Anda di halaman 1dari 19

PERSAMAAN DIFFERENSIAL BIASA

MENGGUNAKAN METODE DERET TAYLOR


Makalah Fisika Komputasi

LOFRINA NATHANIA (32151157--)


NURFITRIANA H.A.

(3215116239)

Dosen Pembimbing : Handjoko Permana , S.pd, M.Si

Pendidikan Fisika Non Regular 2011


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2013
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul
Solusi Persamaan Deret Taylor. Makalah ini berisikan tentang informasi seputar Persamaan
Deferensial Biasa (PDB) dan lebih dikhususkan lagi makalah ini membahas solusi Persamaan
Deret Taylor. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
Solusi Persamaan Deret Taylor. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,
Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 27 Mei 2013

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Persamaan diferensial biasa adalah persamaan diferensial di mana fungsi yang tidak
diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas tunggal. Dalam bentuk paling
sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, namun secara
umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial
biasa digolongkan berdasarkan orde tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul
dalam persamaan tersebut.
Contoh sederhana adalah hukum gerak kedua Newton, yang menghasilkan persamaan
diferensial
a. dy/dx = x +5
b. d2y/dx2 + 3 dy/dx + 2 y = 0
c. x dy/dx + y = 3
d. d3y/dx3 + 2 (d2y/dx2)2 + dy/dx = cos x
e. (d2y/dx2)2 + (dy/dx)3+ 3 y = x2
Persamaan differensial linier umumnya dapat diselesaikan dengan menggunakan cara
analitik, tetapi pada bentuk yang kompleks persamaan differensial biasa ini menjadi sulit
diselesaikan. Metode numerik dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan differensial
dengan menggunakan bantuan komputer sebagai alat hitung, ketika metode analitik sulit
digunakan. Pada beberapa bentuk persamaan differensial, khususnya pada differensial non-linier,
penyelesaian analitik sulit sekali dilakukan sehingga metode numerik dapat menjadi metode
penyelesaian yang disarankan. Sebagai contoh perhatikan bentuk persamaan differensial yang
sederhana berikut ini:
x(dy/dx)^2+dy/dx- y=1
Persamaan diffrensial di atas tampaknya sederhana, tetapi untuk menyelesaikan
persamaan diffrensial di atas bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan dapat dikatakan dengan
menggunakan cara analitik, tidak dapat ditemukan penyelesaian. Sehingga pemakaian metodemetode pendekatan dengan metode numerik menjadi suatu alternative yang dapat digunakan.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan differensial,
antara lain: metode Euler, metode pendekatan dengan deret Taylor, metode runge-kutta dan
metode-metode prediktor-korektor seperti metode Adam Moulton. Dan pada kelompok kami,
kami akan membahas dengan metode pendekatan dengan deret Taylor atau kami menyebutnya
dengan Solusi Persamaan Deret Taylor.
B. RUMUSAN MASALAH

Cara Menghitung Persamaan Diferensial Biasa dengan metode Deret Taylor


Mengubah Persamaan Deret Taylor dari perhitungan secara analitik ke perhitungan dengan
menggunakan bantuan komputer sebagai alat hitung.
C. TUJUAN

Mengetahui Sistem Persamaan Diferensial Biasa dengan menggunakan metode Solusi

Persamaan Deret Taylor


Mengetahui cara pengubahan perhitungan Solusi Persamaan Deret Taylor dari menggunakan
proses analitik ke perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer sebagai alat hitung

BAB II
PEMBAHASAN
Deret Taylor, Fungsi Analitik
Misalkan f
x0

misalkan

( 1.1 )
n=0

sebuah fungsi

dan

sembarangtitik di I. Deret

f (n ) ( x 0 )
(xx 0)n
n!

