Anda di halaman 1dari 38

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN

USAHA BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KUE KERING


LABU KUNING (Cucurbita moschata)

Disusun Oleh :
Kelompok
Anggota :

:
1. Danang Kristiyanto
2. Izma Ghufi Al Falahi
3. Muchammad Fatchur Rizza
4. Puri Eka Dewi Fortuna
5. Zeny Ardina

05.1.4.15.0500
05.1.4.15.0549
05.1.4.15.0552
05.1.4.15.0557
05.1.4.15.0563

KEMENTRIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
YOGYAKARTA

2015

LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
USAHA BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KUE KERING
LABU KUNING (Cucurbita moscahata )
2015
OLEH :
DANANG KRISTIYANTO
IZMA GHUFI AL FALAHI
MUCHAMMAD FATCHUR RIZZA
PURI EKA DEWI FORTUNA
ZENY ARDINA

05.1.4.15.0500
05.1.4.15.0549
05.1.4.15.0552
05.1.4.15.0557
05.1.4.15.0563

Menyetujui :
Pembimbing I

Tanggal :

R. Hermawan. SP, MP
NIP. 19711110 199903 1 001
Ketua STPP Magelang

Tanggal :

Drs. Gunawan Yulianto, MM, MSi


NIP. 19590703 198001 1 001

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Proposal Kewirausahaan ini dengan judul Usaha Budidaya dan Pengolahan Labu
Kuning (Cucurbita moschata).
Dalam penyusunan proposal ini kami juga menyadari bahwa tanpa
bantuan dari berbagai pihak tidak mungkin kegiatan ini nantinya akan
terselenggara, untuk itu atas segala bantuan yang telah dan akan diberikan demi
terwujudnya usaha budidaya dan pengolahan ini hendaknya kami mengucapkan
terimakasih kepada :
1. ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya yang senantiasa memberikan keyakinan yang tinggi
atas Kekuasaan-Nya.
2. Bapak Drs. Gunawan Yulianto, MM., MSi selaku Ketua STPP
Magelang.
3. Bapak R.Hermawan, SP., MP selaku dosen pembimbing dan
narasumber kami, yang telah memberikan pengarahan, bimbingan
serta petunjuk hingga terselesainya proposal ini.
4. Bapak dan Ibu dosen Pembimbing STPP Magelang Jurusan
Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta yang telah memberikan
petunjuk demi terwujudnya kegiatan ini .
5. Orang tua dan keluarga kami atas dukungan dan doanya yang
senantiasa mengiringi langkah dan dorongan semangat dalam
pembuatan proposal ini.
6. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik material
maupun non-material yang berguna bagi penyusunan.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih banyak


kekeliruan dimana-mana baik dari ejaan hingga isi bacaan, sehingga wajar apabila
proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun sangat kami harapkan.
Akhirnya kami berharap agar proposal ini dapat disetujui demi
terselenggaranya kegiatan ini.
Yogyakarta, September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul........................................................................................i
Lembar Pengesahan...............................................................................ii
Kata Pengantar......................................................................................iii
Daftar Isi................................................................................................v
Daftar Tabel..........................................................................................vi
Daftar Gambar.....................................................................................vii
Daftar Lampiran.................................................................................viii
Bab I Pendahuluan.................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................1
1.2 Tujuan........................................................................................2
1.3 Manfaat.....................................................................................3
Bab II Tinjauan Pustaka.........................................................................4
2.1 Sejarah........................................................................................5
2.2 Klasifikasi..................................................................................6
2.3 Kandungan Gizi dan Manfaat....................................................7
2.4 Syarat Tumbuh...........................................................................8
2.5 Kultur Teknis..............................................................................8
2.6 Pengolahan hasil........................................................................8
Bab III Pelaksanaan...............................................................................9
3.1 Waktu dan Tempat....................................................................10
3.2 Alat dan Bahan.........................................................................11
3.3 Jadwal Kegiatan.......................................................................11
3.4 Rencana Anggaran Biaya.........................................................12
3.5 Rencana Analisis Usaha...........................................................11
Bab IV Penutup....................................................................................12
4.1 Saran........................................................................................13
4.2 Kesimpulan..............................................................................14
4.3 Kalimat Penutup.......................................................................15
Daftar Pustaka......................................................................................19
Lampiran..............................................................................................18

DAFTAR TABEL
Halaman
Halaman Judul........................................................................................i
Lembar Pengesahan...............................................................................ii

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Labu........................................................................................................i
Lembar Pengesahan...............................................................................ii

