Anda di halaman 1dari 64

ASUHAN PADA NEONATUS

BAYI BALITA DAN ANAK


PRASEKOLAH
DISUSUN OLEH :
ISNI YULIANTI
MERY TARLINA
RISMA PERTIWI

KEBUTUHAN
1.

ASIH (KEBUTUHAN EMOSIONAL/KASIH SAYANG)


PADA NEONATUS:
-.PEMBERIAN ASI EKSLUSIF
-.RAWAT GABUNG
-.KONTAK MATA (EYE TO EYE CONTACT)
-.SUARA
-.AROMA
-.GAYA BAHASA
-.INISIASI DINI

BAYI :
- BONDING ATTACHMENT
- SUARA
- AROMA
- HIBURAN
- KONTAK DINI

BALITA :
BERIKAN RANGSANGAN POSITIF KEPADA BALITA. MISALNYA
DENGAN BELAIAN/ SENTUHAN /PIJATANPIJATAN LEMBUT, UCAPANUCAPAN LEMBUT/BISIKAN-BISIKAN MESRA, KECUPAN, DAN SUARASUARA YANG MENENANGKAN BAYI.
TANGGAP TERHADAP KEBUTUHAN BALITA.
AJAK ANAK BERMAIN YANG DAPAT MEMBUATNYA GEMBIRA ATAU
TERTAWA. MISALNYA DENGAN MAIN CILUK BA, MENGGELITIKINYA
SESEKALI, MEMAINKAN BONEKA DENGAN SUARA-SUARA LUCU ATAU
MENUNJUKKAN WAJAH-WAJAH GANJIL (MEMASANG EKSPRESI LUCU),
MEMBADUT (BICARA DENGAN CARA YANG DILEBIH-LEBIHKAN),
KEMUDIAN TERTAWALAH BERSAMA ANAK. PADA UMUMNYA, KITA
AKAN MERASA LEBIH DEKAT DENGAN SESEORANG YANG TERTAWA
BERSAMA KITA, DEMIKIAN PULA HALNYA DENGAN ANAK.

SENGAJA MELUANGKAN WAKTU BERSAMA ANAK UNTUK DAPAT


MEMBERIKAN KUALITAS PENGASUHAN YANG BAIK. JANGAN
MENGHADAPI ANAK DENGAN TERPAKSA ATAU HANYA HADIR
SECARA FISIK SAJA. USAHAKAN MENGHADAPI ANAK DENGAN
MENGHADIRKAN HATI JUGA.
TERIMA ANAK APA ADANYA DENGAN TULUS DAN IKHLAS,
SEKALIPUN IA CACAT ATAU TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN KITA.
SEBAB PENOLAKAN TERHADAP ANAK, MENYEBABKAN HUBUNGAN
ORANGTUA-ANAK MENJADI TEGANG DAN MENGHALANGI
ORANGTUA UNTUK MEMBERIKAN KASIH SAYANGNYA.
JANGAN BERSIKAP KASAR, KESAL DAN MENUNJUKKAN KEMARAHAN
TERHADAP BALITA KARENA BALITA JUGA BISA MERASAKAN
KETIDAKNYAMANAN INI DAN MEREKAMNYA DALAM INGATANNYA
SEHINGGA MEMBUAT ORANGTUA MENJADI JAUH TERHADAP ANAK.

ANAK PRASEKOLAH :
- KASIH SAYANG ORANG TUA
- RASA AMAN
- HARGA DIRI
- DUKUNGAN ATAU DORONGAN
- MANDIRI
- RASA MEMILIKI

ASUH ( FISIK-BIOLOGIS)
- NUTRISI
- IMUNISASI
- PERAWATAN SEHARI-HARI (MEMANDIKAN, MEMBERIKAN
MINUM/ASI, MENYENDAWAKAN)
- STIMULASI

ASAH (STIMULASI)

ANAK PERLU DISTIMULASI SEJAK DINI UNTUK


MENGEMBANGKAN SEDINI MUNGKIN KEMAMPUAN
SENSORIK, MOTORIK, EMOSI-SOSIAL, BICARA, KOGNITIF,
KEMANDIRIAN, KREATIVITAS, KEPEMIMPINAN, MORAL DAN
SPIRITUAL ANAK.

