Anda di halaman 1dari 3

6.

FAKTOR PEMBATAS

6.1. PENGERTIAN FAKTOR PEMBATAS


Suatu organisme di dalam perkembangan dan pertumbuhannya akan ditentukan
oleh bahan atau faktor penting yang dalam keadaan minimum, faktor inilah yang
disebut faktor pembatas.
Menurut Samingan,T.(1994), untuk dapat bertahan dan hidup di dalam keadaan
tertentu suatu organisme harus memiliki bahan-bahan penting yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangbiakan. Dibawah keadaan mantap bahan penting yang
tersedia dalam jumlah yang mendekati minimum cenderung merupakan pembatas.
Hukum ini pertama kali dikemukakan oleh Justus Von Liebig pada tahun 1840. Liebig
merupakan perintis dalam pengkajian pengaruh berbagai faktor terhadap pertumbuhan
tanaman. Liebig menemukan bahwa hasil tanaman seringkali dibataSi bukan oleh
hara yang diperlukan dalam jumlah banyak, seperti misalnya karbondioksida dan air
tetapi oleh beberapa bahan mentah seperti boron yang diperlukan dalam jumlah
sedikit dan sangat langka di dalam tanah. Pernyataan bahwa "pertumbuhan suatu
tanaman tergantung pada jumlah bahan makanan yang diSediakan baginya dalam
jumlah minimum " terkenal Sebagai Hukum Minimum Liebig.

6.2. HUKUM MENGENAI FAKTOR PEMBATAS


Taylor (1934) mengatakan bahwa faktor yang ada dalam keadaan minimum tidak
hanya unsure hara saja tetapi juga faktor lingkungan, misalnya temperatur, termasuk
juga elemen waktu. Hukum minimum Liebig diterapkan hanya dibawah keadaan
mantap, artinya bila arus masuk dan material seimbang dengan arus keluarnya.
Sebagai contoh misalnya dianggap bahwa karbondioksida merupakan faktor pembatas
pada danau, produktivitas seimbang dengan laju Suplai karbondioksida yang datang
dari perombakan bahan organic. Dalam hal ini dianggap bahwa sinar, nitrogen, fosfor
dan lain-lain terSedia berlebihan dalam keadaan mantap. Bila terjadi angin ribut
membawa lebih banyak karbondioksida ke dalam danau, maka laju produksi akan
berubah dan akan bergantung pada faktor yang lain. Sementara laju produksi berubah
maka tidak ada lagi keadaan mantap dan tidak ada unsur pokok minimum. Sebaliknya
reaksi akan bergantung pada konsentrasi semua unsure pokok yang ada Laju produksi
akan berubah cepat sekali Sambil berbagai unsure habis terpakai mungkin
karbondioksida menjadi pembatas lagi, dan sistem danau akan berjalan pada laju yang
dikendalikan oleh Hukum Minimum.

Universitas Gadjah Mada

Selain Hukum Minimum Liebig dikenal adanya Hukum Toleransi Shelford.


Kehadiran dan keberhasilan suatu organisme tergantung pada lengkapnya komplekskompleks keadaan. Ketiadaan atau kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan
oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif/kuantitatif salah satu dari beberapa
faktor yang mendekati batas toleransi organisme tersebut.
Sesuatu dapat menjadi faktor pembatas tidak hanya dalam jumlah terlalu sedikit saja,
tetapi juga dalam jumlah terlalu banyak. Misalnya faktor panas, cahaya, dan juga air.
Jadi organisme maksimum dan minimum ekologi mempunyai kisaran diantaranya yang
disebut batasbatas toleransi.
Beberapa asas tambahan terhadap Hukum Toleransi dapat dinyatakan sebagai
berikut :
1.

Organisme dapat memiliki kisaran toleransi yang lebar bagi satu faktor dan
kisaran yang sempit untuk faktor yang lain.

2.

Organisme dengan kisaran toleransi yang luas untuk semua faktor wajar kalau
memiliki penyebaran yang paling luas.

3.

Bila keadaan tidak optimum untuk suatu faktor, maka batas toleransi terhadap
faktor ekologi yang lain dapat dikurangi.

Sebagai contoh Penman (1956)

melaporkan, bila nitrogen tanah merupakan pembatas maka ketahanan rumput


terhadap kekeringan dikurangi. Air diberikan berlebihan untuk menjaga kelayuan
pada tingkat nitrogen yang rendah.
4.

Sering ditemukan bahwa organisme di alam sebenarnya tidak hidup pada


kisaran optimum dengan faktor fisik tertentu Dalam keadaan demikian beberapa
faktor lain ditemukan mempunyai arti yang lebih besar. Anggrek tropik
sebenarnya tumbuh leblh baik dalam cahaya matahari penuh daripada dalam
naungan, asal tetap sejuk. Tetapi kenyataan di alam anggrek tumbuh hanva
dalam naungan karena tidak tahan pengaruh panas dari cahaya matahari
langsung

5.

Periode reproduksi biasanya merupakan periode yang gawat bila faktor


lingkungan bersifat membatasi. Batas toleransi individureproduktif misalnya biji,
telur, embrio dan kecambah biasanya Iebih sempit daripada tumbuhan atau
hewan dewasa non produktif
Sebagai contoh pohon Cyprus dewasa tumbuh pada dataran tinggi yang kering

atau daerah yang terus menerus terendam air tetapi untuk perkembangan
kecambahnya harus pada tanah yang lembab dan tidak tergenang.

Universitas Gadjah Mada

Untuk menyatakan taraf toleransi nisbi dibuat beberapa istilah yang umum
dipakai di dalam ekologi, yaitu steno yang berati sempit dan eury yang berarti lebar.
Stenothermal - eurythemal ------------------------- menunjukkan temperatur
Stenohydrik euryhydrik --------------------------- menunjukkan air
Stenohaline euryhaline --------------------------- berhubungan dengan garam
Stenophagik euryphagik ------------------------- berhubungan dengan makanan

Keterangan : Organisme stenothermal dan eurythermal minimum, optimum, dan


maksimum terletak berdekatan satu sama lain untuk stenothermal sehingga perbedaan
sedikit dal am temperatur berpengaruh besar yang mungkin hanya berpengaruh kecil
pada jerk eurythermal. Organisme eurythermal dapat toleransi pada temperatur rendah
(oligothermal), toleran pada temperatur tinggi (polythermal) atau diantaranya
(Samingan,T.1994).
Sebagai contoh perbandingan telur ikan Salvelinus dan telur katak (Rana pipiens).
Telur ikan salvelinus berkembang antara 0 derajad 12 derajad sesius dengan
optimum kurang lebih 4 derajad selsius. Telur katak berkembang antara 0 derajad
30 derajad selsius dengan optimum sekitar 22 derajad selsius. Jadi telur salvelinus
adalah stenothermal yaitu toleran terhadap temperatur rendah, sedangkan telur katak
adalah eurythermal yaitu toleran terhadap temperatur tinggi. Ikan salvelinus pada
umumnya balk telur maupun dewasa relatif adalah stenothermal tetapi beberapa jenis
ada yang lebih eurythermal.

Universitas Gadjah Mada