Anda di halaman 1dari 6

Pelestarian Nilai-nilai Pancasila

Pelestarian nilai-nilai Pancasila adalah upaya menjadikan nilai-nilai


Pancasila lestari, tetap selama-lamanya. Dengan kata lain, bangsa
Indonesia menghendaki agar untuk selama-lamanya Pancasila menjadi
pandangan hidup bangsa dan dasar negara Indonesia. Hal ini bukan
khayalan, sepanjang nilai-nilai Pancasila tetap berakar pada kehidupan
budaya bangsa Indonesia. Karena itu, nilai-nilai Pancasila haruslah
diamalkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan seperangkat usaha yang
berpola, dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi
kelestarian nilai-nilai Pancasila. Faktor-faktor itu antara lain ideologi lain
yang berkembang dewasa ini; perkembangan teknologi mutakhir di
bidang komunikasi massa; transportasi dan sebagainya.
Pelestarian Pancasila sebagai ideologi dapat ditempuh melalui berbagai
cara, dan cara yang terbaik adalah melalui pengamalan sehari-hari.
Prinsip ini berarti bahwa nilai-nilai Pancasila itu seharusnya menjadi
motivasi semua tingkah laku rakyat Indonesia, diamalkan sebagai bagian
integral dalam kebudayaan bangsa.
Secara formal menjadikan Pancasila sebagai Pendidikan Moral Pancasila
(PMP) dalam kurikulum di sekolah dan pemantapan Pancasila dalam
penataran-penataran, lokakarya-lokakarya serta penelitian adalah juga
usaha pelestarian Pancasila. Pelestarian seperti ini merupakan usaha
pelestarian secara preventif, melalui pembinaan yang berkesinambungan.
Dalam hubungan ini tidak kurang pentingnya adalah pengarahan dalam
hal amaliahnya, sebagai perwujudan dari penerapan Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat. Di sinilah pentingnya Pedoman Penghayatan
dan Pengamalan Pancasila (P-4).
Menjadikan P-4 sebagai bagian yang integral dalam tata budaya bangsa
Indonesia, dan dapat menjelma sebagai tata laku yang hidup dalam
masyarakat secara wajar, akan menjadi faktor yang menentukan dalam
usaha pelestarian nilai-nilai Pancasila. Apabila Pancasila diamalkan dalam
kehidupan masyarakat sebagai pola berpikir dan bertindak, maka usaha
pelestarian dapat dikatakan sesuai dengan tujuannya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Arti pelestarian pancasila


Pelestarian nilai-nilai Pancasila adalah upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila lestari,
tetap selama-lamanya. Dengan kata lain, bangsa Indonesia menghendaki agar untuk selamalamanya Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa dan dasar negara Indonesia. Hal ini
bukan khayalan, sepanjang nilai-nilai Pancasila tetap berakar pada kehidupan budaya bangsa
Indonesia. Karena itu, nilai-nilai Pancasila haruslah diamalkan dalam kehidupan bernegara
dan bermasyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan seperangkat usaha yang berpola, dengan
mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi kelestarian nilai-nilai Pancasila. Faktor-faktor
itu antara lain ideologi lain yang berkembang dewasa ini; perkembangan teknologi mutakhir
di bidang komunikasi massa; transportasi dan sebagainya.
Pelestarian Pancasila sebagai ideologi dapat ditempuh melalui berbagai cara, dan cara yang
terbaik adalah melalui pengamalan sehari-hari. Prinsip ini berarti bahwa nilai-nilai Pancasila
itu seharusnya menjadi motivasi semua tingkah laku rakyat Indonesia, diamalkan sebagai
bagian integral dalam kebudayaan bangsa.
Secara formal menjadikan Pancasila sebagai Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dalam
kurikulum di sekolah dan pemantapan Pancasila dalam penataran-penataran, lokakaryalokakarya serta penelitian adalah juga usaha pelestarian Pancasila. Pelestarian seperti ini
merupakan usaha pelestarian secara preventif, melalui pembinaan yang berkesinambungan.
Dalam hubungan ini tidak kurang pentingnya adalah pengarahan dalam hal amaliahnya,
sebagai perwujudan dari penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Di sinilah
pentingnya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4).
Menjadikan P-4 sebagai bagian yang integral dalam tata budaya bangsa Indonesia, dan dapat
menjelma sebagai tata laku yang hidup dalam masyarakat secara wajar, akan menjadi faktor
yang menentukan dalam usaha pelestarian nilai-nilai Pancasila. Apabila Pancasila diamalkan
dalam kehidupan masyarakat sebagai pola berpikir dan bertindak, maka usaha pelestarian
dapat dikatakan sesuai dengan tujuannya.
Pewarisan nilai-nilai Pancasila merupakan penerusan nilai-nilai Pancasila dari generasi tua ke
generasi muda (penerus). Jiwa generasi muda tidaklah hampa nilai, tetapi mengandung nilainilai luhur seperti semangat kebangsaan yang tercakup dalam Pancasila hanya mungkin belum
matang. Mematangkan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara
Indonesia dalam jiwa generasi muda inlah yang merupakan kewajiban dan tugas pokok
generasi tua dalam pewarisan atau penerusan nilai-nilai luhur itu kepada generasi muda,
sehingga generasi muda mampu menghadapi segala arus dunia modern yang serba kompleks
dan penuh tantangan, dengan tetap berpegang teguh kepada Pancasila.
Ideologi Pancasila merupakan kebutuhan Indonesia. Teknologi dengan segala dampak
dinamikanya merupakan tantangan terhadap pewarisan Pancasila. Tugas kita sebagai warga
negara ialah memanfaatkan teknologi itu untuk pewarisan Pancasila.
Dalam membangun masyarakat Indonesia modern kita bukan saja menyerap masuknya
teknologi, akan tetapi terbawa masuk pula nilai-nilai sosial dan politik yang berasal dari
kebudayaan yang lain. Masuknya hal tersebut makin deras mengalir sejalan dengan kebebasan
yang sadar kita buka. Yang penting bagi kita adalah mampu menyaring nilai-nilai dari luar itu
yang dapat merusak kepribadian kita. Karena itu salah satu persoalan pokok bangsa kita yaitu
bagaimana kita memelihara nilai-nilai yang kita anggap luhur dan meneruskannya dari

