Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Segala puji kami ucapkan atas limpahan serta rahmat yang telah diberikan Allah SWT.
Selama kami mengerjakan tugas pembuatan makalah yang berjudul Kerukunan Antar
Umat Beragama. Tak lupa shalawat serta salam kami ucapkan kepada junjungan kita
Rasulullah SAW. Pembuatan makalah ini merupakan bukan hanya dedikasi kami untuk
tugas agama, tetapi merupakan dedikasi kami terhadap perkembangan tentang kerukunan
antar umat islam tersendiri.
Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi kami pribadi sebagai
kelompok, tetapi mahasiswa ITS, dan bagi mereka yang ingin mengetahui menjadikan
referensi tentang tentang Kerukunan Antar Umat Islam sendiri.

Surabaya, 26 September 2011

Penyusun
Kelompok 6

KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA


BAB I. PENDAHULUAN

Pada dasarnya manusia merupakan makhluk social. Manusia tidak dapat hidup
sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu dibutuhkan kerukunan antar
umat beragama. Secara garis besar, keuunan antar umat beragama dibagi menjadi
dua yaitu kerukunan sesame umat Islam dan juga kerukunan antar umat beragama.
Kerukunan antara umat Islam dianalogikan sebagai tubuh, dimana jika satu
merasa sakit yang lainnya juga akan merasa sakit. Sedangkan kerukunan antar
umat beragama lainnya merupakan suatu hubungan social dalam pemenuhan
kebuuhan itu sendiri. Kerukunan itu dapat tercapai dengan adanya toleransi dan
rasa menghormati satu sama lain.

BAB II. PERMASALAHAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa yang dimaksud dengan kerukunan antar umat beragama?


Apa yang dimaksud dengan Islam agama rahmat bagi seluruh alam?
Bagaimana kebersamaan umat islam dalam kehidupan social?
Apa yang dimaksud dengan Ukhuwah (Persaudaraan)?
Apa pentingnya pentingnya ukhuwah dan penyakit ukhuwah?
Bagaimana upaya dalam mewujudkan ukhuwah?
Bagaimana tips menguatkan ukhuwah (persaudaraan)?

BAB III. PEMBAHASAN

A. Pengertian antar Umat Beragama secara Umum


Kerukunan antar umat beragama yaitu hubungan antar umat beragama yang
dilandasi oleh toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling
menghargai, dalam kesetaraan pengalaman ajaran agamanya dan kerja sama
dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.
Kerukunan antar umat beragama dapat diwujudkan dengan :
a.
b.
c.
d.

Saling tenggang rasa, saling menghargai, tolerasi antar umat beragama


Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
Melaksanakan ibadah sesuai agamanya
Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam agamanya maupun dalam
peraturan Negara atau Pemerintah

B. Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam


Kata Islamberarti damai, selamat, penyerahan diri, tunduk, dan patuh. Pengertian
tersebut menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang mengandung ajaran
untuk menciptakan, kedamaian, kerukunan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi
umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan bagi kehidupan umat manusia
pada khususnya dan semua makhluk Allah pada umumnya, bukan untuk
mendatangkan dan membuat bencana atau kerusakan di muka bumi. Inilah yang
disebut fungsi Islam sebagairahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil Alamin)
Seperti dalam surat al anbiya : 107,

dan, tidaklah kami mengutus engkau Muhamada Saw, melainkan untuk menjadi
rahmat bagi semesta alam
Sedangkan bentuk-bentuk kerahmatan Allah pada ajaran Islam itu seperti berikut
ini.

Islam menunjukkan manusia jalan hidup yang benar.

Islam memberikan kebebasan kepada manusia untuk menggunakan


potensi yang diberikan oleh Allah secara tanggunh jawab

Islam menghormati dan menghargai manusia sebagai hamba Allah, baik


mereka muslim maupun Bergama lain.

Islam mengatur pemanfaatan alam secara baik dan proporsional.

Islam menghormati kondisi spesifik individu manusia dan memberikan


perlakuan yang spesifik pula

C. Kebersamaan Umat Islam dalam Kehidupan Sosial


Kebersamaan hidup antara orang Islam dan orang non Islam dahulu telah
dicontohkan oleh Rasulullah ketika beliau dan para sahabatnya mengawali hidup
di Madinah setelah hijrah. Rasulullah mengikat perjanjian penduduk Madinah
yang terdiri atas orang-orang kafir dan muslim untuk saling membantu dan
menjaga keamanan kota Madinah dari gangguan musuh.
Tanggung jawab social umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan:
a. Menjalin silaturahmi dengan tetangga.
b. Memberikan infak sebagian dari harta yang dimiliki, baik yang wajib dalam
c.

bentuk zakat dan sunnah dalam bentuk sedekah.


