Anda di halaman 1dari 5

IMPLEMENTASI INFORMATION AND COMMUNICATION

TECHNOLOGIES (ICT)
SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI
A. Pendahuluan
Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur
yang sangat fundamental dalam setiap kegiatan pendidikan. Ini berarti bahwa
berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan amat tergantung pada
proses pembelajaran yang berlangsung dan dialami siswa di sekolah.
Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang melibatkan berbagai komponen
yang saling berinteraksi satu sama lain sehingga terwujudnya kegiatan
pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Komponen-komponen
tersebut diantaranya siswa, guru, kurikulum, metode, sarana fisik,
pengalaman belajar dan media pembelajaran. Interaksi berbagai komponen
tersebut sejatinya melahirkan kegiatan pembelajaran yang bermuara pada
kegiatan belajar siswa yang aktif, kreatif, efektif dan tentu saja,
menyenangkan, sehingga siswa merasa betah di kelas dan merasa senang
terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Dengan kata lain, seluruh kegiatan pembelajaran mestinya berpihak kepada
kepentingan siswa. Guru sebagai salah satu komponen yang memiliki posisi
yang sangat signifikan dalam kegiatan pembelajaran, dalam konteks ini tidak
lagi memposisikan diri sebagai pemegang otoritas di kelas yang serba tahu
dan sebagai satu-satunya sumber ilmu bagi siswa, melainkan hanya sebagai
fasilitator yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Dalam pengertian ini,
guru adalah figur demokratis yang mengayomi dan membimbing siswanya
mencapai kompetensi yang ditetapkan. Guru adalah figur yang dengan
cerdas menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, inovatif dan berwawasan
teknologi serta membuka peluang-peluang baru bagi siswa untuk
berkembang secara mandiri sesuai dengan minat dan potensi yang mereka
miliki.
Kegiatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa pada akhirnya telah
menuntut guru sebagai fasilitator untuk lebih kreatif dalam menciptakan
kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kemajuan
teknologi. Guru dituntut untuk memiliki kepekaan dan kemampuan
mengadopsi
perkembangan
teknologi
untuk
kepentingan
kegiatan
pembelajaran di kelas. Kemampuan dan kepekaan terhadap teknologi ini
menjadi keniscayaan bagi guru jika guru ingin kegiatan pembelajaran yang
diselenggarakan di kelas tidak membosankan bagi siswa. Jika siswa merasa
bosan di kelas, maka pencapaian kompetensi yang ingin dicapai pun akan
terhambat.
Kemampuan
guru
dalam
menyelenggarakan
kegiatan
pembelajaran yang berbasis pada teknologi akan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kemampuan siswa mencapai tujuan pendidikan yang
ditetapkan.

