Anda di halaman 1dari 1

Terdapat dua tahapan proses pembentukan batubara, yakni proses penggambutan (pea

tification) dan proses pembatubaraan (coalification). Pada proses penggambutan t


erjadi perubahan yang disebabkan oleh makhluk hidup, atau disebut dengan proses
biokimia, sedangkan pada proses pembatubaraan prosesnya adalah bersifat geokimia
.
Pada proses biokimia, sisa-sisa tumbuhan atau pohon-pohonan kuno yang tumbang it
u terakumulasi dan tersimpan dalam lingkungan bebas oksigen (anaerobik) di daera
h rawa dengan sistem drainase (drainage system) yang jelek, dimana material ters
ebut selalu terendam beberapa inchi di bawah muka air rawa. Pada proses ini mate
rial tumbuhan akan mengalami pembusukan, tetapi tidak terlapukan. Material yang
terbusukkan akan melepaskan unsur-unsur hidrogen (H), Nitrogen (N), Oksigen (O),
dan Karbon (C) dalam bentuk senyawa-senyawa: CO2, H2O, dan NH3 untuk menjadi hu
mus. Selanjutnya bakteri-bakteri anaerobik serta fungi merubah material tadi men
jadi gambut (peat). (Susilawati, 1992 dalam Sunarijanto, 2008: 5).
Sedangkan pada proses pembatubaraan (coalification), terjadi proses diagenesis d
ari komponen-komponen organik yang terdapat pada gambut. Peristiwa diagenesis in
i menyebabkan naiknya temperatur dalam gambut itu. Dengan semakin tebalnya timbu
nan tanah yang terbawa air, yang menimbun material gambut tersebut, terjadi pula
peningkatan tekanan. Kombinasi dari adanya proses biokimia, proses kimia, dan p
roses fisika, yakni berupa tekanan oleh material penutup gambut itu, dalam jangk
a waktu geologi yang panjang, gambut akan berubah menjadi batubara. Akibat dari
proses ini terjadi peningkatan persentase kandungan Karbon (C), sedangkan kandun
gan Hidrogen (H) dan Oksigen (O) akan menjadi menurun, sehingga dihasilkan batub
ara dalam berbagai tingkat mutu (Susilawati, 1992 dalam Sunarijanto, 2008: 5).