Anda di halaman 1dari 7

Klasifikasi

Kayu secang
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Caesalpiniaceae
Genus: Caesalpinia
Spesies: Caesalpinia sappan L.
Simplisia
a) Nama simplisia : Sappan lignum
b) Tanaman asal : Caesalpinia sappan L.
c) Suku : Caesalpiniaceae
Nama Daerah
Sumatra : Seupeung (Aceh), Sepang (Gayo), Sopang (Batak), Cacang (Minangkabau)
Jawa : Secang (Sunda), kayu secang , soga jawa (Jawa), Kaju secang (Madura)
Nusa Tenggara : Cang (Bali), Sepang (Sasak)
Sulawesi : Kayu Sema (Manado), Sapang (Makassar), Sepang (Bugis)
Maluku : Sefen (Halmahera selatan), Roro (Tidore)

Deskripsi Tumbuhan

Perawakan : semak atau pohon rendah, tinggi 5-10 meter.


Batang : simpodial, ranting berlentisel dan berduri, bentuk duri bengkok, tersebar.
Daun : majemuk menyirip, panjang 25-40 cm, sirip 9-16 pasang, paling tengah terpanjang,
panjang sirip 6,5-17 cm; setiap sirip mempunyai 10-20 pasang anak daun yang berhadapan.
Anak daun : bertangkai pendek, bentuk memanjang, pangkal hampir rompang, tidak simetri,
ujung membulat, sisinya agak sejajar, panjang anak daun 10-25 mm, lebar 3-11 mm, daun
penumpu lebar 3-4,5 cm, gugur.
Bunga : susunan tandan, bagian pangkal malai, di ketiak, panjang malai 10-40 cm, tangkai bunga
1,5-2,5 cm, panjang tangkai karangan 15-20 cm.
Kelopak : 5 daun kelopak tidak simetri, pinggir kelopak berambut, panjang daun kelopak yang
terbawah rata-rata 10 mm, lebar rata-rata 4 mm.
Mahkota : daun mahkota 9-12 mm., kuning terang, berlepasan, helaian bendera membundar
bergaris tengah 4-6 mm, empat helai daun tajuk lainnya yang membundar dan bergaris tengah
rata-rata 10 mm.
Benang sari : panjang rata-rata 15 mm.
Putik : panjang rata-rata 18 mm.
Buah : polongan berwarna hitam, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, berisi 3-4 biji, panjang biji 1518 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm. Waktu berbunga : Januari - Desember.
Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya
Banyak tumbuh di Jawa, di pegunungan berbatu pada daerah yang tidak terlalu dingin.
Tumbuhan banyak ditemukan pada daerah dengan ketinggian 1-1700 m dpl. Banyak ditanam di
perkampungan sebagai tanaman pagar. Perbanyakan tanaman ini dengan penyebaran biji.

Keanekaragaman.
Variasi morfologi kecil.

Ekologi dan penyebaran.


Tumbuh di India, Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman pagar atau
tanaman pinggiran.

Bagian Tanaman Yang diambil


Kayu. Kulitnya dibuang, dipotong-potong lalu dikeringkan.

Pemerian
Pemerian : tidak berbau, rasa agak kelat
Pemeriksaan Makroskopik

Kayu berbentuk potongan-potongan atau kepingan dengan ukuran sangat bervariasi atau berupa
serutan-serutan : keras dan padat ; warna merah jingga atau kuning
Pemeriksaan Mikroskopik

Xilem : jelas, radier dengan jari-jari xilem terdiri dari 1 sampai 3 baris sel yang berisi butir pati
kecil, tunggal dan berkelompok. Pembuluh kayu atau trakhea : umumnya berkelompok, kadangkadang tunggal, garis tengah 25 m sampai 120 m, dinding tebal, berlignin, bernoktah yang
berupa noktah halaman dengan lubang berbentuk celah, lumen umumnya berisi zat yang
berwarna merah keunguan, merah kekuningan sampai merah kecoklatan.
Serabut xilem : berkelompok, tersusun radier, terdiri dari 5 sampai 40 serabut, dinding serabut
tebal berlignin, lumen sempit, kelompok serabut diliputi seludang sel parenkim, sel parenkim
umumnya berisi hablur kalsium oksalat berbentuk prisma, ukuran hablur 3 m sampai 20 m,
umumnya 15 m

