Anda di halaman 1dari 60

VERTIGO

Agung Guinenza
406138019

DEFINISI
Vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere, yang berarti memutar.
Vertigo adalah suatu perasaan gangguan keseimbangan. Vertigo
seringkali dinyatakan sebagai rasa pusing, sempoyongan, rasa
melayang, badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar
Vertigo harus dibedakan dengan keluhan dizziness non-vertigo,
yaitu adanya ilusi pergerakan, bukan hanya sensasi presinkop,
lightheadedness

ANATOMI DAN FISIOLOGI


Alat vestibuler (alat keseimbangan) terletak di telinga dalam
(labirin)
Labirin terdiri atas labirin tulang dan labirin membran. Labirin
membran terletak dalam labirin tulang dan bentuknya hampir
menurut bentuk labirin tulang.
Antara labirin membran dan labirin tulang terdapat perilimfa,
sedang endolimfa terdapat di dalam labirin membran.
Ujung saraf vestibuler berada dalam labirin membran yang
terapung dalam perilimfa, yang berada dalam labirin tulang.
Setiap labirin terdiri dari 3 kanalis semi-sirkularis (kss), yaitu kss
horizontal (lateral), kss anterior (superior) dan kss posterior
(inferior).

Keseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap


lingkungan di sekitarnya tergantung pada
input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin,
organ visual
proprioseptif

Gabungan informasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan


diolah di SSP, sehingga menggambarkan keadaan posisi
tubuh pada saat itu

Gerakan atau perubahan kepala dan tubuh akan menimbulkan


perpindahan cairan endolimfa di labirin dan selanjutnya silia sel
rambut akan menekuk.
Tekukan silia menyebabkan permeabilitas membran sel berubah,
sehingga ion kalsium akan masuk ke dalam sel yang menyebabkan
terjadinya proses depolarisasi dan akan merangsang pelepasan
neurotransmiter eksitator yang selanjutnya akan meneruskan
impuls sensoris melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di
otak. Sewaktu berkas silia terdorong ke arah berlawanan, maka
terjadi hiperpolarisasi

Organ vestibuler berfungsi sebagai transduser yang mengubah


energi mekanik akibat rangsangan otolit dan gerakan endolimfa di
dalam kanalis semisirkularis menjadi energi biolistrik, sehingga
dapat memberi informasi mengenai perubahan posisi tubuh akibat
per-cepatan linier atau percepatan sudut. Dengan demikian dapat
memberi informasi mengenai semua gerak tubuh yang sedang
berlangsung

Sistem vestibuler berhubungan dengan sistem tubuh yang lain,


sehingga kelainannya dapat menimbulkan gejala pada sistem
tubuh bersangkutan. Gejala yang timbul dapat berupa vertigo, rasa
mual dan muntah. Pada jantung berupa bradikardi atau takikardi
dan pada kulit reaksinya berkeringat dingin

KLASIFIKASI
sentral
Vestibular
perifer
Vertigo
sistem visual
Non-vestibular
sistem somatosensori

