Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No.

2, Juli 2010

Cut-off Porositas, Volume shale, dan Saturasi Air


untuk Perhitungan Netpay Sumur O Lapangan C
Cekungan Sumatra Selatan
Bambang Triwibowo
Jurusan Teknik Geologi FTM UPN Veteran Yogyakarta

Abstract
The values of cut-off porosity (), volume of shale (Vsh), and water
saturation (Sw) from an oil/gas field or well require to be determined to know the
netpay (h), this h parameter is later used as one of the important factor for the
calculation of hydrocarbon reserves Analyze the cut-off conducted at well-O, C
oil/gas field based on well log data, core data report and drill steam test data with
qualitative, quantitative, petrophysic modelling, and crossed plot method. The
result of the , Vsh, and Sw oil reservoir cut-off successively 10%, 0,27 v/v, and
0.65 v/v, while the cut-off , Vsh, and Sw for the gas reservoir are 9%, 0,32 v/v,
and 0,71 v/v.

Sari
Harga cut-off porositas (), volume shale (Vsh), dan saturasi air (Sw) dari
suatu sumur atau lapangan minyak/gas bumi perlu ditentukan untuk mengetahui
besarnya netpay (h). Besaran h ini nantinya digunakan sebagai salah satu faktor
penting untuk perhitungan cadangan hidrokarbon. Analisis cut-off dilakukan pada
sumur O lapangan C berdasarkan data log, laporan inti batuan, dan data test
sumuran dengan metode kualitatif, kuantitatif, pemodelan petrofisik, dan gambar
silang. Hasilnya untuk reservoir minyak cut-off , Vsh, dan Sw berturut-turut
10%, 0,27 v/v, dan 0.65 v/v. Sedangkan cut-off , Vsh, dan Sw untuk reservoir
gas 9%, 0,32 v/v, dan 0,71 v/v.
Kata Kunci: cut-off, porositas, volume shale, saturasi air, cadangan.

Pendahuluan
Eksplorasi, eksploitasi, pengembangan lapangan minyak/gas bumi, dan
pengembangan lanjut lapangan minyak/gas bumi selalu melakukan perhitungan
sumberdaya atau cadangan hidrokarbon. Salah satu faktor yang mempengaruhi
perhitungan cadangan adalah volume bulk batuan reservoir. Volume bulk ini
dihitung berdasarkan luasan reservoir dikalikan dengan ketebalannya. Yang
dimaksud dengan ketebalan di sini adalah ketebalan netpay. Netpay adalah
ketebalan reservoir yang mengandung hidrokarbon. Untuk menentukan netpay
perlu dicari harga cut-off porositas (), volume shale (Vsh), dan saturasi air (Sw).

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Berdasarkan harga-harga cut-off yang akan dicari inilah maka dapat diperoleh
angka/ketebalan netpay dari gross reservoir.
Untuk menentukan berapa harga cut-off masing-masing parameter
petrofisik (, Vsh, dan Sw) digunakan metode kualitatif, kuantitatif, petrofisik,
dan statistik/gambar silang berdasarkan data log, inti batuan, dan data tes
sumuran. Pendekatan untuk perhitungan ini mengacu kepada ketentuan yang
dikeluarkan oleh BP. Migas (2008-2009), yang telah disosialisasikan di beberapa
perguruan tinggi, lembaga penelitian dan perusahaan minyak. Pada kesempatan
ini penulis bermaksud melakukan kajian perhitungan cut-off tersebut pada
Lapangan C dengan berdasarkan data Sumur O yang berada di Cekungan
Sumatra Selatan. Data Sumur O mencakup data log sumur, data inti batuan
sumur, dan data tes sumuran.
Tahapan kajian ini diawali dengan melakukan metode kualitatif, yakni
menentukan kualitas data, interpretasi litologi, menentukan zona poros dan
permeabel yang selanjutnya disebut zona reservoir. Tahap selanjutnya adalah
menginterpretasi kandungan fluida di zona poros dan permeabel tersebut di
mana terdapat zona air, zona minyak, dan gas. Berikutnya digunakan metode
kuantitatif, berupa penentuan kedalaman zona reservoir dan diteruskan dengan
pemodelan petrofisik pada zona reservoir tersebut. Tahap terakhir adalah
menggunakan metode statistik dengan melakukan penggambaran silang
beberapa parameter petrofisik untuk menentukan nilai cut-off. Hasil gambar
silang ini dipadu dan dicek ulang dengan data analisa inti batuan (berdasarkan
laporan yang ada) serta data tes sumuran.