generasi ke generasi berikutnya dengan segala proses penyesuaian menuju masyarakat


modern.
Proses penyesuaian tidak selamanya berjalan dengan mudah, karena ada kemungkinankemungkinan goncangan sosial dan psikologis. Ia memerlukan ketabahan dan kesabaran.
Dalam proses ini keadan masyarakat umumnya rawan, karena nilai-nilai lama mulai
ditinggalkan sedangkan nilai baru yang kita perlukan dalam membangun masyarakat baru
belum melembaga. Di sinilah pentingnya penghayatan dan pengamalan Pancasila, agar nilainilai baru diperlukan untuk membangun masyarakat modern itu tetap berkembang di atas
kepribadian sendiri.

2.2 Hal-hal yang Perlu Dilestarikan


Hal-hal yang sangat perlu dilestarikan dalam pancasila yaitu kelima sila pancasila itu
sendiri yang berikut uraiannya:
Nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila Pancasila sebagai berikut:
Ketuhanan Yang Maha Esa
1. Merupakan bentuk keyakinan yang berpangkal dari kesadaran manusia sebagai mahluk
Tuhan
2. Negara menjamin kebebasan setiap penduduk untuk beribadah menurut agama dan
kepercayaan masing-masing
3. Tidak boleh melakukan perbuatan yang anti Ketuhanan dan anti kehidupan beragama
4. Mengembangkan kehidupan toleransi, baik antar umat maupun antar umat beragama
5. Mengatur hubungan negara dan agama, hubungan manusia dengan sang pencipta, serta nilai
yang menyangkut hak yang paling asasi
6. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama
dan kepercayaannya masing-masing.
7. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
8. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.
9. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
10. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada
orang lain.
Kemanusiaan yang adil dan beradab
1. Merupakan bentuk kesadaran manusia terhadap potensi budi nurani dalam hubungan dengan
norma-norma kebudayaan pada umumnya
2. Adanya konsep nilai kemanusiaan yang lengkap, yang adil, dan bermutu tinggi karena
kemampuannya berbudaya
3. Manusia Indonesia adalah bagian dari warga negara dunia, meyakini adanya prinsip
persamaan harkat dan martabat sebagai hamba Tuhan
4. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya.
5. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturrunan, agama,
6. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Persatuan Indonesia
1. Persatuan dan kesatuan dalam arti ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, dan keamanan
2. Manifestasi paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keragaman budaya atau etnis
3. Menghargai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan masyarakat

