Anda di halaman 1dari 11

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Setelah menanalisis data yang diperoleh selama proses pengkajian, perawat


menegakkan diagnosa keperawatan yang menjadi pedoman dalam merencanakan
perawatan. Contoh dianosa keperawatan yang berkaitan masalah psikososial yang
sering di tegakkan untuk pasien nifas meliputi hal hal berikut.
Perubahan proses keluarga yang berhubungan dengan
Kelahiran bayi kembar yang tidak diduga sebelumnya
Gangguan komunikasi verbal yang berhubungan dengan

Status tuna rungu pasien


Bahasa yang berbeda

Perubahan menjadi orangtua yang berhubungan dengan

Persalinan yang sulit dan lama


Harapan tentang persalinan dan proses melahirkan tidak terpenuhi

Defisit pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan

Pengertian tentang petunjuk dan bayi


Memeluk, menggendong, berinteraksi dngan bayi

Anisietas yang berhubungan dengan

Peran orang tua yang baru, pertegkaran saudara, atau respon kakek nenek

Resiko tinggi rendah diri situasional yang berhubungan dengan

Kurang pengetahuan tentang karakteristik atau keterampilan merawat bayi


Respon kakek nenek

Anesietas yang berhubungan dengan

Kurang pengetahuan tentang kontrasepsi dan memulai kembali aktivitas seksual

HASIL AKHIR YAG DIHARAPKAN


Rencana perawatan psikososial padda ibu nifas melibatkan semua anggota
keluarga. Periodepascanatal merupakan hal yang penting bagi seluruh keluarga karena
terdapat kemungkinan krisis dalam proses penyesuaian keluarga. Membuat suatu
rencana perawatan yang melibatkan kekuatan keluarga dan memberi dukungan

kepada keluarga yang lemah, sangat membantu anggota dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawab yang baru.
Masalah budaya juga harus dipertimbagkan saat merencanakan perawatan.
Adalah penting bagi perawat untuk tidak menggunakan keyakinan budayanya sebagai
kerangka kerja. Walaupun keyakinan budaya dan perilaku oranglainn mengkin
tampakaneh, sebaliknya prawat yang membiarkan hal tersebut asalkan hal itu tidak
membahayakan ibu dan bayinya. Di pihak lain, perawat juga tidak boleh
mengganggap bahwa seorang ibu pasti suka melakukan tindakan dari suatu kelompok
budaya tertentu hanya karena ibu ini berasal dari kelompok budaya tersebut. Banyak
ibu muda, yang merupakan generasi pertama atau generasi kedua dan lahir di Ameika,
mengikuti tradisi budaya mereka hanya ika ada anggota keluarga yang lebih tua.
Budaya bukan berat menyakini dua kepercayaan umum tentang periode nifas.
Yang pertama ialah ibu baru tidak memilikikeseimbangan antara oanas dan dingin
tubuhnya, ibu keturuan cina, misalnya, percaya bahwa darah ibu paspacapartum
lemah (dingin) dan lebih kenta (ludmal, dkk. 1989) karena itu merekaharus memakan
makanan tertentu dan melakukan tindakan tertentu untuk memulihkan kesimbangan
tersebut.
Keyakinan umum kedua ialah bahwa ibu dan bayi tetap berada dalam keadaan
tidak bersih selama beberapa minggu setelah melahirkan. Selama waktu ini, ibu harus
tetap menyendiri dan tidak banyak melakukan aktivitas. Periode ini sering diakhiri
dengan suatu ritual pembersihan yang memulihkan kesucian
(stern,dkk.,1980;Horn,1990;1994). Ibu yang beimigrasi ke Amerika Serikat atau
negara negara Barat lain mungkin tidak mendapat banyak bantuan di rumah
sehingga sangat sulit untuk menjalankan pembatasan aktivitas seperti
(Park;Peterson,1991). Kontak 18 2 mencantumkan beberapa keyakinan budaya yang
umum pada masa nifas.
Sebagaimana perencanaan perawatan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis,
perencanaan perawatan yang standart harus diadaptasi untuk memenuhi semua
kebutuhan spesifik setiap anggota keluarga. Perawat terus menerus mengevaluasi
dan siap mengubah rencana jika diperlukan.