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Analisis SWOT.......................................................................................i
Rencana Jadwal Kegiatan......................................................................ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pumpkin atau Labu Kuning merupakan

tanaman

yang dapat

tumbuh pada segala cuaca dan topografi lahan. Dewasa ini tanaman yang
memilik daya adaptif baik pada kondisi hangat bertemperatur 18 - 27 oC ini
mulai dikembangkan sebagai sumber pangan alternative baik dalam
pencangan gerakan keanekaragaman pangan sebagai usaha peningkatan
ketahanan pangan maupun berbagai olahan diversifikasi pangan non beras.
Tanaman yang memiliki ordo Cucurbitales ini merupakan
golongan

tanaman

perdu

yang

tumbuh

menjalar

dan

mudah

dibudidayakan. Pertumbuhanya akan maksimal pada ketinggian 1 1500


mdpl di daerah tropis pada kondisi tanah yang gembur, subur dan tidak
banyak mengandung air. (Hendro Sunaryono, 1990)
Walau tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan dan tidak
membutuhkan perawatan yang sulit namun masih belum banyak petani
yang tertarik untuk membudidayakan tanaman yang disebut Labu Parang
di tanah Sunda ini. Seringkali kita temui tanaman ini dijadikan sebagai
tanaman sela di pekarangan dan tegalan. Padahal harga buahnya cukup
mahal hingga Rp8.000/kg dan buahnya dapat disimpan dalam kurun waktu
yang lama. (Pradana Putra, 2015)
Berbagai manfaat dan kandungan gizi dalam buah yang eksotis ini
membuatnya menjadi salah satu tanaman hortikultura yang istimewa.
Dimulai dari kandungan betakarotenya yang tinggi bermanfaat sebagai
antioksidan bagi kulit, mencegah kerusakan sel, memerangi kulit
berjerawat, memproduksi sel kulit baru dan membuat warna kulit terlihat
lebih muda.

Kemudian manfaat daging buahnya yang dapat diolah

menjadi berbagai macam panganan yang legit dan unik. Bijinyapun dapat
diolah menjadi kuaci yang memiliki fungsi ganda sebagai obat pencahar
dan cacing perut. Tak mau ketinggalan batang dan daunya yang masih
muda sering dimanfaatkan masyarakat sebagai kudapan sayuran dan lauk
makan. (Y udo Sudarto,1993)
Oleh karena itu kami bermaksud untuk membudidayakan tanaman
Cucurbita moscahata pada kegiatan kewirausahaan yang merupakan
rangkaian kegiatan praktik pada mata kuliah perencanaan usaha agribisnis.
Adapun Praktik Kewirausahaan merupakan kegiatan belajar mengajar
siswa dalam rangka situasi nyata dilapangan untuk mendapat pengalaman
berusaha dalam bidang pertanian sesuai dengan progam studi.
Pengalaman dalam Praktik Kewirausahaan ini dimaksudkan agar
mahasiswa dapat menghadapi dan memberikan solusi pada permasalahan
nyata yang dihadapi lapangan. Disamping itu mahasiswa sebagai calon
penyuluh pertanian dituntut wajib dapat menampilkan usaha tindak lanjut,
pengelolaan manajemen agribisnis, dan pengembangan prospek usaha
dengan baik berkenaan dengan pengembangan usaha kelompok tani
kedepanya.
1.2. Tujuan
Mendorong peningkatan wawasan usaha tani di bidang budidaya
tanaman

hortikultura

dan tanaman pangan. Melatih mahasiswa

melakukan kegiatan di unit usaha. Meningkatkan kreatifitas mahasiswa


dalam budidaya. Membandingkan ilmu teori dengan ilmu terapan.
Mencoba menghasilkan produk pertanian yang unggulan.
1.3. Manfaat
Manfaat kegiatan kewirausahaan ini adalah dapat memberikan
pengalaman belajar praktis dalam kehidupan nyata sebagai wirausahawan
muda dibidang pertanian. Dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa

dalam melakukan budidaya tanaman hortikultura. Serta dapat melakukan


kegiatan promosi hasil pertanian yang akan dipasarkan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sejarah
Labu kuning berasal dari Benua Amerika terutama di Negara Peru
dan Meksiko. Banyak yang beranggapan bahwa Labu kuning ini berasal
dari Ambon Indonesia, tapi hal tersebut tidak benar. Di Benua Amerika
labu kuning menyebar ke setiap penjuru dunia, kini labu kuning banyak
dijumpai di Negara-negara tropis seperti Filipina, Malaysia dan beberapa
Negara tropis di Afrika seperti Karibia. Masyarakat Internasional
mengenal Labu ini dengan sebutan Pumpkin atau Winter squash
sedangkan di Indonesia sendiri sering disebut Waluh (Jawa). Tanaman
labu kuning sudah dikenal dan dibudidayakan sejak bertahun-tahun
sebelum masehi. Bahkan suku Bangsa Indian memanfaatkannya sebagai
makanan utama. (Endrah 2010)
2.2. Klasifikasi
Berikut adalah Klasifikasi Ilmiah Tanaman Labu Kuning :
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Cucurbitales

Family

: Cucurbitaceae

Genus

: Cucurbita

Species

: Cucurbita moschata L

2.3. Kandungan Gizi dan Manfaat


Berikut kami sajikan tabel kandungan gizi labu kuning.
Tabel 1. Hasil analisis kandungan gizi daging, daun dan biji labu per 100g.

(Arninda Mahar, 2005 dalam Ekstraksi dan Pengeringan Waluh


untuk Mendapatkan Produk Fine Powder)
2.4. Syarat Tumbuh
Tanaman labu kuning dapat tumbuh ditempat yang berhawa panas
dan dingin. Iklim yang kering, di daerah dengan ketinggian 1 sampai
dengan 1.500 mdpl. Menghendaki tanah yang subur dan gembur . Di
tempat yang agak tandus tanaman ini dapat tumbuh asalkan dipupuk
dengan pupuk kompos atau pupuk kandang secukupnya.
2.5. Kultur Teknis
2.5.1.