Karakteristik

V. Vestibular Perifer

V. Vestibular Sentral

Onset

Tiba-tiba, onset mendadak

Perlahan, onset gradual

Durasi

Menit hingga jam

Minggu hingga bulan

Frekuensi

Biasanya hilang timbul

Biasanya konstan

Intensitas

Berat

Sedang

Mual muntah

Tipikal

Sering kali tidak ada

Diperparah perubahan posisi kepala

Ya

Kadang tidak berkaitan

Usia pasien

Berapapun, biasanya muda

Usia lanjut

Gangguan status mental

Tidak ada atau kadang-kadang

Biasanya ada

Defisit nervi cranial atau cerebellum

Tidak ada

Kadang disertai ataxia

Pendengaran

Seringkali berkurang atau dengan tinnitus

Biasanya normal

Nistagmus

Nistagmus horizontal dan rotatoar; ada

Nistagmus horizontal atau vertical; tidak ada

nistagmus fatique 5-30 detik

nistagmus fatique

Menieres disease

Massa Cerebellar / stroke

Labyrinthitis

Encephalitis/ abscess otak

Positional vertigo

Insufisiensi A. Vertebral

Neuroma Akustik

Penyebab

EPIDEMIOLOGI
Frekuensi
Di Amerika Serikat, sekitar 500.000 orang menderita stroke setiap
tahunnya. Dari stroke yang terjadi, 85% merupakan stroke iskemik,
dan 1,5% diantaranya terjadi di serebelum. Rasio stroke iskemik
serebelum dibandingkan dengan stroke perdarahan serebelum
adalah 3-5: 1.
Sebanyak 10% dari pasien infark serebelum, hanya memiliki gejala
vertigo dan ketidakseimbangan.
Insidens sklerosis multiple berkisar diantara 10-80/ 100.000 per
tahun. Sekitar 3000 kasus neuroma akustik didiagnosis setiap
tahun di Amerika Serikat

Jenis kelamin
Insidens penyakit cerebrovaskular sedikit lebih tinggi pada pria
dibandingkan wanita.
Dalam satu seri pasien dengan infark serebelum, rasio antara
penderita pria dibandingkan wanita adalah 2:1.
Sklerosis multiple dua kali lebih banyak pada wanita dibandingkan
pria

Usia
Vertigo sentral biasanya diderita oleh populasi berusia tua karena
adanya faktor resiko yang berkaitan, diantaranya hipetensi,
diabetes melitus, atherosclerosis, dan stroke.
Rata-rata pasien dengan infark serebelum berusia 65 tahun,
dengan setengah dari kasus terjadi pada mereka yang berusia 6080 tahun. Dalam satu seri, pasien dengan hematoma serebelum
rata-rata berusia 70 tahun

MORBIDITAS/ MORTALITAS
Cedera vaskular dan infark di sirkulasi posterior dapat
menyebabkan kerusakan yang permanen dan kecacatan.
Pemulihan seperti yang terjadi pada vertigo perifer akut tidak dapat
diharapkan pada vertigo sentral.
Dalam satu seri, infark serebelum memiliki tingkat kematian
sebesar 7% dan 17% dengan distribusi arteri superior serebelar
dan arteri posterior inferior serebelar. Infark di daerah yang disuplai
oleh arteri posterior inferior serebelar sering terkait dengan efek
massa dan penekanan batang otak dan ventrikel ke empat, oleh
karena itu, membutuhkan manajemen medis dan bedah saraf yang
agresif.

ETIOLOGI
Beberapa penyebab vertigo sentral adalah:
Perdarahan dan infark serebelum
Sindrom Wallenberg
Insufisiensi vertebrobasilar
Diseksi arteri vertebral
Sklerosis multiple
Neoplasma (termasuk neuroma akustik)
Infeksi sistem saraf pusat
Trauma

PATOGENESIS
Sensasi keseimbangan merupakan hasil dari informasi yang tepat
yang dideteksi atau diterima oleh reseptor sistem visual, sistem
vestibular, dan sistem propioseptif, yang kemudian
diintegrasikan di serebelum dan batang otak, lalu dipersepsikan
oleh korteks.
Cara berjalan, postur, dan fokus mata selama kepala bergerak,
semua bergantung pada sensasi keseimbangan yang utuh.
Gangguan informasi sensori, pusat integrasi, dan persepsi
berakibat pada gangguan keseimbangan
Vertigo sentral merupakan sensasi gangguan keseimbangan
akibat gangguan di pusat integrasi (serebelum dan batang
otak) atau persepsi (korteks). Pathogenesis beberapa penyebab
vertigo sentral adalah sebagai berikut

OKLUSI ARTERIAL DAN


INFARK ISKEMIK
Oklusi arteri dan infark iskemik dapat disebabkan oleh
cardioemboli, emboli dari plak arteri vertebralis, thrombosis arteri
lokal.
Satu atau kedua arteri vertebral, arteri basilar, dan cabang-cabang
arteri kecil dapat tersumbat. Namun, oklusi total arteri besar tidak
akan berakibat pada kematian karena adanya anastomosis dari
sirkulus arteriosus wilisi dan arteri posterior komunikans.