Perkembangan teknologi komputer secara signifikan telah merubah


kehidupan masyarakat termasuk cara mereka memperoleh pengetahuan.
Internet telah menawarkan lautan informasi bagi siswa yang secara
independen dapat mereka akses tanpa tergantung lagi pada guru di kelas.
Jika guru masih menampilkan diri sebagai figur yang gagap teknologi, maka
niscaya mereka akan ketinggalan oleh muridnya baik dari sisi penguasaan
informasi maupun komunikasi. Kegiatan pembelajaran akan menjadi tidak
menarik di mata siswa jika mereka menemukan gurunya sendiri tidak
menguasai teknologi informasi.
Dengan kata lain, guru harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran
yang kreatif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Kegiatan pembelajaran kreatif adalah suatu proses belajar yang diupayakan
sekomunikatif mungkin sehingga situasi belajar menjadi menyenangkan.
Menurut Tatang Suhendar, M. Si, (LPMP:2005) betapa pentingnya bagi guru
untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan
karena; pertama, akan membantu anak berhasil guna jika kita tidak bersama
mereka; kedua, menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan
masalah; ketiga, menimbulkan akibat besar dalam kehidupan siswa dan;
keempat, menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.
Maka untuk mewujudkan Implementasi ICT dilingkungan SMA Negeri 1
Gunungsitoli, salah satu nya dibentuk Tim ICT Sekolah. Teknologi komputer
dapat berfungsi sebagai teknologi informasi maupun sebagai teknologi
komunikasi. Seorang guru dalam konteks ini sejatinya menguasai teknologi
informasi dan komunikasi. Istilah Information and Communication Technology
(ICT) dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK). Istilah TIK ini bukan TIK sebagai Mata Pelajaran, melainkan
sebagai segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer
dalam kegiatan pembelajaran. Dalam konteks ini, TIK sebagai information and
communication technology based learning dan multimedia learning.
Secara akademis, pengertian teknologi informasi dapat dibedakan dengan
teknologi komunikasi, meskipun pada prakteknya teknologi informasi dan
komunikasi ibarat dua sisi mata uang. Teknologi informasi memiliki
pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
pengunaan komputer sebagai alat bantu, manipulasi dan pengolahan
informasi. Sementara teknologi komunikasi meliputi segala hal yang
berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer
data dari perangkat satu ke perangkat yang lainnya. Dalam konteks
pembelajaran, ICT meliputi segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan
komputer untuk mengolah informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran
serta sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa dan seluruh warga
sekolah.
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


3. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi;
4. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentang
Standar Komptentensi Lulusan (SKL);
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 tentang
Standar Proses;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2007 tentang
Standar Penilaian;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan;
10.Rencana Induk Pengembangan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi Dan
Komunikasi (TIK), Pusat Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pendidikan
Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010;
11.Panduan Implementasi Pembelajaran Berbasis TIK di SMA, Direktorat
Pembinaan SMA Direktorat Pendidikan Menengah Kemdikbud RI Tahun
2011;
12.Roadmap Pengembangan Sistem Dapodikmen Tahun 2014-2019,
Direktorat Pendidikan Menengah Kemdikbud Tahun 2014.
C. Tujuan
Tujuan umum:
Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui pemanfaatan
pengintegrasian TIK di sekolah.
Tujuan Khusus:
1. Mengarahkan kegiatan belajar mengajar untuk berorientasi pada proses
yang lebih efektif dan efisien.
2. Menumbuh kembangkan budaya pemanfaatan TIK di lingkungan sekolah
untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta layanan administrasi dan
informasi sekolah.
3. Meningkatkan kesadaran dan motivasi guru dalam memanfaatkan TIK
dalam pembelajaran.
4. Meningkatkan kompetensi guru untuk berperan sebagai pendidik dan
fasilitator dalam membantu siswa mencapai tujuan belajar dengan
menggunakan TI.
5. Melatih peserta didik untuk secara dini mampu mengorganisasikan
aktivitas belajar dari dalam diri sendiri (student-centered), dan tidak
selalu bergantung pada guru (teacher-centered).
D. Tiga pilar Penerapan ICT
Ada 3 (tiga) pilar yang saling melengkapi guna penerapan ICT (Information
and Communication Technology) di sekolah, antara lain:
1. Sistem Manajemen Sekolah (School Management System)

Suatu sistem yang mengatur bagaimana perencanaan, operasional,


monitoring dan improvement suatu organisasi sekolah.
2. Strategi Pengembangan ICT di Sekolah
Suatu perencanaan ICT jangka panjang terintegrasi untuk seluruh elemen
di sebuah sekolah. Mencakup : jangkauan dan scope ICT, pemilihan
teknologi (hardware, software, jaringan, Internet provider, programming,
data base system dll), tahapan implementasi, pelatihan ICT, Sosialisasi
dll.
3. Pengembangan budaya ICT di Sekolah
Sebuah perencanaan yang bertujuan untuk membuat sebuah lingkungan
belajar berbasis ICT, menuju budaya implementasi ICT di sekolah yang
sehat dan efektif. Pengembangan budaya ICT ini melibatkan seluruh
elemen sekolah (pimpinan, guru, karyawan, siswa dan bahkan orang tua
siswa).
E. Analisis Pengembangan ICT Sekolah
1. Infrastruktur Sekolah
N Uraian
o
1. LAN :
- Koneksi Antar Ruangan
- Area Hotspot
2. Akses Internet
3. Server
4. Komputer Client