ADA 4 SEKTOR PERKEMBANGAN

1. PERKEMBANGAN MOTORIK
HALUS
Masa Neonatus (0-28 hari)

1. PERKEMBANGAN MOTORIK
HALUS
Masa Bayi (28 hari-1
tahun)

1. PERKEMBANGAN MOTORIK
HALUS
Masa Anak (1-2 tahun)

8. Kuesioner pra skrining


perkembangan (KPSP)

KPSP merupakan suatu daftar pertanyaan singkat


yang ditujukan pada orang tua dan dipergunakan
sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan
untuk perkembangan anak usia 3 bulan sampai 6
tahun. Daftar pertanyaan tersebut berjumlah 10
nomor yang harus dijawab oleh orang tuaatau
pengasuh yang mengetahui keadaan perkembangan
anak.

Pertanyaan dalam kpsp dikelompokan sesuai usia


anak saat dilakukan pemeriksaan, mulai kelompok
usia 3 bulan, 3-6 bulan, dst sampai kelompok 5-6
tahun. Untuk usia ditetapkan menurut tahun dan
bulan dengan kelebihan 16 hri dibulatkan menjadi 1
bulan.

PERTANYAAN DALAM KPSP HARUS DIJAWAB


DENGAN YA ATAU TIDAK OLEH ORANG
TUA. SETELAH SEMUA PERTANYAAN DIJAWAB,
SELANJUTNYAApabila
HASILjawaban
KPSP ya
DINILAI.
kurang dari

Apabila jawaban
ya berjumlah
9-10, berarti
anak tersebut
normal
(perkembangan
baik)

9, maka perlu diteliti lebih lanjut


mengenai;
Apakah cara menghitung usia dan
kelompok pertanyaannya sudah
sesuai. Kesesuaian jawaban orang
tua dengan maksud pertanyaan.
Apabila ada kesalahan, maka
pemeriksaan harus diulang.
Apabila setelah diteliti jawaban
ya berjumlah 7-8, berarti
hasilnya meragukan dan perlu
diperiksa ulang1 minggu
kemudian. Apabila jawaban ya
berjumlah 6 atau kurang, berarti
hasilnya kurang atau positif untuk
perlu dirujuk guna pemeriksaan

2. PERKEMBANGAN MOTORIK
Masa
KASAR
Neonatus
(0-28 hari)
Perkembangan
motorik kasar
yang dapat
dicapai pada
usia ini diawali
dengan tanda
gerakan
seimbang pada
tubuh dan mulai
mengangkat
kepala.

Mas
a
Bayi
(28
hari
-1
tah
un)

Perkembangan motorik kasar pada


usia ini dimulai dengan kemampuan
mengangkat kepala saat tegkurap,
mencoba duduk sebentar dengan
ditopang, mampu duduk dengan
kepala tegak, jatuh terduduk
dipangkuan ketika disokong pada
posisi berdiri, kontrol kepala
sempurna, mengangkat kepala
sambil berbaring terlentang,
berguling dari terlentang ke miring,
lengan dan tungkai kurang
Usia kesisi
4-8 bulan
dan berusaha
untuk
Usia fleksi,
perkembangan
motorik
kasar awal
bulanmerangkak.
ini dapat dilihat pada pertumbuhan
dalam aktivitas, seperti posisi telungkup
pada alas dan sudah mulai mengangkat
kepala dengan melakukan gerakan
menekan kedua tangannya. Pada bulan
ke empat sudah mampu memalingkan
kepala ke kanan dan kiri, duduk dengan
kepala tegak, membalikan badan,
bangkit dengan kepala tegak, menumpu
beban pada kaki dengan lengan berayun
kedepan dan kebelakang, berguling dari
terlentang dan tengkurap, serta duduk

Usia 8-12 bulan


Perkembangan
motorik kasar
dapat diawali
dengan duduk
tanpa pegangan,
berdiri dengan
pegangan,
bangkit lalu
berdiri, berdiri 2
detik dan berdiri
sendiri.

