Anda di halaman 1dari 4

Vaine Kardila: limbah cair kelapa sawit

http://vainekardila.blogspot.co.id/2011/07/limbah-cair-kelapa-sawit.html

 
  Lainnya Blog Berikut» Buat Blog Masuk

Lainnya

Blog Berikut»

Buat Blog

Masuk

Vaine Kardila

 

terkadang apa yang aku inginkan tidak penah selama terwujud

kadang aku merasa seperti orang yang sangat bodoh

 

ketika aku jatuh di jurang kesalahan yang sangat dalam

tpi aku yakin ALLAH SWT tidak akan selalu memberikan apa

yang aku inginkan tpi selalu memberikan apa yang aku butuhkan. karna itu aku terus mencoba dan mencoba untuk

 

menjadi orang yang selalu bersyukur dengan apa yang aku dapatkan selama ini walaupun tidak sesuai dengan harapanku

 
 

semua tentang saya

Sabtu, 02 Juli 2011

limbah cair kelapa sawit

 

Limbah cair industri kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi), proses klarifikasi dan buangan dari hdrosiklon. Limbah cair industri minyak kelapa sawit mengandung bahan organik yang sangat tinggi, sehingga

 

Vaine Kardila: limbah cair kelapa sawit

http://vainekardila.blogspot.co.id/2011/07/limbah-cair-kelapa-sawit.html

kadar bahan pencemaran akan semakin tinggi.

Limbah cair industri minyak kelapa sawit mengandung bahan organic yang

sangat tnggi yaitu BOD 25.500 mg/l, dan COD 48.000 mg/l sehingga kadar bahan

pencemaran akan semakin tnggi. Oleh sebab itu untuk menurunkan kandungan

kadar bahan pencemaran diperlukan degradasi bahan organik. Secara umum

dampak yang ditimbulkan oleh limbah cair industry kelapa sawit adalah

tercemarnya badan air penerima yang umumnya sungai karena hampir setiap

industri minyak kelapa sawit berlokasi didekat sungai. Limbah cair industri kelapa

sawit bila dibiarkan tanpa diolah lebih lanjut akan terbentuk ammonia, hal ini

disebabkan bahan organik yang terkandung dalam limbah cair tersebut terurai dan

membentuk ammonia. Terbentuk ammonia ini akan mempengaruhi kehidupan

biota air dan dapat menimbulkan bau busuk. (azwir, 2006)

Tabel 2.1 baku mutu limbah cair untuk industri minyak sawit

 

KADAR

BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (kg/ton)

PARAMETER

MAKSIMUM

(mg/l)

BOD 5

100

1,5

COD

350

3,0

TSS

250

1,8

Minyak dan Lemak

25

0,18

Ammonia total (sebagai NH 3 -N)

20

0,12

pH

 

6,0 – 9,0

Debit Limbah Maksimum

6 m 3 ton bahan baku

Sumber : Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995

2.3. Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit.

Teknik pengolahan limbah cair yang biasanya diterapkan di PKS adalah :

1. Kolam pengumpulan (fatfit)

Pengikut

di PKS adalah : 1. Kolam pengumpulan ( fatfit ) Pengikut with Google Friend Connect Members
di PKS adalah : 1. Kolam pengumpulan ( fatfit ) Pengikut with Google Friend Connect Members

with Google Friend Connect

Members (4)

( fatfit ) Pengikut with Google Friend Connect Members (4) Already a member? Sign in Arsip

Already a member? Sign in

Arsip Blog

2011 (10)

Juli (4)

Biologycal Oxigen

Demand (BOD)

derajat keasaman (pH)

sludge CPO

limbah cair kelapa sawit

Mei (1)

April (4)

Maret (1)

2010 (6)

Mengenai Saya

(4) ► Maret (1) ► 2010 (6) Mengenai Saya vaine kardila saia adalah seorang mahasiswa UNSRI

vaine kardila

saia adalah seorang

mahasiswa UNSRI FMIPA

kata tmen"

saia saia ini orangnya baik

jurusan KIMIA

saia ingin berbagi ilmu dngan kalian

semua

bermanfaat bagi iank membaca

Lihat profil lengkapku

smoga apa iank saia tulis dpat

Kolam ini berguna untuk menampung cairan-cairan yang masih mengandung

minyak yang berasal dari air kondensat dan stasiun klarifikasi.

2. Kemudian dimasukkan ke unit deoiling ponds untuk dkutip minyaknya dan

diturunkan suhunya dari 70 – 80 o C menjadi 40 – 45 o C mealui menara atau bak

pendingin.

3. Kolam pengasaman

Pada proses ini digunakan mikroba untuk menetralisir keasaman cairan limbah.

Pengasaman bertujuan agar limbah cair yang mengandung bahan organik lebih

mudah mengalami biodegradasi dalam suasana anaerobik. Limbah cair dalam kola

Vaine Kardila: limbah cair kelapa sawit

http://vainekardila.blogspot.co.id/2011/07/limbah-cair-kelapa-sawit.html

mini mengalami asidifikasi yaitu terjadinya kenaikan konsentrasi asam-asam yang mudah menguap. Waktu penahanan hidrolisis (WHP) limbah cair dalam kolam pengasaman ini lebih dari 5 hari. Kemudian sebelum diolah d unit pengolahan limbah kolam anaerobik, limbah dinetralkan terlebih dahulu dengan menambahkan kapur tohor hingga mencapai pH antara 7,0 – 7,5.

4. Kolam anaerobik primer Pada proses ini memanfaatkan mikroba dalam suasana anaerobik atau aerobik untuk merombak BOD dan biodegradasi bahan organik menjadi senyawa asam dan gas. WHP dalam kola mini mencapai 40 hari.

5. Kolam anaerobik sekunder Adapun WHP limbah dalam kola mini mencapai 20 hari. Kebutuhan lahan untuk kolam anaerobik primer dan sekunder mencapai 7 hektar untuk PKS dengan kapasitas 30 ton TBS/jam.

6. Kolam pengendapan Kolam pengendapan ini bertujuan untuk mengendapkan lumpur-lumpur yang terdapat dalam limbah cair. WHP limbah dalam kola mini berkisar 2 hari. Biasanya ini merupakan pengolahan terakhir sebelum limbah dialirkan ke badan air dan diharapkan pada kola mini limbah sudah memenuhi standar baku mutu air sungai. (pedoman pengelolaan limbah industri kelapa sawit)

Diposkan oleh vaine kardila di 19.20

kelapa sawit) Diposkan oleh vaine kardila di 19.20 Tidak ada komentar: Poskan Komentar Beri komentar sebagai:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentar sebagai: Publikasikan

Beri komentar sebagai:

Beri komentar sebagai: Publikasikan
Publikasikan
Publikasikan

Vaine Kardila: limbah cair kelapa sawit

Posting Lebih Baru

Beranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

http://vainekardila.blogspot.co.id/2011/07/limbah-cair-kelapa-sawit.html

Posting Lama

Template Ethereal. Diberdayakan oleh Blogger.