Analisis Inti Batuan (core)


Analisis inti batuan dilakukan untuk menentukan dan meyakinkan
interpretasi litologi berdasarkan log serta mengetahui kualitas log khususnya log
sinar gama, resisitivitas, neutron dan densitas. Analisis ini juga dilakukan untuk
menentukan harga tortuositas (a), sementasi (m), dan eksponen saturasi (n)
serta mengetahui hubungan antara porositas inti batuan dan permeabilitas
(permeability transform). Hasil analisis inti batuan yang kemudian digunakan
untuk pemodelan petrofisik antara lain:
Kualitas log sinar gamma, resistivitas, dan netron-densitas baik.
Harga tekstural parameter a=1, m= 1,82 dan n= 1,85.
Korelasi antara porositas dan permeabilitas cukup baik dengan
2
persamaan y = 1,0504x + 0,0116 dan R = 0,8123.
Water Resistivity : 0.3835 ohm-m @77 0F or 14,850 ppm NaCl.

Pemodelan Petrofisik
Pemodelan petrofisik dilakukan pada batuan reservoir yang berdasarkan
analisa kualitatif didominasi oleh batu pasir dengan beberapa sisipan serpih
pada kedalaman 6830-6950 mD. Berdasarkan ciri litologinya, reservoir ini
termasuk dalam formasi Talangakar bagian bawah. Secara kualitatif, dengan
menggunakan metode pintas dikenali kandungan air pada kedalaman 6950-6915
mD, kandungan minyak pada kedalaman 6915-6870 mD, dan gas pada

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

kedalaman sumur 6860-6830 mD. Hasil pemodelan petrofisik dapat dilihat pada
Gambar 1 dan secara vertikal harga-harga parameter petrofisik yang diperoleh,
khususnya porositas, volume shale dan saturasi air disajikan pada Tabel 1.
Ketiga parameter tersebut sangat penting peranannya, selain untuk
menentukan cut-off, nantinya akan digunakan pula dalam perhitungan cadangan
minyak/gas bumi secara volumetrik. Berikut ini adalah rumus perhitungan
cadangan secara volumetrik.
Untuk minyakbumi;

OOIP =

7758 Ah (1 Sw )
Bo

Keterangan:
OOIP
A
h

Sw
Bo

: Original Oil In Place


: luas area
: tebal (netpay)
: porositas
: saturasi air
: faktor volume formasi untuk minyak

Untuk gasbumi;

OGIP =

43560 Ah (1 Sw )

Bg

Keterangan:
OGIP
A
h

Sw
Bg

: Original Gas In Place


: luas area
: tebal (netpay)
: porositas
: saturasi air
: faktor volume formasi untuk gas

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

TVD
FEET

GAPI

330

ELEVATION(TVD)

FEET

30

FEET

DEPTH

GR_1

LLD_1
0.2

OHMM

2000 0.45

LLM_1
0.2

OHMM

G/C3

2.95

NPHI_1
V/V

-0.15

PICKS.LITH

RHOB_1
1.95

dt
2000 140

US/F

PHIE_1

COAL_1
0

1 0.35

V/V

SWE_1
00

POR_1

VSH_1
40

V/V

1 35

V/V

CORE_SW_1
00

PERM_1
1 0.1

MD

10000

CORE_PERM_1
100 0.1

6820.06075.8-6026.1

6850 6100 -6050

S-1
6900

6150 -6100

6950

6970.06191.0-6141.3

Gambar 1. Hasil Pemodelan Petrofisik Sumur O Lapangan C

MD

100000

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Tabel 1. Tabulasi Hasil Perhitungan Petrofisik Reservoir TAF