NEUROMA AKUSTIK
Neuroma Akustik adalah tumor sel Schwann yang berasal dari
divisi vestibular saraf cranial VIII (Vestibulokoklear) di kanal auditori
interna proksimal. Neuroma akustik biasanya berkembang di satu
sisi (unilateral).
Neuroma akustik bilateral biasa terjadi pada orang dewasa muda
dan berkaitan dengan neurofibromatosis tipe 2
Jika tidak diberi pengobatan, neuroma akustik dapat berkembang
ke sudut serebelopontin dan menekan saraf cranial VII
(Fasialis) dan saraf kranial lainnya

PENYEBAB LAINNYA
Vertigo sentral yang diakibatkan infeksi sistem saraf pusat
(mikroabses) dan kejang lobus temporal sangat jarang terjadi.
Vertigo sentral traumatik disebabkan oleh perdarahan petekie di
nukleus vestibular di batang otak.

MANIFESTASI KLINIS
Beberapa karakteristik vertigo sentral
adalah :
Onset gradual
Lebih konstan
Durasi lebih panjang (minggu hingga
bulan)
Intensitas ringan sampai sedang
Tidak dipengaruhi posisi kepala
Disfagia
Disartria

Seringkali tidak disertai mual


dan muntah
Seringkali disertai dengan
gangguan status mental
Seringkali tidak berkaitan
dengan tinnitus dan gangguan
pendengaran
Nistagmus horizontal atau
vertikal; tanpa adanya
nistagmus fatigue
Disertai dengan tanda gangguan

PERDARAHAN DAN INFARK


SEREBELUM
Perdarahan serebelum biasanya menyebabkan gejala vertigo akut
dan ataxia. Nyeri kepala, mual, dan muntah dapat tidak terjadi.
Selain vertigo berat, pasien seringkali mengeluhkan adanya sensasi
pergerakan sisi samping atau depan belakang..
Tes Romberg memberikan hasil abnormal.
Biasanya terdapat kelemahan saraf kranial VI (Abdusens) atau
deviasi konjugat mata berlawanan dengan lesi perdarahan.
Infark serebelum memberikan gambaran klinik yang serupa

SINDROM WALLENBERG
Infark medulla lateral dari batang otak dapat menyebabkan vertigo
sebagai bagian dari presentasi klinisnya.
Penemuan ipsilateral klasik meliputi
rasa baal pada wajah
hilangnya refleks kornea
sindron Horner
paralisis atau paresis pada palatum mole, faring, dan laring (mengakibatkan disfagia dan
disfonia).

Penemuan kontralateral meliputi


hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada sumbu tubuh dan anggota gerak.

Biasanya lesi saraf kranial VI (Abdusens), VII (Fasialis), dan VIII


(Vestibulokoklear) dapat muncul menyebabkan vertigo, mual, muntah, dan
nistagmus

INSUFISIENSI
VERTEBROBASILAR
Transient ischemic attack (TIA) dari batang otak dapat memicu
vertigo. Vertigo mungkin terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung
dalam hitungan menit hingga jam.
Sesuai dengan definisi TIA, gangguan harus hilang secara
total dalam 24 jam. Vertigo yang diinduksi iskemik
vertebrobasilar dapat terjadi dengan disertai diplopia, disfagia,
disarthria, dan hilangnya fungsi penglihatan bilateral.
Tidak seperti penyebab vertigo sentral lainnya, vertigo yang
diinduksi iskemik vertebrobasilar dapat diprovokasi dengan
perubahan posisi. Memutar kepala menyumbat setengah arteri
vertebral ipsilateral sehingga menyebabkan ada gangguan sirkulasi
sementara pada batang otak

SKLEROSIS MULTIPLE
Penyakit demyelinasi dapat disertai dengan vertigo yang
berlangsung beberapa jam hingga minggu dan biasanya tidak
berulang. Intesitas vertigo ringan-sedang dan terdapat nistagmus.
Ataxia atau neuritis optik dapat ditemukan atau sudah berlangsung
sebelumnya.