Prognosis perawatan psikososial selama periode pascapartum ditetapkan


berdasarkan identifikasi diagnosa keperawatan pada setiap pasien dan keluarganya.
Contoh akhir perawatan yang iharapkan diuraikan pada daftar berikut ini. Pasien
(keluarga) akan melakukan hal hal di bawah ini :
1. Menunjukkan kepercayaan diri bahwa ia (keluarga) dapat memberi perawatan
yang sangat diperlukan bayi baru lahir
2. Engidentifikasi tindakan yang meningkatan penyesuaian pribadi yang sehat pada
periode pascapartum
3. Mempertahankan fungsi keluarga secara sehat berdasarkan norma budaya dan
harapan pribadi
PERAWATAN KOLABORATIF
Perawat lebih berperan sebagai guru, pemberi semangat dan pendukung dari
pada sebagai pelaksana selama menjalankan rencana keperawatan psikososial pada
pasien pascapartum. Implementasi rencana perawatan psikososial melibatkan
pelaksana aktivitas tertentu untuk mencapai hasil akhir yang diharapkan dari
perawatan yang direncanakan untuk masing masing pasien.
Meningkatkan keterampialn menjadi orangtua
Orangtua batu dapat merasa kewalahan dengan tugas yang akan datang untuk
merawat seorang bayi lemah yang tidak berdaya, tetapi banyak menuntut. Karena
bentuk keluarga dewasa ini lebih kecil daripada keluarga di masa yang lalu, banyak
wanita dan pria, dalam hidupnya, tidak memiliki kesempatan untuk belajar dan
mengalami cara merawat bayi. Pada masyarakat kita, yang tingkat mobilisasinya
tinggi, anggota keluarga lain, seperti bibi dan nenek, tinggal sangat jauh, sehingga
mereka tidak dapat memberi dukungan dan bantuan.banyak orangtua ragu untuk
meminta bantuan dari tenaga profesional, teman, atau anggotakeluarga atau merasa
tidak memiliki seseorang yang mereka dapat hubungi bila mereka ingin membahas
sesuatu. Oleh karena itu, salah satu konsep utama yang harus ditekankan secara
berulang ialah bahwa menjadi orangtua merupakan peran yang dipelajari. Seperti
peran lain yang dapat dipelajari, peran ini memerlukan waktu supaya dapat dikuasai,
semakin baik degan bertambahnya pengalaman, dan berubah secara bertahap seiring
perubahan kebutuhan, baik kebutuhan orangtua untuk pertama kali mengenal anaknya
saat perawat melakukan pengkajian fisik dan menjelaskan semua variasi normal yang

ditemukan. Pada kesempatan ini, perawat juga dapat membahas perilaku bayi,
menunjukkan karakteristik normal, seperti aktivitas dan refleks. Demostrasi dan
diskusi dasar dasar keterampilan untuk merawat bayi, seperti memberi makanan,
memandikan, dan mengganti popok, termasuk dalam keterampilan yang harus
dipergakan. Perawat bertindak sebagai model peran melalui tindakan dan perhatian
yang penuh kasih sewaktu memberi perawatan fisik. Seperti yang diluk9iskan
olehsalah seorang perawat, sebagi berikut.
Orang tua harus diberi keempatan untuk melatih ketrampilan merawat bayi
yang didemostrasikan perawat. Mengakui dan memberi pujian atas keberhasilan
mereka akan menmbah keyakinan ibu akan keterampilan mereka dlam memberi
perawatan.
Strategi koping untuk orangtua baru
Penyesuaian pribadi yang sehat
Karena masa inap di rumah sakit biasanya singkat, orang tua meninggalkan
lingkungan yang protektif di rumah sakit pada masa bulan madu menjadi orang tua.
Mas pemulihan dri melahirkan dan peran menjadi orangtua segera harus dimulai,
terutama bagi mereka yang tidak mendapat bantuan di rumah. Bu bisa salah duga
tentang jumlah energi fisik dan emosi yang sebenarnya ia miliki dan yang ia butuhkan
untuk merawat bayi. Mereka mungkin berharap untuk segera mulai melakukan tugas
dan kemudian merasa putus asa karena tidak mampu melakukannya.
Banyak ibu yang mengalami masa nifas yang biru ( posportum blues) merasa
sedih dan depesi segera setelah memasuki masa pascapartum. Gejala muncul dua atau
tiga hari setelah anak lahir dan biasanya menghilang dalam satu atau dua minggu. Ibu
merasa putus asa dan mudah marah. Kemungkinan ibu akan mudah marah,
kehilangan nafsu makan, sukar tidur, dan merasa cemas. Ibu memiliki bayi prematur
trnyata lebih cemas dan merasa depresi dan derajatnya lebih tinggi (Gennaro, 1988)
psikosis depresi yang berat jarang terjadi.
Perawat juga membantu ibu dan keluarganya dengan memberi kepastian
kepada mereka bahwa depresi ini merupakan hal yang normal dan bersifat
sementara.karena keadaan ini, ibu dibantu mengutarakan perasaannya. Beri dukungan
serta pengertian kepada ibu dan keluarganya bahwa perasaan depresiini bisa