Disebut deret Taylor dari fungsi f di sekitar titik


f ( n)

x padainterval buka I R1

dari suatu variabel

menyatakan turunan ke- n dari

x0

f . Untuk sembarang fungsi

f C

, Deret Taylor

(1.1) mungkin tidak konvergen atau jika ia konvergen, belum tentu konvergen terhadap f ( x) .
Fungsi C
x

khusus yang memiliki deret Taylor yang konvergen terhadap

di sekitar

x0

, disebut analitik pada

x0

f ( x)

untuk semua

Definisi 1.1

Misalkan f C ( I ) ,

dimana

sembarang titik pada

I . Jika deret Taylor (1.1) dari

f ( x)
f

untuk setiap

adalah interval terbuka dari

pada persekitaran

analitik di setiap titik pada

maka f

x0

f di sekitar x 0

, maka

x
Deret Taylor darifungsi f ( x )=e di sekitar titik asal adalah

f ( n) ( x 0 )
1
n
xx
=
n ! ( 0 ) n! x n
n=0
n=0

x0

konvergen terhadap

disebut analitik pada

disebut fungsi analitik pada interval

Contoh

R1 , dan misalkan

x0
I .

. Jika

Deret di atas konvergen terhadap

untuk setiap

xR

titik asal. Selanjutnya, fungsi tersebut analitik di seluruh garis bilangan real

e x =
n=0

. Maka, fungsi
R

analitik pada
sehingga

1 n
x , x R1
n!

Contoh lain
Fungsi sinx dan cosx
sin x=x

analitik pada

dan

x3 x5
+ , x R1
3! 5 !

x2 x4
cos x=1 + , x R1
2! 4!
Misalkan f
x

misalkan

(1 , , n)

yang terdefinisi pada beberapa domain

sembarang titik pada . Deret

( 1.2 )

sebuah fungsi

D 1 D 2 Dn f ( x )
0
0
0
( x1 x1 ) ( x2 x2 ) ( x nx n)
1 ! 2 ! n !
1

0
Disebut deret Taylor dari f disekitar x .

D j =/ x j , dan j bilangan bulat non-negatif,


D 1 D2 Dn f =
1

j=1, , n .

1+ 2++ n

x1 x2 x n
1

Deret (1.2) dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih singkat dengan notasi
=( 1 , 2 , , n )

x =x 1 x 2 x n

R n

dan

D =D 1 D 2 D n
1

!= 1 ! 2 ! n !

| |= 1 + 2+ + n
0
maka deret Taylor (1.2) dari f disekitar x dapat dituliskan dalam bentuk

( 1.3 )

|| 0

D f ( x 0 )
0
(xx )
!

Definisi 1.2

Misalkan f C ( )

n
dimana adalah sebuah domain pada R

0
sembarang titik pada . Jika deret Taylor (1.3) dari f di sekitar x

f ( x)

untuk semua

x dipersekitaran

analitik pada setiap titik di maka f

, maka

dan misalkan

x0

konvergen terhadap

disebut analitik pada

. Jika

suatu fungsi analitik di .

Teorema Cauchy Kovalensky


Misalkan fungsi

analitik pada persekitaran titik asal dari

analitik pada persekitaran titik


R2 n+2

n+1
dan analitik pada persekitaran di titik asal di R

Misalkan diketahui

( 2.1 )

du
=F (t ,u)
dt

( 2.2 ) u ( 0 )=u0

dan misalkan fungsi

(0,0, , 0, ( 0,, , 0 ) , x ( 0,, , 0 ) , , x ( 0,, , 0 ))


1

Maka masalah Cauchy (2.7)-(2.8) memiliki solusi

analitik.

u (t , x1 , , xn )

dari

yang terdefinisi

dan solusinya unik dalam kelas fungsi

adalah masalahnilaiawaluntukpersamaan diferensial biasa berordesatudenganvariabel yang


tidakdiketahui u dan variabel bebas t .
u ( t ) darimasalah (2.1)-(2.2) yang terdefinisi di beberapa interval

Akan dicari solusi


padasumbu- t

yang memuattitik t=0 .

Asumsikan bahwa fungsi


F

analitik pada persekitaran titik

memiliki deret Taylor yang konvergen terhadap

persekitaran titik

F( t , u)

( t , u )= ( 0,u ) R 2 , sehingga

untuk setiap titik (t , u) pada

( 0, u0 ) . Maka teorema Cauchy-Kovalevsky menunjukkan masalah nilai awal

(2.1)-(2.2) memiliki solusi

u(t)

yang terdefinisi dan analitik pada interval yang memuat titik

t =0 .

Bagaimana mencari deret Taylor u(t)

di sekitar titik t=0 ?

