Anda di halaman 1dari 9

ASPEK PERSAINGAN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL

LAINNYA
A. Aspek Yuridis
Aspek ini meliputi penelitian kelengkapan, kesempurnaan dan keaslian
dokumen-dokumen. Penilaian ini meliputi Badan Hukum Perusahaan (Perseorangan,
Perusahaan Negara atau Daerah, PT, Firma, CV, Koperasi, Yayasan), Izin-izin yang
dimiliki, Sertifikat Tanah dan dokumen pendukung lain.
Bentuk badan hukum usaha, peraturan-peraturan yang berlaku di industri tertentu,
peraturan- peraturan keuangan yang berlaku seperti sistem perpajakan, sistem proteksi
industri, maupun subsidi yang berlaku juga penting.
B. Sistem Birokrasi
Adanya praktek birokrasi pemerintah yang kurang baik , berdampak pada
biaya yang akan ditanggung oleh pelaku bisnis dan akan dibebankan kepada
konsumen.
C. Iklim Politik
Suatu negara yang kondisi politiknya tidak stabil memiliki resiko bisnis yang
tinggi. Faktor politik berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang
dikeluarkan pemerintah, seperti peraturan tentang perdagangan yang, undang-undang
antitrust, program perpajakan, UMR, kebijakan polusi, penetapan harga, peraturan
perlindungan bagi pekerja.
Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang di
ciptakan pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk,
baik itu barang maupun jasa.Dalam menganalisis kelayakan bisnis hendak nya aspek
politik perlu pula dikaji untuk untuk memperkirakan bahwa situasi politk saat bisnis
di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat mengganggu sehingga kajian
menjadi layak,situasi politik dapat di ketahui melalui berita-berita dan media massa.
Berita tersebut terbagi dua: good news dan bad news.
Di dalam bisnis good news di maknai dengan berita-berita yang dapat di
terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang
berhubungan dengan dunia investasi, yang di nilai mendukung dan memiliki potensi
mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi.
Bad news , di sisi lain di maknai sebagai berita yang di terima pelaku pasar
tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia
1

investasiyang di nilai tidak mendukung dan memiliki potensi mendatangkan kerugian


bagi dunia investasi. bad news di hindari pasar karena dampaknya merugikan dan
mengancam dunia investasi.praktek nya menyelewengkan dan menyalah gunakan
kekuasaan yang di lakukan oleh oknum pemerintah dalam menjalankan tugas mereka
di nilai pasar sebagai bad news karena mengancam keamanan modal dan usaha
mereka., kekacauan politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi politik juga dapat
mendorong lahirnya kondisi social yang tidak aman.
Jadi, jelas bahwa aspek politik pemerintah secara langsung ataupun tidak
langsung berpengaruh pada dunia bisnis.makin kacau politik suatu daerah atau Negara
berdampak makin kacau pula dunia bisnis di daerah atau Negara tersebut.dan begitu
pula sebalik nya.contoh ny:di bawah ini di rangkum beberapa berita good news dan
bad news mengenai peristiwa politik dan social di Indonesia saat mana terjadi krisis
multi dimensi serta kondisi bisnis ,misal nya:kurs mata uang yang terjadi bersamaan
dengan pristiwa-pristiwa tersebut.kiranya,berdasarkan fakta tersebut dapat di fahami
bahwa sedikit-banyak nya situasipolitik berperan terhadap kondisi bisnis.
D. Situasi Perekonomian
Variabel-variabel ekonomi yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis
diantaranya adalah ketersediaan kredit secara umum, tingkat penghasilan yang dapat
dibelanjakan, serta kecenderungan belanja masyarakat, suku bunga primer, laju
inflasi, tingkat pasar uang, defisit anggaran pemerintah, produk domestik bruto, pola
konsumsi, pengangguran, tingkat produktivitas pekerja, nilai dollar di pasar dunia,
kecenderungan pasar saham, kondisi ekonomi luar negeri, faktor ekspor/impor,
pergeseran permintaan barang dan jasa, perbedaan pendapatan antarnegara, fluktuasi
harga, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta kebijakan organisasi-organisasi dunia
seperti MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa), G20, OPEC, WTO, APEC.
Indikator yang digunakan dalam pengukuran lingkungan ekonomi adalah
income per kapita, penyerapan tenaga kerja, peningkatan upah rata-rata, serta dampak
negatif bisnis bagi perekonomian di wilayah tersebut.
Cukup banyak data makro ekonomi yang tersebar di berbagai media yang
secara langsung maupun tidak langsung dapat di manfaatkan perusahaan.Data
makroekonomi tersebut banyak yang dapat di jadikan sebagai indicator ekonomi yang
dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis
,misalnya: PDB, Investasi,Kurs Valuta Asing, Kredit Perbankan, Anggaran

