Anda di halaman 1dari 25

Tahap-tahap

Analisis
Kualitas
Lingkungan

Sri Seprianto Madd

Pengambilan
Sampel
Perlakuan dan
Penyimpanan
Sampel
Analysis
Kalkulasi dan
Interpretasi
hasil

Tahap dalam analisis resiko


kesehatan Lingkungan
1. Identifikasi Zat
Berbahaya
2. Penilaian Paparan
3. Penilaian Toksisitas
4. Karakteristik Resiko

Identifikasi zat berbahaya


Identifikasi zat
berbahaya adalah
langkah pertama
untuk analisis
lingkungan. Ini
perlu dilakukan
karena tidak
mungkin
menganalisa
semua zat kimia di

Data yg diperlukan dalam


identifikasi
Sejarah lokasi
Tata guna lahan
Tingkat pencemaran
dalam media (air, tanah
dan udara) Data dari
analisis lingkungan
Karakteristik lingkungan
yg mempengaruhi zat
tersebut
Pengaruh yg potensial
terhadap populasi

Yang harus dipertimbangkan


dalam pengambilan data
Konsentrasi
rata-rata
Frekuensi
pemaparan
Mobilitas
Keberadaannya
dalam
lingkungan
Zat kimia lain

Penilaian Paparan
Adalah salah satu
pendekatan dalam
analisis resiko
lingkungan yang
menghitung
besarnya level
paparan terhadap
populasi dan
individu

Penilaian Toksisitas
Penilaian daya racun
zat kimia berupa
konstanta matematis
yg akan dimasukkan
kdlm persamaan yg
digunakan u/
menghitung
besarnya resiko
kesehatan

Karakteristik resiko
Merupakan tahap
akhir dari analisis
lingkungan dan
hasil
perhitungannya
dapat diambil
sebagai langkah
manajemen
resiko

Sifat CO
Gas yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak
berasa dan tidak mengiritasi.
Karbon monoksida ini mudah terbakar dan
sangat beracun apabila terhirup oleh manusia
dan memasuki sistem peredaran darah.
Karbon monoksida terjadi akibat proses
pembakaran yang tidak sempurna akibat
kurangnya oksigen.
Baku mutu udara ambien untuk gas CO
adalah 30 mg/m3

Dampak langsung CO
Hb + O2 -> O2Hb
(Oksihemoglobin)
Hb + CO -> COHb
(karboksihemoglobin
Gejala yang terasa
dimulai dengan pusingpusing, perubahan
fungsi paru-paru dan
jantung, sesak napas,
dan pingsan dan pada
akhirnya kematian pada
750 ppm

Dampak Lingkungan

Sifat CH4
Metana tidak beracun, tapi sangat
mudah terbakar dan dapat
menimbulkan ledakan apabila
bercampur dengan udara.

Sumber CH4
Metana adalah salah satu bahan bakar
yang penting dalam pembangkitan listrik
, dengan cara membakarnya dalam
gas turbin atau pemanas uap.
melalui biogas yang dihasilkan oleh
fermentasi substansi organik, misalnya
pupuk kandang, limbah cair, tempat
pembuangan sampah, pada kondisi
anaerob (tanpa oksigen).

Dampak langsung CH4

Dampak Lingkungan
Metana di atmosfer bumi merupakan salah satu gas rumah kaca
yang utama, dengan potensi pemanasan global 25 kali lebih besar
daripada CO2 dalam periode 100 tahun, [25]). Hal ini berarti, emisi
metana lebih mempunyai efek 25 kali lipat daripada emisi karbon
dioksida dengan jumlah yang sama dalam periode 100 tahun.
Metana mempunyai efek yang besar dalam jangka waktu pendek
(waktu "hidup" 8,4 tahun di atmosfer), sedangkan karbon dioksida
mempunyai efek kecil dalam jangka waktu lama (lebih dari 100
tahun). Konsentrasi metana di atmosfer sudah meningkat 150%
dari tahun 1750 dan menyumbang 20% efek radiasi yang dihasilkan
gas rumah kaca secara global.[26] Biasanya, metana yang dihasilkan
dari tempat pembuangan akhir akan dibakar sehingga dihasilkan
CO2 daripada metana, karena gas ini lebih berbahaya untuk ozon.
Belakangan ini, metana yang dihasilkan dari penambangan batu
bara telah berhasil digunakan untuk membangkitkan listrik.

Sifat H2S
gas yang tidak berwarna, beracun,
mudah terbakar dan berbau seperti
telur busuk
Dapat terbakar dan meledak pada
konsentrasi LEL (Lower Explosive Limit
) ( 43000 PPM ) sampai UEL ( Upper
Explosive Limite ) ( 460000 PPM )
dengan nyala api berwarna biru pada
temperature 500 0F ( 260 0C )

Sumber H2S
H2S dibentuk oleh tumbuhan dan
hewan dimasa lalu, terbentuk dan
terurai oleh bakteri anorganik
( bakteri yamg tidak membutuhkan
matahari dan oksigen). Gas ini bisa
kita temukan di tempat pengeboran
minyak dan gas, geothermal

Dampak Langsung thd


Kesehatan
100 Batuk-batuk, iritasi mata dan indera
penciuman sudah tidak berfungsi
200 - 300 Pembengkakan mata dan rasa
kekeringan di tenggorokan
500 - 700 Kehilangan kesadaran dan
bisa mematikan dalam waktu 30 - 1 jam
TIME/DURASI, FREQUENCY , INTENSITY ,
SUSPCEPTIBILITY

Dampak H2S pd
Lingkungan