Selanjutnya, misalkan diketahui

( 2.4 )

u
u
=F t , x , u ,
t
x

( 2.5 ) u ( 0, x )= ( x ) .
Adalah masalah nilai awal atau masalah Cauchy untuk persamaan diferensial parsial berorde satu
dengan variabel tidak diketahui

dan dua variabel bebas

yang terdefinisi pada beberapa interval


dicari suatu solusi

u(t , x )

beberapa domain

dari sumbu- x

t dan x . Diberikan fungsi

yang memuat titik asal. Akan

dari masalah Cauchy (2.4)-(2.5) yang terdefinisi untuk

pada bidang- (t , x) yang memuat kurva awal C .

(t , x )

di

Asumsikan bahwa fungsi (x)

yang diberikan, analitik pada persekitaran titik asal di sumbu-

x . Maka,dari kondisi awal (2.5) dapat dihitung seluruh turunan parsial dar i u

terhadap

x pada titik asal,


n u ( )
0,0 =(n ) ( 0 ) , n=0,1,2,
n
x
Asumsikan juga bahwa fungsi F
(0,0, ( 0 ) , (1 ) ( 0 ) ) di

analitik di persekitarantitik

R4 . Maka teorema Cauchy-

Kovalevsky menyatakan bahwa masalah (2.4)-(2.5) memiliki solusi u ( t , x ) yang terdefinisi


dan analitik pada persekitaran titik asal dari bidang
Untuk mencari deret Taylor dari

u (t , x )

(t , x ) .
di sekitar titik asal, harus dihitung nilai dari

semua turunan parsial u pada titik asal.


Turunan

dari

n u/ x n

mensubstitusikan pada (2.4) nilai

sebelumnya. dan

u
x

dapat

dihitung

t=0 ,

x=0

dari

kondisi

dan nilai

pada (0,0), diperoleh nilai turunan

u
t

awal

(2.5).

yang telah diperoleh

pada titik asal.

u
( 0,0 )=F ( 0,0, ( 0 ) , (1 ) ( 0 ) )
t
2
untuk memperoleh nilai u/ x t , turunkan (2.4) terhadap

2 u
=F 2 ( t , x , u ,u x ) + F 3 ( t , x , u ,u x ) u x + F 4 ( t , x , u , ux ) u xx
x t

Dengan

sehingga diperoleh

u ,u x .u xx
kemudian substitusikan t=0, x=0 dan nilai

pada (0,0) yang telah diperoleh

sebelumnya.
2

Selanjutnya, untuk mencari u/ t

, turunkan (2.4) terhadap t ,

2 u
=F 1 ( t , x , u ,u x ) + F 3 ( t , x , u ,u x ) ut + F 4 ( t , x ,u , u x ) u xt
t2
dan substitusikan t=x=0

u ,u x ,u t

dan nilai

dan

u xt

pada titik asal yang telah diperoleh

sebelumnya.
t

Dengan menurunkan (2.4) terhadap

dan

dan mensubstitusikan nilai

dan

turunannya, diperoleh semua nilai turunan parsial dari u pada titik asal.
Deret Taylor untuk u(t , x ) di sekitar titik asal adalah
Dt Dx u ( 0,0 )
t x
t !x!
t

( t , x )

Teorema Cauchy-Kovalevsky menunjukkan bahwa deret ini konvergen untuk semua


beberapa persekitaran U
x

fungsi yang didefinisikan oleh (2.6) memenuhi p.d.p. (2.4) untuk setiap (t , x) U
awal (2.5) untuk setiap titik (0, x) dari C
Misalkan diketahui

( 2.7 )

di

dari domain asli dan mendefinisikan solusi

Dt Dx u (0,0)
( 2.6 ) u ( t , x ) =
t x
t !x!
( , )
t

(t , x)

u
=F (t , x 1 , , x n ,u , u x1 , , uxn )
t

( 2.8 ) u ( 0, x 1 , , x n )= ( x1 , , xn )

yang termuat di U .