Pemerintah, Penganggaran Pembangunan, Perdagangan Luar Negeri, Dan Neraca


Pembayaran.
1. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Analisis manfaat proyek di tinjau di sisi ini,di maksudkan agar proyek dapat:
Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Kegiatan usaha yang dapat di kerjakan oleh tenaga kerja local tidak perlu di gantikan
oleh tenaga kerja asing.
Menggunakan sumber daya local
Sumber daya lokalmisal nya bahan baku.komponen bahan baku produk local jika di
manfatkan (dengan catatan kualiatascukup layak sesuai standart) untuk proses
produksi .
Menghasilkan dan menghemat devisa
penggunaan bahan baku yang di ambil dari produk local berarti mengurangi
penggunaan bahan impor.
Menumbuhkan industry lain
Dengan adanya proses bisnis yang baru ,di harapkan tumbuh industry lain baik yang
sejenis atau industry pendukung lainnya. seperti industry bahan baku maupun industry
sebagai dampak positif adanya kegiatan ekonomi di daerah tersebut.
Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negri sesuai dengan kemampuan.
Sebagian sudah di jelaskan di atas bawah produk yang di hasilkan atas usaha tersebut
dapat memnuhi kebutuhan dalam negri sehingga jika mencukupi tidaklah perlu
mengadakan impor yang sudah tentu akan menguras devisa.
Menambah pendapatan nasional.
Sudah jelas bahwa dengan bertumbuh nya bisnis di dalam negeri misalnya:dengan
diproduksi nya produk yang di konsumsi secara baik di dalam negri, maka impor atas
produk Dan komponen imputnya berkurang atau bahkan di tiadakan sama sekali.
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah
Maksudnya adalah agar proyek yang akan di bangun memiliki nilai tambah,
nilai tambah hendak nya dapat di hitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan
tersebut, agar lebih mudah, dapat di asumsikan bahwa proyek dapat berproduksi
dengan kapasitas normal.
3. Sisi Nilai Investasi Pertenaga Kerja.
Penilaian berikut nya adalah bahwa proyek mampu meningkat kan
kesempatan kerja. salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat
karyaadalah dengan berbagai investasi (modal tetap+modal kerja) dengan jumlah
tenaga kerja yang terlibat sehingga di dapat nilai investasi pertenaga kerja.
3

