Anda di halaman 1dari 2

[Hot News!

] Tak Perlu Khawatir Lagi Terhadap UN


2011!
December 17, 2010 5:26 pm
Quote:

JAKARTA, KOMPAS.com Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah


siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu,
pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada
bulan Mei 2011.
Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011,
sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka
yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini
UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.
Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran
2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Kamis (17/12).
Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan
UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah
memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP
meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa
diterima dengan baik.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru
yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN
yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti. "Kita nantinya mesti lebih fokus pada
apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN," ujar Nuh.
Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil
belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu,
penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.
Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal
5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata
pelajaran UN.
Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x
nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai
rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.
Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil

kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up
nilai siswa.
Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal
4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk
menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.
Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah
merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata
pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan
penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan
selama proses belajar siswa di sekolah.