4. Menjunjung tinggi tradisi perjuangan dan kerelaan untuk berkorban serta membela
kehormatan bangsa dan negara
5. Adanya nilai patriotik serta penghargaan rasa kebangsaan sebagai realitas yang dinamis
6. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
7. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
8. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
9. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
10. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1. Paham kedaulatan rakyat yang bersumber kepada nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan
kegotongroyongan
2. Musyawarah merupakan cermin sikap dan pandangan hidup, bahwa kemauan rakyat adalah
kebenaran dan keabsahan yang tinggi
3. Mendahulukan kepentingan negara dan masyarakat
4. Menghargai kesukarelaan dan kesadaran daripada memaksakan sesuatu kepada orang lain
5. Menghargai sikap etis berupa tanggung jawab yang harus ditunaikan sebagai amanat seluruh
rakyat baik kepada manusia maupun kepada Tuhannya
6. Menegakkan nilai kebenaran dan keadilan dalam kehidupan yang bebas, aman, adil, dan
sejahtera
7. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
8. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
9. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
10. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
11. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil
musyawarah.
12. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
13. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
14. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
15. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan
keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1. Setiap rakyat Indonesia diperlakukan dengan adil dalam bidang hukum, ekonomi,
kebudayaan, dan sosial
2. Tidak adanya tirani minoritas dan mayoritas
3. Adanya keselarasan, keseimbangan, dan keselarasan hak serta kewajiban rakyat Indonesia
4. Kedermawanan terhadap sesama, sikap hidup hemat, sederhana, dan kerja keras
5. Menghargai hasil karya orang lain
6. Menolak adanya kesewenang-wenangan serta pemerasan kepada sesama
7. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
8. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
dan kegotongroyongan.
9. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

10. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang
lain.
11. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup
mewah.
12. Suka bekerja keras.
13. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan
bersama.
14. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan
sosial.

2.3 PENTINGNYA PELESTARIAN NILAI PANCASILA BAGI BANGSA


DAN NEGARA
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak waraga negara tercinta ini melaksanakan
pelestarian Pancasila, tidak sedikit pula yang melanggar atau tidak melaksanakannya. Kita
perlu prihatin, kita perlu instropeksi diri, dan kita juga perlu menengok ke belakang.
Bagaimana perjuangan para Pahlawan agar negara kita tercinta ini dapat merdeka dan
terbebas dari kebodohan. Ini juga salah satu tugas pokok Pemerintah. Tetapai kita juga tidak
bisa menyalahkan satu pihak saja, pasti ada keterkaitan yang menyebabkan hal itu terjadi.
Seharusnya kita bersatu, mengatasi masalah ini. Karena apabila masalah ini dibiarkan
berlarut-larut, Pancasila akan semakin memudar dan hilang dari dalam ideologi bangsa ini.
Apabila suatu Bangsa sudah kehilangan landasan utamanya, negara tersebut tidak akan berdiri
dengan kokoh dan akan rubuh.
Nilai-nilai Pancasila harus bisa dilestarikan karena Pancasila merupakan sumber nilai
bagi bangsa dan negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai pandangan
hidup bangsa Indonesia dan telah diyakini kebenarannya kemudian diangkat oleh bangsa
Indonesia sebagai dasar filsafat negara, kemudian menjadi ideologi bangsa dan negara
Pewarisan dalam arti penerusan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
dan dasar negara Indonesia, dari generasi ke generasi, harus dilakukan dengan sadar dan
bertanggung jawab, demi mempertahankan eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Nilai-nilai
Pancasila harus kita hayati sungguh-sungguh dan kita amalkan dalam kehidupan sebagai
bangsa, jika kita tidak ingin tenggelam dalam arus dunia yang makin menggelora dengan
pesatnya perkembangan teknologi.

BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Pewarisan dalam arti penerusan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan
dasar negara Indonesia, dari generasi ke generasi, harus dilakukan dengan sadar dan
bertanggung jawab, demi mempertahankan eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Nilai-nilai
Pancasila harus kita hayati sungguh-sungguh dan kita amalkan dalam kehidupan sebagai
bangsa, jika kita tidak ingin tenggelam dalam arus dunia yang makin menggelora dengan
pesatnya perkembangan teknologi.

Kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia di tengah-tengah ideologi yang dianut oleh
negara lain, mengharuskan kita untuk mengupayakan secara berencana pelestarian nilai-nilai
Pancasila, agar generasi yang akan datang tetap dapat menghayati dan mengamalkannya dan
agar intisari nilai-nilai yang luhur itu tetap menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang
masa.