Masa Anak (1-2


tahun)
Dalam perkembangan
masa anak terjadi
perkembangan
motorik kasar secara
signifikan. Pada masa
ini anak sudah mampu
melangkah dan
berjalan dengan
tegak. Sekitar usia 18
bulan anak mampu
menaiki tangga
dengan cara 1 tangan
dipegang. Pada akhir
tahun kedua sudah
mampu berlari-lari
kecil, menendang
bola, dan mulai
mencoba melompat.

Masa Prasekolah
Perkembangan
motorik kasar masa
prasekolah ini dapat
diawali dengan
kemampuan untuk
berdiri dengan satu
kaki selama satu
sampai lima detik,
melompat dengan satu
kaki, berjalan dengan
tumit ke jari kaki,
menjelajah, membuat
posisi merangkak, dan
berjalan dengan
bantuan (wong, 2000).

PERKEMBANGAN BAHASA
Masa neonatus (0-28 hari)

Perkembangan bahasa masa neonatus ini dapat ditunjukan


dengan adanya kemampuan bersuara (menangis) dan bereaksi
terhadap suara atau bel.
Masa bayi (28 hari- 1 tahun)

o Usia 1-4 bulan

Perkembangan bahasa pada usia ini ditandai dengan


adanya kemampuan bersuara dan tersenyum,
mengucapkan huruf hidup, berceloteh, mengucapkan kata
oh/ah, tertawa dan berteriak, mengoceh spontan, serta
bereaksi dengan mengoceh.
o Usia 4-8 bulan

Perkembangan bahasa pada usia ini adalah dapat


menirukan bunyi atau kata-kata, menoleh ke arah suara
atau sumber bunyi, tertawa, menjerit, menggunakan
vokalisasi semakin banyak, serta menggunakan kata yang
terdiri atas dua suku kata dan dapat membuat dua bunyi
vokal yang bersamaan seperi ba-ba.

Usia 8-12 bulan


Perkembangan bahasa pada usia ini adalah
mampu mengucapkan kata papa dan mama
yang belom spesifik, mengoceh hingga
mengatakannya secara spesifik, serta dapat
mengucapkan satu samapai dua kata.

Masa anak (1-2 tahun)


Perkembangan bahasa masa anak ini adalah
dicapainya kemampuan bahasa pada anak yang
mulai ditandai dengan anak mampu memiliki
sepuluh perbendaharaan kata; tingginya
kemampuan meniru, mengenal, dan responsip
terhadap orang lain; mampu menujukan dua
gambar; mampu mengkombinasikan kata-kata;
seta mulai mampu menunjukan lambaian anggota
badan.

Masa prasekolah
Perkembangan bahasa diawali dengan adanya
kemampuan menyebutkan hingga empat gambar;
menyebutkan satu hingga dua warna; menyebutkan
kegunaan benda; mengitung; mengartikan dua kata;
mengerti empat kata depan; mengerti beberapa kata
sifat dan jenis kata lainnya; menggunakan bunyi untuk
mengidentifikasi objek, orang, dan aktivitas; menirukan
berbagaibuny kata; memahami arti larangan; serta
merespons panggilan orang dan anggota keluarga
dekat.

PERKEMBANGAN PRILAKU
ATAU ADAPTASI SOSIAL
Masa neonatus (0-28 hari)
Perkembangan adaptasi sosial atau prilaku masa neonatus ini dapat
ditunjukan dengan adanyab tanda-tanda tersenyum dan mulai
menatap muka untuk menegnali seseorang.
Masa bayi (28 hari-1 tahun)
Usia 1-4 bulan
Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini dapat diawali dengan
kemampuan mengamati tangannya: tersenyum spontan dan
membalas senyum bila di ajak tersenyum; mengenali ibunya dengan
penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak; tersenyum pda
wajah manusia; waktu tidur dalam sehari lebih sedikit dari pada
waktu terjaga; membentuk siklus tidur bangun; menangis bila terjadi
sesuatu yang aneh; membedakan wajah-wajah yang dikenal dan
tidak dikenal; senang menatap wajah-wajah yang dikenalnya; serta
terdiam bila ada orang yang tak dikenal (asing).