NEOPLASMA
Neoplasma ventrikel keempat dapat menyebabkan vertigo yang
disertai gejala dan tanda gangguan batang otak.
Neoplasma yang biasa terjadi adalah ependimoma pada pasien
yang berusia lebih muda, dan metastasis pada pasien yang berusia
lebih tua

INFEKSI SISTEM SARAF


PUSAT
Beberapa infeksi sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan
vertigo adalah abses pada serebelum, infeksi serebelum,
encephalitis, dan sebagainya.
Gejala vertigo biasanya disertai dengan tanda-tanda infeksi seperti
demam, malaise, tanda-tanda serebelar (gangguan keseimbangan,
gangguan koordinasi, dan sebagainya

TRAUMA
Trauma yang biasanya terjadi adalah trauma leher. Biasanya gejala
muncul dalam 7-10 hari setelah terjadi whiplash injury.
Episode vertigo muncul terutama ketika menggerakkan kepala
dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Selain itu juga terdapat
nyeri pada leher dan nistagmus pada pergerakkan kepala

PEMERIKSAAN FISIK
Gangguan kesadaran
Adanya gangguan kesadaran membutuhkan perhatian klinis
khusus. Gangguan kesadaran mungkin diakibatkan oleh infark atau
penekanan batang otak. Pada infark serebelum, penekanan batang
otak terutama terjadi jika meliputi pembuluh darah arteri
serebelum posterior inferior.
Dalam satu seri, tanda awal penekanan batang otak adalah
lethargi, yang terjadi pada 11% pasien dalam waktu 50 jam setelah
infark serebelum. Pasien dengan perdarahan serebelum, 46%
mengalami perburukan status mental kurang lebih 5,5 jam setelah
presentasi.

NISTAGMUS
Pemeriksaan pergerakan ekstraokular adalah kritikal. Nistagmus,
jika ada, merupakan infromasi yang penting. Nistagmus terdiri dari
pergerakan lambat mata dalam satu arah diikuti dengan
pergerakan cepat ke arah sebaliknya. Nistagmus horizontal
bukanlah tanda spesifik dari vertigo perifer.
Pada infark serebelum, nistagmus horinzontal paling banyak
ditemukan. Nistagmus vertikal dianggap spesifik untuk vertigo
sentral. Karakteristik nistagmus akibat lesi sentral lainnya adalah
memburuk dengan fiksasi pandangan, berbeda dengan nistagmus
pada lesi perifer yang cenderung membaik dengan fiksasi
pandangan. Selain itu nistgamus akibat lesi sentral dapat unidireksi
atau multidireksi, sedangkan pada lesi perifer hanya ditemukan
nistagmus unidireksi

NISTAGMUS DAN GEJALA


VERTIGO YANG DIINDUKSI
Dix-Hallpike (Manuver Nylen- Barany)
Pertama, perubahan posisi (dari duduk menjadi supine) dilakukan
dengan kepala lurus menghadap ke depan
Lalu diulangi dengan kepala 45 ke kanan, lalu ke kiri
Leher sedikit lebih diekstensikan ketika pasien dalam posisi supine
Berbeda dengan vertigo sentral, pada vertigo perifer, nistagmus tidak
terjadi secara tiba-tiba setelah perubahan posisi, dan setelah nistagmus
muncul, dapat hilang dengan cepat, kurang dari 1 menit (nistagmus
fatigue)

TES KALORI
Penderita berbaring dengan kepala fleksi 30, sehingga kanalis semisirkularis
lateralis dalam posisi vertikal. Kedua telinga diirigasi bergantian dengan air dingin
(30C) dan air hangat (44C) masing-masing selama 40 detik dan jarak setiap
irigasi 5 menit.
Nistagmus yang timbul dihitung lamanya sejak permulaan irigasi sampai hilangnya
nistagmus tersebut (normal 90-150 detik).
Dengan tes ini dapat ditentukan adanya canal paresis atau directional preponderance
ke kiri atau ke kanan.
Canal paresis ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga, baik setelah rangsang
air hangat maupun air dingin, sedangkan directional preponderance ialah jika
abnormalitas ditemukan pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga.
Canal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau n. VIII, sedangkan directional
preponderance menunjukkan lesi sentral.

TES KESEIMBANGAN DAN


KOORDINASI
Tes Romberg yang dipertajam
Penderita berdiri dengan kaki yang satu di depan kaki yang lain. Tumit kaki
bertemu jari kaki dibelakangnya.
Tangan dilipat pada dada, mata ditutup.
Orang normal mampu berdiri dalam sikap ini selama 30 detik atau lebih.

