Anda di halaman 1dari 3

PERATURAN KEPALA BKPM NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PELIMPAHAN

WEWENANG PEMBERIAN PENDAFTARAN PENANAMAN MODAL KEPADA KEPALA


BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS
BATAM, KEPALA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN
PELABUHAN BEBAS BINTAN WILAYAH KABUPATEN BINTAN, KEPALA BADAN
PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BINTAN
WILAYAH KOTA TANJUNG PINANG DAN KEPALA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN
PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS KARIMUN
Pasal 4
Dalam hal belum adanya Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara
Elektronik (SPIPISE),
Kepala Badan Pengusahaan KPBPB Batam, Kepala Badan Pengusahaan KPBPB
Bintan Wilayah Kabupaten
Bintan, Kepala Badan Pengusahaan KPBPB Bintan Wilayah Kota Tanjung Pinang dan
Kepala Badan
Pengusahaan KPBPB Karimun wajib menyampaikan:
a. pendaftaran penanaman modal kepada Kepala BKPM melalui Kepala Pusat
Pengolahan Data dan
Informasi Penanaman Modal BKPM pada saat penerbitan melalui faksimili atau surat
elektronik (email) ke pusdatin@bkpm.go.id.
b. laporan rekapitulasi pendaftaran penanaman modal yang telah diterbitkan, paling
lambat pada tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan berikutnya, dan apabila tanggal 10
(sepuluh) jatuh pada hari libur, maka pengiriman dilakukan pada hari kerja
berikutnya.
Pasal 5
Dalam rangka menjaga kesinambungan pelayanan penanaman modal, BKPM dapat
memproses pendaftaran penanaman modal, perubahan, pembatalan dan
pencabutannya yang berlokasi di KPBPB Batam, KPBPB Bintan dan KPBPB Karimun,
paling lama 6 (enam) bulan sejak Peraturan ini ditetapkan.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48 TAHUN 2007 TENTANG KAWASAN


PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS KARIMUN
Pasal 1

(2) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) meliputi sebagian dari wilayah Pulau Karimun dan seluruh
Pulau Karimun Anak.
(3) Batas tetap dan titik koordinat dari wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) adalah sebagaimana dalam peta terlampir yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG


PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Pasal 43
(1) Administrator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 huruf a dibentuk oleh
Dewan Kawasan.
(2) Administrator bertugas:
a. memberikan izin usaha dan izin lain yang diperlukan bagi Pelaku Usaha untuk
mendirikan,
menjalankan, dan mengembangkan usaha di KEK;
b. melakukan pengawasan dan pengendalian operasionalisasi KEK yang dilakukan
oleh Badan Usaha
pengelola KEK; dan
c. menyampaikan laporan operasionalisasi KEK secara berkala dan insidental
kepada Dewan
Kawasan.
(3) Pelaksanaan pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
dilakukan melalui PTSP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang penanaman modal

Pasal 44
(1) PTSP di KEK diselenggarakan oleh Administrator.
(2) Dalam menyelenggarakan PTSP di KEK sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. Administrator mendapat Pendelegasian Wewenang dari menteri/kepala lembaga
pemerintah non

kementerian, gubernur, atau bupati/walikota yangmemiliki kewenangan perizinan,


fasilitas, dan
kemudahan; dan
b. menteri/kepala lembaga pemerintah non kementerian, gubernur, atau
bupati/walikota yang
berwenang mengeluarkan perizinan, fasilitas, dan kemudahan diKEK dapat
menunjuk Penghubung
dengan Administrator.
(3) Pendelegasian Wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
ditetapkan melalui Peraturan Menteri/Kepala Lembaga Pemerintah Non
Kementerian, Gubernur, atau Bupati/Walikota.

KEK adalah sebuah kawasan tertentu yang dinilai memiliki kekhususan tertentu. Saat ini, sudah
ada sejumlah daerah yang termasuk dalam KEK, yakni Sei Mangke, Tanjung Lesung, Bitung,
dan Palu. Rencananya, pemerintah akan memberikan insentif khusus bagi KEK, namun aturan
mengenai insentif ini belum keluar.
Free trade zone adalah kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas. Kawasan untuk industri di
bidang manufaktur ini menawarkan kemudahan yang dapat diperoleh. Mulai dari pembebasan
bebas masuk, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), sampai dengan pembebasan Pajak barang
mewah (PPnBM) bagi industri di sini.

SURAT EDARAN KEPALA BKPM NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN


PELAYANAN PENANAMAN MODAL DI DAERAH
Setiap permohonan Perizinan dan Non-Perizinan Penanaman Modal yang menjadi kewenangan
Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota tetap mengikuti mekanisme pemrosesan
penanaman modal yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Dan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal

Anda mungkin juga menyukai