dan kondisi

adalah masalah nilai awal (masalah Cauchy) yang melibatkan sebuah persamaan diferensial
u

parsial orde satu dalam satu variabel yang tidak diketahui


t , x1 , , xn

. Fungsi

F ( t , x 1 , , x n ,u , x 1 , , x n )

dan

n+1

variabel bebas

adalah sebuah fungsi dari

2 n+2

variabel.
Teorema (Cauchy-Kovalevsky)
Misalkan fungsi
F
R

analitik pada persekitaran titik asal dari

analitik pada persekitaran titik


2 n+2

Rn dan misalkan fungsi

(0,0, , 0, ( 0,, , 0 ) , x ( 0,, , 0 ) , , x ( 0,, , 0 ))


1

dari

.
Maka masalah Cauchy (2.7)-(2.8) memiliki solusi

analitik pada persekitaran di titik asal di

n+1

u (t , x1 , , xn )

yang terdefinisi dan

dan solusinya unik dalam kelas fungsi analitik.

Teorema ini menyatakan 2 hal yaitu :


1. Terdapat solusi analitik di beberapa persekitaran titik asal
2. Solusi unik pada kelas fungsi analitik
Maksud dari keberadaan adalah terdapat sebuah fungsi
dan analitik di persekitaran U dari titik asal di

u (t , x1 , , xn )

yang terdefinisi

Rn+1 sehingga pada setiap titik ( t , x 1 , , x n )

u (t , x1 , , xn )
0, x , , xn )
dari U , memenuhi
memenuhi (2.7) dan pada setiap titik ( 1
pada bagian S

yang termuat di U

memenuhi (2.8) kondisi awal.

bukti keberadaan menunjukan bahwa koefisien deret taylor adalah


Dt D1 D n u (0, , 0)
t ! 1 ! n !
t

( 2.9 )

( t , 1 , , n)

Contoh 2.1
Temukan semua suku yang berorde 3 dalam deret Taylor di sekitar titik asal dari solusi masalah
nilai awal
(2.10)

ut =u ux

(2.11)

u ( 0, x )=1+x 2

2
Pada masalah ini ( x )=1+ x dan fungsi adalah fungsi

analitik pada persekitaran titik

'( x)
asal dari sumbu-x (pada kenyataannya analitik di seluruh sumbu-x). u x ( 0,0 ) = =0 .
4
Selain itu, F ( t , x ,u , p )=up dan fungsi ini analitik di persekitaran dari (0,0,1,0) di R (pada

kenyataannya fungsi tersebut analitik di seluruh

). Oleh karena itu, dengan menggunakan

teorema Cauchy-Kovalevsky, masalah Cauchy (2.10)-(2.11) memiliki solusi analitik di


persekitaran titik asal pada bidang (t , x) . Kita harus menghitung semua turunan dari u
berorde 3 di titik asal.
Dari (2.11) kita memiliki
2

u ( 0, x )=1+ x ,u x ( 0, x )=2 x ,u xx ( 0, x )=2, u xxx ( 0, x )=0


Oleh karena itu,
u ( 0,0 )=1, u x ( 0,0 ) =0,u xx ( 0,0 )=2, u xxx ( 0,0 )=0
dari (2.10) kita mempunyai
ut =uu x , utx =uuxx +u 2 x ,utxx =3 u x u xx +uu xxx

dan dengan menggunakan nilai yang telah diperoleh sebelumnya kita diperoleh
ut ( 0,0 ) =0,u tx ( 0,0 )=2, utxx ( 0,0 )=0
dari (2.10) didapat
utt =u t ux +u utx , uttx =ut u xx + 2u x utx +uutxx
dan dengan menggunakan nilai yang telah dperoleh sebelumnya diperoleh
utt ( 0,0 )=2, uttx ( 0,0 )=0.
akhirnya dari (2.10) didapat
uttt =utt u x +2 ut u tx +uuttx
oleh karena itu
uttt ( 0,0 )=0.
Deret Taylor untuk u(t , x ) di sekitar titik asal adalah
t

u ( t , x )=

( t , x

D t Dx u (0,0)
t x
t !x!
)

1+ t +2 tx+ x +

Contoh Soal:
Diketahui PDB
1
1
dy /dx= x y
2
2
dengan

y ( 0 )=1 . Tentukan

Penyelesaian:
x 0=0 y 0=1

y (0.50) dengan metode deret Taylor (h=0.25)

x 1=0.25 y 1=?