Penyemaian

Penyemaian dilakukan dengan tujuan untuk membibitkan


biji waluh yang telah terseleksi mutu dan kualitasnya . Benih
ditanam pada media tanam pembibitan berupa tanah , kompos , dan
pasir dengan perbandingan 1:1:1 ditempatkan pada pottray / media
pembibitan kemudian biji ditanam 2-3 cm dari permukaan media
setelah itu disiram untuk menjaga kelembaban.
2.5.2.

Pengolahan Tanah
Setiap tanaman labu parang membutuhkan satu lubang

penanaman dengan diameter 25 cm dan dalamya 20 cm.Setiap


lubang tanaman harus diisi dengan pupuk kandang atau kompos
sebanyak 5 kg. Kompos atau pupuk kandang itu harus dicampur
dengan tanah galian sehingga menjadi gundukan kecil.
2.5.3.

Penananaman
Seminggu setelah lubang tanaman itu dibuat, maka disetiap

gundukan tanah dan pupuk itu dibenamkan 1 bibit labu. Bibit


labu itu ditanam, harus ditaburi dengan abu sekam atau abu dapur
sebagai penolak hama bekicot dan cacing. Pemakaian abu dapur
dilakukan sampai tanaman tumbuh setinggi 25 cm.
2.5.4.

Perawatan
2.5.1.1.

Penyiangan
Penyiangan rumput perlu dilakukan 2-3 kali yaitu

pada waktu tanaman berumur 10hst, 21hst dan 42hst.


2.5.1.2.

Pembumbunan
Membunbun tanaman dilakukan 2 kali yaitu pada

waktu tanaman berumur 21hst dan 42hst.


2.5.1.3.

Pengendalian OPT

Hama ulat grayak (Spodoptera litura) dapat


menghabiskan daun labu. Tanda serangan bisa dilihat pada
bekas gigitan yang sering hanya meninggalkan tulang daun
saja. Serangan ulat dilakukan malam hari. Waktu siang hari
ulat bersembunyi dalam tanah. Untuk pencegahannya,
gulma di sekitar tanaman harus dibersihkan. Selain itu,
lakukan penyemprotan sedini mungkin dengan Azodrin,
dosisnya 2 cc/l, Kepik Leptoglossus australis menyerang
buah labu. Bila hujan, bekas tusukan hama ini akan terkena
air hujan sehingga mudah dimasuki oleh cendawan.
Akibatnya

buah

menjadi

lembek

dan

busuk.

Bila

menyerang daun, bagian tengah tanaman atau seluruhnya


menjadi kering. Penyemprotan dengan Azodrin seperti
dosis di atas juga mampu mengatasi serangan kepik. Lalat
buah yang sering menyerang semangka adalah musuh
tanaman labu juga. Bila telumya sudah masuk ke dalam
buah maka buah sulit untuk dikonsumsi lagi. Pada belahan
buah sering ditemui ulat-ulat kecil dari telur yang sudah
menetas. Akibat lainnya, bila menyerang batang, bagian
batang membengkak seperti bisul. Untuk mencegah
serangan, kebersihan lahan harus dijaga. Selain itu, buah
diberongsong dengan kertas, daun pisang, atau plastik.
Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman labu
ialah

penyakit

layu.

Penyebabnya

ialah

cendawan

Fusarium sp. Bibit yang baru tumbuh dan tanaman yang


masih muda mudah sekali terserang. Mula-mula ujung daun
layu, kemudian mengerut, dan akhirnya kering. Bila
tanaman yang terserang dalam areal masih sedikit, cabut
tanaman tersebut dan musnahkan. Penyemprotan Benlate 2
g/l air ke tanaman serta di bekas tanah tempat tanaman
terkena akan membantu kesehatan tanaman yang lain.

2.5.5.

Pemupukan
Kalau tanaman labu parang dibiarkan tumbuh dan

berproduksi lebih dari 6 bulan, maka setiap 3 bulan sekali perlu


diberi tambahan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg.
Tanaman waluh membutuhkan pupuk disamping pupuk kandang
juga diperlukan pupuk anorganik yakni pupuk NPK guna
memperbaiki pertumbuhan dan menaikan hasil buah. Dosis
pupuk NPK berkisar 600 800 kg/ha dengan perbandingan 5 : 10
: 10. Pupuk kandang diberikan pada saat pengolahan tanah yakni
dicampur dengan tanah kemudian dimasukan dalam lubang
tanam.

Untuk

menjaga

kesuburan,

dosis

pupuk

yang

direkomendasikan 100 kg/ha N, 40 kh/ha P dan 80 kg/ha K.


2.5.6 Pemanenan Panen
Pertama dilakukan pada umur 50-60 hari setelah tanam,
dan untuk berikutnya dilakukan dengan interval 2-3 kali setiap
minggu. Tanaman waluh dapat di panen mulai buah yang masih
muda sebelum kulitnya keras, buah ini dapat dipanen pertama
pada umur 7 8 minggu kemudian pembuahan berlangsung terus
selama beberapa minggu, produksi rata rata dapat mencapai 7
12 ton per hektar. Buah tua dapat dipanen pada umur 3 4 bulan
dan hasilnya dapat mencapai 25 ton per hektar.
2.5.6.

