik dengan tim serta pihak lain. Akhirnya saya dapat menjalankan tantangan sebagai seksi acara
kegiatan CBT 7. Yeah..