Anda di halaman 1dari 6

Contrating theory

Karakteristik teori kontrak adalah perusahaan sebagai hubungan hokum ( koneksi )


dari hubungan kontrak antara pemasok dan konsumen dari factor produksi.
Prusahaan dipandang sebgai cara yang efisien untuk mengatur kegiatan ekonomi
untuk mengurangi biaya kontrak ( biaya individu untuk bertransaksi )
Teori akuntansi positif berfokus pada dua jenis kontrak :
1. Kontrak manajemen / ekuitas
2. Kontrak utang
Kedua kontrak ini adalah kontrak keagenan. Teori keagenan menyediakan banyak
penjelasan untuk praktek akuntansi yang ada.
Dalam teori keagenan terdapat hubungan antara pemegang saham ( principals )
dengan manajer perusahaan (agen) yang menggunakan dana dari para principals.
Manajer (agen) tidak selalu bertindak untuk kepentingan pemegang saham.
Sehingga principals haarus melakukan intervensi agar kepentingan principals dapat
terlaksana.
Oleh karena itu, tibullah biaya keagenan yang meliputi :
1. Biaya monitoring (monitoring cost)
Biaya monitoring adalah biaya pemantauan prilaku ageen. Biaya pemantauan
dikeluarkan oleh pemegang saham untuk mengukur , mengamati dan
mengontrol prilaku agen.
Contoh : biaya audit, biaya penetapan rencana kompensasi manajemen,
aturan operasi.
2. Biaya ikatan ( Bonding cost )
Biaya ikatan adalah biaya yang ditanggung oleh agen sebagai akibat
tindakan yang dilakukan agen untuk menyelaraskan atau menyesuaikan
kepentingan mereka dengan kepentingan pemegang saham( principal)
Contoh : menyediakan laporan keuangan secara lebih tratur
3. Biaya kerugian residual ( residual cost )
Biaya kerugian residual adalah kerugian yang timbul sebagai akibat tindakan
dimana agen tidak bias sepenuhnya menyelaraskan kepentingan mereka
dengan principal
Contoh : agen yang membuat keputusan yang tidak selaras dengan
kepentingan principal

Price Protection and Shareholder / manajer agency problems

Risk Aversion Problem

Manajer memilih resiko lebih kecil disbanding pemegang saham ( pemegang


saham biasnya mendiversifikasi investasinya untuk memperkecil resiko
keuangan )
Untuk kepentingan pengembalian modal, pemmegang saham umumnya
cenderung menginginkan manajemen untuk memilih proyek yang beresiko tinggi
yang hasilnya tinggi untuk memningkatkan nilai perusahaan. Namun disisi lain,
manajer cenderung secara rasional memilih untuk meminimalisasi resiko mereka
sendiri disbanding meningkatkan nilai perusahaan.

Dividend Retention Problem

Manajer lebih suka membayar dividen perusahaan lebih kecil dari yang
diinginkan pemegang saham
Masalah ini muncul karena kecenderungan manajer menahan uang dalam
perusahaan untuk membayar remunerasi dan keuntungan lainnya untuk mereka
dan untuk meningkatkan kekuasaan mereka.

Horizon Problem

Perbedaan sudut pandang manajer dan pemegang saham


Pemegang saham cenderung menginginkan cash flow secara terus menerus
dimasa depan, sebaliknya manajer cenderung hanya menginginkan cash flow
selama mereka berada diperusahaan tersebut

Kontrak dapat digunakan untuk menimalisasi masalah2 tersebut. Langkahlangkah yang dapat diambil :
1. Penentuan remunerasi manajer berdasarkan harga saham
2. System batas atas bonus yang sebagian didasarkan pada dividend payout
ratio
3. Pembayaran bonus secara progesif sebanding dengan profit
4. Mengurangi remunerasu manajer ketika kepemilikkannya rusak

Shareholder-Debtholder agency problems

Asumsi yang digunakan dalam pembahasan ini adalah manajer adalah salah
satunya pemilik perusahaan, yang memiliki kepentingan sebagai pemilik

Principal adalah debt holder

Agent adalah manajer yang bertindak sebagai pemilik perusahaan.

