Anda di halaman 1dari 20

INTERVENSI KRISIS

ADALAH GANGGUAN INTERNAL


YANG DITIMBULKAN OLEH SITUASI
YANG PENUH STRES, KARENA
ADANYA ANCAMAN TERHADAP
SELF IDEAL, HAL INI TERJADI BILA
INDIVIDU DIHADAPKAN PADA
SUATU RINTANGAN DALAM
MENCAPAI SUATU TUJUAN HIDUP
YANG PENTING

KRISIS DAPAT TERJADI PADA SEMUA


INDIVIDU DALAM BENTUK YANG
BERBEDA-BEDA DAN
PENYEBABNYAPUN BERBEDA-BEDA
PULA.

KRISIS MERUPAKAN BAGIAN DARI KEHIDUPAN


DAN MELEWATI FASE-FASE PERKEMBANGAN.
DALAM BENTUK APAPUN DARI KRISIS INDIVIDU
TIDAK DAPAT MENGATASINYA SEORANG DIRI,
TETAPI MEMERLUKAN INTERVENSI KRISIS,
DIMANA INTERVENSI KRISIS INI ADALAH SUATU
KERANGKA YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI
METODA UNTUK MENANGANI KRISIS

DALAM KEHIDUPAN, MANUSIA


HARUS MENGATASI MASALAH
TERUS-MENERUS UNTUK
MEMPERTAHANKAN
KESEIMBANGAN/BALANCE
ANTARA STRES DAN
MEKANISME KOPING. BILA
TIDAK SEIMBANG MAKA AKAN
TERJADI KRISIS
INTERVENSI KRISIS DITUJUKAN KEPADA
INDIVIDU, KELUARGA DAN KELOMPOK
UNTUK MENURUNKAN DAMPAK KRISIS DAN
MEMBANTU INDIVIDU UNTUK
MEMOBILISASI SUMBER-SUMBER YANG
ADA DAN MENCAPAI KESEIMBANGAN

Konsep Krisis pertama


diperkenalkan di Preventif
Psikiatrik pada awal th 1940 untuk
mempertahankan Kes.Mental
(Maintenance of mental
Health) dan Mencegah Sakit
Mental(Prevention of mental
Ilness)
Eric Lindeman seorang yang
pernah menjadi seorang penolong
yang sangat aktif dalam
menolong korban kebakaran di
Nightclub Coconut Grove pada
tgl 28 November 1942

Lindeman mampu
menolong dan
mempelajari proses
kedukaan akut serta
mengkonseptualisasikan
bagaimana hasil
menolong mereka dalam
memanage kedukaannya
Gerald Caplan pada awal
th 1960 menggunakan
prinsip preventif Psikiatrik
(Primer, Sekunder,
tersier)

1.Pencegahan Primer meliputi


meningkatkan status Kesehatan
mental dan mengurangi Mental
Ilness
2.Pencegahan Sekunder meliputi
menurunkan jumlah kasus
gangguan jiwa melalui
penemuan diagnosa dini dan
pengobatannya
3.Pencegahan Tersier meliputi
menurunkan rate kronik
disability karena gangguan jiwa
termasuk rehabilitasi
Kemudian intervensi krisis
merupakan suatu model
pengobatan yang terpisah
dari model pengobatan lain

Macam macam Krisis


1. Krisis maturasi ( dapat diduga )
Terjadi pada transisi dari masa Perkembangan
Lahir,hamil,kawin, masa menopouse dll
Krisis ini dapat diantisipasi

Contoh:

2. Krisis Situasi ( tdk dapat diduga )


Situasi yang mengancam individu secara bio,psiko dan
sosial Contoh: cerai, kehilangan pekerjaan, dll
3. Krisis Sosial (tdk dapat diduga)
Situasi yang tidak umum dan menyangkut Multiple
Losses atau perubahan lingkungan yang luas
Contoh: banjir, gempa bumi, kebakaran, perang dll

Proses Terjadinya Krisis


Perkembangan Krisis menurut Caplan
Kejadian Krisis
Fase I timbul ketegangan

Memakai coping problem solving yang biasa, jika


tdk efektif

Fase II Ketegangan

Respon problem solving yang biasa

Fase III Ketegangan tetap

Emergency problem solving diaktifkan

Fase IV Ketegangan tetap

Disorganisasi Pribadi

Redefinition and resolution of Problem solving,


atau berhenti berusaha atau menghindari problem
Gangguan realitas

Anguilera D.V & Messick M (1982),


mengemukakan tentang :
Faktor-faktor yang mengimbangi timbulnya krisis
( balancing factor)
1. Persepsi akan kejadian
>Apa arti dari kejadian tsb pada individu
>Pengaruh kejadian pada masa depan
>Apakah individu memandang kejadian
secara realistik
2. Situasi yang mendorong
>Apakah ada orang/lembaga yang dapat
mendorong individu
3. Mekanisme Penanganan(coping Mekanisme) yang
tersedia
>Apa yang biasa dilakukan individu dalam menangani
masalahnya
Faktor-faktor diatas sangat dipengaruhi oleh
perkembangan jiwa Individu

Pengaruh Balancing faktor


Individu
Stress

Equilibrium

Stress

Equilibrium
terganggu
Usaha individu
mengembalikan
keseimbangan
Positif
-Ada faktor yang mengimbangi
-Realistis thd kejadian
-Dorongan situasi kuat
-Mekanisme Pertahanan adequat
-Problem terpecahkan
-Equilibrium seimbang
-tdk terjadi Krisis