disebabkan oleh perubahan hormonal, reaksi emosi terhadap perubahan pera, nyeri,
atau keletihan.mengatur tugas tugas yang akan mudah ibu kerjakan dengan berhasil
ialah intrvensi yang dapat membantu ibu menghilangkan depresi. Karna ibu mungkin
akanterus mengalami perasaan ini setelah pulang, perawat harus selalu melibatkan
pasangan ibu ini dalam setiap intervensi supaya ia dapat memberi dukungan kepada
ibu dan menunjukkan perhatiannya.
Penyesuaian terhadap anggota keluarga baru
Kelahiran seorang bayi menimbulkan banyak sekali perubahan dlam keluarga,
yang bersifat permanen. Selain menjadi satu kesatuan yang romantis, pasngan ini
telah dan selalu akan menjadi orangtua. Masing masing pihak seringkali berasal dari
latar belakang keluarga yang sngat berbeda sehingga memiliki perbedaan
pengharapan tentang peran dalam keluarga tersebut.
Kebanyakan pasangan berangan angan saat masih berada dalam
masaprenatal, yakni tentang tindak tanduk bayi baru mereka. Orangtua baru mungkin
merasa bingung ketika menemukan bayinya tidak sesuai dengan bayangan mereka
sebelumnya. Ada bayi yang lebih banyak menangis dari yang diduga atau tampak
tidak puas dengan makanan yang dimakannya. Banyak bayi memiliki periode di mana
mereka sulit ditenangkan, seringkali menjelang malam atu sekitar waktu
makanmalam. Pada waktu ini mereka hampir tidak bisa dihibur.
Kakek nenek/ keluarga besar
Kakek nenek dan anggota keluarga lain seringkali memberi dukungan emosi
yang diperlukan oleh keluarga baru. Selain itu, mereka juga dapat membantu
melakukan pekerjaan rumah tangga, menyiapkan makan, merawat anak anak yang
lebih besar, dan akhirnya merawat bayi yang baru lahir. Mendapat kesempatan untuk
mengungkapkan pengalaman dengan orang lain yang juga tertarik dan berpengalaman
juga cenderung melegakan ibu baru.
Kakek nene,khususnya, sering merasa perlu memberi nasihat kepada
orangtua baru dalam merawat bayi yang baru. Baynyak kelas yang ditawarkan untuk
kakek nenek saat ini, dimana kakek nenek dapat memproleh cara berfikir yang
konteporer dan diperbarui. Contoh teori konteporer yang mungkin tidak bisa
dilakukan oleh kakek nenek antara lian seseorang tidak boleh memanjakan bayi,

