Anda di halaman 1dari 59

PEMBAHASA

N1
DISTILASI
Oleh Kelompok 10
Alifah Ismawaty (1206212382)
Jason Jonathan (1206238904)
Osvaldo Sahat (1206247796)
Wendi Anata (1206240631)

Tipe Kolom Distilasi

Jenis Kolom berdasarkan Proses Destilasi


Feed(umpan)
dimasukan dalam
sekali proses
kemudian produk
destilasi(destilat)
dan residu
dikeluarkan
setelah proses
selesai

Batch Column

Continous Column

Skema Proses
Destilasi

Feed(umpan)
dimasukkan ke
dalam kolom
destilasi secara
terus menerus
bersamaan
dengan keluarnya
produk(destilat
dan residu)

Peralatan dan
Operasi Destilasi

Peralatan Distilasi

Ilustrasi Unit Destilasi

Peralatan Distilasi

Kolom Destilasi
Kolom destilasi merupakan sebuah
menara tinggi dimana dipasang
sejumlah tray (batch) atau packed
(kontinyu). dalam kolom itu terjadi
pemisahan antara destilat dan
produk dasar karena perbedaan titik
didih kedua komponen umpan.

Reboiler
Reboiler digunakan untuk memanaskan cairan
yang mengalir keluar dari dasar kolom dan
menguapkanya. Pemanasan akan
menghasilkan uap yang cukup untuk
pemisahan. Suatu penukar panas vertical jenis
rongga dan tabung (shell and tube) dengan
perangkai tabung tetap (fixed tubesheet)
digunakan sebagai reboiler. Sebagai medium
pemanas biasanya digunakan uap air.

Peralatan Distilasi

Overhead condensor
Overhead condenser adalah alat penukar panas
untuk mendinginkan dan mengembunkan uap
yang keluar dari puncak kolom. Untuk overhead
condenser sering digunakan penukar panas
jenis rongga dan tabung (shell and tube) untuk
medium pendingin dapat digunakan refrigerant
atau air karena biaya lebih murah , biasanya air
pendingin sering digunakan.

Reflux drum
Reflux drum merupakan pencampur,
dikatakan reflux karena setelah itu
dikembalikan lagi ke kolom destilasi, dan
sisanya di kirim ke tangki produk. Pompa
yang digunakan untuk pengembalian
disebut reflux pum (pompa refflux).

Operasi Distilasi
1. Distilasi kontinyu
Pada proses distilasi secara kontinyu dikenal dengan istilah bagian rectifying dan bagian
stripping. Bagian rectifying adalah proses bagian atas setelah gas keluar dari column distilasi
dan bagian stripping adalah proses bagian bawah setelah cairan keluar dari column distilasi.

Prinsip Kerja

a.
b.

cairan campuran diumpankan ke dalam menara kolom

cairan yang tidak berubah menjadi uap menuju ke bawah akibat gaya gravitasi, sedangkan
cairan yang menjadi uap bergerak ke atas

Operasi Distilasi
c.

cairan yang ke bawah selanjutnya keluar column menuju reboiler. Hasil reboiler yang
berupa gas dikembalikan lagi ke dalam column dan yang yang bukan gas mengalir
keluar menjadi produk

Untuk gas hasil distilasi selanjutnya dikondensasikan menjadi cairan yang disebut

d.

dengan produk distilasi

Sedangkan gas yang tidak terkondensasi selanjutnya dikembalikan ke dalam column

e.

distilasi untuk diproses kembali

Operasi Distilasi
2. Destilasi Batch
Bagian stripping di destilasi kontinyu dihilangkan pada proses distilasi batch. Pada
bagian ini diganti dengan aliran umpan menuju column pada distilasi batch. Selain itu
pada bagian retrifying output produk di distilasi kontinyu hanya satu, sedangkan pada
distilasi batch ada 2 produk dan 1 produk intermediet. Pada operasi ini, umpan
dimasukkan hanya pada awal operasi, sedangkan produknya dikeluarkan secara
kontinu

Prinsip kerja

Operasi Distilasi
Prinsip Kerja Destilasi Batch
umpan masuk melalui bawah column. Setelah itu dipanaskan &
menghasilkan gas yang akan naik keatas column.