Pasca Panen
Buah setelah dipanen dapat disimpan pada suhu 30

38oC selama dua minggu untuk mengeraskan kulitnya, kemudian


dapat disimpan baik pada suhu 13 200 C. Tentang gangguan
hama dan penyakit pada tanaman waluh baik dikebun maupun
pada buah yang telah dipanen tidak serius bahkan bisa dibilang
tidak berpengaruh/tidak ada Untuk kebutuhan benih dilakukan
dengan cara memanen pada saat buah mulai menguning dan
tangkai buahnya mengering. Pembuatan benih dilakukan dengan

cara memotong melintang, kemudian bijinya dicuci bersih.


Setelah itu biji dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari
hingga kadar airnya mencapai 8-10%.
2.6. Pengolahan Hasil
2.6.1.

Pembuatan Selai Waluh


Kupas labu, bersihkan bagian dalam labu keluarkan bijinya,

ingat jangan dibuang karena dapat diolah menjadi kwaci biji


labu. Cuci bersih dagingnya kemudian parut labu kuning dan
pisahkan hasil parutan menjadi dua bagian, bagian pertama
diolah menjadi selai dan bagian kedua menjadi sari labu.
Untuk bagian pertama yang diolah menjadi selai, masukan
daging labu parut kedalam wajan kemudian masak dan
campurkan gula. Aduk-aduk hingga mencampur dan mengental.
Bila selai sudah kental dan berubah warna, angkat adonan itu dari
atas wajan kemudian tiriskan.
Adapun untuk bagian kedua yang akan dijadikan diambil
sarinya, maka letakkan daging waluh di atas tempat penyaringan
atau kain putih. Kemudian peras atau saring daging labu tersebut.
Untuk ampas labu dapat kita olah lagi menjadi geplak labu.
2.6.2.

Pembuatan Adonan
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Masukkan 6

butir telur, 250ml sari waluh, 2 sendok room butter, dan 1


kantong gula tepung ke dalam baskom pertama lalu di aduk
menggunakan mixer. Kemudian masukkan 1kg tepung terigu, 2
sendok tepung maizena, dan 2 sendok susu bubuk ke dalam
baskom kedua. Aduk rata menggunakan sendok.
Ambil sedikit campuran dari baskom pertama begitu juga
campuran dari baskom kedua. Letakkan pada baskom ketiga.
Aduk rata hingga menjadi sebuah adonan yang bagus. Bentuk

adonan sesuai keinginan dan isi dengan selai waluh. Ulangi lagi
sampai adonan habis.
Letakkan pada loyang yang telah dilumuri mentega untuk
menghindari kelengketan pada saat kue matang. Susun rata.
Kemudian olesi seluruh permukaan kue dengan kuning telur.
Masukkan loyang ke dalam oven bersuhu 2000C selama 30
menit. Angkat dinginkan lalu masukkan ke dalam toples.

10

BAB III
PELAKSANAAN
3.1. Waktu dan Tempat
Penyelenggaraan usaha budidaya tanaman labu ini akan kami
lakukan pada bulan Oktober 2015 Januari 2016. Akan dilaksanakan di
Kebun Praktik Celeban STPP Jurluhtan Yogyakarta dengan luas areal
budidaya 200 m2 dan akan ditanami kurang lebih 4000 tanaman labu.
Pada lahan tersebut sangat cocok ditanami labu karena memiliki tanah
yang gembur dan subur, memilki pH tanah 6,5o dan suhu tempat 2735C.
Adapun pengolahan buah labu sendiri akan kami lakukan pada bulan
yang sama yaitu pada bulan Oktober 2015 Januari 2016. Sedangkan
untuk tempat pelaksanaanya berada di Laboratorium Pengolahan Hasil
Pertanian serta Laboratorium Bioteknologi dan Pengolahan Limbah STTP
Jurluhtan Yogyakarta.

3.2. Alat dan Bahan


3.2.1.

Budidaya

Alat dan bahan yang dibutuhkan pada proses budidaya tanaman labu kuning
ini antara lain :
Tabel
2. Alat dan
bahan

No
1

Alat
Cangkul

Jumlah
2

Bahan
Benih

Sabit

Pupuk Kandang

Pot Tray

10

Pupuk Kompos

budidaya

Tugal

Pupuk NPK

tanaman

Perfurator

Turus

labu.

Gunting Panen

Mulsa

Gunting Pangkas

Dolomit

Pisau

11

Jumlah
4000

3.2.2.

Pengolahan Kue Kering


Alat dan bahan yang dibutuhkan pada proses pengolahan

kue kering labu kuning ini antara lain :


Tabel 2. Alat dan bahan pengolahan kue kering labu
kuning.
No
1

Alat
Oven

Jumlah
1

Bahan
Tepung Terigu

Jumlah
1kg

Mentega

0.25kg

Mixer
Panci

Telur

1kg

Solet

Pumpkin

1buah

Pisau

Gula Pasir

1kg

Gunting

Ovalet

1pcs

Serbet

Pewarna Makanan

1botol

Loyang

Baskom

12

3.3.

