Anda di halaman 1dari 8

MODUL PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI (Q10A.

208)

MATERI: MIKROFOSIL (OSTRACODA, PTEROPODA,


CALCAREOUS ALGA, BRYOZOA, DAN RADIOLARIA)

Oleh:
Lia Jurnaliah

LABORATORIUM PALEONTOLOGI
FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015

PETUNJUK UMUM PRAKTIKUM MIKROPALEONTOLOGI


0

ATURAN UMUM LABORATORIUM:


Setiap praktikan wajib berpakaian lengkap mengenakan celana panjang/rok panjang,
kemeja/blus dan mengenakan sepatu
Setiap praktikan wajib membawa kelengkapan berikut:
1. Modul praktikum
2. Alat tulis
3. Kertas/Buku Gambar
4. Kamera
SEBELUM PRAKTIKUM:
Membaca dan memahami isi modul praktikum
Mengikuti quiz yang diberikan oleh asisten
Mengisi daftar hadir
SELAMA PRAKTIKUM:
Melakukan apa yang harus dikerjakan berdasarkan modul praktikum yang telah
dibaca dan dipahami
SETELAH PRAKTIKUM:
Mengembalikan conto fosil (preparat) ke tempat semula
Mengerjakan laporan sesuai dengan format laporan yang terlampir
Laporan dikumpulkan 1 (satu) minggu setelah praktikum dilaksanakan kepada
masing-masing asisten.
KASUS:
Pertukaran jadwal dapat dilakukan dengan cara saling bertukar jadwal antar praktikan,
pertukaran jadwal hanya dapat dilakukan satu kali.
Apabila tidak dapat mengikuti praktikum harus memberikan surat keterangan agar
dapat mengikuti praktikum susulan yang akan diadakan sebelum ujian praktikum.

MIKROFOSIL
1.

TUJUAN:
1

Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini mahasiswa dapat mengenali dan memahami ciriciri mikrofosil terutama fosil dari kelompok Ostracoda, Pteropoda, Calcareous Alga,
Bryozoa, Dan Radiolaria
2.
TEORI SINGKAT:
Definisi secara umum dari mikrofosil adalah fosil-fosil yang dalam mempelajarinya
diperlukan alat bantu mikroskop. Kebanyakan mikrofosil diproduksi oleh organismeorganisme yang hanya mempunyai satu sel (uniseluler).
Mikrofosil banyak digunakan dalam geologi karena kepraktisannya, yaitu: ukurannya kecil,
kehadirannya berlimpah serta distribusi geografi yang luas pada sedimen-sedimen di hampir
semua umur dan semua lingkungan laut. Dikarenakan ukuran yang kecil dan jumlahnya yang
berlimpah maka dari sedikit sampel (conto batuan) akan mendapatkan data yang cukup untuk
aplikasi metoda analisis kwantitatif yang lebih teliti. Selain itu, distribusi geografi yang luas
dari mikrofosil plangtonik maupun bentonik menyebabkan mereka sangat berguna dalam
korelasi regional, perbandingan dan rekonstruksi paleooseanografi.
Mikrofosil laut terdapat dalam sedimen-sedimen yang berumur dari Pre-Cambrian sampai
Resen dan pada setiap bagian dari kolom stratigrafi. Satu atau lebih kelompok-kelompok
dapat selalu ditemukan dan berguna untuk interpretasi biostratigrafi dan paleoekologi:
Sebagai contoh: Radiolaria, Silicoflagelata, Calcareous alga, Pteropoda dan beberapa
Foraminifera. Sedangkan Diatom adalah plangtonik yang hidup berlimpah dari kedalaman
0-200 meter pada laut terbuka, tetapi berkurang secara cepat dekat kontinen. Bentuk-bentuk
tersebut di atas berguna untuk memonitor perubahan-perubahan pada masa lalu di lingkungan
laut, terutama perubahan temperatur.
Kelompok yang lain seperti Ostracoda, Bryozoa, dan Foraminifera bentonik
memperlihatkan pola distribusi yang berhubungan luas dengan kedalaman, tipe-tipe sedimen
dan berbagai variasi sifat fisik-kimia pada air laut sehingga dapat digunakan untuk
menggambarkan perubahan lingkungan di dasar laut.
JENIS-JENIS MIKROFOSIL
Menurut Nield & Tucker (1985) mikrofosil dibagi menjadi 5 Kingdom, yaitu:
1. Kingdom Monera
- Divisio Cyanophyta (Blue-green alga)
- Divisio Schizomycophyta (Bakteri)
- Divisio Chrysophyta (Coccolith Diatom)
- Divisio Pyrrophyta (Dinoflagelata)
2. Kingdom Protista
- Phylum Sarcodina (Foraminifera, Radiolaria)
3. Kingdom Planta
- Spora dan Polen
4. Kingdom Fungi
5. Kingdom Animalia
- Ostracoda
- Conodonta
Sedangkan Haq & Boersma (1984) membagi mikrofosil ke dalam 4 golongan berdasarkan
komposisi cangkangnya, yaitu:
1. Calcareous mikrofosil:
2