Cairan yang tidak menguap akan tetap dibawah sampai


pemanasan selesai.
Gas hasil pemanasan akan keluar dari column lalu
dikondensasikan menjadi cairan yang diinginkan, sedangkan gas
yang tidak dapat terkondensai akan dikembalikan ke column
Untuk hasil distilasi pertama dapat didistilasi kembali agar mendapatkan produk
dengan kemurnian yang lebih tinggi dari produk sebelumnya.

Internal Kolom

Internal Kolom

InternalTray
Kolom/Menara
merupakan
Vs Packed
peralatan yang paling penting dalam
Bed
proses
destilasi
Tray/Piringan
Packed Bed/Unggun
Ia tidak mudah diakses ketika proses
sudah
mudah
dipindah,
Laju Alir
>50berjalan,
m3/m2-htidakLaju
Alir<50
m3/m2-h
Packed
dan jika internal kolom mengalamiBed/Unggun
malfungsi, maka seluruh proses yang
Tray/Piring
terjadi
gagal/tidak
efisien
an
Dalam bisa
membangun
menara
destilasi,

TRAY
atau
PACKED
Maksud BED ?
Separasi

kita bisa memilih internal kolom apa


yang digunakan dengan
pertimbangan:

Foto kolom destilasi pada


industri

Laju Alir UapCair


Sifat Fisika dan Kimia zat yang
melalui menara

TRAY

Bu
bb
le
Tray tower merupakan bejana vertikal
Cu dimana cairan dan
gas dikontakkan melalui plate-plate yang disebut sebagai
p
tray.
Tra
y
Val
ve
Fungsi dari penggunaan tray adalah untuk memperbesar
Tra
kontak antara cairan dan
gas sehingga komponen dapat
dipisahkan sesuai dengan rapat jenisnya, dalam bentuk
y
gas atau cairan.
Si
ev
Jumlah tahapan atau tray dalam e
suatu kolom tergantung
pada tingginya kesulitan pemisahan
Tra zat yang akan
dilakukan dan juga ditentukan berdasarkan perhitungan
y
neraca massa dan kesetimbangan.

Bubble Cap
Tray

Packed Bed
Tray tower merupakan bejana vertikal dimana cairan dan
gas dikontakkan melalui lubang-lubang pada unggun.

Fungsi dari penggunaan tray adalah untuk memperbesar


kontak antara cairan dan gas sehingga komponen dapat
dipisahkan sesuai dengan rapat jenisnya, dalam bentuk
gas atau cairan.

Jumlah tahapan atau tray dalam suatu kolom tergantung


pada tingginya kesulitan pemisahan zat yang akan
dilakukan dan juga ditentukan berdasarkan perhitungan
neraca massa dan kesetimbangan.

Apa yang terjadi di Internal Kolom?

Downcomer
Downflow
Entrainment
Flooding
Weeping
Cap
Tray / Plate
Slot
Enriching
Exhausting / Stripping
Baffle
Weir
Cross Flow
Sectional construction

Blowing
Coning
Dumping
Raining
Weeping
Downcomers
Flooding

Flooding
Weep Point

Tray spacing

Hole Size, arrangement and SpacingActive Hole Area


Perforated Area
Calming Zone
Reverse Flow

Prinsip Distilasi

Prinsip Distilasi
Separasi komponen dari sebuah campuran
dengan teknik distilasi bergantung pada
perbedaan titik didih dari masing-masing
komponen
Berdasarkan konsentrasi dari komponen yang
ada, sebuah campuran akan memiliki titik didih
yang berbeda-beda
Maka, proses distilasi bergantung juga pada
karakteristik tekanan uap dari campuran
tersebut

Prinsip Distilasi
Tekanan Uap dan Titik Didih
Tekanan uap dari sebuah cairan pada suhu tertentu
adalah tekanan kesetimbangan yang diberikan oleh
molekul
yang
meninggalkan
dan
memasuki
permukaan cairan.