4. Hambatan di Bidang Ekonomi


Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus di laksanakan dalam rangka
menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah di capai bagi
Indonesia, masih banyak tantangan dan hambatan yang di hadapi, sehingga tidaklah
mudah untuk melaksanakan pembangunan ekonomi yang juga berdampak padaaspek
sosialdan politik, ada beberapa penghambat, diantaranya:
a. Iklim tropis,menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab
sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia, banyak muncul penyakit, serta
membuat pertanian kurang menguntungkan.
b. Produktivitas rendah,ini di sebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang
relative kurang menguntungkan.
c. Kapital sedikit , ini di sebabkan oleh rendah nya produktivitas tenagakerja yang
berakibat pada rendah nya pendapatan Negara, sehingga tabungan sebagai sumber
capital juga rendah .
d. Nilai perdagangan luar negri yang rendah, ini di sebabkan Negara miskin
mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas penawaran
permintaan atas perubahan harga yang inelastis ,dalam jangka panjang mengakibatkan
kerugian.
e. Besarnya pengangguran, hal ini di sebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang
pindah dari desa ke kota ,dan kota tak mampu menampung tenaga mereka karena
kurang nya factor produksi lain untuk mengimbangi nya sehingga terjadi nya
pengangguran itu.
f. Besar nya ketimpangan distribusi pendapatan, misalnya keuntungan lebih banyak di
miliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja.
g. Tekanan penduduk yang berat, hal ini di sebabkan antara naik nya rata-rata umur
manusia di barengi dengan masih besar nya persentase kenaikan jumlah penduduk
yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan
hidup.
h. Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah,hal ini di sebabkan karena sector
pertanian menjadi mata pencarian utama,di samping itu kualitas alat-alat produksi,
pupuk, teknik pengolahan juga masih relative rendah.
4

E. Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan
dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lainnya. Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus dianalisis dengan
cermat. Hal ini disebabkan lingkungan disatu sisi dapat menjadi peluang dari bisnis
yang akan dijalankan, namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi
perkembangan bisnis.
Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik lingkungan
masyarakat maupun lingkungan ekologi yang merupakan hubungan antara manusia
dan mahluk hidup lainnya dengan udara, tanah, dan air, yang mendukung kehidupan
mereka sebagai akibat adanya kegiatan produksi. Contoh : Bisnis pembuatan tahu
menghasilkan limbah cair yang sangat bau dan mencemari air sungai. tempat bisnis
yang akan dijalankan.
Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehinggga menimbulkan
dampak bagi lingkungan disekitar lokasi bisnis. Perubahan kehidupan masyarakat
sebagai akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin ramainya lokasi
disekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya penyakit masyarakat,
juga perubahan gaya hidup sebagai akibat masuknya tenaga kerja dari luar daerah.
F. Perkembangan Teknologi
Penemuan teknologi baru dalam bidang bisnis sering kali mempunyai
pengaruh yang dramatis terhadap perusahaan. Analisis terhadap perubahan teknologi
sangat penting untuk mengantisipasi peluang dan ancaman bisnis kondisi yang akan
datang. Contoh : teknologi internet berdampak pada peluang dan ancaman bisnis.
G. Situasi Persaingan Bisnis
Pesaing adalah perusahaan dalam industri yang sama dan menjual produk,
baik berupa barang atau jasa, kepada pelanggan. Pesaing sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan bisnis. Perusahaan harus memiliki keuanggulan bersaing untuk dapat
memenangkan persaingan. Oleh karena itu, analisis terhadap kelebihan dan
kelemahan pesaing dibandingkan dengan perusahaan sangat penting dalam
menentukan strategi bisnis. Analisis pesaing dalam lingkungan operasional dapat
dilakukan dengan menggunakan matriks profil persaingan.
Porter (1985) membagi lima kekuatan yang menentukan tingkat persaingan
dalam suatu industri, yaitu :

Pendatang baru dalam pasar persaingan sempurna akan mudah untuk masuk ke pasar
sehingga persaingan dalam pasar ini akan semakin ketat. Kondisi persaingan yang
ketat mengharuskan penyusunan strategi harus didasarkan pada analisis masingmasing sumber.
Ancaman pendatang baru dipengaruhi oleh besar kecilnya hambatan masuk
dalam satu industri, yaitu :