Foraminifera
Calcareous nannoplangton
Ostracoda
Pteropoda
Calpelionellida
Calcareous alga
Bryozoa

2. Siliceous mikrofosil:
- Radiolaria
- Diatom
- Silicoflagelata dan Ebridian
3. Phosphatic mikrofosil:
- Conodonta
4. Organic-walled mikrofosil:
- Dinoflagelata, Acritarchs dan Tasmanitids
- Chitinozoa
OSTRACODA (Cambrian-Resen)
Klasifikasi:
Phylum:
Arthropoda
Kelas:
Crustacea
Subkelas:
Ostracoda
Ostracoda terkenal sebagai seed shrimps. Cangkangnya yang disebut carapace
terbentuk dari 2 valve khitin atau calcareous (bivalved) terdiri dari right valve dan left valve.
Kedua cangkang dihubungkan oleh uncalcified ligament, bentuk carapacenya selalu ovate,
ginjal atau seperti kacang merah dengan ukuran panjang sekitar 0,15-2mm, tetapi bentukbentuk resen bisa mencapai panjang 25 mm; Sedangkan ukuran spesies yang paling besar
adalah 25 mm yang ditemukan pada Paleozoic.

Kumpulan fosil Ostracoda Paleocene (Eric Sadorf)


(http://ncfossilclub.org/~fossil/slideshow_gallery/47)
PTEROPODA
Klasifikasi:
Kelas: Gastropoda
Subkelas: Opisthobranchiata
Ordo: Gymnosomata
3

Ordo: Thecosomata
Subordo: Pseudothecosomata
Famili : Peraclididae
Famili : Cymbulidae
Subordo: Eutheocosomata
Famili : Limacinidae
Famili : Cavoliniidae
Pteropoda disebut juga Kupu-kupu laut, merupakan gastropoda laut yang beradaptasi
sehingga menjadi organisme pelagic. Berukuran 1-10 mm sering lebih besar dariu mikrofosil
lainnya, berwarna coklat, berbentuk fragmen-fragmen tipis atau spiral, conical atau berbentuk
flute. Dapat dibedakan dari foraminifera melalui bentuknya serta permukaan cangkangnya
lebih glossy. Pada umumnya hidup pada laut terbuka pada kedalaman sekitar 500 meter,
tetapi ada juga yang hidup pada kedalaman lebih besar.
Cangkang aragonitic dari Pteropoda lebih mudah larut dibandingkan dengan cangkang
calcitic dari coccolith dan foraminifera sehingga kisaran kedalaman Pteropoda ooze lebih
terbatas dibandingkan dengan coccolith dan foraminifera ooze, yaitu sekitar 700-3000 meter.

Contoh beberapa jenis Pteropoda


(http://www.microscopy-uk.org.uk/mag/...) & (http://www.ga.gov.au/marine/...)
CALCAREOUS ALGA
Alga merupakan tumbuhan aquatik, autotrophic, nonvaskular dan berklorofil. Tubuh dari
alga disebut thallus, tidak bisa dibedakan antara akar, batang dan daun. Organisme ini terdiri
dari kelompok yang heterogen dengan variasi yang ekstrem dalam ukuran, morfologi,
biokimia dan reproduksinya. Secara kwantitatif merupakan penghasil karbonat sedimen dan
dipengaruhi oleh proses sedimen, seperti pada pembentukan reef (terumbu).
Di dalam Geologi, ahli paleontologi memperlakukan alga sebagai aspek biologi, sedangkan
oleh ahli petrografi, alga merupakan komponen dari batuan dan struktur sedimen.
Calcareous alga yang banyak digunakan dalam geologi adalah calcareous nannoplangton
(coccolithopore) dan blue-green alga.
Blue-green alga merupakan organisme yang dapat bertahan hidup pada lingkungan yang
ekstrem seperti di gurun, sekitar sumber air panas (hot springs) dan hypersalin lagoon dimana
mereka merupakan satu-satunya mahluk yang hidup. Blue-green alga hidup dominan pada
Pre-Cambrian. Mereka tumbuh membentuk suatu lapisan-lapisan alga yang disebut
stromatolit ketika mereka menjadi fosil. Setiap lapisan kemungkinan mencatat tambahan
harian atau bahkan siklus dari pasang surut air. Fosil yang tertua ditemukan di Afrika Selatan
berumur 3100 juta tahun.
4