Prinsip Distilasi

Penambahan energi meningkatkan


tekanan uap
Tekanan uap bergantung pada pendidihan

Sebuah cairan dikatakan mendidih ketika


tekanan uap nya sama dengan tekanan
lingkungannya
Kemampuan cairan untuk mendidih
bergantung pada volatilitasnya
Cairan dengan tekanan uap tinggi (cairan
volatil) akan mendidih pada suhu lebih
rendah
Tekanan uap dan titik didih dari campuran
bergantung pada jumlah relatif dari
komponen campuran
Distilasi terjadi karena adanya perbedaan
volatilitas dari komponen pada campuran

Prinsip Distilasi
Diagram Titik Didih

Diagram titik didih


menunjukkan
bagaimana
kesetimbangan
komposisi komponen
pada sebuah campuran
bervariasi dengan suhu
pada tekanan tetap.
Perbedaan antara komposisi
cairan dan uap adalah dasar
untuk operasi distilasi

Prinsip Distilasi
Volatilitas Relatif

Volatilitas relatif adalah


pengukuran atas
perbedaan volatilitas
antara dua komponen dan
titik didihnya. Volatilitas
relatif mengindikasikan
mudah atau sulitnya
sebuah separasi.

Volatilitas relatif komponen i terhadap


komponen j
Yi = fraksi mol komponen i di dalam
uap
Xi = fraksi mol komponen I di dalam
cairan

Volatilitas relatif sama Karakteristik tekanan uap


sama Titik didih sama Sulit diadakannya separasi

Desain Kolom
Distilasi

Metode McCabe-Thiele
Salah satu metode yang sering digunakan dalam menghitung
jumlah stage ideal untuk destilasi dua komponen (binary
distillation) adalah dengan menggunakan metode McCabeThiele

Metode
McCab
eThiele

Tidak
memerlukan
perhitungan Heat
Balance (necara
panas) untuk
menentukan
jumlah stage
Menggunakan
yang dibutuhkan

asumsi bahwa laju


alir molar baik liquid
maupun vapour
atau L/V konstant,
atau dikenal juga
dengan
istilahConstant
Molar Overflow

Metode
Poncho
n
Savarit

Memerlukan
perhitungan Heat
Balance (necara
panas) untuk
menentukan
jumlah stage
yang dibutuhkan

Menggunakan
asumsi bahwa
tidak terjadi
kehilangan
kalor

Metode McCabe-Thiele
Ketentuan Notasi dalam Metode
McCabe-Thiele
L adalah laju alir molar yang kembali ke kolom (ke stage
pertama)
V adalah uap yang keluar dari kolom menuju ke
kondenser untuk di kondensasikan
L adalah liquid yang berasal dari kolom destilasi
menuju ke reboiler untuk diuapkan kembali,
V adalah uap yang terbentuk dari L dan masuk lagi ke
kolom.
R adalah Reflux yang disediakan oleh accumulator
Untuk lebih memudahkan, bagian rectifying akan di
tandai dengan subscriptn, dan bagian stripping ditandai
dengan subscriptm.

Tahapan Perhitungan Theoritical Stage


Dalam perhitungan theoritical stage ada
beberapa tahap yang harus dilakukan ,
yaitu :
Pembuatan kurva kesetimbangan uap cair
(biasanya untuk senyawa atau komponen yang
lebih ringan)
Membuat garis operasi baik rectifying (enriching)
maupun stripping
Membuat garis umpan / feed (q-line), q- line ini
akan menunjukkan kualitas dari umpan itu sendiri,
apakah dalam keadaan uap jenuh, liquid jenuh dan
lain lain
Membuat atau menarik garis stage yang
memotong kurva kesetimbangan yang memotong
kurva kesetimbangan xy, garis operasi rectifying
dan stripping yang diawali dari XD dan berakhir
pada XB

Membuat Kurva Kesetimbangan


Dalam membuat kurva kesetimbangan xy, umumnya
kurva dibuat untuk komponen yang lebih ringan,
misalkan pemisahan komponen benzene-toluene, maka
kurva yang dibuat kesetimbangan xy adalah untuk
komponen benzene.
Dengan
menggunakan
relatif
volatilitas

jika dalam soal telah tersedia data


kesetimbangan xy , maka data tersebut
dapat langsung digunakan , namun jika tidak
data tersebut harus dibuat terlebih dahulu ,
terdapat beberapa cara dalam membuat
kurva kesetimbangan ini :

Jika diketahui
tekanan operasi
kolom ( dan biasanya
diasumsikan tidak
terjadi penurunan
tekanan dalam
kolom ) maka kurva
kesetimbangan
dapat dibuat dengan
rumusan:

Membuat Garis Operasi Rectifying (1)