Skala ekonomi

Diferensiasi produk

Persyaratan permodalan

Keunggulan biaya

Akses ke saluran distribusi

Kebijakan pemerintah

Selain adanya hambatan masuk, pendatang baru akan berpikir dua kali jika :
(1). Pemain lama memilki sumber daya penting yang dapat digunakan untuk
menyerang balik, seperti kelebihan modal, kapasitas produksi, serta kedekatan dengan
saluran distribusi pelanggan.
(2). Pemain lama kemungkinan akan menurunkan harga untuk mempertahankan
market share atau karena industri keseluruhan kelebihan kapasitas.
(3). Pertumbuhan industri yang lambat sebagai akibat masuknya pendatang baru atau
mungkin karena pengaruh kinerja keuangan kolega-kolega yang terlibat.
Pemasok akan memiliki kekuatan jika :
(1) Pemasok didominasi oleh sedikit perusahaan,
(2) Produk yang dihasilkan unik sehingga sulit untuk mencari pengganti,
(3) Produk pemasok sangat penting bagi pembeli,
(4) Pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi ke depan ke arah
industri pembeli,
(5) Pembeli bukan merupakan konsumen penting bagi pemasok.
Pembeli akan mempunyai kekuatan tawar, jika :
o Pembeli terkosentrasi membeli dalam jumlah besar,
o Produk yang dibeli dari industri standar atau tidak terdiferensiasi
o Produk yang dibeli dari industri mempunyai porsi yang signifikan dari biaya beli
sehingga tidak ada kenaikan harga atau perusahaan lain menawarkan harga yang lebih
murah akan segera berpindah
o Produk yang dibeli hanya akan mendatangkan keuntungan kecil bagi pembeli
o Produk yang ditawarkan industri dipandang memiliki resiko keuangan yang tinggi
o Produk yang ditawarkan industri dipandang tidak begitu penting bagi pembeli
o Pembeli memilki ancaman yang kuat untuk berintegrasi ke belakang masuk ke
industri pemasok.
Ancaman produk pengganti akan kuat, jika :
o Konsumen memiliki switching cost yang rendah sehingga mudah untuk berpindah
ke produk yang lain
o Produk pengganti memiliki harga yang murah dengan kualitas yang sama atau
lebih tinggi
Intensitas rivalitas antarpemain dalam industri dipengaruhi oleh struktur biaya
produk, tingkat diferesiasi produk, pertumbuhan industri, dan tingkat kapasitas
terpasang. Semakin besar porsi biaya tetap dalam struktur biaya produksi, semakin
tinggi intensitas rivalitas. Semakin homogen produk, semakin tinggi rivalitas.
Pertumbuhan industri yang menurun dan tingkat kapasitas terpasang yang besar akan
mempengaruhi intensitas rivalitas antarpelaku industri.
Intensitas persaingan antarperusahaan dalam industri tergantung pada :

Jumlah pesaing banyak dengan kekuatan berimbang

Pertumbuhan industri lambat


7

Produk atau jasa yang dihasilkan kurang terdiferensiasi atau memiliki

switching cost yang rendah

Produk memiliki biaya tetap tinggi dan tidak tahan lama

Penambahan kapasitas dalam jumlah besar akan mengganggu keseimbangan


permintaan dan penawaran dalam industri

Rintangan keluar yang tinggi

Pesaing memiliki perbedaan dalam strategi, asal, dan kepribadian.

KESIMPULAN
Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus dianalisis dengan cermat. Hal
ini disebabkan lingkungan di satu sisi dapat menjadi peluang dari bisnis yang akan
dijalankan, namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi
perkembangan bisnis. Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan,
baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan ekologi tempat bisnis yang akan
dijalankan.
Aspek lingkungan tidak hanya membahas tentang kesesuaian lingkungan
dengan bisnis yang akan dijalankan, tetapi juga membahas tentang dampak bisnis
terhadap lingkungan serta pengaruh perubahan lingkungan yang akan datang terhadap
bisnis. Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehinggga menimbulkan
dampak bagi lingkungan disekitar lokasi bisnis. Perubahan kehidupan masyarakat
sebagai akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin ramainya lokasi
disekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya penyakit masyarakat,
juga perubahan gaya hidup sebagai akibat masuknya tenaga kerja dari luar daerah.