Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN MUTU PROYEK

Tujuan Prosedur ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk menyusun Program Mutu
(Quality Plan) yang akan digunakan sebagai alat pengendalian mutu untuk menghasilkan
mutu hasil pekerjaan sesuai spesifikasi

Ruang Lingkup Prosedur ini memuat ketentuan-ketentuan pokok yang harus


dipenuhi oleh Proyek dalam penyusunan Program Mutu (Quality Plant).

Definisi Program Mutu Proyek adalah suatu metode/pedoman yang menjelaskan


proses pekerjaan untuk memperoleh mutu hasil pekerjaan yang sesuai dengan
persyaratan spesifikasi

Acuan
1. Keppres RI Nomor 80 Tahun 2003
2. Kepmen PU nomor 362 Tahun 2004
3. Dokumen Kontrak

Ketentuan Umum
1. Program mutu proyek (Quality Plan) harus disusun proyek pada saat Preconsruction
Meeting (PCM), program mutu dimaksud sesuai Kepmen PU 362/2004 yaitu
penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang disiapkan oleh penyedia barang/jasa,
program mutu tersebut dapat direvisi sesuai dengan kondisi lapangan.
2. Program Mutu Proyek harus berisi minimal :
a. Informasi proyek
b. Organisasi proyek termasuk organisasi konsultan
pengawas dan kontraktor c. Jadwal pelaksanaan
d. Prosedur pelaksanaan dari tiap-tiap jenis pekerjaan yang meliputi :
standar pekerjaan, prosedur kerja dan daftar inspeksi dan
persyaratan testing e. Instruksi kerja
Instruksi kerja harus mencakup rincian tentang (minimal) :
- Urutan kegiatan pelaksanaan
- Prosedur kerja untuk mengawali kegiatan
- Bagaimana proses kegiatan akan dipantau
- Perawatan pemelihraan yang diperlukan
- Bagaimana out put suatu proses dinilai untuk memastikan kesesuaian dengan
spesifikasi
3. Program mutu yang telah disusun oleh proyek harus disampaikan kepada
PPK/KPA dan PPK/ KPA mengkaji program mutu proyek apakah sudah sesuai dengan
yang dikehendaki dalam spesifikasi dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Apabila ada koreksi atau ada metode yang lebih efektif dan efisien, PPK/KPA dapat
memberi masukan kepada proyek yang bersangkutan untuk dapat melakukan koreksi
terhadap Program mutu atau Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang telah disusun.

4. Dalam melakukan pengendalian proses pekerjaan proyek harus selalu memonitor


ciri-ciri proses dan produk serta memastikanbahwa peralatan yang dipakai harus
sudah mendapat persetujuan (dikalibrasi) oleh institusi/instansi yang berwenang dan
terpelihara.

Prosedur dan Tanggungjawab

No

Pelaku
Penanggungjawab

PPK

Tim Teknis PPK

Kontraktor

Konsultan
Supervisi

PPK + Tim
Teknis,
Konsultan
Supervisi dan
Kontraktor

Kegiatan

Rekaman

Memerintahkan
Kontraktor untuk
menyampaikan
Program
Mutu
Kontraktor atau Rencana Mutu
Kontrak (RMK) untuk dibahas pada
Rapat
Persiapan
Pelaksanaan
Kontrak
(Pre
Construction
Meeting/PCM)
yang
harus
diselengarakan selambat-lambatnya
7 (tujuh)
hari
sejak
tanggal
diterbitkannya SPMK
Memerintahkan
Konsultan untuk
membuat Program Pengawasan Mutu
yang akan dibahas besama-sama
RMK dalam PCM
Meneliti dan menganalisa RMK yang
disampaikan oleh Kontrkator
Meneliti dan menganalisa Program
Pengawasan
Mutu
yang
disampaikan
oleh
Konsultan
Menyusun Program Mutu atau
Rencana
Mutu Kontrak (RMK)
Kontraktor (Contractor Contract
Quality Plan).
Menyampaikan Program Mutu /RMK
Kontraktor kepada PPK
Menyusun
Program
Pengawasan
Mutu Proyek Konsultan (Consultant
Project Quality Plan). Menyampaikan
Program Pengawasan Mutu Proyek
Konsultan kepada Proyek (PPK).
Membahas/Menyusun
Program
Mutu
(Quality
Plan),
berupa
dokumen Rencana Mutu Kontrak
(RMK) Kontraktor dan dokumen
Program
Pengawasan
Mutu
Konsultan Supervisi didalam Rapat
Persiapan Pelaksanaan (PCM) Hasil