Garis operasi rectifying dapat
dijabarkan dengan persamaan
berikut:
= Ln +
Persamaa

Material balance : Vn+1


D
n
Komponen A: Vn+1yn+1 = Lnxn
Garis
+ D xD
Reflux ratio: perbandingan antara reflux
dengan produk atas atau dengan uap dari plate
teratas

Internal Reflux
Ratio:

External Reflux Ratio:

Membuat Garis Operasi Rectifying (2)


Dimana:
Ln = laju alir molar liquid stage ke n
Vn+1
= laju alir molar uap stage ke
n+1
Xn
= fraksi liquid ke n+1
komponen ringan
XD
= fraksi destilat komponen
ringan
Garis
D operasi
= laju rectifying
alir molar dimulai
destilat dari titik (XD,YD) atau
(XD,XD),Penomoran
stage umumnya dimulai dari atas
R = Rasio Reflux
lalu diteruskan ke bawah hingga berakhir pada reboiler
sebagai stage terakhir.

Membuat Garis Operasi Rectifying (3)

Membuat Garis Operasi Rectifying (4)

Membuat Garis Operasi Stripping (1)


Garis operasi stripping dapat
dijabarkan dengan persamaan
berikut:
Material balance : Vm+1 = Lm - B
Persamaa
Komponen A: Vm+1ym+1 = Lmxm +
B xB
Dimana :
Lm = laju alir molar liquid stage ke m
Vm+1 = laju alir molar uap stage ke m+1
Xm = fraksi liquid ke n+1 komponen
ringan
XB = fraksi bottom produk komponen
ringan
B = laju alir molar bottom produk

n
Garis

Jika slope Lm/Vmdiketahui maka


garis operasi stripping dapat
dibuat, tetapi biasanya mudah
membuat garis operasi stripping
setelah garis umpan (q line)
diketahui.

Membuat Garis Operasi Stripping (2)

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (1)


Feed dalam keadaan dingin
Liquid pada bagian
stripping:
Feed sendiri
Reflux dari bagian
rectifying
Kondensat

Feed berupa liquid jenuh (pada titik didihnya)

Feed berupa campuran uap dan


liquid
Feed berupa liquid: bagian
dari L
Feed berupa uap: bagian dari
V

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (2)


Feed yang masuk ke kolom destilasi dapat dalam
berbagai kondisi antara lain :
Feed pada kondisidingin, q > 1
Feed pada kondisititik gelembung, saturated
liquid, q = 1
Feed pada kondisicampuran uap cair0 < q < 1
Feed pada kondisititik embun, saturated vapourq
=0
Feed pada kondisiuap panas lanjut, saturated
vapourq < 0
Hv = enthalpy feed pada dew point
HL = enthalpy feed pada boiling point (bubble
point)
HF = enthalpy feed pada kondisi masuk kolom

Membuat Garis Umpan/Feed Plate (3)

Dimana :
q = nilai kualitas umpan
XF = fraksi umpan atau feed komponen
ringan

Setelah semua grafik dan garis tersebut


dibuat , kemudian jumlah theoritical stage
yang dibutuhkan dapat dibuat yaitu dimulai
dari XD dan berakhir pada XD.

Contoh Soal
Campuran 60% dan 40 % benzene toluene, ingin
dipisahkan pada tekanan 101.32 kPa, kemurnian
distilat (hasil atas) benzene diinginkan sebesar 98%
dan pengotor yang diinginkan pada bottom produk
sebesar 2%, feed masuk pada kondisi saturated
liquid, digunakan total condenser dan refluks rasio
sebesar 2, maka tentukanlah jumlah stage yang
dibutuhkan serta berapa molar flowrate destilat yang
dihasilkan untuk proses pemisahan tersebut!

Penyelesaian Soal
Step 1: Material Balance
Material Balance
keseluruhan
F = D + B
100= D + B

Komponen Benzene :
Fxf benz
= DXD benz+ BXB benz
100 (0.6) = D(0.98) + B
(0.02)
Substitusi
Sehingga diperoleh
D = 60.42
kmol/jam
B = 39.58
kmol/jam

Basis 100 kmol/jam

Penyelesaian Soal
Step 2. Menentukan XB, XF,
dan XD
Berdasarkan soal, XB = 0.02, XF = 0.6, dan
XD = 0.98. Sehingga, plot ke dalam grafik
nilai yang telah diketahui tersebut

Step 2. Menentukan Feed


Line

Karena umpan atau feed masuk pada keadaan


saturated liquid, maka nilai q = 1, untuk nilai q =
1, maka garis umpan adalah vertical.