MD
6830
6831
6832
6833
6834
6835
6836
6837
6838
6839
6840
6841
6842
6843
6844
6845
6846
6847
6848
6849
6850
6851
6852
6853
6854
6855
6856
6868
6869
6870
6871
6872
6873
6874
6875
6876
6877
6878
6879
6880
6881
6882
6883
6884
6885
6886
6887
6888
6889
6890
6891
6892
6893
6894
6895

CNL
0.1448
0.1404
0.1263
0.1106
0.0966
0.1066
0.1199
0.1045
0.1021
0.1045
0.1096
0.1306
0.1471
0.1482
0.1539
0.1231
0.1210
0.1338
0.1322
0.1317
0.1393
0.1399
0.1399
0.1482
0.1535
0.1426
0.1210
0.1692
0.1680
0.1545
0.1495
0.1345
0.1117
0.1076
0.1016
0.1382
0.1274
0.1231
0.1393
0.1644
0.1494
0.1532
0.1523
0.1395
0.1263
0.1349
0.1386
0.1318
0.1200
0.1237
0.1242
0.1329
0.1438
0.1306
0.1360

DRH
0.00
-0.01
0.04
0.01
-0.01
0.05
0.01
0.00
0.02
0.02
0.06
0.00
0.02
0.03
0.10
-0.02
0.04
0.00
0.00
0.00
0.03
-0.02
0.00
0.02
-0.01
0.03
0.00
0.01
0.02
0.01
-0.01
-0.01
-0.01
0.02
-0.02
0.01
0.04
0.00
0.02
0.01
0.01
0.01
0.00
0.00
0.00
0.00
0.03
-0.02
0.02
-0.01
0.02
0.00
-0.01
-0.01
0.03

GRST
50.2490
48.3190
46.1930
54.7410
58.1360
60.0470
60.7220
75.9160
83.9530
55.9330
49.7670
46.9810
49.4530
48.0620
45.9740
45.4220
45.9010
46.3420
46.0900
45.0690
43.0670
43.0100
44.7820
43.9660
40.7580
47.7240
52.9980
51.4770
52.9040
58.1630
61.4150
58.9930
63.8240
65.4700
63.6150
61.1280
70.5330
71.6560
69.8610
71.6230
73.3710
72.1550
71.9540
63.2060
61.9750
66.1190
73.1150
76.9300
77.7210
78.6190
75.4060
78.9350
76.2310
78.6770
75.5150

ILD
13.3700
15.0300
16.7100
18.2800
21.5050
24.0000
24.7300
25.3000
25.7000
27.4200
26.1100
26.1100
24.9100
22.8400
24.0000
24.0000
21.2900
23.4900
23.1600
23.8300
20.8200
19.0200
17.7050
15.4500
17.6000
14.6300
14.2250
13.8200
16.1300
18.3800
16.6200
19.7000
21.3600
22.3700
22.7800
21.8550
21.8333
22.2200
20.8200
21.1733
21.3600
17.9800
19.7000
18.9700
20.8800
20.4300
20.6900
20.5600
20.0600
19.0200
17.7500
17.6900
15.1000
13.2350
12.7400

POR
0.151
0.176
0.149
0.061
0.158
0.146
0.092
0.130
0.156
0.170
0.144
0.136
0.132
0.132
0.100
0.084
0.072
0.103
0.096
0.101
0.092
0.137
0.155
0.133
0.161
0.092
0.040
0.099
0.098
0.115
0.116
0.110
0.079
0.062
0.056
0.101
0.077
0.085
0.131
0.150
0.128
0.126
0.113
0.104
0.091
0.096
0.092
0.109
0.087
0.096
0.069
0.071
0.098
0.104
0.116