Negatif
-Tdk ada faktor yang mengimbangi
-Tdk realistis thd kejadian
-Dorongan situasi tdk kuat
-Mekanisme Pertahanan inadequat
-Problem tdk terpecahkan
-Equilibrium terganggu
-terjadi krisis

Menurut Caplan(1961) aspek penting dari


Kesehatan Jiwa adalah
1. Kemampuan seseorang untuk
menahan stres dan anxietas
serta
mempertahankan
keseimbangan
2. Kemampuan mengenal kenyataan
yang dihadapi serta
memecahkan masalah
3. Kemampuan untuk mengatasi
problema serta mempertahankan
keseimbangan psikososial

Karakteristik Intervensi Krisis


1. Klien
-Klien sedang mengalami situasi hidup yang baru atau tiba-tiba
terjadi
krisis yang memerlukan penanganan segera, karena klien
tidak dapat memecahkannya Jadi jelas stresnya adalah kehilangan atau
masalah perkawinan
-Klien harus mempunyai motivasi dan kemampuan untuk berpartisipasi
dalam problem solving
-Tidak ada support system atau ada tetapi tidak dapat memakai
support system yang ada
2. Setting
Bervariasi bisa di :
-Ruang gawat darurat, ICU, ICCU, Kamar bedah, Masyarakat dsb
3. Special Kharacteristic
-Rata-rata lamanya krisis 1 6 minggu, Paling lama 4 minggu,
ini merupakan waktu untuk proses terapeutik.

waktu

Tujuan Intervensi Krisis


1.

Meredakan Impact dari Krisis


misalnya: Cemas, tension, perasaan yang
dialami saat ini, untuk mencegah
disorganisasi lebih lanjut

2.

Menolong individu mengembangkan perilaku


yang efektif untuk menangani krisis yang
sekarang dan yang akan datang

3.

Meningkatkan fungsi klien lebih tinggi dari


Pre krisis

Langkah untuk mencapai tujuan


1.

Pengkajian individu dan masalahnya


Kaji 3 area spesifik yang berhubungan dengan balancing factors
a. Persepsi thd masalah dan faktor pencetus
-apakah anda datang utk minta tolong?
-apa yang terjadi pada diri anda ?
-bagaimana perasaan anda sekarang?
b. Kekuatan dan ketrampilan koping
-apa hal sama pernah terjadi?
-bagaimana biasanya anda mengatasi krisis yg lalu?
-bagaiman cara anda menurunkan kecemasan?
-apakah sudah dicoba dengan cara yang sama?
c. Kekuatan dari support system
-Dengan siapa anda tinggal?
-Apakah anda mempunyai sahabat?
-Siapa yang membantu anda?
-Siapa yang anda percayai ?

Diagnosa yang mungkin timbul


1. Koping individu inefektif
2. Gangguan Proses interaksi dalam
keluarga
3. Kecemasan berat (panik)
4. Ketidakmampuan berfikir jernih

Rencana Intervensi
a. Ditujukan untuk mengembalikan pada
keadaan sebelum krisis
b. Faktor pencetus biasanya terjadi 1 2
minggu sebelumnya, sehingga harus diketahui
seberapa jauh merusak kehidupan individu
dan efeknya terhadap lingkungan
c. Mekanisme penanganan dan orang
yang dapat memberikan support

Intervensi ( Morley)
1. Menolong individu untuk memperoleh pengertian
yang obyektif tentang krisisnya
Perawat dapat melakukan pendekatan langsung,
menerangkan hubungan antara krisis dengan
kejadian dalam hidupnya
2. Menolong individu untuk mengembangkan
perasaannya, karena sering supressi, denial
sehingga ketegangan menurun sementara
3. Menyelidiki Mekanisme penanganan
Sering menggunakan mekanisme penanganan yang
berhasil pada waktu yang lalu dan belum dipakai
sekarang atau sudah tidak efektif lagi, sehingga
harus dicari penggantinya
4. Memulihkan hubungan sosial
Jika kehilangan seseorang yang berarti, harus
dicarikan penggantinya,yang dapat memberi
dorongan

Ada 4 cara untuk melaksanakan intervensi krisis yaitu :


1. Memanipulasi lingkungan
Langsung merubah lingkungan fisik dan interpersonal untuk
support dan menjauhkan stressor
2. General support
-klien merasa bahwa perawat selalu ada dan selalu siap membantu
-bersikap hangat, menerima, empati dan melindungi
3. Generik approach
Analog dengan Public Health model
Untuk mendapatkan sejumlah individu yang risiko tinggi
mis: saat perang, banjir dsb
4. Individual approach
Analog dengan individu klien dengan masalah khusus
-Menetukan persepsi perawat klien
-menghubungkan arti peristiwa dan krisis
-Klarifikasi tentang konsesi ..langsung konfrontasi
-Perhatikan perasaan yang menyertai krisis
-Gali alternatif pemecahan masalah
-coba memecahkan masalah yang sesuai
-coba rangsang perilaku dan coping baru
-beri reinforcement untuk meningkatkan harga diri

Evaluasi
> Mengevaluasi apakah
intervensi efektif
> Apakah klien sudah
kembali pada keadaan
pre krisis
> Tujuan dibandingkan
dengan perubahan
perilaku