menyusui sendiri lebih baik daripada memberi susu botol, dan warna yang mencolok
lebih baik untuk ruangbayi daripada warna pastel karena lebih menstimulasi bayi.
Tempat duduk pengamanan di dlam kendaraan dari popok sekali pakai ialah
berbentuk kemajuan yang dengan mudah diterima kakek nenek.
Saudara kandung
Pertengkaran antar saudara kandung (sibling rivaly) bisa mengkonsumsi waktu
dan perhatian orangtua untuk dapat berhasil diatasi. Kecemburuan biasanya timbul
dalam derajat tettentu walaupun saudara kandung telah dipersepsiakan sebelum
kedatangan bayi. Saudara yang lebih tua mungkin berfikir mengapa ibu dan ayah
menginginkan anak lagi jika anak yang lebih tua (saya) tidak cukup baik untuk
mereka ? ekspresi rasa tidak senang dari saudara kandung, terutama saudara yang
belum bersekolah, merupakan hal yang biasa. Contoh tindakan yang menunjukkan
rasa tidak senagn anak yanglebih tua ialah mengompol lagi, meminta untuk minum
susu boto, atu bahkan minta disusui, melakukan tindakan yang bodoh, menunjukkan
tantrum, mengharapkan bayi mati, dan menganjurkan supaya bayi dikembalikan ke
rumah sakit atau dibuang ke tempat sampah. Kotak perawatan di rumah yang tertera
di bawah ini berisi anjurn untuk mengurangi pertengkaran antarsaudara kandung.
EVALUASI
Evaluasi asuhan keperawatan yang berhubungan dengan aspek psikososial dapat
sukar dilakkan pada awal periode pascapartum. Hubungan oragtua, bayi, dan keluarga
masih mengalami perubahan yang berlangsung dengan cepat saatkebanyakan ibu
keluar dari rumah sait. Penyesuaian keluarga yang sehat terhadap kelahiran seorang
anak akan terus berlanjut sampai beberapa minggu. Akan terapi, perawat dapat merasa
cukup yakin bahwa perawatan cukup efektif bila hasil akhir yang diharapkan dari
perawatan yang penting bagi bayi baru lahir, memperlihatkan penyesuaian pribadi
yang sehat, dan memiliki rencana untuk mempertahankan fungsi keluara yang sehat
sejlan dengan norma budaya dan harapan pribadi mereka.
KELUAR DARI RUMAH SAKIT
Untuk menjembatani kesenjangan antara perawatan di rumah sakit dan dirumah,
diperlukan kepekaan dan pengetahuan tentang asuhan keperawatan. Rencana
pemulangan dimulai pada saat wanita masuk ke unit rawat dan harus tertera dalam
rencana perawatan setiap pasien. Misalnya, sejumlah besar waktu inap di rumah sakit
biasanya dipakai untuk mengajar ibu tentang perawatan maternal dan perawatan bayi

karena semua ibu harus mampu memberi perawatan dasar untuk diri sendiri dan
bayinya pada saat keluar dari rumah sakit. Sangat penting juga bahwa setiap ibu diajar
untuk mengenali tanda dan gejala fisikyng meneunjukkan suatu penyakit dan cara
mendapatkan nasihat dan bantuan dengan cepat jika tanda tesebut timbul.
Sesaaat sebelum keluar dari rumah sakit, perawat mengkaji kembali catatan
ibu untuk meninjau kembali laporan dari laboratorium,obat- obatan, tanda tangan, dan
sebagainya sesuai peraturan. Beberapa rumah sakit memiliki daftar hal hal yang
harus dikaji sebelum ibu pulang dari rumah sakit. Perawat menverifikasi apakah obat
obatan, jika diresepkan, telah tiba di bangsal, bahwa semua benda benda milik ibu
yang dititipkan selama ibu terima kembali, dan apakah ibu sudah mendatangni surat
tanda terima dari rumah skit, serta apakah bayi sudah siap untuk pulang.
Perawat sebaiknya tidak memberikan obat obatan yang dapat membuat ibu
mengantuk jika ibu merupakan individu yang akan membawa bayinya keluar dari
rumah sakit. Umumnya, ibu akn didudukkan di kursi roda dan bayi akan diletakkan di
pangkuannya. Beberapa keluarga pulang tanpa diantar dan berjana dengan biasa,
tergantung pada protokol rumah sakit. Barang barang milik ibu dikumpulkan dan
dibawa keluar bersama sama, biasanya barang barang oleh anggota keluarga.
Gelang identifikasi ibu dan bayi diantar ke dalam mobil, perawat harus memeriksa
apakah ada tempat duduk khusus untuk bayi di dalam mobil
Aktivitas seksual
Banyak pasangan yang sudah memulai hubungan seksual sebelum pemeriksaaan
tradisionla pascapartum enam minggu setelah bayi lahir. Mereka mungkin ingin
mengetahui tentang topik ini, tetapi enggan menanyakannya. Karena dokter seringkali
tidak membahas masalah pengaruh fisik dan psikologis akibat melahirkan terhadap
hubungan seksual. Kotak perawtan di rumah berisi informasi yang bermanfaat tentang
memuali suatu hubungan seksual.
Obat yang diprogramkan
Kebanyakan pasien setidknya mendapat satu obat yang diprogramkan untuk diminum
setelah pulang dari rumah sait. Banyak dokter secara rutin menganjurkan ibu vitamin
prenatal mereka dn zat besi selama periode pascapartum. Sangat penting bagi ibu
yang menyusul atau yang pulang dengan ilai hematokrit lebih rendah dari normal
mengikuti petunjuk dokter tentang obat- obatan ini.ibu yang memiliki luka episiotomi
berukuran besar atau laserasi vagina(derajat tiga atau empat) biasanya diberiobat
untuk melunakkan tinja untuk digunakan di rumah. Perawat harus memeriksa apakah
ibu mengetahui rute,dosis, dan frekuensi pemakaian semuaobat yang diberiak serta
efek samping obat obatn tersebut.