Serbuk : warna jingga kecoklatan. Fragmen pengenal adalah berkas serabut dengan seludang
hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; fragmen pembuluh kayu berpenebalan jala; fragmen
serabut, umumnya panjang dan lumen sempit
Cara Identifikasi

Kocok 100 mg serbuk kayu dengan 5 ml metanol P selama 5 menit bila perlu dipanaskan, saring,
filtrat berwarna kuning kejinggaan.
a. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes asam sulfat P terjadi warna ungu
b. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes asam klorida pekat P ; terjadi warna ungu
c. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi warna ungu.
d. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v ; terjadi warna ungu.
e. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes larutan timbal (II) asetat P 5 % b/v ; terjadi warna ungu.
f. Pada 3 tetes filtrat tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P 5 % b/v; terjadi warna ungu.

Uji Kemurnian

Kadar abu tidak lebih dari 2 %


Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 0,5%
Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 2%
Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 1%
Bahan organik asing tidak lebih dari 2%
Kandungan Senyawa

Isi : pigmen, tanin,asam galat, brazilin

Kandungan kimia

Senyawa terpenoid, fenil propana, alkaloid, steroid, saponin, dan fenolik lain antara lain
flavonoid.
Batang dan daun mengandung alkaloid, tanin, fito-sterol dan zat warna brazilin.
Minyak atsiri terdiri dari osimen, d-felandren. Di samping itu ditemukan pula deoksisappanon
atau protosappanin A, sappan kalkon, sesalpin, proto-sappanin E-1; protosappanin E-2, tetra
asetil-brazilin.
Caesalpinia sappan L. atau lebih dikenal dengan nama Kayu Secang (Sappan lignum), sekarang
banyak digunakan sebagai salah satu pilihan minuman kesehatan oleh masyarakat, baik itu
diramu dengan berbagai macam tumbuhan tradisional lainnya, ataupun tanpa dicampur bahan
lain. Banyak khasiat yang bisa didapatkan dari Kayu Secang (Sappan lignum) ini antara lain
sebagai antiseptik, pengobatan diare, disentri, batuk darah, pembersih darah, dll. Daun dan
batang Caselpinia sappam mengandung saponin, dan flavonoida, di samping itu daunnya juga
mengandung polifenol, batangnya juga mengandung tanin. Dari penelitian diketahui bahwa Kayu
Secang (Sappan lignum) dalam bentuk ekstrak etanol dan infusa mempunyai aktivitas antibakteri
terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus.
Sifat kimiawi yang dimiliki oleh tanaman ini adalah Sepat tidak berbau. Efek farmakologis
mampu Menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik.
Kandungan Kimia pada Kayu: Asam galat, tanin, resin, resorsin, brasilin, brasilein, d-alfaphellandrene, oscimene, minyak atsiri., sedangkan Daunnya mengandung : 0,16%-0,20% minyak
atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.
Penyakit yang dapat diobati : Diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, darah kotor,;

Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; Malaria, tetanus, tumor, radang
selaput lendir mata. Bagian yang dipakai adalah Kayu, Kulitnya dibuang, dipotong-potong lalu
dikeringkan.
KEGUNAAN:
- Diare, disentri.
- Batuk darah pada TBC.
- Muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah.
- Luka dalam.
- Sifilis, darah kotor, Radang selaput lendir mata.
- Malaria.
- Pengobatan setelah bersalin.
- Tetanus.
- Pembengkakan (tumor),
- Nyeri karena gangguan sirkulasi darah dan Ci.

. Contoh pemakaian
1) Pembersih darah
Kerokan kayu ditambah ketumbar dan daun trawas, rebus.
2) Diare
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah
dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore hari.
3) Batuk darah pada TBC
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 4 gelas air bersih
sampai tersisa 2 gelas, Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x gelas.
4) Radang salaput lendir mata
2 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air bersih
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang
matayangsakit.

5) Berak darah
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x
gelas.
Cara pengolahanya
Kayu. Kulitnya dibuang, dipotong-potong lalu dikeringkan.Untuk pemakaian luar kayu direbus,
airnya untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.