Anda di halaman 1dari 3

Mikroteknik

adalah

ilmu

yang

mempelajari

mengenai

prosedur atau proses pembuatan preparat mikroskopis. Mikroteknik


juga merupakan ilmu yang mempelajari cara pembuatan sediaan
histologik yg dapat diamati di bawah mikroskop. Sediaan histologi
bertujuan untuk mendapatkan sediaan irisan dimana struktur
jaringan sedapat mungkin dipertahankan sesuai keadaan aslinya,
diperoleh irisan tipis dan rata, diperoleh kontras yg baik. Objek
yangg diamati biasanya bentuk dan

ukuran sel, sitoplasma,

nukleus, membran sel, dan bagian khusus misal silia, mikrovilli.


Macam sediaan histologik tersebut terdiri dari sediaan segar dan
sediaan permanen.
Sediaan segar disebut juga sediaan hidup. Sediaan hidup
merupakan sediaan yang langsung diamati dibawah mikroskop.
Pengadaan sediaan hidup bertujuan untuk mengamati keadaan
alamiah sediaan, baik itu warna, bentuk, jumlah komponen jaringan,
dan adanya gerakan. Dalam pengadaan sediaan hidup terdapat
beberapa kerugian atau kekurangan, diantaranya yaitu mudah
rusak, dan kontras antara bagian-bagian sediaan tidak nyata.
Sediaan permanen terdiri dari sediaan utuh, sediaan apus, dan
sediaan irisan. Pengadaan sediaan permanen irisan bertujuan untuk
memperoleh irisan yang tipis sekali dan rata juga dapat diamati di
bawah mikroskop, yaitu struktur jaringan yang mirip dengan
aslinya,

dan

kontras

antara

bagian-bagiannya

jelas.

Cara

pembuatan sediaan irisan yaitu dengan cara parafin, caracelloidin,


&

irisan

beku(frozen

section).

Tahapan

pembuatan

sediaan

histologis ( cara parafiin) yaitu dengan pengambilan contoh jaringan


fiksasi,

dehidrasi,

penjernihan,pemancangan

pemotongan, penempelan, dan pewarnaan.

(embedding),

Pengambilan contoh jaringan dilakukan dengan cara jaringan


diambil sekecil mungkin, tetapi mewakili struktur keseluruhan
dengan tebal jaringan kurang dari 5 mili meter.
Fiksasi bertujuan untuk membuat unsur-unsur jaringan stabil,
dan tahan terhadap perlakuan berikutnya. Terdapat dua macam
fiksatif, yaitu fiksatif sederhana dan fiksatif campuran. Fiksatif
sederhana terdiri dari satu macam zat seperti formalin dan etanol.
Sedangkan fiksatif campuran merupakan fiksatif yang terdiri dari
lebih dari satu macam zat seperti larutan helly, dan larutan zenker.
Volume cairan fiksatif minimal 20x volume jaringan. Waktu fiksasi
tergantung pada tebal jaringan, macam fiksatif, & konsistensi
jaringan.
Dehidrasi bertujuan untuk mengambil semua air dalam
jaringan,
dehidrasi

dan membersihkan sisa-sisa fiksatif. Bahan untuk


berupa

etanol

dari

konsentrasi

70%-100%.

Waktu:

tergantung pada volume jaringan (6-24 jam).


Penjernihan bertujuan untuk

mengambil etanol sesudah

dehidrasi. Bahan yang digunakan untuk penjernihan berupa zat yg


dapat bercampur dengan bahan dehidrasi seperti xylol, toluol.
Pemancangan (embedding) bertujuan untuk mengganti bahan
penjernih dalam jaringan dengan parafin cair disertai pengerasan
sehingga jaringan mudah dipotong menjadi irisan tipis. Tahap-tahap
pemancangan yaitu impregnasi (peresapan), kemudian parafin
masuk

ke

sela-sela

jaringan,

selanjutnya

embedding

dan

membentuk balok parafin di sekeliling jaringan.


Pemotongan dilakukan dengan cara memotong jaringan
dalam balok parafin dipotong dengan mikrotom (alat pemotong
mekanis) dengan tebal irisan: 5-12 m.

Penempelan dilakukan dengan cara menempelkan irisan pada


kaca

objek

yang

sudah

diolesi

albumin-gliserin

kemudian

dikeringkan pada suhu 2-5 C di bawah titik lebur parafin ( sekitar 40


C).
Pewarnaan atau deparafinisasi (membersihkan sisa parafin)
bertujuan supaya unsur-unsur jaringan tampak jelas dan dapat
dibedakan bagian-bagiannya di bawah mikroskop. Jenis pewarna
yangg sering digunakanberupa hemaktosilin-eosin (HE). Setelah
pewarna dilakukan tahap dehidrasi, penjernihan, penutupan sediaan
dengan balsem kanada dan kaca penutup, dikeringkan.