Tes melangkah di tempat(stepping test)


Penderita menutup mata dan disuruh berjalan ditempat sebanyak 50 langkah
dengan kecepatan berjalan seperti biasa.
Hasil tes ini abnormal apabila kedudukan akhir penderita beranjak lebih dari 1
meter dari awalnya, atau badan berputar lebih 30 derajat

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium digunakan untuk menyingkirkan
kemungkinan penyakit lainnya seperti anemia, kehamilan, dan
kondisi ketidakseimbangan metabolik (hiperglikemia, hipoglikemia,
dll)

Pencitraan

Pencitraan fossa posterior penting dilakukan jika


terdapat kecurigaan adanya vertigo sentral.
MRI adalah pencitraan terpilih, terutama untuk mendiagnosis infark,
perdarahan, tumor, dan lesi substansi alba seperti sklerosis mutiple.
CT scan dengan potongan hingga ke fossa posterior dapat digunakan jika tidak
tersedia MRI

Elektrokardiografi (EKG) digunakan untuk melihat adanya fibrilasi


atrium atau disaritmia lainnya dan bukti adanya infark myocardial
akut.
Elektronystagmografi (ENG) digunakan untuk melokalisasi lesi di
apparatus vestibukar atau di nukleus saraf vestibular.
Audiometri dan Brain Auditory Evoked Response (BAER)

TATALAKSANA
Penatalaksaan vertigo sentral ditujukan kepada penyakit
penyebab

Penatalaksanaan stroke iskemik:


Terapi thrombolisis diberikan dalam tiga jam setelah onset
gejala dan tidak ada kontraindikasi.
Sebelum memberikan terapi thrombolitik, perhatikan beberapa
hal terutama resiko terjadinya perdarahan intraserebral, seperti:
Operasi mayor dalam 10 hari terakhir
Hipertensi berat
Adanya perdarahan akut atau edema pada CT Scan

Penatalaksanaan stroke perdarahan:


Penelitian menyatakan bahwa pemberian recombinant activated
factor VII jika diberikan dalam 4 jam setelah onset gejala, mungkin
berguna. Namun penelitian selanjutnya, khususnya untuk
perdarahan serebelum, diperlukan

VERTIGO AKIBAT
KOMOSIO/KONTUSIO SEREBRI
Vertigo berlaku akibat gangguan saraf otonom, dan jika trauma
hebat, dapat disertai kerusakan labirin yang sebenarnya. Gejala
otonom yang dimaksudkan ialah pusing yang disertai palpitasi,
flushing dan berkeringat banyak.
Pengobatan:
Scopolamin 0,5mg PO
Prochlorperazine. 2-5mg 3x/hari. Efek samping distonia akut.
Dapat dicegah efek sampingnya dengan Trihexyphenidyl 1-2mg
3x/hari.
Betahistine mesylate. 6mg.3x/hari.

NON FARMAKOLOGIS
Berbaring diam dalam ruangan gelap
Fiksasi visual
Relaksasi mental
Memberikan dukungan bahawa penyakitnya tidak berat(jika
memang tidak berat)
Latihan vestibular sesuai indikasi

BENIGN PAROXYSMAL
POSITIONAL VERTIGO
Vertigo yang dicetuskan oleh perubahan gerakan kepala.
Biasanya membaik sendiri dalam 6 minggu.
Merupakan penyebab vertigo terbanyak, yaitu 20-30%, dengan
wanita 2 kali lipat lebih ramai pada laki-laki dan meningkat dengan
bertambahnya usia.
Disebabkan oleh adanya otolith didalam kanalis semisirkularis,
terutamanya yang .posterior.

Etiologi

Idiopatik
Trauma kepala
Degenerasi system vestibular
Infeksi virus
Stroke minor

TEORI KUPULOLITIASIS
Degenerasi
makula
utrikulus

Lepasnya
fragmen
otokonia

Otokonia
menempel
pada kupula

Kupula lebih
sensitif
terhadap
perubahan
gravitasi

TEORI KANALILITHIASIS

Massa
otokonia

Otokonia ini
bebas
didalam
kanalis
semisirkularis

Pergerakanny
a akan sesuai
dengan
gravitasi

SEMONT MANUVER
Pasien duduk dan kepala diposisikan 45 horizontal kearah
telinga yang sehat(halfway melihat lurus kehadapan dan melihat
bertentangan dengan arah sisi vertigo).
Pasien menunduk dan dibaringkan 105 pada sisi telinga yang
sakit, dengan posisi hidung keatap. Posisi dipertahankan 3
menit. Debris seharusnya bergerak ke apex kanalis.
Pasien digerakkan dengan cepat ke sisi sebelahnya, dengan posisi
hidung ke bawah dan posisi dipertahankan 3 menit. Debris
seharusnya bergerak keluar daripada kanalis.
Pasien kemudiannya didudukkan semula