USIA 4-8 BULAN


PERKEMBANGAN ADAPTASI SOSIAL PADA USIA INI
ANTARA LAIN ANAK MERASA TAKUT DAN TERGANGGU
DENGAN KEBERADAAN ORANG ASING, MULAI BERMAIN
DENGAN MAINAN, MUDAH FRUSTASI, SERTA MEMUKULMUKUL LENGAN DAN KAKI JIKA SEDANG KESAL.
USIA 8-12 BULAN
PERKEMBANGAN ADAPTASI SOSIAL PADA USIA INI
DIMULAI DENGAN KEMAMPUAN BERTEPUK TANGAN,
MENYATAKAN KEINGINAN, SUDAH MULAI MINUM DENGAN
CANGKIR, MENIRUKAN KEGIATAN ORANG, BERMAIN BOLA
ATAU LAINNYA DENGAN ORANG LAIN.

Masa anak (1-2 tahun)


Perkembangan adaptasi sosial masa anak dapat ditunjukan
dengan adanya kemampuan membantu kegiatan dirumah,
menyuapi boneka, mulai menggosok gigi serta mencoba
mengenakan baju sendiri.

Masa prasekolah
Perkembangan adaptasi sosial pada masa prasekolah
adalah adanya kemampuan bermain dengan permainan
sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan
sederhana dengan gaya tubuh, menunjukan peningkatan
kecemasan terhadap perpisahan, serta mengenali anggota
keluarga (wong, 2000).

STIMULASI
Menurut (dr. Kusnandi rusmi,sp.A(k) MM, 2010), stimulasi
adalah upaya orang tua atau keluarga untuk mengajak
anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih
sayang. Aktifitas bermain dan suasana cinta ini pentig
guna merangsang seluruh sistem indera, melatih
kemampuan motorikhalus dan kasar, kemampuan
berkomunkasi serta perasaan pikiran si anak.
Stimulasi adalahadalah rangsangan yang dilakukan sejak
bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak di dalam
kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang
semua sistem indera (pendengaran, penglihatan,
perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula
merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jarijari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang
perasaan yang menyenangkan bayi dan anak-anak.

ADAPUN PRINSIP DARI STIMULASI


ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

Lakukan
stimulasi
dengan
cara
mengajak
anak
bermain,
bernyanyi,
berv
Berikan
Selalu
Gunakan
Stimulasi
Lakukan
tujukkan
selalu
stimulasi
kesempatan
stimulasi
alat
dilakukan
bantu
pujian
sikap
sesuai
secara
dengan
atau
yang
bila
dan
dengan
permainan
bertahap
perlu
perilaku
sama
dilandasi
hadiah
pada
kelompok
yang
dan
yang
rasa
anak
atas
berkelanjutan
baik,
sederhana,
cinta
umur
laki-laki
keberhasilannya.
karena
dan
anak.
dan
kasih
anak
aman
sesuai
perempu
sayan
akan
dan
um

TAHAP-TAHAP STIMULASI
Usia 3
0
6-6
3
9 bulan
bulan
bulan

TAHAP-TAHAP STIMULASI
Usia 18
12 - 24
18 bulan

TAHAP-TAHAP STIMULASI
Usia 18
12 - 24
18 bulan

TAHAP-TAHAP STIMULASI
Usia 2
3 -tahun
3 tahun
ke atas

ASUHAN PADA BAYI UMUR 2-6


HARI
Sangat penting menentukan asuhan yang
komprehensif pada bayi usia 2-6 hari, setelah
melakukan penanganan yang intensif dan segera
pada bayi dalam 24 jam pertama. Asuhan pada bayi
usia 2-6 hari diawali dengan pemeriksaan fisik byi
kemudian perencanaa asuhan yang komprehensif.

PENGKAJIAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR


Pemeriksaan fisik bayi baru lahir juga
mempunyai tujuan untuk :
Menilai adaptasi neonatus dari kehidupan intra
uterine ke kehidupan ekstra uterine
Mencari kelainan kongenital
Menentukan prognosis kongenital
Menentukan perawatan neonatus selanjutnya

Yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan


bayi baru lahir :
Mempelajari catatan antenatal dan
persalinan
Pemeriksaan bayi harus dilakukan dalam
keadaan telanjang, di bawah lampu terang
yang berfungsi sebagai pemanas untuk
mencegah kehilangan panas tubuh bayi

Menjaga kebersihan tangan dan alat


yang digunakan pada pemeriksaan
untuk mencegah infeksi
Jika dijumpai kelainan bawaan, cari
kelainan yang lain, karena kelainan
itu biasanya tidak berdiri sendiri

Sebelum melakukan pemeriksaan neonatus,


melalui anamnesa dengan keluarga perlu
diketahui :
a.Latar belakang ibu
B. Riwayat kehamilan sekarang
C. Riwayat persalinan sekarang
D. Keadaan bayi baru lahir saat persalinan
E. Keadaan bayi baru lahir pasca persalinan

Berikut ini urutan pengkajian secara sistematis dari


kepala sampai kaki :
Keadaan umum
Kesadaran
Status gizi/ nutrisi
Tanda- tanda vital
Antropometrik
Head to toe
Pemeriksaan neurologis

MELAKUKAN PERENCANAAN PADA BAYI BARU


LAHIR USIA 2-6 HARI
Prinsip umum dalam menyusui secara dini dan
ekslusif sebagai berikut:
Bayi harus disusui sesegera mungkin setelah
lahir (terutama dalam 1 jam pertama) dan
melanjutkan selama 6 bulan pertama
kehidupan
Kolostrum harus diberikan, tidak boleh dibuang

BAYI HARUS DIBERI ASI SECARA EKSLUSIF SELAMA 6 BULAN


PERTAMA.
BAYI HARUS DISUSUI KAPAN SAJA IA MAU, SIANG ATAU
MALAM (ON DEMAND) YANG AKAN MERANGSANG PAYUDARA
MEMPERODUKSI ASI SECARA ADEKUAT.

KEBUTUHAN BAK/BAB BAYI


Air seni dikeluarkan dengan cara
mengosongkan kandung kemih secara
refleks. Bayi miksi sebanyak minimal 6x
sehari.

Semakin banyak cairan yang masuk maka


semakin sering bayi miksi. Defekasi
pertama berwarna hijau kehitam-hitaman.
Pada hari ke 3-5 kotoran berubah warna
menjadi kuning kecokelatan.

Asuhan yang perlu diberikan pada bayi dalam hal


ini adalah :
Memonitor BAK/BAB bayi dalam 24 jam, seberapa
sering bayi BAK/BAB, bagaimana warna kotoran
bayi
Mengamati adanya kelainan/gangguan yang
muncul. Pengamatan tahap-tahap perubahan
kotoran membantu mengenali kelainan saluran
usus lambung.

Menjelaskan pada ibu bahwa kotoran


bayi yang kuning dan agak berbiji-biji
merupakan hal yang normal.
Bab dapat menyebabkan infeksi, jadi
segera bersihkan dan buang kotoran ke
dalam toilet atau dikubur. Daerah
genital, bokong bayi harus dicuci dan
dikeringkan dengan hati-hati setiap
habis BAK/BAB.