SW
0.494
0.458
0.474
0.874
0.385
0.388
0.417
0.385
0.400
0.345
0.414
0.429
0.421
0.440
0.553
0.539
0.630
0.480
0.508
0.496
0.529
0.408
0.438
0.553
0.463
0.642
0.978
0.589
0.530
0.500
0.533
0.529
0.632
0.668
0.702
0.492
0.562
0.547
0.469
0.400
0.440
0.500
0.475
0.529
0.544
0.517
0.526
0.517
0.600
0.590
0.657
0.607
0.614
0.695
0.720

VSH
0.207
0.108
0.147
0.194
0.148
0.140
0.282
0.181
0.063
0.079
0.079
0.088
0.128
0.136
0.121
0.194
0.211
0.187
0.188
0.172
0.222
0.231
0.149
0.141
0.092
0.251
0.328
0.290
0.290
0.202
0.202
0.167
0.176
0.202
0.202
0.202
0.229
0.202
0.132
0.149
0.167
0.167
0.211
0.202
0.202
0.220
0.220
0.167
0.184
0.175
0.259
0.290
0.228
0.184
0.123

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Analisis dan Pembahasan


Hasil pemodelan petrofisik terutama porositas, volume shale, dan saturasi
air akan disusun dan ditabulasikan pada zona reservoir. Secara umum hasil
tersebut selaras dengan data yang diperoleh dari analisa laboratorium untuk inti
batuan, sehingga dapat dilakukan metode gambar silang/statistik untuk
menentukan cut-off. Cut-off porositas dan volume shale dilakukan secara
bersamaan, sedangkan cut-off Sw merupakan hasil gambar silang antara Sw
dengan Water Cut (Wc). Wc diperoleh dari data inti batuan berupa Kro, Krw, w
dan o serta Sw. Cut-off ditentukan pada harga Wc=98%.

Cut-off Porositas dan Volume shale


Cut-off porositas dan volume shale ditentukan berdasarkan gambar silang
kedua harga hasil perhitungan petrofisik reservoir. Untuk reservoir minyak dan
gas, masing-masing dilakukan dengan gambar silang tersendiri. Pada reservoir
minyak, terlihat akumulasi data porositas mengumpul di sebelah kanan (lebih
besar dari) harga porositas 10%. Hal itu berarti harga tersebut merupakan cut-off
porositas untuk reservoir minyak di Sumur O. Pada gambar silang yang sama
terlihat batas tertinggi nilai volume shale sebesar 0.27 v/v (Gambar 2).
Sedangkan untuk reservoir gas terbaca harga cut-off porositas sedikit lebih kecil,
yakni 9% dan dengan cut-off volume shale sebesar 32%/ 0,32 v/v (Gambar 3).
Setelah dilakukan cek ulang dengan data tes sumur, terbukti bahwa tes
yang menghasilkan hidrokarbon berada di kedalaman dengan porositas dan
volume shale yang sesuai dengan batasan harga cut-off tersebut.

Porositas vs Vshale (Gas)


0.5
0.45
0.4
0.35
Vshale

0.3

0.32

0.25
0.2
0.15
0.1
0.05

0.9

0
0

0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

Porositas

Gambar 2. Gambar Silang Porositas vs Vshale (Minyak)


Cut-off Porositas 10% (0.10 v/v) dan cut-off Vshale 0.27 v/v

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Por vs Vshale (minyak)


0.5
0.45
0.4
0.35

0.27

Vshale

0.3
0.25
0.2
0.15
0.1
0.05

10%

0
0

0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

Porositas

Gambar 3. Gambar Silang Porositas vs Vshale (Gas)


Cut-off Porositas 9% (0.09 v/v) dan cut-off Vshale 0.32 v/v.

