Anda di halaman 1dari 10

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw

ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
POMPA HIDRAM
(HIDROLIC PUMP)
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf
RAFUAD T. SIREGAR
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj
TEKNIK SIPIL USU
klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvb
nmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw
ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj
klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
090404034

A. PENDAHULUAN
Air sebagai kebutuhan pokok kehidupan adalah komponen vital bagi kualitas
kehidupan suatu kelompok masyarakat. Sebagai salah satu negara agraris, Indonesia
memiliki daya konsumsi air yang cukup besar pada bidang pertanian, terutama dalam
hal irigasi. Namun sayangnya pada kondisi geogras Indonesia, seringkali beberapa
daerah merupakan daerah berbukit-bukit dan pegunungan yang terkadang menjadi
kendala untuk memenuhi suplai air bagi pertanian di daerah hulu.
Sesuai dengan hukum gravitasi, air selalu mengalir dari tempat tinggi menuju
yang lebih tempat rendah. Sepertinya mustahil kalau harus menaikkan air dari sumber
atau alirannya menuju tempat yang lebih tinggi, tanpa bantuan energi listrik atau
bahan bakar minyak (BBM).
Karena itulah berbagai metode dilakukan oleh kelompok-kelompok petani di
berbagai daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan air di hulu misalnya
dengan membuat sumur bor. Namun hal ini menimbulkan permasalahan baru. Selain
memerlukan modal dan biaya operasional yang cukup besar saat dibuat, secara
ekologis sumur bor tidak menguntungkan dalam jangka panjang.

Gambar 1. Pompa Hidram di Lapangan

Melihat kondisi tersebut dikembangkanlah suatu model teknologi sistem


irigasi yang tepat guna dan tentunya akrab dengan lingkungan. Sistem irigasi ini
menggunakan pompa tanpa mesin yang biasa disebut pompa Hidrolik Ram atau
dikenal dengan pompa Hidram
Pompa Hidram merupakan suatu alat yang digunakan untuk menaikkan air
dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi secara automatik dengan
memanfaatkan energi yang berasal dari air itu sendiri. Alat ini sederhana dan efektif
digunakan pada kondisi yang sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk
operasinya. Dalam kerjanya alat ini memanfaatkan tekanan dinamik air yang
ditimbulkan memungkinkan air mengalir dari yang rendah, ke tempat yang lebih
tinggi.
Penggunaan pompa hidram tidak terbatas hanya pada penyediaan air untuk
kebutuhan rumah tangga, tapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air
untuk pertanian, peternakan dan perikanan darat. Di beberapa daerah pedesaan di
Jepang, alat ini telah banyak digunakan sebagai alat penyediaan air untuk kegiatan
pertanian maupun untuk keperluan domestik.
Dalam operasinya, alat ini mempunyai keuntungan dibandingkan dengan jenis
pompa lain, biaya operasinya murah, tidak memerlukanpelumasan, hanya mempunyai
dua bagian yang bergerak sehingga memperkecil terjadinya keausan, perawatannya
sederhana dan dapat bekerja dengan efisien pada kondisi yang sesuai serta dapat
dibuat dengan peralatan bengkel yang sederhana.

B. BAGIAN-BAGIAN DAN PERINSIP KERJA


1. Bagian Utama Pompa Hidram
Bagian-bagian utama Pompa hidram ini terdiri dari:
1. pipa pemasukan (drive pipe)
2. katup limbah (waste valve)
3. pipa pengeluaran atau pipa pengantar (delivery pipe),
4. katup pengantar (delivery valve)
5. katup udara (air valve)
6. ruang udara (air chamber)

Gambar 2. Bagian utama pompa hidram

2. Prinsip dan Cara Kerja Pompa Hidram


Prinsip kerja pompa hidram merupakan proses perubahan energi kinetis aliran
air menjadi tekanan dinamik dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water
hammer) sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa tabung udara. Dengan
mengusahakan supaya katup limbah (waste valve) dan katup pengantar (delivery

valve) terbuka dan tertutup secara bergantian , maka tekanan dinamik diteruskan
sehingga tekanan inersia yang terjadi dalam pipa pemasukan memaksa air naik ke
pipa pengantar.
Air mengalir dari suatu sumber atau sebuah tangki melalui pipa pemasukan
dan keluar melalui katup limbah (gambar 2A). Aliran air yang melalui katup limbah
cukup cepat, maka tekanan dinamik yang merupakan gaya ke atas mendorong katup
limbah sehingga tertutup secara tiba-tiba sambil menghentikan aliran air dalam pipa
pemasukan(gambar 2B. Aliran air yang terhenti mengakibatkan tekanan tinggi terjadi
secara tiba-tiba dalam ram, jika tekanan cukup besar akan mengatasi tekanan dalam
ruang udara pada katup pengantar dengan demikian membiarkan air mengalir ke
dalam ruang udara dan seterusnya ke tangki penampungan (gambar 2CD).

Gambar 3 . Pirinsip kerja pompa hidram


Gelombang tekanan atau hammer dalam ram sebagaian dikurangi dengan
lolosnya air ke dalam ruang udara dan denyut tekanan melompat kembali ke pipa
pemasukan yang mengakibatkan hisapan di dalam badan ram. Hal ini menyebabkan
katup pengantar menutup kembali kan menghalangi mengalirnya air kembali ke
dalam ram. Katup limbah turun atau terbuka dan air dari sumber melalui pipa
pemasukan mengalir ke luar dan siklus tadi terulang lagi.