ASUHAN PRIMER PADA BAYI


USIA 6 MINGGU PERTAMA
Asuhan pada 6 minggu pertama merupakan
kelanjutan dari asuhan bayi baru lahir. Ibu serta
keluarga masih memerlukan pendampingan
untuk melakukan perawatan bayi, terutama pada
keluhan-keluhan fisiologis yang sering muncul
pada bayi. Asuhan selama 6 minggu pertama
diharapkan dapat membantu memecahkan atau
memberikan nasehat yang berhubungan dengan
keluhan yang muncul pada bayi

Kunjungan ulang pada neonatus dapat


dilakukan pada hari ke-3 samapai hari ke-5, jika
bayi baru lahir dipulangkan atau hanya rawat inap
6-12 jam. Jika bayi baru lahir rawat inap selama 48
jam, kunjungan ulang dapat dilakukan ketika bayi
berusia 10 hari hingga 14 hari.
Pada kunjungan rumah pertama yang perlu di
perhatikan secara khusus pada orang tua yang
belum mengerti atau adanya mitos-mitos yang
berhubungan dengan pengalaman persalinan,
postpartum, serta perawatan bayi

Kunjungan bayi kedua dilakukan pada bayi


berusia 6-8 minggu. Pada kunjungan ini
dapat diberikan pendidikan kesehatan
tentang imunisasi. Kemudian pemeriksaan
fisik yang mencakup berat badan, panjang
badan, kesadaran, detak jantung, pola
nutria dll.

Di indonesia untuk penapisan pada bayi dan


balita, pemerintah mempunyai program untuk
pemantau tersebut yaitu pos pelayanan terpadu.
Keluarga yang mempunyai bayi dan balita
dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke
posyandu. Ada 3 tujuan pada kunjungan ini adalah
:
1. Mengidentifikasi gejala penyakit
2. Merekomendasikan tindakan penapisan
3. Memberikan pendidikan dan pemberian support
pada orang tua

Dalam membuat rencana asuhan primer bayi usia 6


minggu pertama, hendaknya rencana yang dibuat
harus berdasarkan hasil pengkajian sehingga
perencanaan disesuaikan dengan kebutuhan bayi.
1. Mengidentifkasi gejala penyakit
Dalam mengidentifikasi penyakit harus berdasarkan :
A. Gejala gejala yang diinterpretasikan oleh orang tua
B. Pemeriksaan fisik neonatal terutama PB dan BB yang
sangat penting dilakukan untuk melihat status gizi dari
kecukupan nutrisinya, selain itu dalam pemeriksaan
fisik pada kunjungan ulang di titik beratkan pada
keluhan yang dikemukakan oleh orang tua.

C. Hasil laboratorium (pemeriksaan penunjang)


pemeriksaan laboratorium dilakukan jika ada
indikasi, hasil dari laboratorium digunakan
sebagai dasar merujuk bayi jika memang
dibutuhkan.
D. Pemeriksaan penunjang lain
Pemeriksaan penunjang lainnya dilakukan jika
ada indikasi mengarah kegawatdaruratan
misalkan pemeriksaan rontgen

TEMUAN- TEMUAN NORMAL PADA NEONATUS 6 MINGGU SETELAH


KELAHIRAN
A. AKTIFITAS TIDUR
PADA BULAN PERTAMA 60 % WAKTU BAYI DIGUNAKAN UNTUK TIDUR,
SEDANG PERIODE JAGA ( BENGUN ) PADA MULANYA BERHUBUNGAN DG
RASA LAPAR, TETAPI DLM BEBERAPA MINGGU PERIODE JAGA LEBIH LAMA
DAN BERFUNGSI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INTERAKSI SOSIAL.
B. INTEGRITAS EGO
MENGENALI WAJAH, TERUTAMA WAJAH ORANGTUA, BERTUJUAN : DAPAT
MENDEMONSTRASIKAN SENYUMAN RAMAH BERESPON PADA RANGSANG
LINGKUNGAN: OBYEK TERANG ( YANG PALING BAIK TERLIHAT 8-12 INCHI
DARI WAJAH), BUNYI, DAN SENTUHAN
C. ELIMINASI
URINE PUCAT DAN KEKUNINGAN ( 6-10 X/HARI) POLA ELIMINASI USUS
TERBENTUK, TERGANTUNG PADA TIPE MAKANAN