Jadwal Kegiatan
Kegiatan ini sudah dan akan berlangsung pada tanggal 25 September 2015

hinngga 31 Januari 2016. Dengan rencana kegiatan sebagaimana telah kami


No Jadwal Kegiatan
Penyusunan Rencana Usaha dan Pembuatan
1
Proposal
2
Konsultasi dan Pengumpulan Proposal
3
Survey Lahan dan Laboratorium
4
Persiapan Persemaian
5
Penyemaian Benih
6
Penyiraman Bibit dan
7
Pengolahan Tanah
8
Pemberian Pupuk Dasar
9
Survey Pasar
10 Penanaman
11 Pemupukan Pertama
12 Pemupukan Kedua
Perawatan (Pembumbunan, Pengendalian
13
OPT, Penyiraman, Penalian Sulur)
14 Panen dan Pasca Panen
15 Pemasaran Pertama
16

Pengolahan Kue Kering Labu Kuning

17
18

Pemasaran Kedua
Sampling Kepuasan Pelanggan
cantumnkan pada tabel berikut.

Tanggal
25 September 4
Oktober 2015
5 7 Oktober 2015
8 Oktober 2015
9 Oktober 2015
10 Oktober 2015
11 20 Oktober 2015
11 13 Oktober 2015
13 Oktober 2015
14 15 Oktober 2015
20 Oktober 2015
10 November 2015
30 November 2015
20 Oktober 2015 31
Januari 2016
25 Desember 2015
26 Desember 2015
1 November 2015 15
Januari 2016
1 Januari 2016
5 Januari 2016

13

Tabel 3. Jadwal kegiatan usaha budiadaya dan pengolahan labu


kuning.

3.4. Rencana Anggaran Biaya


3.4.1.

Budidaya Labu Kuning

Biaya Tetap Budidaya Labu Kuning


Biaya tetap adalah biaya yang tidak perubahan selama
proses produksi. Biaya tetap produksi Budidaya Labu Kuning di
Kebun Celeban Kecamatan Tahunan STPP Jurluhtan Yogyakarta
terdiri dari Tenaga Kerja dan Perawatan Alat.
No Uraian
Volume
Satuan
Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Tenaga Kerja
a.Pembibitan
1
HOK
20.000
20.000
b.Pengolahan Tanah
3
HOK
20.000
60.000
c.Penanaman
2
HOK
20.000
40.000
d.Perawatan
10
HOK
20.000
200.000
e.Pemanenan
5
HOK
20.000
100.000
2 Perawatan Alat (2%)
a.Cangkul
3
buah
70.000
4.200
b.Pisau
2
buah
12.500
500
c.Pot Tray
2
buah
20.000
800
d.Sabit
5
buah
30.000
3.000
e.Gunting Panen
5
buah
20.000
2.000
f .Gunting Pangkas
5
buah
20.000
2.000
Total Biaya
432.500
Tabel 4. Biaya Tetap Produksi Budidaya Labu Kuning di
Kebun Celeban Kecamatan Tahunan STPP Jurluhtan Yogyakarta.
Berdasarkan Tabel 4 menunjukan biaya tetap produksi
Budidaya Labu Kuning sebesar Rp432.500 yang terdiri dari
Tenaga Kerja, Perawatan Alat (Cangkul, Pisau, Pot Tray, Sabit,
Gunting Panen dan Gunting Pangkas)

14

Biaya Variable Budidaya Labu Kuning


Biaya

variable

merupakan

biaya

yang

mengalami

perubahan selama proses Budidaya Labu Kuning. Biaya variabel


dalam proses Budidaya Labu Kuning di Kebun Celeban
Kecamatan Tahunan STPP Jurluhtan Yogyakarta terdiri dari
berbagai bahan habis pakai selama proses produksi. Besarnya
biaya variabel Budidaya Labu Kuning, dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Biaya Variabel Budidaya Labu Kuning di Kebun
Celeban Kecamatan Tahunan STPP Jurluhtan Yogyakarta.
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Uraian
Mulsa
Benih Pumpkin
Pupuk Kandang
Kompos
Dolomit
Pupuk NPK
Bambu (d 5cm)
Bambu (d 10cm)
Total Biaya

Volume
20
2
50
50
5
50
20
20

Satuan
m
pcs
kg
kg
kg
kg
batang
batang

Harga (Rp)
10.000
25.000
300
2.000
2.000
5.000
5.000
10.000

Jumlah (Rp)
200.000
50.000
15.000
100.000
10.000
250.000
100.000
200.000
925.000

Berdasarkan Tabel 5 menunjukan bahwa biaya variable


Budidaya Labu Kuning sebesar Rp925.000,- yang terdiri dari
Mulsa, Benih, Pupuk Kandang, Dolomit, Pupuk NPK, dan
Bambu.

15

3.4.2.

Pengolahan Kue Kering Labu Kuning

Biaya Tetap Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Biaya tetap adalah biaya yang tidak perubahan selama
proses produksi. Biaya tetap Pengolahan Kue Kering Labu
Kuning Labu Kuning di Laboratorium Pengolahan Hasil
Pertanian STPP Jurluhtan Yogyakarta terdiri dari Tenaga Kerja
dan Perawatan Alat.
Tabel 6. Biaya Tetap Pengolahan Kue Kering Labu Kuning
Labu Kuning di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian STPP
Jurluhtan Yogyakarta.