Excessive dividend payments


Masalah ini muncul ketika tingkat dividen perusahaan semakin tinggi, maka
akan mengurangi asset yang digunakan untuk

Asset substitution

Masalah ini muncul ketika manajer cenderung menerima utang dan


menginvestasikannya ke asset / proyek beresiko tinggi untuk meningkatkan
nilai perusahaan sedangkan debtholder cenderung untuk menghindari resiko
agar pinjaman tetap bias dibayar

Underinvestment
Masalah ini muncul ketika manajer memiliki kecenderungan untuk tidak
melaksanakan proyek dengan NPV positif jika proyek tersebut hanya akan
meningkatkan dana yang tersedia untuk debtholder namun tidak
memberikan manfaat untuk manajer ( shareholders )

Claim dilution
Masalah ini muncul ketika perusahaan menerbitkan utang yang memiliki
prioritas lebih tinggi dan utang sudah ada. Utang baru ini memang akan
meningkatkan dana bagi perusahaan, namun disis lain meningkatkan resiko
gagal bayar utang yang sudah ada

Shareholder debtholder agency problem dapat diatasi dengan langkah berikut :

Debtholder dapat melakukan price protect dengan meningkatkan bunga atau


dengan mengurangi jumlah pinjaman atau kombinasi keduanya

Kepentingan pemegang saham dapat dibatasi oleh debtholder dengan


dengan suatu perjanjian pinjaman

Strength of positive theory

Dalam penelitian pasar modal, memberi pemahaman mengenai kaitan antara


akuntansi dengan harga saham

Berusaha memberi pemahaman mengenai kaitan antara informasi akuntansi


manajer perusahaan dan pasar serta menganalisa hubungannya

Bisa menghasilkan hipotesis melalui pengujian empiris

Memberi pemahaman tentang bagaimana dunia ini bekerja dan bukan


menggambarkan bagaimana dunia ini sebaliknya bekerja

Philosophy of positive accounting theory

Teori ini dikembangkan untuk memahami fenomena fenomena akuntansi


dengan mengamati kejadian-kejadian secara empiris

Hasil pengamatan tersebut digunakan untuk membuat prediksi kejadian


dimasa akan datang

Teori akuntansi positif didasarkan atas beberapa asumsi mengenai prilaku individu
seperti :

Manajer, investor dan lender menginginkan adanya keuntungan dan sisi


financial

Manajer bias memilih metode akuntansi yang secara langsung


memaksimalkan kepentingan pribadinya atau merubah kebijakan yang
secara tidak langsung mensejahterakan dirinya sendiri

Manajer memaksimalkan nilai perusahaan

Scope of positive accounting theory

Two stages of development


1. Capital market research
-

Penelitian mengenai danpak akuntansi dan prilaku dalam pasar modal

Tidak menjelaskan mengenai prektek akuntansi

Menginvestigasikan hubungan antara data akuntansi dan harga saham


/ tingkat pengembalian saham

Efficient Market Hypothesis

2. Menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi dalam perusahaan


-

Ex post opportunism
Menejelaskan apakah perusahaan menggunakan metode akuntansi
tertentu untuk alasan opportunistik , contohnya memindahkan
kesejahteraan pemegang saham ke manajer

Ex ante efficient contracting


Mengasumsikan perusahaan memiliki praktek akuntansi untuk alasan
efisiensi, contohnya kebijakkan akuntansi untuk menurunkan biaya
kontrak antara perusahaan dan pemegang saham