Surat
instruksi
PPK

Draf RMK
dan
Program
Pengawasan Mutu
Dokume
n
Rencana
Mutu
Kontrak
Dokume
n
Program
Pengawasan Mutu

penyusunan
selanjutnya
PPK/KPA

Program
disampaikan

Mutu
ke

PROGRAM MUTU PERUSAHAAN


Program Mutu Perusahaan sangat luas cakupannya tetapi juga karena bagian ini adalah
bagian di praktekin di organisasi / perusahaan Indonesia ketika menerapkan ISO 9000
sebagai suatu sistem manajemen. Penerapan ISO 9000 yaitu menerapkan sistem
manajemen yang lebih baik untuk kemajuan perusahaan.
Prinsipnya dasarnya adalah mengerjakan sesuatu sedikit lebih baik
secara terus menerus.
Penerapan continuous improvement pada ISO 9000 menggunakan prinsip dasar PDCA
(Plan Do Check Action).

PLA
N
Tools yang mensinergikan konsep PDCA dalam langkah langkah implementasinya. Secara
umum anda dapat melihat
berbagai tools ini dalam ruang manajemen strategi. Baik dalam strategi terapan ataupun
strategi teoritis semuanya mengarah bagaimana kita merencanakan sesuatu tanpa melupakan
kondisi eksisting yang sedang terjadi di perusahaan.
Tools ini melakukan identifikasi atas tujuan tujuan perusahaan dengan berpedoman pada
keseimbangan dan keuangan
perusahaan. Identifikasi faktor faktor yang mempengaruhi perusahaan serta faktor faktor
yang di inginkan dalam kerangka beberapa tahun ke depan. Teknik implementasi yang
mengaitkan faktor faktor dalam skala keuangan menjadikan tools ini sangat disukai oleh
para pebisnis serta manajer berlatar belakang keuangan.

VISI DAN MISI perusahaan, yang mencakup tujuan dan alasan perusahaan operasional,
maka di turunkan menjadi PROGRAM JANGKA MENENGAH kemudian baru diturunkan pada
kebijakan mutu. Seperti yang kita tahu bahwa kebijakan mutu berisi komitmen perbaikan
berkelanjutan, menjalankan ISO 9000 dan kepuasan serta komitmen lain terkait dengan
keinginan perusahaan. Meski Kebijakan Mutu dapat menjadi sasaran jangka menengah, akan
tetapi belum pas kalau di jadikan jangka menengah karena lebih fokus pada komitmen
perusahaan. Dan disisi pelaksanaan dapat menjadi bisa karena kefokusan perusahaan dalam
menjalankan system manajemen mutu. Itulah sebabnya di sarankan menggunakan beberapa
alat bantu manajemen lain dalam mendefinisikan program jangka menengah.
Kebijakan, sasaran dan rencana mutu menjadi factor penting dalam perencanaan operasional
perusahaan. Sehingga ada kewajiban untuk melakukan review / tinjauan terhadap ke 3 hal di
atas. Persyaratan ISO 9000 yang sederhana kadang membuat kebijakan, sasaran dan rencana
mutu ini bisa dan tidak konsisten dengan perencanaan perusahaan. Bahkan sering saya
melihat bahwa kebijakan, sasaran hanya hal sederhana sekedar memenuhi persyaratan dan
tanpa rencana mutu.
Inti dari sasaran mutu dan rencana mutu adalah sebuah pengukuran kinerja. menetapkan
target, kemudian kita mengukur apakah kita telah mencapai target kemudian kita mencoba
meningkatkan target tersebut terus menerus dan mencapai hal yang lebih tinggi dan lebih
tinggi lagi.

CHEC
K
secara umum adalah kita akan melakukan rerata (pengukuran rata rata) pada sejarah
proses dan kemudian membandingkan dengan target kita. Hasil dari rerata dengan target ini
yang akan di jadikan acuan apakah kondisi kita sedang lampu merah?kuning? atau hijau?
Kalau memang lampu merah berarti udah saatnya kita berhenti sejenak dan melihat tujuan
serta cara mencapai tujuan tersebut. Kalau sudah kuning berarti saatnya kita berhati
hati dalam menggunakan cara dan mencapai tujuan tersebut.

Demikian kami sampaikan