No Uraian
1 Tenaga Kerja
2 Perawatan Alat (2%)
a.Oven
b.Mixer
c.Panci
d.Solet
e.Pisau
f.Gunting
g.Serbet
i.Loyang
j.Baskom
k.Kuas
Total Biaya

Volume
2

Satuan
HOK

1
1
1
2
1
1
4
4
1
2

perangkat
perangkat
buah
buah
buah
buah
lembar
buah
buah
buah

16

Harga (Rp)
20.000

Jumlah (Rp)
40.000

300.000
200.000
50.000
3.000
12.500
5.000
2.000
15.000
10.000
2.500

6.000
4.000
1.000
120
250
100
160
1.200
200
100
53.130

Berdasarkan Tabel 6 menunjukan biaya tetap Pengolahan


Kue Kering Labu Kuning Labu Kuning sebesar Rp53.130 yang
terdiri dari Tenaga Kerja, Perawatan Alat (Oven, Mixer, Panci,
Solet, Pisau, Gunting, Serbet, Loyang, Baskom, dan Kuas).

Biaya Variable Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Biaya

variable

merupakan

biaya

yang

mengalami

perubahan selama proses Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Labu Kuning. Biaya variabel dalam proses Pengolahan Kue
Kering Labu Kuning Labu Kuning di Laboratorium Pengolahan
Hasil Pertanian STPP Jurluhtan Yogyakarta terdiri dari berbagai
bahan habis pakai selama proses produksi. Besarnya biaya
variabel Pengolahan Kue Kering Labu Kuning Labu Kuning,
dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Biaya Variabel Pengolahan Kue Kering Labu
Kuning Labu Kuning di Laboratorium Pengolahan Hasil
Pertanian STPP Jurluhtan Yogyakarta.

No
1
2
3
4
5
6
7

Uraian
Tepung Terigu
Mentega
Telur
Pumpkin
Gula Pasir
Ovalet
Pewarna Makanan
Total Biaya

Volume
1
0,25
1
5
1
1
1

Satuan
Kg
Kg
Kg
Kg
Kg
Pcs
botol

17

Harga (Rp)
8.000
40.000
20.000
2.000
10.000
5.000
10.000

Jumlah (Rp)
8.000
10.000
20.000
10.000
10.000
5.000
10.000
73.000

Berdasarkan Tabel 7 menunjukan bahwa biaya variable


Pengolahan Kue Kering Labu Kuning Labu Kuning sebesar
Rp73.000,- yang terdiri dari Tepung Terigu, Mentega, Telur,
Pumpkin, Gula Pasir, Ovalet dan Pewarna Makanan.
No Uraian
Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Total Biaya Tetap
485.630
Biaya Tetap Budidaya Labu Kuning
432.500
Biaya Total Pengolahan Kue Kering
53.130
2 Total Biaya Variabel
998.000
Biaya Variabel Budidaya Labu Kuning
925.000
Biaya Variabel Pengolahan Kue Kering
73.000
Total Biaya
1.484.630
Tabel 8. Total Biaya Tetap, Biaya Variabel dan Total Biaya
Produksi Usaha Budidaya dan Pengolahan Kue KeringLabu
Kuning di STPP Jurluhtan Yogyakarta.

Berdasarkan Tabel 8 menunjukan bahwa biaya tetap, biaya


variabel dan biaya produksi Usaha Budidaya dan Pengolahan
Kue Kering Labu Kuning Labu Kuning sebesar Rp1.484.630,- .

3.5. Analisis Kelayakan Usaha


3.5.1.

Budidaya Labu Kuning

Total Biaya Produksi Budidaya Labu Kuning


Total biaya produksi ialah hasil penjumlahan biaya tetap
dan biaya variable. Adapun Total biaya produksi Budidaya Labu
Kuning diperoleh dari perhitungan berikut:
18

Total Biaya Produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp432.500 + Rp925.000
= Rp1.357.500,Total Penerimaan Budidaya Labu Kuning
Penerimaan tunai usaha tani ( farm receipt ) adalah nilai
uang

yang

diterima

dari

penjualan

produk

usaha

tani

(Soekarwati, 2006). Penerimaan usaha tani adalah perkalian


antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini
dapat dituliskan sebagai berikut :
TR (Total Revenue) = Y x Py
Total Penerimaan

= Hasil Produksi x Harga Jual


= 1500 kg Rp2.000
= Rp3.000.000

Pendapatan / Keuntungan
Menurut Soekarwati, 2006, pendapatan tunai usahatani
(farm net cash flow) adalah selisih antara penerimaan tunai
usahatani dan pengeluaran tunai usahatani. Pendapatan usahatani
adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Rumus
pendapatan usahatani :
Pendapatan

= Total Revenue Total Cost

Keuntungan

= Total Penerimaan Total Biaya Produksi


= Rp3.000.000 - Rp1.357.500
= Rp1.624.500

Hasil analisis Penerimaan, Total Biaya Produksi dan


Pendapatan

Budidaya

Labu

Kuning

di

STPP Jurluhtan

Yogyakarta dapat dilihat pada Tabel 10.