Pemeriksaan rutin ibu dan bayi


Ibu yang melahirkan pervagina tanpa komplikasi pada umumnya masih dijadwalakan
untuk menjalani pemeriksaan pascapartum enam minggu. Pasien yang melahirkan
melalui sesaria seringkali datang berkunjung ke ruang periksa dokter atu klinik dua
minggu sesudah keluar dari rumah sakit. Waktu pemeriksaan ini harus dimasukkan ke
dalam ke dalam instruksi pasien sebelum ia pulang. Apabila waktu yang sudah
disepakati untuk melakukan pemeriksaan ternyata tidak dapat ibu penuhi sebelum ia
pulang dari rumah sakit, ibu dianjurkan segera membuat janji ba, ibu dianjurkan
segera membuat janji barru dengan lagsung menelpon dokter.
Oragtua yang belum membuatu dengan lagsung menelpon dokter.
Oragtua yang belum membuat perjanjian seperti itu perlu membuat rencana
untuk merawat bayi dengan baik pada waktu pulan dari rumahsakit. Banyak dokter
menyukai pemeriksaan awal padda saat bayi baru lahir berusia dua minggu. Sering
lagi, jika waktu perjanjian untuk pemeriksaan ini belum dibuatsebelum bayi pulang
dari rumah sakit dianjurkan segera menelpon dokter.
Penatalaksanaan perawatan kontrasepsi
Cara kontasepsi juga harus dibicarakan dengan pasangan yang hendak keluar dari
rumah sakit, sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan pengetahuan yang
cukupntentang penatalaksanaan kesuburan sebelum memulai lagi hubungan seksual.
Menunggu pembicaraan tentang kontrasepsi sampai pemeriksaan enam minggu
mungkin sudah agak terlambat, bu khususnya yang memberi bayinya susu botol,
dapat mengalami ovulai dini, yakni dalam satu bulan setelah melahirkan. Seseorang
ibu yang melakukan seks tanpa memakai alat pelindung memiliki risiko hamil lebih
cepat dari yang direncanakan. Kontrasepsi merupakan pencegah kehamilan secra
sukarela denganmempetimbangkan, baik implikasi individual maupun sosial. Dewasa
ini, pasangan yang memilih kontrasepsi harus diberi informai tentang perlindungan
terhadap penyakit menular seksual(PMS). Perawat membantu dalam proses
pengambilan keputusanni.
PENGKAJIAN
Tetapkan nilai pengetahuan ibu tentang kontrasepsi dan komitmen pasangan
seksualnya terhadap metode tertentu. Kumpulkandata tentang frekuensi koltus ( sering
atau beberapa kali seminggu), apakah ibu memiliki satu atau lebih pasngan seksual,
sejauh mana ibu berkeinginan melakukan hubungan seksual, dan apakah ada metode
tertentu yang ia (mereka) tidak inginkan. Tentukan juga mitos, keyakinan, dan faktor
budaya yang ada. Respon verbal dan respons bukan verbal ibu ketika mendengar
penjelasan tentang metode yang tersedia juga catat berbagaimetode yang tersedia juga

