Anda di halaman 1dari 24

BRAIN-BASED LEARNING

BELAJAR BERDASARKAN
CARA KERJA OTAK

Hernowo
Direktur Mizan Learning Center

KEGIATAN BELAJAR
YANG RAMAH OTAK

1.

otak emosional yang bisa


membangkitkan hasrat
belajar.

2. otak sosial yang berperan


membangun visi untuk
melihat apa yang mungkin.
3. otak kognitif yang
menumbuhkan niat untuk
mengembangkan
pengetahuan dan
kecakapan.
4. otak kinestetis yang
mendorong tindakan
untuk mengubah mimpi
menjadi kenyataan.
5. otak reflektif yang membuat
seorang pembelajar mau
dan mampu bertafakur.

DARI BUKU REVOLUSI CARA


BELAJAR: THE VITAL YEARS
50% kemampuan belajar seseorang
dikembangkan pada masa 4 tahun
pertamanya
30% yang lainnya dikembangkan
menjelang ulang tahun ke-8
Tahun-tahun yang amat penting
tersebut meletakkan landasan bagi
semua proses di masa depan

THE VITAL YEARS


Sesudah

umur 10 tahun, cabang-cabang


dendrit (komponen neuron/sel saraf)
yang tidak berhubungan akan mati
Anak-anak adalah guru terbaik bagi
mereka sendiri dan orangtua adalah
guru-pertama terbaik mereka
Anak-anak belajar paling cepat dari
pengalaman indrawi; jadi rangsanglah
indra mereka

THE VITAL YEARS


Rumah,

pantai, hutan, tempat bermain,


kebun binatang, museum, dan daerah
petualangan adalah sekolah-terbaik mereka
Olahraga (gerakan) sederhana dapat
menumbuhkan semangat belajar pada bayi
Belajar apa sajatermasuk membaca,
menulis, dan matematikasebenarnya
sangat mengasyikkan

DARI BUKU BRAIN-BASED


LEARNING: PENTINGNYA EMOSI
Emosi

memicu pelepasan adrenalin


neurotransmiter, norepinefrin, dan
vasopresin. Bahan-bahan kimia ini
semacam alarm yang mengingatkan
otak bahwa Ini penting! Ingatlah itu!
Emosi dan makna sangat berhubungan.
Emosi juga berhubungan dengan
semangat, gairah, dan ketakjuban.

DARI BUKU BELAJAR CERDAS:


THE AMAZING BRAIN
Mulailah

pelajari mekanisme-sederhana
otak kita dan menyesuaikan cara
belajar kita dengannya
Karena otak sangat dipengaruhi
makanan, maka makanlah makanan
yang bukan saja menyehatkan tetapi
mencerdaskan otak Anda (Cerdas
dengan Makanan).

THE AMAZING BRAIN


Karena

olahraga dapat menghasilkan


faktor pertumbuhan yang
mendorong percabangan dendrit,
belajarlah dengan banyak bergerak.
Tinggalkan cara belajar kuno dengan
menghafal sambil duduk selama
berjam-jam. (Cerdas dengan
Gerakan)

THE AMAZING BRAIN


Otak

kita terus berkembang apabila


kita hidup dalam lingkungan yang
penuh tantangan. Pelajarilah selalu
hal-hal baru, pecahkan masalahmasalah baru, atau hidup dalam
lingkungan baru. (Cerdas dengan
Pengayaan)

KEHIDUPAN KITA
neuron berkembang perlahan
seiring dengan kehidupan kita
dengan cara meraih neuron lain
yang memiliki ranting dendrit yang
sama. Ketika kita menyerap
informasi baru, dendrit kita
membuat cabang-cabang baru.
Setiap cabang ini akan
mengembangkan lagi rantingranting lainnya.

Otak Anda memiliki 100 miliar neuron atau sel saraf aktif.
Masing-masing neuron memiliki hingga 20.000 koneksi.
Sumber: David A. Sousa, How the Brain Learns.

Bagaimana Koneksi Terjadi?


Koneksi
antarsel-sel otak
hanya terjadi
bila kita dapat
menciptakan
makna pada
apa yang kita
pelajari (Adi W.
Gunawan, Born
to be a Genius).

Roger Sperry menemukan dua belahan otak manusia yang


cara bekerjanya sangat berbeda. Otak kiri otak logis (suka
mengoreksi) dan otak kanan otak imajinatif (suka
mengacak).
Sumber: Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ.

irama
imajinasi

keindahan

Paul MacLean menemukan konsep satu kepala tiga macam


otak (triune brain). Otak paling tua di sebut otak primitif
atau otak reptil (batang otak), otak berikutnya otak
tengah atau otak mamalia (sistem limbik), dan otak
tercanggih disebut neokorteks (bahasa).
Sumber: Gordon Dryden dan Jeannette Vos, The Learning Revolution.

EMOSI NEGATIF menyebabkan cara berpikir turun ke bawah ke otak


binatang. Ini membuat kita hanya berpikir reaktif dan tidak dapat
berpikir secara jernih.

EMOSI POSITIF menyebabkan cara berpikir NAIK ke atas ke otak bahasa. Dan muncul
endorfin yang memproduksi ASETILKOLIN (semacam oli/pelumas otak)

DAUR EMOSI POSITIF


Emosi Positif

Kekuatan
Otak

Kehormatan
Diri

Keberhasilan

KEDAHSYATAN
MULTIPLE INTELLIGENCES