D. Makanan dan cairan


Membuat bunyi-bunyi nyaman selama makan, atau dapat
membuat bunyi tenggorok kecil
Penambahan tinggi badan 2,5 cm ( 1 inchi ) setiap bulan
selama 6 bulan pertama penambahan BB 3,5 ons/minggu
selama 6 bulan pertama
E. Neurosensori
Bayi berespon dengan tangisan jika merasakan nyeri,
ketidaknyamanan dan lapar. Kelenjar air mata mulai
berfungsi pada usia minggu kedua sampai keempat, reflek
mata boneka dan reflek menari mulai menghilang, pada
minggu 4-5 bayi dapat mengangkat kepala sebentar dari
tempat tidur jika ditelungkupkan, reflek menggenggam kuat
jika telapak tangan kontak dengan benda

2. Melakukan skreening
Pada awal masa pertumbuhan, skreening
perkembangan yang tersedia hanya denver II /
DDST (lihat bab pemantauan tumbang ) yang
dianggap paling akurat. Tetapi pemerintah
indonesia yaitu kementerian kesehatan
mempunyai program untuk deteksi dini
pertumbuhan dan perkembangan melalui
stimulasi deteksi, intervensi dini tumbuh
kembang (SDIDTK) yang dilakukan di
puskesmas.

3. MEMBERIKAN PETUNJUK DAN BIMBINGAN KEPADA


ORTU
A. MEMBERIKAN INFORMASI YANG TEPAT
TENTANG KEBUTUHAN NUTRISI BAYI
B. MENINJAU ULANG INFORMASI IBU MENYUSUI
SESUAI KEBUTUHAN.
C. MENENTUKAN BERAPA LAMA IBU
MERENCANAKAN MENYUSUI, MEMASTIKAN IBU
MENYUSUI
ASI SECARA PENUH SELAMA 4-6 BULAN
PERTAMA
D. MENDISKUSIKAN RENCANA IBU TERHADAP
KEMUNGKINAN KEMBALI KERJA

1. MEMPERTAHANKAN MENYUSUI, DAN MEMPERTAHANKAN


SUPLAI ASI, ATAU
2. MEMBERIKAN MAKANAN TAMBAHAN LAIN SELAIN ASI
( PRAKTIK PERAWATAN DAN PEMBERIAN ) TERMASUK RESIKO
ADANYA TANDA TANDA SENSITIVITAS
3. STIMULASI TKTIL HANGAT
MEMEGANG, MENGGENDONG, MEMELUK SEHINGGA BAYI
MERASA NYAMAN DAN AMAN.
4. STIMULASI KINETIK
MENDIRIKAN BAYI DI KURSI ATAU AYUNAN DAN
MENGGUNAKANGENDONGAN.
H. MENJELASKAN PENTINGNYA BOUNDING ATTACMENT TERHADAP
PERTUMBUNGAN DAN PERKEMBANGAN BAYI. BOUNDING
ATTACMENT MERUPAKAN SUATU PROSES DIMANA HASIL DARI
SUATU INTERAKSI TERUS MENERUS ANTARA BAYI DAN ORANG TUA
YANG BERSIFAT SALING MENCINTAI, MEMBERIKAN KEDUANYA
PEMENUHAN EMOSIONAL DAN SALING MEMBUTUHKAN.

4. Imunisasi lanjutan
Imunisasi lanjutan sebaiknya di
informasikan ke orang tua, jadwal
pemberian imunisasi dasar selanjutnya
sampai bayi umur 9 bulan adalah BCG,
polio 1, DPT combo 1, polio 2, DPT combo
2, polio 3, DPT combo 3, polio 4, campak.

ASUHAN PADA BAYI (6 BULAN


PERTAMA)

ASUHAN PADA BAYI (6 BULAN


KEDUA)
Menyiapkan

ASUHAN PADA BALITA


1. Membantu menciptakan terjadinya ikatan antara ibu dan
bayi dalam jam pertama pasca kelahiran.
2. Memberikan dorongan pada ibu dan keluarga untuk
memberikan respon positif tentang bayinya, baik melalui
sikap maupun ucapan dan tindakan.
3. Sewaktu pemeriksaan anc, bidan selalu mengingatkan
ibu untuk menyentuh dan meraba perutnya yang
semakin membesar
4. Bidan mendorong ibu untuk selalu mengajak janin
berkomunikasi