Tabel
Pendapatan

10.

Total

Budidaya

Yogyakarta.

19

Biaya
Labu

Produksi,
Kuning

di

Penerimaan

dan

STPP Jurluhtan

No Uraian
1 Total Penerimaan
a.Hasil Produksi
b.Harga Jual

Volume

Satuan

1.500

kg

Harga (Rp)

Jumlah (Rp)
3.000.000

2.000

2 Total Biaya Produksi


a.Total Biaya Tetap
b.Total Biaya
Variabel
3 Pendapatan

3.5.2.

1.357.500
432.500
925.000
1.624.500

Pengolahan Kue Kering Labu Kuning

Total Biaya Produksi Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Total biaya produksi ialah hasil penjumlahan biaya tetap
dan biaya variable. Adapun Total biaya produksi Budidaya Labu
Kuning diperoleh dari perhitungan berikut:
Total Biaya Produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp53.130 + Rp 73.000
= Rp126.130,-

Total Penerimaan Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Penerimaan tunai usaha tani ( farm receipt ) adalah nilai
uang

yang

diterima

dari

penjualan

produk

usaha

tani

(Soekarwati, 2006). Penerimaan usaha tani adalah perkalian


antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini
dapat dituliskan sebagai berikut :
20

TR (Total Revenue) = Y x Py
Total Penerimaan

= Hasil Produksi x Harga Jual


= 10 Toples Rp27.500
= Rp275.000,-

Pendapatan / Keuntungan Pengolahan Kue Kering Labu Kuning


Menurut Soekarwati, 2006, pendapatan tunai usahatani
(farm net cash flow) adalah selisih antara penerimaan tunai
usahatani dan pengeluaran tunai usahatani. Pendapatan usahatani
adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Rumus
pendapatan usahatani :
Pendapatan

= Total Revenue Total Cost

Keuntungan

= Total Penerimaan Total Biaya Produksi


= Rp275.000 Rp126.130
= Rp148.870

Hasil analisis Penerimaan, Total Biaya Produksi dan


Pendapatan Pengolahan Kue Kering Labu Kuning di STPP
Jurluhtan Yogyakarta dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel

11.

Total

Biaya

Produksi,

Penerimaan

dan

Pendapatan Pengolahan Kue Kering Labu Kuning di STPP


Jurluhtan Yogyakarta.

21

No Uraian
1 Total Penerimaan
Budidaya Labu Kuning
Pengolahan Kue Kering Labu Kuning

Harga (Rp)

Jumlah (Rp)
3.275.000

3.000.000
275.000

2 Total Biaya Produksi


Budidaya Labu Kuning
Pengolahan Kue Kering Labu Kuning
3 Total Pendapatan
Budidaya Labu Kuning
Pengolahan Kue Kering Labu Kuning
Satua
No Uraian
Volume
n
1 Total Penerimaan
a.Hasil Produksi
10
toples
b.Harga Jual

1.501.630
1.375.500
126.130
1.773.370
1.624.500
148.870
Harga (Rp)

Jumlah (Rp)
275.000

27.500

2 Total Biaya Produksi


a.Total Biaya Tetap
b.Total Biaya
Variabel
3 Pendapatan

126.130
53.130
73.000
148.870

3.5.3.

Total Biaya
Berdasarkan Hasil analisis Penerimaan, Total Biaya Usaha

Produksi dan Pendapatan Budidaya dan Pengolahan Kue Kering


Labu Kuning di STPP Jurluhtan Yogyakarta dapat disimpulkan
bahwa

Usaha

Produksi

dan

Pendapatan

Budidaya

dan

Pengolahan Kue Kering Labu Kuning terbukti menghasilkan


keuntungan yang memuaskan. Adapun Total Biaya Gabungan
dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Total Biaya Produksi, Penerimaan dan Pendapatan Usaha
Budidaya dan Pengolahan Kue Kering Labu Kuning di STPP Jurluhtan
Yogyakarta.

3.5.4.

R/C

22

R/C Rasio adalah Perbandingan antara total penerimaan


dengan

biaya

produksi.

Sebuah

usaha

dinyatakan

menguntungkan apabila R/C rasionya lebih dari satu. Adapun


rumus perhitunganya sebagai berikut :
R/C = Total Revenue
Total Cost

= Total Penerimaan___
Total Biaya Produksi
= 3.275.500
1.501.630
= 2,18

3.5.5.

O/I
Output Input Rasio adalah Perbandingan antara Output

Total / Penerimaan dan Input Total tidak tetap (biaya variabel).


Usaha dinyatakan layak apabila besarnya O/I Ratio lebih besar
daripada satu.
O/I = Total Output / Total Revenue_____
Total Variable Input / Variable Cost

= Total Penerimaan___
Total Biaya Variabel
= 3.275.500
998.000
= 3,28

23

3.5.6.

ROI
ROI (Return on Invesmen) artinya Pengembalian Atas

investasi yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan


laba / keuntungan.