Cut-off Saturasi Air


Cut-off saturasi air ditentukan berdasarkan gambar silang antara Water cut
(Wc) dengan Saturasi air (Sw). BP Migas (2008-2009) telah mengeluarkan
acuan bahwa Sw dihitung pada Wc 98%. Selanjutnya, hasil cut-off dicek ulang
dengan data tes sumuran (Drill Steam Test) untuk mengetahui apakah mengalir
atau tidak. Data untuk gambar silang diperoleh dari data petrofisik dan data
analisa inti batuan Sumur O. Dari laporan final sumur, dijumpai adanya data 4
tes sumuran sehingga dapat digunakan sebagai kontrol/cek ulang.
Hasil gambar silang Wc dan Sw dari data sumur lapangan C dapat dilihat
pada Gambar 4 dan 5. Sumbu Y merupakan nilai Wc dan sumbu X merupakan
nilai Sw. Pada gambar tersebut cut-off Sw ditentukan pada nilai Wc 98%, yakni
sebesar 0.65 v/v untuk reservoir minyak dan 0.71 v/v untuk reservoir gas. Makna
nilai ini adalah untuk harga Sw lebih besar dari 0.65 v/v atau 0.71 v/v tidak
diperhitungkan sebagai netpay, yang dihitung sebagai netpay hanyalah harga
Sw sama dan/atau kurang dari cut-off Sw.

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Water Cut vs Sw
100

98%

90
80
70

WC

60
50
40
30
20
10

65%

0
0

10

20

30

40

50

60

70

80

Sw

Gambar 4. Gambar Silang Sw dan WC menunjukkan


cut-off Sw untuk minyak sebesar 65%
Water Cut vs Sg
100

98%

90
80
70
WC

60
50
40
30
20
10

29%

0
0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Sg

Gambar 5. Gambar Silang Sw dan WC menunjukkan


cut-off Sw untuk gas sebesar 71%
Kesimpulan

Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 2, Juli 2010

Reservoir sumur O yang berada di kedalaman 6830-6950 mD berupa batu


pasir dengan kandungan air, minyak, dan gas.
Harga cut-off porositas untuk minyak sebesar 10%. Nilai porositas
reservoir dibawah 10% tidak diperhitungkan untuk netpay. Sedangkan
harga cut-off porositas gas sebesar 9%.
Harga cut-off volume shale lapangan C sebesar 0.27% atau 0.27 v/v untuk
minyak dan 32% atau 0,32 v/v untuk gas. Reservoir minyak dengan
volume shale > 27% dan reservoir gas dengan Vshale >32% tidak
diperhitungan sebagai netpay.
Harga cut-off saturasi air untuk reservoir minyak lapangan C sebesar 0.65
v/v, dan cut-off Sw reservoir gas 0.71 v/v. Hal ini berarti reservoir dengan
Sw lebih besar dari cut-off tidak diperhitungkan sebagai netpay.

Daftar Pustaka
Asquith, G. B and Gibson, C.R. 1982. Basic Well Log Analysis for Geologist.
Tulsa, AAPG.
Bishop, M. G. 2001. South Sumatra Basin Province, Indonesia The
Lahat/Talangakar Cenozoic Total Petroleum System. USGS Open File
Report.
Crain, E. R. 2000. The Log Analysis Handbook Volume 1: Quantitative Log
Analysis Methods. Pennwell Books, Tulsa, Oklahoma, USA.
De Coster, G. L. 1974. The Geology of The Central and South Sumatra Basin.
Indon. Petroleum Assoc. Proc. P. 77-110.
Ginger, D and Fielding, K. 2005. The Petroleum System And Future Potential Of
The South Sumatra Basin, Indonesia. Petroleum Assoc. 30th Ann. Conv.
Proc., p. 67-89.
Harsono, A. 1997. Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log, Schlumberger Oilfield
Service.
Heidrik, T. L dan Aulia, K. 1993. A Structural and Tectonic Model Of The Coastal
Plain Block South Sumatra Basin. Indon. Petroleum Assoc., Proc.
John, T. D. 1983. Essentials of Modern Open-hole Log Interpretation. Penn-Well
Books, PennWell Publishing Company, Tulsa, Oklahoma.
Rider, M. 2002. The Geological Interpretation of Well Logs. Scotland.
Suksmana, D dan Gunawan S. 2008-2009. Acuan Studi Geologi, Geofisika, dan
Reservoir. BP MIGAS (tidak dipublikasikan).