Kegunaan dari studi benthic calcareous alga untuk interpretasi litologi dan paleoenvironment
dari fasies batuan karbonat sedangkan coccolithopore adalah untuk zonasi biostratigrafi.

Neogoniolithon sp.2
(http://paleoweb.net/algae/algae..)

Fosil Alga
(http://www.sciencephoto.com/media/...)

BRYOZOA (Ordovician-Recent)
Bryozoa adalah hewan sesil yang hidup terutama di lingkungan laut. Terdapat dari
kedalaman intertidal sampai abyssal, tetapi kebanyakan hidup di perairan dangkal dekat
pantai. Mempunyai rangka kalsit yang sangat mudah terawetkan, sehingga mereka
ditemukan secara berlimpah sebagai fosil. Hidup sebagai koloni yang terdiri dari beberapa
individu, mikroskopik, tetapi ukuran diameter koloni tersebut dapat mencapai beberapa mm10 cm. Bryozoa digunakan dalam menentukan paleoekologi

Diagram dari 4 bentuk pertumbuhan koloni yang berbeda dari Cyclostoma, genus
Diastopora; A. Bentuk encrust, turbulent waters, B. Bentuk tegak, hollow stem, air yang
tenang, C. Bentuk retiform, turbulent waters, D. Bentuk tegak bercabang dua, air yang tenang
(Haq & Boersma, 1984)

RADIOLARIA (Middle Cambrian-Recent)


Diantara kelompok fosil yang lain, radiolaria merupakan kelompok yang mempunyai catatan
evolusi yang paling lengkap. Merupakan hewan laut uniseluler yang mempunyai rangka
silika. Radiolaria dibedakan dari protista lainnya dengan adanya pembagian kandungan sel
menjadi inner zone dan outer zone yang dipisahkan oleh suatu membran (selaput). Bentuk
rangkanya bermacam-macam tergantung dari kedalaman, suhu dan komposisi tempat
hidupnya. Bentuk radiolaria yang utama adalah polycystene yang terdiri dari radiallysymmetrical spumellarians dan helmet-shaped nasellaria.
5

Hidupnya secara plangtonik dan terdapat di semua zona kedalaman laut. Berguna sebagai
fosil petunjuk dalam stratigrafi dan lingkungan.

Kumpulan Radiolaria (dilihat melalui Scanning Electron Microscope)


(http://palaeos.com/eukarya/rhizaria/...)

Kumpulan Radiolaria (dilihat melalui mikroskop binokuler biasa))


(http://palaeos.com/eukarya/rhizaria/...)
3. PELAKSANAAN:
a. Gambar & foto semua kenampakan setiap fosil yang berada di dalam plate
(preparat)
b. Buat deskripsi dari setiap fosil
c. Tentukan klasifikasi, umur, dan lingkungan
4. TUGAS:
Laporan praktikum dikumpulkan 1 (satu) minggu setelah kegiatan praktiukm
dilaksanakan kepada asisten masing-masing
6

DAFTAR PUSTAKA:

1.

Haq, B.U & Boersma, A., 1984. Introduction to Micropaleontology. Elsiever Science
Publishing Co. Inc, New York.

2.

Nield, E.W & Tucker, V.C.T., 1985. Paleontology-An Introduction. Pergamon Press.
New York.

3.

http://ncfossilclub.org/~fossil/slideshow_gallery/47

4.

http://paleoweb.net/algae/algae..

5.

http://www.sciencephoto.com/media/...

6.

http://palaeos.com/eukarya/rhizaria/...

7.

http://www.microscopy-uk.org.uk/mag/...

8.

http://www.ga.gov.au/marine/...