Capital market research and the efficient markets hypothesis


Pasar efisiensi bukan bearti bahwa seluruh informasi keuangan telah disajikan
secara benar atau secara tepat oleh si pengambil keputusan. Melainkan
menunjukkan bahwa manajer membuat keputusan manajemen yang terbaik atau
bahwa investor dapat memprediksi peristiwa masa depan dengan tepat.
Impact of accounting profits announcements on share prices

Magnitude
Apabila profit yang diumumkan mengandung suatu informasi, maka besarnya
tingkat pengembalian abnormal dapat diakitkan dengan besarnya profit yang
tak terduga

Information asymmetry and firm size

Semakin kecil perusahaan semakin banyak informasi yang terdapat dalam


laporan keuangan. Sehingga profit yang diumumkan oleh perusahaan yang
kecil mempunyai dampak informasi yang lebih besar
Behavioural accounting research definition and scope
Tujuan dari penelitian dalam model ini lebih kepada menjelaskan dan memprediksi
prilaku pada individu atau grup dan kaitannya dalam proses meningkatkan kualitas
pengambilan keputusan

The major type of bar is


-

Human judgement theory (HUT)

Human information processing (HIP)

Meliputi penilaian dan pengambilan keputussan oleh akuntan dan auditor


dan pengaruh output dari fungsi ini terhadap penilaian pengguna dan
pengambilan keputusan

Why bar is important ?

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana orang-orang menggunakan dan


memproses informasi akuntansi

Memberikan informasi beharga kepada pengambil keputusan dalam


membuat , mengolah dan bereaksi terhadap informasi akuntansi dan metode
komunikasi dalam berbagai jenis cara

Meningkatkan efisiensi dalam praktek kerja akuntan dan professional lainnya

Meningkatkan informasi yang berguna kepada regulator akuntansi seperti


Australian Accounting Standards Board (AASB)

Probabilistic judgement
Posterior odds = likelihood x prior odds

Posterior odds : probabilitas revisi

Likelihood ratio : jumlah dimana harapan sebelumnya harus direvisi

Prior odds : probabilitas awal atau tariff dasar

Model penilaian probabilistic berguna untuk melihat situasi dalam akuntansi dimana
keyakinan awal tentang prediksi atau evaluasi perlu direvisi untuk bukti lebih lanjut
agar tersedia dan didasarkan pada dalil / teorema bayes. Contoh revisi investor
terhadap keputusan investasi sebagaai bukti baru mengenai hasil dari gugatan
terhadap perusahaan
Format and presentation of financial statements

Libby (1976) Tiga pilihan dasar tersedia untuk meningkatkan pengambilan


keputusan :

Mengubah penyajian laporan keuangan dan jumlah informasi

Mendidik para pengambil keputusan

Mengganti pengambil keputusan baik dengan model mereka sendiri


atau dengan model pembobotan siinyal yang ideal

The Brunswilk lens model


Pengguna brunswilk lens model telah menyediakan penemuan informasi beharga
mengenai :

Pola isyarat digunakan secara jelas dalam berbagai tugas

Bobot yang ditempatkan secara implisit oleh para pengambil keputusan di


berbagai isyarat informasi

Ketepatan relative pengambil keputusan pada tingkat keahlian yang berbeda


dalam memprediksi dan mengevaluasi berbagai tugas

Kondisi dimana expert system dan / atau model prilaku manusia melebihi
prilaku yang dilakukan manusia

Stabilitas (konsistensi) dari penilaian manusia dari waktu ke waktu

Tingkat pemahaman yang dimiliki para pengambil keputusan mengenai pola


mereka menggunakan data

Tingkat consensus ditampilkan dalam berbagai tugas pengambilan keputusan


kelompok

Contoh : para pengambil keputusan ( misalnya petugas pinjaman bank ) dapat


melihat melalui lensa isyarat ( misalnya : ratio keuangan ) yang secara probabilitas
dihubungkan dengan peristiwa, untuk mencapai suatu kesimpulan tentang peristiwa
itu (misalnya kemungkinan kredit default dan non default)