Anda di halaman 1dari 2

Uswatun Hasanah // 376085 // MCS 65-A

General Appliance Corporation


General Appliance Corporation adalah produsen terintegrasi untuk segala jenis
perabotan rumah tangga. Organisasi perusahaannya bersifat divisional dan terdesentralisasi,
terdiri dari empat divisi produk, empat divisi manufaktur dan enam kantor staf. Kantor-kantor
staf memiliki kewenangan fungsional atas divisidivisi dibawahnya, tetapi mereka tidak memiliki
gari kewenangan fungsional atas general manager divisi-divisi di bawahnya. Dan seluruh
personel divisi bertanggung jawab kepada manajer divisi.
Antar divisi diharapkan untuk saling berinteraksi seakan akan mereka merupakan
perusahaan-perusahaan yang independen, tetapi komponen-komponen yang ditransfer diberikan
harga sesuai dengan hasil negosiasi mereka, harga ini berdasarkan harga actual yang dibayarkan
kepada pemasok luar untuk komponen yang sebanding. Sebuah divisi produk tidak memiliki
kekuatan untuk memutuskan apakah akan membeli komponen dari dalam atau luar perusahaan.
Namun demikian divisi manufaktur harus tetap mempertahankan harga di mana divisi produk
dapat membelinya dari pemasok luar.
PERMASALAHAN
1. Masalah Kompor
Divisi produk Krom (Chrome) menjual kepada Divisi Kompor Elektrik sebuah unit
berlapis krom yang dipasang diatas kompor yang harus tahan terhadap korosi dan noda makanan.
Divisi produk krom telah memproduksi unit ini sejak 1 januari 1986, yang sebelumnya
diproduksi oleh pemasok luar. Sekitar pertengahan tahun 1986, Presiden General Applience
Corporation mengkhawatirkan keluhan konsumen dan agen penjual (dealer), melalui survei
yang menunjukkan bahwa reputasi perusahaan sebagai produsen produk berkualitas telah
menurun. Hal tersebut diyakini terutama karena kinerja yang buruk dari mesin elektronik
pembuat unit tersebut yang baru, yang kemudian dikoreksi. Oleh sebab itu, masing-masing divisi
diminta untuk meningkatkan kualitas seluruh produk sampai pada tingkat memuaskan.
Awal 1987 divisi Produk Krom dan divisi manufaktur mempelajari cara pembuatan
lapisan atas kompor yang memenuhi standar kualitas, dengan menambah unsur tembaga dan
operasi penghalusan di akhir siklus. Total biaya dari operasi tambahan ini adalah 80 sen/unit,
Akibat kenaikan biaya, pada bulan Juli 1987 divisi produk krom mengusulkan untuk menaikkan
harga kompor tersebut sebesar 90 sen, yang terdiri dari biaya tambahan atas operasi tambahan
sebesar 80 sen ditambah 10 sen sebagai markup laba atas tambahan biaya tersebut. Sebelum
usulan tersebut diajukan, harga produk tersebut sekarang adalah $10 per unit. Akan tetapi divisi
kompor elektrik sangat keberatan dan diputuskan untuk dibawa staf keuangan. Namun staf
keuangan menyatakan biaya tersebut mencerminkan proses efisien, untu membuat produk
berkualitas.

2. Masalah Alat Pengendali Thermostatis/Suhu

Uswatun Hasanah // 376085 // MCS 65-A


Divisi Kulkas menginformasikan kepada Monson Controls Corporation bahwa sejak 1
januari 1988, divisi tersebut akan membeli seluruh unit pengendali suhunya dari Divisi Motor
Elektrik, atas dasar demi komitmen. Antara tahun 1985-1987, kapasitas produksi dari
perusahaan-perusahaan independen tersebut jauh melebihi permintaannya yang diakibatnya
menurunnya tingkat harga. Hal tersebut juga dialami oleh Divisi Motor Elektrik, laba yang
dihasilkan oleh produk ini menurun drastis. Selanjutnya divisi motor elektrik dan divisi kulkas
melakukan negosiasi untuk harga tahun 1988. Divisi Kulkas mengusulkan harga $2,15, yaitu
harga yang ditawarkan Monson Controls Corporation. Namun Divisi Motor Elektrik tetap
menolak untuk menurunkan harganya dibawah $2,40 kepada pihak manapun. Akhirnya
pertikaian tersebut diserahkan kepada staf keuangan untuk penyelesaian.
3. Masalah Transmisi
Pada Maret 1985, Thorndike diberitahu bahwa mulai 1 Januari 1987, GAC tidak lagi
membeli transmisi dari Thorndike. April 1985, presiden Thorndike meminta kepada presiden dari
General Appliance Corporation agar keputusan tersebut dapat ditinjau kembali, dengan
memberikan daftar usulan penurunan harga yang akan diberikan jika perpanjangan kontrak
dilakukan, karena Thorndike masih lebih untung jika menurunkan harga daripada menelantarkan
mesin-mesin produksi transmisi yang ada dan Thorndike mengharapkan adanya kenaikan
produktivitas. Pada akhir tahun 1985, Divisi Gear & Transmisi menawarkan harga transmisi
yang baru sebesar $12 ditambah beberapa penyesuaian kecil. Divisi Mesin Cuci menolak untuk
menerima harga yang diusulkan tersebut dan bertahan pada harga $11,21. Divisi Gear &
Transmisi menolak untuk mempertimbangkan usulan proyek tersebut. Akhirnya pertikaian
tersebut diserahkan kepada staf keuangan untuk penyelesaian.
REKOMENDASI
1. Seharusnya sebelum ditentukan tindakan untuk memperbaiki kualitas kompor, seluruh bagian
harus dilibatkan didalam mengambil keputusan. Dalam hal ini divisi produk krom kurang
bijaksana dengan tidak melibatkan divisi kompor listrik dalam pengambilan keputusan
perbaikan kualitas kompor.
2. Menggunakan metode bergaining (menawarkan) dengan penambahan biaya tidak sebesar 90
sen tetapi 85 sen dengan perincian 80 sen untuk biaya tambahan dan 5 sen untuk mark up
laba atas biaya tersebut untuk per unitnya. (biaya ini lebih rendah 5 sen dari penawaran
sebelumnya)
3. Tetap membeli dari divisi motor listrik dengan harga negosiasi.
4. Meningkatkan sales dan produktivitas di divisi kulkas dan divisi mesin cuci sehingga
permintaan ke divisi motor listrik meningkat dan biaya bisa ditekan ( mass production
eficiency ).