Anda di halaman 1dari 3

COP (Cleaning Out Place)

COP (Cleaning Out Place) merupakan pembersihan dengan pembongkaran peralatan bagian
per bagian atau suatu metode pembersihan yang dilakukan dengan cara menbongkar peralatan
kemudian memasangnya kembali setelah pembersihan dilakukan. COP terdiri dari 2 tahap, yaitu
tahap pembersihan dan tahap sanitasi. Tahap pembersihan dilakukan pada alat yang rumit, dan
perlu dilakukan pembongkaran untuk proses pembersihan. Beberapa alat yang perlu dibersihkan
dengan metode COP adalah extruder dan cutter. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan
sikat secara manual dan direndam dengan detergen lalu dibilas dengan air hangat. Tahap sanitasi
dilakukan dengan cara penyemprotan larutan klorida 100 ppm lalu dibilas dengan air dan
dibersihkan dengan alkohol 75 persen.
Cleaning (pembersihan)
Cleaning adalah proses memisahkan kontaminan dari bahan. Pengaruhnya yaitu apabila
kontaminan seperti misalnya daun,batu/kerikil tidak dipisahkan akan menghambat atau bahkan
menghalangi proses pengeringan bahan dan proses pengolahan bahan pangan. Proses cleaning ini
dengan cara pengambilan kontaminan salah satunya adalah mineral, bagian tanaman yang tidak
dibutuhakan, bagian hewan yang tidk di olah, bahan kimia yang berbahaya, serta mikroba yang
tumbuh, cleaning juga merupakan tahap yang dapat mengontrol kandungan mikroba yang
terdapat dalam bahan pangan serta bertujuan untuk menghindari kerusahan alat.
Cleaning bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada bahan.
Kotoran yang menempel pada bahan akan menjadi sumber kontaminasi. Kontaminasi biasanya
terkadi saat pemanenan, penyimpanan sebelum proses, penundaan panen dan pengolahan, serta
selama transportasi dan transit.

Jenis kontaminan berdasarkan wujudnya dapat dapat

dikelompokkan menjadi : kotoran berupa tanah, kotoran berupa sisa pemungutan hasil, kotoran

berupa benda-benda asing, kotoran berupa serangga atau kotoran biologis lain, dan kotoran
berupa sisa bahan kimia.
Kebersihan sangat mempengaruhi penampakan dari bahan dan hasil dari proses
pengolahan tersebut. Oleh karena itu sebelum proses, suatu bahan pangan harus dibersihkan dari
kotoran-kotoran dan bagian-bagian yang tidak diperlukan. Air yang diperlukan untuk kegiatan
pencucian suatu hendaknya diperhatikan dan harus memiliki persyaratan tertentu. Secara fisik,
air harus jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Secara kimiawi, air yang digunakan
hendaknya tidak mengandung senyawa-senyawa kimiawi yang berbahaya.
Dilihat dari segi mikrobiologis, air yang digunakan untuk mencuci harus bebas dari
mikroorganisme yang menjadi wabah penyakit. Ada dua metode pembersihan pada bahan panan
yaitu Pembersihan Cara basah (Wet Cleaning Method) dan Pembersihan cara kering (Dry
Cleaning)Pembersihan bahan dengan Cara basah (Wet Cleaning Method) biasanya direndam ke
dalam air dengan waktu tertentu untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada
bahan. Perlakuan ini biasanya dibantu dengan penggosokan secara hati-hati agar bahan tidak
tergores.
Metode pembersihan cara basah meliputi menggetarkan atau mengocok (soaking),
menyemprot (spraying), mengapungkan kontaminan (floating), pembersihan ultrasonik,
menyaring (filtration), mengendapkan (settling). Sedangkan, Metode pembersihan cara kering
(Dry Cleaning) merupakan metode yang pembersihannya tanpa menggunakan air. Pembersihan
cara kering ini meliputi penyaringan (screening), penyikatan, hembusan udara, menggosok,
pemisahan secara magnetic, pengayakan, abrasi, elektrostatik, radio isotop dan sinar x.

Sedangkan pembersihan dengan metode COP merupakan pembersihan peralatan yang


dilakukan dengan melepas dan membongkar bagian-bagian mesin peralatan secara on place.
Perbedaan pembersihan mesin dan peralatan dengan kedua metode tersebut di PT. ISAM yaitu
metode CIP menggunakan chemical sedangkan metode COP menggunakan alkohol dan sikat.