} ( {x} rsub {0} )} over {2!} {h} ^ {2} + {{y} ^ {3} ( {x} rsub {0} )} over {3!} {h} ^ {3} +...+ {{y} ^ {n} ( {
y
y ( x 1)= y ( x 0 )+ y ' (x 0) h+
Misal kita hanya menghitung

y ( x 1) sampai orde ke-4 saja.

1
1
y ' ( x )= x y
2
2
y left (x right ) = {dy} over {dx} ( { 1} over {2} x- {1} over {2} y )
1/2+ f . (1/2 )

( 12 x 12 y) .1 /2

1/2

( 14 x 14 y)

1/2

y ' left (x right ) = {dy} over {dx} left ({1} / {2} - left ({1} over {4} x- {1} over {4} y right ) right )
1 /4+ f . ( 1 /4 )
1 /4+

( 12 x 12 y) . 1/ 4

1 /4+

y(4 ) ( x )=

( 18 x 18 y)

dy
1
1
1/ 4+ x y
dx
8
8

1/8+ f . (1/ 8 )

( 12 x 12 y ) .1/8

1/8+

))

1/8

( 161 x 161 y )

Diperoleh:
y ( x0 ) = y ( 0 )=1
'

' (0 )

y (x0 )= y =1/2 01/21=1 /2


} left ({x} rsub {0} right ) = {3} / {4}

y(3) ( x 0 )=3 /8
(4 )

y ( x0 ) =3/16
Sehingga
y ( x1 ) =0.8974915
y ( x2 ) =0.8364037
Jadi,
y ( 0.50 )=0.8364037

BAB III
ALGORITMA dan FLOW CHART
Algoritma:
1. Cetak Judul
2. Definisikan f(x,y) = x y
def f(x,y):
o=0.5*x-0.5*y
return o
3. Definisikan turunan f(x,y)
def deriv(x,y):
h=0.000001
z=round(((f(x+h,y)-f(x,y))/h)+(f(x,y)*(((f(x,y+h)-f(x,y))/h))),4)
return z
4. Definisikan faktorial
def fakt(p):
faktor=1
for i in range (p):
i=i+1
faktor=faktor*i
return faktor
5. Inisiasi y=1
6. Inisiasi x=0
7. Input x yang ingin dicari
8. Input nilai h
9. while h<=x1:
a=f(x,y)

aa=f(h,y)
c=deriv(x,y)
cc=deriv(h,y)
d=(c*a)
dd=(cc*aa)
ee=(dd*aa)
e=(d*a)
kk=[]
kk.append(a)
kk.append(c)
kk.append(d)
kk.append(e)
jumlah=0
galat=((h)**(len(kk))*(ee-kk[3]))/fakt(len(kk)+1)
g=h
for i in range (len(kk)):
dd=float(kk[i]*g/fakt(i+1))
jumlah+=dd
g=g*h
hasil=jumlah+y+galat
h+=h
10. Cetak nilai galat
11. Cetak Hasil

Def faktorial (p):

faktor=1

Flow Chart:

Return faktor

for i in
range (p):

i=i+1
faktor=faktor*i

Start

Cetak Judul

Def deriv(x,y):

h=0.000001
z=round(((f(x+h,y)-f(x,y))/h)+
(f(x,y)*(((f(x,y+h)-f(x,y))/h))),4)

Def f(x,y):

Def deriv(x,y):

End

Return z
Def faktorial(p):

Def f(x,y):

o=0.5*x-0.5*y

Return o

Cetak galat
dan hasilnya

Inisiasi
y=1
x=0

dd=float(kk[i]*g/fakt(i+1))
jumlah+=dd
g=g*h
hasil=jumlah+y+galat
Input x1 yang ingin dicari dan hh+=h

While h<=x1:

for i in range (len(kk)):

BAB V
a=f(x,y)
CODING
aa=f(h,y)
c=deriv(x,y)
cc=deriv(h,y)
d=(c*a)
dd=(cc*aa)
ee=(dd*aa)
e=(d*a)
kk=[]
kk.append(a)
kk.append(c)
kk.append(d)
kk.append(e)
jumlah=0
galat=((h)**(len(kk))*(ee-kk[3]))/fakt(len(kk)+1)
g=h