Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan

HIV/AIDS termasuk jajaran penyakit yang mempunyai tingkat penularan yang sangat
tinggi. Hal ini terjadi karena seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi
HIV, sehingga menjadi sumber penularan bagi orang lain. Seseorang terkena HIV biasanya
diketahui jika telah terjadi Sindrom Defisiensi Imun Dapatan (AIDS) yang ditandai antara lain
penurunan berat badan, diare berkepanjangan, Sarkoma Kaposi, dan beberapa gejala lainnya.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit
dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung Human
Immunodeficiency Virus (HIV), seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air
susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi
darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau
menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Pada praktikum ini dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen Human
Imunodefisiensi Virus (HIV) pada serum pasien. Pemeriksaan HIV ini dilakukan secara rapid
test, dimana dalam pemeriksaan ini menggunakan 3 strip dengan menggunakan cara yang
berbeda dalam pemeriksaannya.
Dalam pemeriksaan ini menggunakan strip uji dimana strip uji ini merupaka strip merk
SD One Step, dimana dalam strip uji ini terdapat S (sumur sampel), garis C (control), garis
T1 (test), dan T2 (test).pada penggunaan strip uji harus ditempatkan pada tempat yang datar
karena nanti akan mempengaruhi migrasi sampel. Dimana pada penggunaan strip ini
menggunakan serum pasien sebanyak 1 tetes diteteskan kedalam sumur S dan diteteskan 3
tetes diluents, fungsi dari diluetns ini adalah untuk memigrasi sampel dan akan terlihat hasilnya.
Bila pada garis C muncul garis merah maka strip ini masih dalam keadaan bagus jika tidak
muncul garis merah pada C maka strip tidak dapat digunakan. Pada pemeriksaan
menggunakan strip uji ini untuk pemebacaan dibaca setelah 5-20 menit. Hasil yang didapat
adalah positif dimana terbentuk garis warna merah pada C, dan T1. Yang artinya sampel
menunjukkan hasil yang positif untuk HIV-1.
Pemeriksaan antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam serum atau plasma
merupakan cara yang umum yang lebih efisien untuk menentukan apakah seseorang tak
terlindungi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) melindungi darah dan elemen-elemen

yang dihasilkan darah untuk Human Immunodeficiency Virus (HIV). Perbedaan dalam sifat-sifat
biologis, aktifitas serologis, dan deretan genom, Human Immunodeficiency Virus (HIV) 1 dan 2
positif serta dapat diidentifikasi dengan menggunakan tes serologis dasar Human
Immunodeficiency Virus (HIV).
Secara umum tes HIV juga berguna untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS
serta untuk meyakinkan bahwa darah untuk transfusi dan organ untuk transplantasi tidak
terinfeksi HIV.
Karena itu cara perpindahan HIV dari seseorang kepada orang lain juga sangat spesifik,
yaitu :
-

Melalui transfusi darah atau produk darah

Transplantasi organ atau jaringan tubuh

Pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV secara bergantian, misalnya jarum
suntik di antara pengguna narkotika

Pemakaian jarum suntik / alat tajam yang memungkinkan terjadinya luka, secara
bergantian tanpa disterilkan, misalnya jarum tato, jarum tindik, peralatan pencet
jerawat, dll

Hubungan seks tidak aman, yang memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan
cairan vagina (pada seks vaginal) ; atau cairan sperma dengan darah (pada seks anal)tanpa penghalang (dalam hal ini kondom)

Dari seorang ibu hamil yang HIV positif, kepada bayi yang dikandungnya, yaitu
melalui jalan lahir dan juga dalam proses menyusui dengan air susu ibu.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan HIV Rapid ini antara lain:
-

Petugas harus menggunakan APD selengkap mungkin karena HIV merupakan


penyakit yang sangat berbahaya.

Sampel serum yang digunakan tidak lisis

Pengerjaan test dilakukan sesuai prosedur kerja karena hasil yang akan dikeluarkan
merupakan hasil yang sangat sensitif.

I.

KESIMPULAN

1. Pada pratikum ini dilakukan pemeriksaan HIV menggunakan rapis test. Hal ini
dilakukan

untuk

mendeteksi

adanya

antibodi

terhadap

antigen

Human

Imunodefisiensi Virus (HIV) pada serum pasien.


2. Pemeriksaan HIV menggunakan 3 strip test dengan merek yaitu SD One Step Sampel
yang digunakan adalah serum yang berkode..
3. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif pada HIV-1

DAFTAR PUSTAKA
Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL, et al, editors. 2008.
Human Immunodeficiency Virus: AIDS and related disorders.In: Fauci AS, Kasper DL,
Longo DL. Harrisons Principle of Internal Medicine 17th Edition. McGraw-Hill.USA.
Emirza,

Wicaksono.

103.

HIV

dan

AIDS.

Online.

http://emirzanurwicaksono.blog.unissula.ac.id/2013/03/27/hiv-aids/. Diakses Tanggal 3


November 2014.
Hardjoeno. 2007. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diaggnostik. Cet 5. Makassar:
Hasanuddin University Press.
Mandal,dkk. 2008. Penyakit Infeksi. Jakarta: Erlangga Medical Series
Rosisdi, david.2012.Makalah HIV. Online.

http://davidrosidi.blogspot.com/2012/09/makalah-

hiv-aids.html. Diakses tanggal 3 November 2014.


Sutrimo, Wayan 2013. Pemeriksaan HIV. Online. Available on:
http://analiskesehatankendariangkatan5.blogspot.com/2013/01/uji-hiv.html
Diakses pada 24 Oktober 2014.
Widoyono. 2005. Penyakit Tropis: Epidomologi, penularan, pencegahan, dan
pemberantasannya.. Jakarta: Erlangga Medical Series