5. Bidan juga mensupport ibu agar dapat meningkatkan


kemampuan dan keterampilannya dalam merawat anak, agar
saat sesudah kelahiran nanti ibu tidak merasa kecil hati karena
tidak dapat merawat bayinya sendiri dan tidak memiliki waktu
yang seperti ibu inginkan
6. Ketika dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk
melaksanakan salah satu cara bonding attachment dalam
beberapa saat setelah kelahiran, hendaknya bidan tidak benarbenar memisahkan ibu dan bayi melainkan bidan mampu
untuk mengundang rasa penasaran ibu untuk mengetahui
keadaan bayinya dan ingin segera memeluk bayinya.

ASUHAN PADA ANAK


PRASEKOLAH
1)usia 3 tahun
A) menyiapkan orang tua untuk meningkatkan minat anak
terhadap hubungan yang luas.
B) menganjurkan orang tua untuk mendaftarkan anak ke
taman kanak-kanak.
C) menekankan pentignya batas-batas/tata cara/peraturanperaturan.
D) menyiapkan orang tua untuk mengantisipasi tingkah laku
yang berlebihan sehingga dapat menurunkan
tension/ketegangan.

E) menganjurkan orang tua untuk menawarkan kepada anaknya alternativealternatif pilihan ketika anak dalam keadaan bimbang.
F) memberikan gambaran mengenai perubahan pada usia 3.5 tahun katika anak
berkurang koordinasi motorik dan emosiaonalnya, merasa tidak aman serta
menunjukkan emosi dan perkembangan tingkah laku yang ekstrim seperti
gagap.
G) menyiapkan orang tua untuk mengekspetasi tuntutan-tuntutan akan perhatian
ekstra dari anak, yang merupakan refleksi dari emosi tidak aman dan ketakutan
akan kehilangan cinta.
H) mengingatkan kepada orang tua bahwa keseimbangan pada usia 3 tahun akan
berubah ke tingkah laku agresif di luar batas pada usia 4 tahun.
I) mengantisipasi selera makan yang menjadi tetap dengan pemilihan makanan
yang lebih luas.

2) usia 4 tahun
A) menyiapkan orang tua terhadap perilaku anak yang agresif, termasuk
aktifitas motorik dan bahasa yang mengejutkan
B) menyiapkan orang tua menghadapi perlawanan anak terhadap kekuasaan
orang tua.
C)

kaji perasaan orang tua sehubungan dengan tingkah laku anak.

D) menganjurkan beberapa macam istirahat dari pengasuh utama, seperti


menempatkan anak pad ataman kanak-kanak selama setengah hari.
E) menyiapkan orang tua untuk menghadapi meningkatnya rasa ingin tahu
seksual pada anak.
F)

menekankan pentingnya batas-batas yang realistic dari tingkah laku.

G) mendiskusikan disiplin
H) menyiapkan orang tua untuk meningkatkan imajinasi di usia
4 tahun, dimana anak mengikuti kata hatinya dalam
ketinggian bicaranya (bedakan dengan kebohongan) dan
kemahiran anak dalam permainan yang membutuhkan
imajinasi.
I) menyarankan pelajaran berenang.
J) menjelaskan perasaan-perasaan oedipus dan reaksireaksinya. Anak laki-laki biasanya lebih dekat dengan ibunya
dan anak perempuan dengan ayahnya. Oleh karena itu, anak
perlu dibiasakan tidur terpisah dengan orang tuanya.
K) menyiapkan orang tua untuk mengantisipasi mimpi buruk
anak dan menganjurkan mereka agar tidak lupa untuk
membangunkan anak dari mimpi yang menakutkan.

3)usia 5 tahun
A) memberikan pengertian bahwa usia 5
tahun merupakan periode yang relative lebih
tenang dibandingkan masa sebelumnya
B) menyiapkan dan membantu anak
memasuki lingkungan sekolah. Mengingatkan
imunisasi yang lengkap sebelum masuk
sekolah.

TERIMAKASIH