dicatat dengan teliti. Rencana kehidupan reproduksi setiap individu perlu


dipertimbangkan.
Surat persetujuan (setelah mendengar penjelasan yang cukup) ialah komponen
penting dalam penyuluhan tentang kontrasepsi atau sterilisasi untuk pasien. Perawat
bertanggung jawab mendokumentasi informasi yang diberikan dan pemahaman pasien
tentang informasi tersebut. Akronium BRAIDED (NAACOG, 1991A) dapat
bermanfaat untuk menasehati bahwa semua unsur surat persetujuan telah dibahas
DIAGOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan mencerminkan analisis hal hal yang ditemukan dalam
pengkajian. Berikut ialah contoh dianosa keperawatan yang mungkin timbul. Risiko
tinggi konflik pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
Alternatif kontrasepsi
Rasa takut berhubungan dengan
Efek samping kontasepsi
Risiko tinggi infeksi yng berhubungan dengan
Kondisi yang aktif secara seksul
Penggunaan metode kontrasepsi
Risiko tinggi perubahanpola seksualitas yang berhubungan dengan
Kulit atau membran mukosa rusak akibat operasi, pemasangan spiral, dan impian
hormon
Nyeri yang berhubungan dengan
Pemulihan pascaoperasi setelah sterilisasi
Ditres spiritual yang berhubungan dengan
Ketidakcocokan keyakinan agama atau budaya dengan pilihan kontrasepsi
HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN
Perencanaan ialah upaya kolaborasi antara ibu, pasanganseksualnya, dokter, dan
perawat. Hasil akhir yang diharapkan ditentukan dan diekspresikan dengan istilah
yang berpusat pada pasien dan meliputi hal hal berikut.
1. Ibu akan menyatakan pemahamannya tentang metode kontrasepsi
2. Ibu akan mengatakan bahwa ia merasa cocok dan pua dengan metode yang dipilih
3. Apabila kehamilan diinginkan lagi, ibu dapat hamil lagi sesuai rencana
4. Ibu atu pasangan tidak akan mengalami hal hal yang tidak diinginkan akibat
metode kontrasepsi yang dipilih
5. Ibu akan menerima dan memahami semua informasi yang diperlukan untuk
menetapkan surat persetujuan
Perawatan kolaboratif
Pengajaran pasien yang tidak biasa merupakn landasan untuk memulai dan
mempertahankan setiap bentuk kontrasepsi. Hubungan dengan tenaga kesehatan yang
berlandas kepercayaan merupakan hal yang penting supaya pasien menaati peraturan
yang ditetapkan. Perawat menentang mitos yang pasien yakini dengan
mengungkapkan fakta, mengoreksi infomasi yang salah, dan memberi informasi yang