MODIFIED EPLEY MANEUVER
A-C
: Pasien berbaring
dengan posisi kepala
dihujung bed, posisi kepala
dipertahankan 30 detik.
D : Kepala pasien
dimiringkan kekiri dan
ditahan 30 detik.
E : Pasien mengubah posisi
ke kiri, kepala diposisikan
sehingga hidung menatap
ke bawah. Dipertahankan 30
detik.
F : Pasien bangun dengan
posisi muka menghadap ke
kiri.

BRANDT-DAROFF
MANUEVER
Mulai dengan posisi duduk tegak.
Berbaring miring dengan kepala diputar kira-kira 45. Pertahankan
30 detik.
Kembali ke posisi duduk semula, tunggu 30 detik.
Baring selama 30 detik ke sisi yang sebelah lagi
Waktu

Latihan

Durasi

Pagi

5 repetisi

10 menit

Siang

5 repetisi

10 menit

Sore

5 repetisi

10 menit

NEURONITIS
VESTIBULARIS
Diakibatkan oleh peradangan nervus vestibularis. Ia hanya
ditemukan pada orang dewasa berumur antara 20-60 tahun, tidak
bertambah sering pada usia tua dan menempati tempat kedua
terbanyak selepas BPPV. Etiologinya masih belum jelas tetapi
ada sumber yang menyebutkan penyebabnya ialah virus. Biasanya
unilateral

GEJALA
Vertigo mendadak, berat dan disertai mual muntah, vertigo biasanya berlangsung hingga
beberapa hari dan diperberat pergerakan kepala.
Nistagmus spontan dengan komponen cepat berlawanan arah lesi.
Pada test kalorik ditemukan paralisis vestibular unilateral.
Pasien cenderung jatuh kearah lesi.
Malaise
Nistagmus posisional ditemukan pada 30% kasus.
Tinnitus atau perasaan seolah-olah liang telinga dimasuki air ditemukan pada 40% kasus.
Tidak ditemukan gangguan pendengaran. Jika ada, harus difikirkan adanya infeksi
mumps, morbili, neurosifilis, herpes zoster oticus, acoustic neuroma, iskemi
a.labyrinthine, dan Meniere disease.
Vertigo dan unsteadiness akan membaik dalam 1-2minggu dan semua gejala hilang
selepas 3 minggu

TATALAKSANA
Istirahat
Betahistine mesylate. 6mg. 3x/hari.
Minor tranquiliser seperti diazepam dapat ditambah karena emosi,
anxiety dan pikiran dapat mempermudah bangkitnya serangan
vertigo

PENYAKIT MENIERE
Juga dikenali sebagai idiopathic
endolymphatic hydrops. disebabkan
meningkatnya tekanan didalam system
endolimfatik telinga dalam.
Penyakit Meniere bersifat idiopathic,
manakala sindroma Meniere pula merujuk
kepada sindroma yang timbul akibat
proses sekunder seperti trauma,
gangguan elektrolit, infeksi, obatan,
hiperlipidemia yang semuanya dapat
mengganggu resorbsi dan produksi
daripada cairan endolimfatik

GEJALA
Vertigo episodic
Hilang pendengaran episodic
Tinnitus
Aural fullness(telinga terasa penuh, tidak nyaman)
Gangguan keseimbangan pada stadium lanjut

TATALAKSANA
Vestibulosuppresent seperti meclizine, droperidol,
prochlorperazine, diazepam bekerja sebagai masking agent. Ia
akan menumpulkan respon otak terhadap sinyal daripada telinga.
Diuretik seperti hydrochlorothiazide, acetazolamide mengurangi
produksi cairan, tetapi tidak menghilangkan gejala sewaktu
serangan. Juga, masih kurang uji klinis yang membuktikannya.
Steroid. Dapat menghilangkan vertigo, tinnitus dan gangguan
pendengaran. Diduga daripada efeknya sebagai antiinflamasi
sehingga menurunkan tekanan endolimfatik.

VERTIGO