Sejumlah kecil udara masuk melalui katup udara selama terjadi hisapan pada
siklus tersebut. Air masuk ke dalam ruang udara melalui katup pengantar pada setiap
gelombang air yang masuk ke dalam ruang udara.
Ruang udara diperlukan untuk meratakan perubahan tekanan yang drastis
dalam hidraulik ram. Udara dimanpatkan dalam raung dan secara kontinyu terjadi
pergantian dengan udara baru yang masuk melalui katup udara, sebab ada sebagai
udara, yang telah dimanpaatkan bersama dengan air ke luar melalui pipa pengantar,
dan selanjutnya ke tingkat penampungan.
Pada Gambar 4, diperlihatkan dengan secara sangat sederhana bentuk ideal
dari tekanan dan kecepatan aliran pada ujung pipa pemasukan dan kedudukan katup
limbah selama satu siklus kerja hidram

Gambar 4. Diagram Satu Siklus Kerja Hidram


Sumber : Jahja Hanafie (1979)

Periode 1. Akhir siklus yang sebelumnya, kecepatan air melalui ram mulai
bertambah, air melalui katup limbah yang sedang terbuka, timbul tekanan negative
yang kecil dalam hidraulik ram.
Periode 2. Aliran bertambah sampai maksimum melalui katup limbah yang
terbuka dan tekanan dalam pipa pemasukan juga bertambah secara bertahap.
Periode 3. Katup limbah mulai menutup dengan demikian menyebabkan
naiknya tekanan dalam hidraulik ram. Kecepatan aliran dalam pipa pemasukan telah
mencapai maksimum.
Periode 4. Katup limbah tertutup, menyebabkan terjadinya palu air (water
hammer) yang mendorong air melalui katup pengantar. Kecepatan aliran pipa
pemasukan berkurang dengan cepat.
Periode 5. Denyut tekanan terpukul ke dalam pipa pemasukan, menyebabkan
timbulnya hisapan kecil dalam hidraulik ram. Katup limbah terbuka karena hisapan
tersebut dan juga karena beratnya sendiri. Air mulai mengalir lagi melalui katup
limbah dan siklus hidraulik ram terulang lagi.
C. SISTEM PENGALIRAN
Aliran yang terjadi dari suatu tempat ke tempat yang lain pada suatu system
pemipaan adalah akibat dari adanya perbedaan tinggi tekanan di kedua tempat yang
bisa terjadi karena perbedaan elevasi atau karena digunakan pompa (Triatmodjo,
1993).
Gambar 4 mengilustrasikan bahwa dengan mengabaikan kehilangan tenaga
skunder kecil, maka sepanjang pipa garis tekanan berimpit dengan garis tekanan.
Pada bagian curat garis tenaga dan tekanan memisah, garis tenaga menurun sedikit
sedangkan garis tekanan turun dengan tajam menuju ujung curat hilir di mana
tekanan adalah atmosfir.

Gambar 5 : Pengaliran pipa dengan kolam dan curat


Sumber : Triadmodjo (1993)
Tinggi tekanan efektif yang terjadi pada ujung curat adalah :
H =H s - hf ................................ (1)
Akibat tinggi tekan, H pada curat menimbulkan daya (power) sebesar :
P =.Q.H = .g.Q.H .............................. (2)
dengan Hs adalah tinggi jatuh air dari kolam, dalam meter ; H, tinggi tekanan
pada ujung curat dalam meter ; hf, tinggi kehilangan pada pipa ; , berat jenis air ; ,
rapat masa air dalam t/m3 ; g, percepatan gravitasi dalam m/dt2 ; dan Q adalah debit
air yang keluar dari curat dalam m3/detik.
Apabila pada ujung curat diberikan pompa hidram maka, daya (power) yang
diberikan pompa hidraam adalah :
Ps = . .Qs.H ............................... (3)
dengan P adalah daya pompa dan efisiensi pompa ram, Qs : adalah debit
yang masuk ke dalam pompa

Dengan menggunakan persamaan Hukum kekekalan energi yaitu energi daya


atau daya yang masuk ke pompa (dari curat) adalah sama dengan energi daya yang
dikeluarkan pompa hidram. Pernyataan tersebut secara matematis ditukis dengan :
(Taye, T.,1998).
P s = PD
.. Qs.H = .qd.Hd .................................. (4)
Dengan PD = .qD.h D adalah daya yang diberikan pompa untuk menaikkan air
ke atas, jumlah debit air pada pipa pengantar dalam m3/detik ; hD, tinggi air pengantar
dalam meter ; Qs dan Hs masing-masing adalah jumlah debit pemasukan dan tinggi
kolam pemasukan terhadap katup pompa hidram.

Gambar 6 : Tipikal instalasi pompa hidram


Sumber : Taye, T., (1998)

DAFTAR PUSTAKA

Sihimbing, Manator. Pompa Hidram. 15 Maret 2015. http://edukasi.kompasiana


.com/2014/01/21/ pompa-hidram-629427.html.
_____________. Pompa Hidram. 15 MAret 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/
Pompa_hidram.
Fatma, Agustina. Konsep Dasar Fisika Pada Pompa Hidram. 15 Maret 2015. http://
agustinfatma. blogspot.com/2013/10/konsep-dasar-fisika-pada-pompahidram.html