tidak pasien ketahui. Ada berbagai teknik kontrasepsi yang dipakai di amerika utara,
kontrasepsi yang ideal harus aman, mudah didapat, murah, dapat diteima masyarakat,
penggunaannya praktis, mudah dilepas. Walaupun tidak ada metode yang bisa
memenuhi semua hal tersebut, banyak dicapai akhir akhir ini.
Tingkat kegagalan kontasepsi mengacu pada presentasi pemakai kontrasepsi
yang hamil dalam satu tahun pertama walaupun mereka sudah menggunakan metode
ini dengan konsisensi bervariasi pad setiap pasangan. Perawat bertanggung jawab
memberi informasi yang tidak biasa tentang tingkat kegagalan dan elektivitas metode.
Keamanan suatu metode tergantung pada riwayat kesehatan pasien, apakah
klien merokok, dan usia klien. Metode perlindungan (barier) juga melindungi individu
dari PMS dan kontrasepsi oral bisa menurunkan insiden kanker ovarium dan kanker
endometrium. sementara ada resiko yang detail dengan pengguanaan kntrasepsi,
risiko kematian akibat kehamilan cukup bulan melebihi risiko kematian akibat
penggunaan metode kontrasepsi, dengan penggecualian ibu berusia 35 tahun lebih,
merikok, dan menggunakan kontrasepsi ini
Metode kontrasepsi
Pembahasan tentang metode kontrasepsi berikut memberi informasi yang dibutuhkan
perawat dalam memberi pengajaran kepada pasien. Selain menjalankan pengajaran
yang tepat untuk pemakaina kontrasepsi, perawat menyelia demonstasi dan praktik
pasien untuk mengkaji tingkat pemahaman mereka. Ibu diberi instruksi tertulis dan
nomor telepon supaya ia dapat mengajukan pertanyaan. Apabila ibu menemukan
kesulitan dalam memahami instruksi tertulis, ia(pasangannya) ditawarkan untuk
memperoleh bahan berupa grafik dan nomor telepon untuk dihubungi jika ia
memerlukan.
Metode tanpa resep
beberapa konsep tanpa resep untuk mengontrol kesuburan (kontrasepsi) telah
dipraktekkan. Resep dan supervisi tidak diperlukan untuk metode barier, yaitu,
kondom, busa, spermisida, dan spong vgina, demikian pula untuk metode hubungan
seksual secara periodik.
Dua metode yang dipraktikan, terapi tidak direkomendasikan ialah irigasi
(douching) dan koitus interuptus. Koitus interuptus ialah suatu metode yang sudah
dipraktikan selama berabad abad. Disini pihak pria terpaksa mengeluarkan penis
sebelumnya ejakuasi. Dalam praktik ini diperlukan disiplin diri yang sangat tinggi dan
hubugan seksual bisa terganggu. Ada bahaya kehamilan akibat sperma yang keluar
sebelum ejakuasi. Metode yag memiliki tingkat efektifitas yang rendah ini tidak

memberi keuntungan jika dibandingkan dengan penggunaan metode bukan


kontrasepsi (lethbrid, 1991)
Puasa periodik. Walaupun puasa periodik atau keluarga berencana alami
bukanlah suatu metode kontrasepsi, tetapi cara ini merupakan tindakan kontrasepsi
yang dilakukan tanpa hubungan seksual selama periode subur. Kesadaran tentang
kesuburan ini merupakan kombinasi tanda dan gejala yng dilakukan pada periode
puasa atau penggunaan metode kontrasepsi lain selama periode subur (Davis, 1992)
Pengetahuan tentang siklus menstruasi merupan dasar praktik keluarga
berencana yang dialami. Ovum manusia dapat dibuahi tidak lebih dari 16 sampai 24
jam setelah ovulasi. Sperma yang hidup masih terdapat di rahim dantuba selama 60
jam setelah koitus. Akan tetapi, kemampuannya untuk membuahi ovummungkin
hanya bertahan tidak lebih dari 24 sampai 48 jam. Kehamilan biasanya tidak terjadi
bila pasangan tidak melakukan hubungan seksual empat hari sebelum ovulasi dan tiga
atau empat hari setelah ovulasi. (periode subur). Hubungan seksual tanpa pelindung
pada hari lain (periode aman) seharusnya tidak menyebabkan kehamilan.
Ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum awitan menstruasi/ oleh
karena itu, variasi panjang siklus menstruasi biasanya tergantung pada perbedaan
panjang fase praovulasi. Periode subur dapat diantisipasi dengan hal hal berikut :
1. Menghitung waktu kemungkinan ovulasi terjadi berdasarkan panjang siklus
menstruasi (metode kalender)
2. Mencatat peningkatan temperatur tubuh basal, suatu hasil efek termogenik
progesteron ( metode temperatur )
3. Mengenali perubahan ukus serviks pada berbagai fase siklus menstruasi ( ovulasi
atau billings)
4. Menggunakan tes prediktor
5. Menggunakan kombinasi berbagai metode