Menjenguk bila ada anggota masyarakat yang sakit dan taziah bila ada

d.
e.

anggota masyarakat yang meninggal


Member bantuan menurut kemampuan bila ada yang membutuhkan
Menyusun system social yang efektif dan efisien untuk membangun
masyarakat
D. Ukhuwah (Persaudaraan)

Kata ukhuwah berasal dari kata dasar Akhu yang berarti saudara, teman,
sahabat. Atau dengan kata lain ukhuwah berarti persaudaraan. Maksudnya adanya
perasaan simpati dan empati antara dua orang atau lebih yang menimbulkan sikap
timbal balik untuk saling membantu dan saling berbagi.
Macam-macam ukhuwah dalam Islam:
a. Ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan yang berlaku antar sesama umat
Islam tanpa membeda-bedakan golongan. Hal yang dijelaskan dalam surat
Al Hujurat ayat 10. Pengertian lain menerangkan bahwa ukhuwah
Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antar umat Islam sebagai
satu saudara, dimana antara lain seakan-akan berada dalam satu ikatan.
b. Ukhuwah Insaniyah / Basyariyah yaitu persaudaraan yang berlaku pada
semua manusia secara universal tanpa membedakan agama, suku, ras, dan
aspek-aspek khusus lainnya. Ukhuwah Insaniyah ini harus dilandasi oleh
ajaran nahwa semua umat manusia adalah makhluk Allah.
c. Ukhuwah Wathoniyah yaitu persaudaraan yang diikat oleh jiwa
nasionalisme atau jiwa kebangsaan tanpa membedakan agama, suku,
warna kulit, adat istiadat, budaya, dan aspek-aspek kekhususan lainnya.
Maksudnya persaudaraan kita perlu dijalain karena kita sama-sama satu
bangsa yaitu Indonesia.
E. Pentingnya Ukhuwah dan Penyakit Ukhuwah
Pentingnya kita menjalin ukhuwah dalam kehidupan adalah:
1. Ukhuwah pilar kekuatan Islam
2. Bangunanukhuwah yang solid dapat memudahkan

membangun

masyarakat madani
3. Ukhuwah merupakan bagian terpenting dari Iman
4. Ukhuwah merupakan benteng dalam menghadapi musuh-musuh.
Dari pentingnya ukhuwah itu terjalin, tidak lepas dari penhalang kita untuk
mewujudkan terjalinnya ukhuwah tersebut atau yang dapat disebut sebagai
penyakit ukhuwah. Penyakit ukhuwah menurut Dr. KH Didin Hafidhuddin (2003)
antara lain:
a. Pemahaman Islam yang tidak komprehensif dan kaffal
b. Ta/asub atau fanatisme yang berlebihan
c. kurang toleransi atau tasamuh
d. suka bermusuhan
e. kurang bersedia untuk saling bertausiyah (menasihati)

F. Upaya dalam Mewujudkan Ukhuwah


Adapun upaya atau langkah konkrit dalam mewujudkan ukhuwah atau
persaudaraan tersebut adalah:
1. Secara terus-menerus melakukan kegiatan dakwah tentang pentingnya
menjalin ukhuwah
2. Berusaha meningkatkan frekuensi silaturahmi.
3. Memperbanyak dialog internal maupun antar umat beragama.
4. Menghimbau kepada semua umat menusia terutama umat Islam untuk
berupaya semaksiamal mungkin meningkatkan kualita iman.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

G. Tips Menguatkan Ukhuwah (Persaudaraan)


Berikut ini tips dalam menguatkan persaudaraan antara lain:
Memberitahukan rasa cinta kepada saudara yang dicintai
Mohon didoakan dari jauh jika berpisah
Menunjukkan kebahagiaan dan senyuman bila berjumpa saudara
Berjabat tangan jika bertemu
Sering mengunjungi saudara
Mengucapkan selamat jika saudara mencapai kesuksesan
Memberikan hadiah berkenaan dengan wktu-waktu tertentu
Memperhatikan saudara dan membentu keperluannya
Memenuhi hak ukhuwah saudaranya.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan
Kerukunan

antar umat beragama sangat penting untuk membantu

persaudaraan sesama umat beragama dan membagun Negara agar lebih


kokoh persaudaraannya serta terhindar dari perpecahan
B. Saran
Kita sesama umat yang memiliki satu kepercayaaan

walaupun

kepercayaan itu berbeda seharusnya tetap menjaga kerukunan antar


sesama, agar kedamaian dunia yang selama ini selalu kita ingin dapat
tercapai dengan mudah, tetapi kita tidak boleh melupakan kewajiban kita
dalam agama masing-masing

DAFTAR PUSTAKA

Hidayatullah, Rahmat. 2009. Menjadi Pribadi yang Disukai Allah. Bandung:


Pustaka Rahmat.
Mansoer, Hamdan, dkk. 2004. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi
Negeri. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen
Agama RI.
Priyambodo, Adhe, dkk. 2008. Raih Cinta Bersama Islam. Surabaya: ITS.