Penyelesaian Soal
Step 4. Menentukan garis
Rectifying Line
Tentukan Intersep Y, dengan
menggunakan persamaan XD/ (R+1).
Dikarenakan R = 2, maka diperoleh
intersep y = 0.33

Tarik garis ROL dari titik XD pada diagonal ke arah


intersep y, sehingga diperoleh garis rectifying line.

Penyelesaian Soal
Step 4. Menentukan garis
Rectifying Line
Tentukan Intersep Y, dengan
menggunakan persamaan XD/ (R+1).
Dikarenakan R = 2, maka diperoleh
intersep y = 0.33

Tarik garis ROL dari titik XD pada diagonal ke arah


intersep y, sehingga diperoleh garis rectifying line.

Penyelesaian Soal
Step 5. Menentukan garis
operasi stripping
Tarik garis dari titik XB pada garis
diagonal ke arah titik feed point,
sehingga diperoleh garis SOL

Penyelesaian Soal
Step 6. Menentukan jumlah
stage
Mulai membentuk anak tangga dari titik XD hingga
melewati atau tepat pada titik XB. Anak tangga
terakhir merupakan reboiler.

Penyelesaian Soal

Dengan mengunakan
metode McCabe-Thiele
didapatkan jumlah
theoritical Stage adalah
sebanyak 13 dengan
umpan masuk pada stage
ke 6, ketelitian dari
pembuatan grafik serta
garis operasi akan
mempengaruhi hasil
perhitungan stage, dengan
bantuan komputer , maka
ketelitian pembuatan stage
akan lebih baik lagi.

Contoh Soal

McCabe-Thiele Graphical Method Example Part 1.mp4

McCabe-Thiele Graphical Method Example Part 2.mp4

Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kolom
Distilasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kinerja dari kolom distilasi dipengaruhi oleh beberapa
faktor:
Kondisi Feed
Keadaan Feed
Komposisi Feed
Elemen yang sangat mempengaruhi VapourLiquid-Equilibra dari campuran
Cairan internal dan kondisi aliran fluida
Keadaan tray (packing)
Kondisi cuaca

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kondisi Feed
Keadaan campuran feed dan komposisi feed mempengaruhi garis
operasi sehingga mempengaruhi jumlah tahapan yang diperlukan
untuk pelaksanaan separasi.
Kondisi feed juga mempengaruhi lokasi dari feed tray. Selama
operasi, jika penyimpangan dari spesifikasi desain berlebihan,
maka ada kemungkinan kolom tidak lagi mampu menangani
separasi yang dilakukan.
Untuk mengatasi masalah yang terkait dengan feed, sejumlah
kolom dirancang untuk memiliki beberapa titik feed saat feed
diharapkan mengandung berbagai jumlah komponen yang
berbeda.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kondisi Reflux
Rasio refluks meningkat
Gradien dari garis operasi
untuk bagian rektifikasi
bergerak menuju nilai
maksimum 1
Semakin banyak cairan yang
lebih banyak mengandung
komponen volatil di daur
ulang kembali ke dalam
kolom
Separasi menjadi lebih baik
Semakin sedikit tray yang
dibutuhkan untuk mencapai
tingkat separasi yang sama

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kondisi Reflux
Jika refluks menurun, garis operasi untuk bagian rektifikasi
bergerak ke arah garis kesetimbangan. Bagian antara garis
kesetimbangan dan garis operasi akan menjadi tampak lebih
jelas sehingga semakin banyak tray yang dibutuhkan. Untuk
memastikan hal ini dapat digunakan metode McCabe-Thiele.
Kondisi yang membatasi terjadi pada
perbandingan refluks minimum, ketika
sejumlah tray tak terhingga dibutuhkan
untuk mempengaruhi separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kondisi Aliran
Uap
Kondisi aliran uap yang tidak benar dapat menyebabkan:

Foaming
Foaming adalah ekspansi cairan yang disebabkan oleh
bagian uap atau gas. Meskipun foaming menyediakan
kontak interfasial uap dan cairan yang tinggi, foaming yang
berlebihan menyebabkan penumpukan cairan pada tray.
Pada beberapa kasus, foaming dapat berakibat sangat fatal
karena busa/buih nya dapat bercampur dengan cairan pada
tray di atasnya. Terjadinya foaming bergantung pada sifat
fisika dari campuran, dan terkadang bergantung pada
kondisi dan rancangan tray. Foaming menurunkan efesiensi
separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Entraintment
Entrainment adalah cairan yang dibawa oleh uap ke
tray yang lebih tinggi dan disebabkan oleh aliran uap
yang sangat tinggi. Adanya entrainment merugikan
karena efisiensi dari tray menjadi berkurang. Material
dengan volatilitas yang lebih rendah dibawa ke
sebuah plat yang mengandung cairan dengan
volatilitas yang lebih tinggi. Entrainment juga bisa
mengkontaminasi kemurnian distilasi. Entrainment
yang berlebihan dapat menyebabkan flooding

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Weeping/Dumping
Fenomena ini disebabkan oleh aliran uap yang
rendah. Tekanan yang diberikan oleh uap tidak cukup
untuk menahan cairan yang ada pada tray sehingga
cairan mulai bocor melalui perforasi. Weeping yang
berlebihan akan menyebabkan dumping, yaitu
peristiwa dimana seluruh cairan pada tray akan jatuh
ke bagian dasar kolom dan kolom pun harus di susun
ulang. Weeping diindikasikan dengan penurunan
tekanan yang tajam dalam kolom dan mengurangi
efisiensi separasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Flooding
Flooding disebabkan oleh aliran uap yang berlebihan
sehingga menimbulkan entrainment pada uap
disepanjang kolom. Peningkatan tekanan karena uap
yang berlebihan juga menahan cairan dari bagian
bawah sehingga meningkatkan penumpukan cairan di
plat bagian atas. Penurunan kapasitas maksimum
kolom bergantung pada tingkat flooding yang terjadi.
Flooding dideteksi dengan peningkatan tekanan
diferensial kolom yang tajam dan penurunan
signifikan dari efisiensi separasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Diameter Kolom
Kecepatan
aliran
uap
bergantung
pada
diameter kolom. Weeping menentukan aliran
uap minimum yang diperlukan sedangkan
flooding menentukan aliran uap maksimum
yang dapat ditoleransi; hal ini menentukan
kapasitas kolom. Jadi, jika diameter kolom tidak
diukur dengan benar, kolom tidak akan memiliki
kinerja yang baik. Bukan hanya akan terjadi
masalah pada saat operasi, tetapi juga akan
terjadi penghambatan pencapaian hasil akhir
separasi yang diinginkan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Keadaan Tray dan
Packing
Jumlah dari tray yang dibutuhkan untuk sebuah
separasi ditentukan berdasarkan efisiensi dari plat
dan packing nya (jika packing digunakan). Faktor
apapun yang menyebabkan penurunan efisiensi
tray juga akan mempengaruhi kinerja dari kolom
distilasi. Efisiensi tray dipengaruhi oleh fouling,
keausan dan korosi, dan kecepatan hal-hal ini
terjadi bergantung pada sifat dari cairan yang
sedang diproses. Jadi, material yang tepat harus
ditentukan untuk konstruksi tray.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Kondisi Cuaca
Kebanyakan kolom distilasi terbuka ke atmosfer.
Meskipun banyak dari kolom terisolasi,
perubahan kondisi cuaca masih dapat
mempengaruhi operasi kolom. Dengan demikian,
reboiler harus berukuran tepat untuk
memastikan bahwa uap yang diperlukan dapat
dihasilkan selama musim dingin dan berangin
dan dapat mengurangi jumlah uap yang ada
selama musim panas. Hal yang sama berlaku
untuk kondensor.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kolom


Distilasi
Faktor Lainnya
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kolom
distilasi adalah perubahan kondisi operasi yang
disebabkan oleh perubahan kondisi upstream
dan perubahan demand produk. Semua faktor
ini, termasuk sistem pengendalian yang terkait,
harus dipertimbangkan pada tahap perancangan
karena setelah kolom dibangun dan dipasang,
tidak banyak yang dapat dilakukan untuk
memperbaiki situasi yang salah tanpa
membutuhkan biaya yang signifikan.