Apabila

ROI (%) lebih besar dari suku

bunga bank (Bunga Tabungan), maka usaha itu layak untuk


dijalankan. ROI dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

ROI = Keuntungan / Laba Usaha x100%


Modal Usaha
= 1.773.370 x 100%
1.501.630
= 1.18 x 100%
= 118%

24

BAB I V
PENUTUP

4.1.

Kesimpulan
Dari semua bab yang telah dibahas, dapat dsimpulkan bahwa yang

diharapkan dalam kegiatan usaha budidaya tanaman labu ini maka


pelaksanaanya harus sesuai dengan teknik budidaya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan usaha ini dapat meningkatkan
ketrampilan mahasiswa dalam dalam berbudidaya dan menumbuhkan
jiwa-jiwa kewirausahaan yang akan berguna di masa depan.

4.2.

Saran
Saran terutama dari kami sampaikan kepada para petani khususnya

budidaya tanaman labu, supaya dalam pengelolaanya hati-hati dan


mengikuti petunjuk sesuai dengan ketentuan yang telah di benarkan,
sehingga hasil yang diperoleh memenuhi syarat kebutuhan.
Semoga dapat memberi dorongan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya yang ada khususnya dalam budidaya tanaman labu dan
pemasarannya.

4.3.

Kalimat Penutup
Demikian proposal ini dibuat untuk diajukan dan semoga proposal

usaha budidaya labu ini dapat didukung sekaligus dapat dijadikan


tanbahan ilmu pengetahuan terutama pada uasaha pembudidayaan
tanaman labu
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam pembuatan proposal ini dan kami juga meminta maaaf
apabila dalam penulisan kata ataupun ada kesalahan dalam pembuatan
proposal ini Selanjutnya, kami berharap agar kegiatan usaha budidaya
tanaman labu ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat respon
25

yang baik dari semua pihak yang mendukung usaha ini. Sekian dan
terimakasih

26

DAFTAR PUSTAKA
http://qiqirosada.blogspot.co.id/2014/03/budidaya-labu-kuning.html 28/9/2015
http://endrah.blogspot.co.id/2010/03/labu-kuning-cucurbita-moschata.html
26/9/2015
Sudarto, Yudo. 1993. Budidaya waluh. Penerbit kanisius. Yogyakarta. 48
halaman.
Sunaryono, Hendro dkk. 1990. Kunci Bercocok Tanam Sayur-sayuran penting
di Indonesia. Sinarbaru.bandung.154 halaman.
Soedirjo, atmojo MD. 1986. Bertanam sayuran buah. BP.Karya Bani. Jakarta
161 halaman
Tim penulis ps. 1993. Pare dan labu. Penebar swadaya. Jakarta
Rinawati,hana dkk. 2012. 123 tips simple cantik, awet muda, dan sehat dengan
herbal. Javalitera. Yogyakarta. 187 halaman

27

Lampiran

LAMPIRAN
Lampiran 1. Analisa SWOT
1. Strength
a. Budidaya
Hama dan penyakit rendah
Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman pumpkin
tergolong rendah.

Perawatan mudah
Perawatan pada tanaman pumpkin tergolong mudah karena
tergolong tanaman yang tidak membutuhkan perlakuan khusus
dan didukung oleh topografi dimanapun.

Dapat tumbuh disegala kondisi dan cuaca


Tumbuhan pumpkin dapat tumbuh disegala kondisi dan cuaca
karena tumbuhan pumpkin termasuk tumbuhan tropis sehingga
mudah beradaptasi.

b. Produk
Kandungan gizi tinggi
Kandungan gizi yang terdapat dalam pumpkin tinggi sehingga
produk olahan juga mengandung gizi yang tinggi seperti vit C
dan betakaroten yang baik untuk tubuh.

Pemanfaatan tinggi
Dalam pembuatan produk pumpkin, semua bagian buah dapat
dimanfaatkan untuk diolah seperti kue, kwaci, dan pakan
ternak.

2. Weakness
a. Budidaya
Mudah busuk

24

Lampiran

Buah pumpkin yang telah dikupas atau yang telah dibelah


mudah busuk karena terkontamiinasi dengan udara sehingga
menyebabkan buah terkontaminasi dengan bakteri dan virus
yang dibawa oleh udara.
b. Produk
Kandungan air tinggi
Kandungan air tinggi sehingga dalam pengolahan harus
memperhatikan kondisi daging buah pumpkin agar produk
yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
3. Opportunity
a. Budidaya
Dapat dinikmati semua golongan
Karena kandungan gizi pada pumpkin tinggi sehingga dapat
dinikmati semua golongan umur dan tidak menimbulkan efek
samping.
b. Produk
Unik dan baru
Pumkies (Pumpkin Cookies) adalah olahan baru dan unik
sehingga membuat pasar tertarik.
4. Threat
a. Budidaya
Minat tinggi pada bulan tertentu
Di Indonesia minat tinggi pumpkin terjadi pada bulan-bulan
tertentu seperti bulan ramadhan.
b. Produk

Membutuhkan kepercayaan masyarakat. Karena tergolong


produk

baru,

produk

masyarakat.

25

ini

membutuhkan

kepercayaan

Lampiran

Lampiran 2. Quesioner Survey Pasar

No Daftar Pertanyaan
Bagaimana suplai produk
1
hortikultura

Jawaban

26