Ketersedi
aan

Keterangan

2. Konten Digital
Berbicara konten digital, terbayang sebuah program komputer berisi
animasi canggih yang menjelaskan sebuah proses kompleks dalam
sebuah topik matapelajaran. Bayangan ini tidak salah. Konten digital
seperti tersebut di atas adalah bentuk ideal konten digital yang harus
dimiliki sekolah ketika melaksanakan pembelajaran berbasis TIK.
Terdapat banyak format konten digital yang harus dikenali oleh sekolah
sebelum melaksanakan pembelajaran berbasis TIK. Pengetahuan ini akan
banyak membantu dalam merumuskan strategi akuisisi kepemilikan
konten digital dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK.
a) e-book
b) e-audio-book
c) Animasi
d) Video Pembelajaran
3. Sumber Daya Manusia (SDM)
Indikator pada aspek ini meliputi : Tingkat Kompetensi TIK Kepala Sekolah,
Tingkat Kompetensi TIK Pendidik, Tingkat Kompetensi TIK Tenaga
Kependidikan, Partisipasi peserta didik, Dukungan Kepala Sekolah.
SDM yang menangani system administrasi sekolah (e-administrasi)
adalah dalam rangka menangani beberapa fungsi, bisa saja masningmasing fungsi ditangani oleh 1 orang, atau kalau ada keterbatasan jumlah
SDM yang memiliki kompetensi, bisa dirangkap oleh satu atau dua orang.
Adapun SDM atau fungsi yang seyogyanya tersedia adalah:

a) Administrator
b) Programmer
c) Teknisi
4. Perangkat TIK
a) Komputer Prakter,
b) Perangkat multimedia (Komputer Multimedia, software multimedia,
Video Camera, dan Kamera Digital),
c) LCD Proyektor,
d) Laptop Guru,
e) dll
F. Strategi dan Pengembangan
Dalam mewujudkan sekolah berbasis ICT, maka harus dilakukan secara
berharap dalam pengembangan sistemnya. Adapun sistem yang akan
dibangun/dikembangkan oleh Tim IC Sekolah antara lain :
1. Website Sekolah
2. Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Berbasis Web
3. Perpustakaan Online (E-Library)
4. Raport Digital (E-Raport)
5. Learning Management System (LMS)
6. Sound System Sekolah (terintegrasi Bel Otomatis Sekolah)
7. Absensi Guru, Siswa dan Tenaga Kependidikan
G. Peningkatkan kapasitas pendukung pembelajaran berbasis TIK :
1. Infrastruktur
Menghubungkan seluruh ruang gedung ke dalam LAN, membangun
hotspot jika ada ruang gedung yang secara teknis tidak bisa
dihubungkan dengan kabel.
Membeli Server
Meng-upgrade Bandwidth
2. Kapasitas dan kualitas SDM
Mengadakan pelatihan pembuatan konten digital seperti Pemanfaatan
Microsoft Office dalam Kegiatan Pembelajaran, Pelatihan Pembuatan Blog.
3. Pengadaan Konten
Menambah koleksi open content, dan membeli konten berlisensi (sesuai
dengan ketentuan pengadaan barang jasa yang berlaku).
4. Pengadaan Perangkat TIK
- Menambah komputer client dengan melakukan pengadaan barang.
- Pembelian perangkat multimedia (Komputer Multimedia, software
multimedia, Video Camera, dan Kamera Digital)
- Pembelian perangkat LCD Proyektor
- The Visualiser/Document Camera
H. Tim ICT (Struktur Organisasi, Job Description)
I. Penutup