Anda di halaman 1dari 14

IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN KOPI

LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Guna Memenuhi Laporan Praktikum Mata Praktikum Budidaya


Tanaman Perkebunan

Oleh
NAMA

:MOH ALI WAFA

NIM

:131510501230

GOLONGAN

:D

KELOMPOK

:5 (LIMA)

LABORATORIUM AGROTEKNOLOGI
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan
berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar
3000 tahun (1000 SM) yang lalu.Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini
menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh
berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih
dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.Di samping rasa dan aromanya yang menarik,
kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu
empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).
Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia,
yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur
untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri
terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid mengamati
kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari
terbenam setelah memakan sejenis beri-berian. Ia pun mencoba memasak dan
memakannya. Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke
berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan
metode konvensional. Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa
melewati Laut Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang lebih maju.
Setiap orang tentu bisa mengenali bentuk biji kopi atau kopi bubuk
dengan baik. Tetapi jika anda tidak tinggal atau melakukan perjalanan ke negara
dimana kopi tumbuh, anda mungkin tidak dapat mengenali seperti apa pohon kopi
itu. Dipangkas saat dibudidayakan, sebenarnya pohon kopi dapat tumbuh sampai
ketinggian lebih dari 30 kaki, pohon kopi ini ditutupi daun-daun yang berwarna
hijau gelap, berlilin dan tumbuh saling membelakangi satu sama lain
berpasangan.Buahnya tumbuh di sepanjang cabang pohon itu. Dibutuhkan hampir
satu tahun bagi buah kopi untuk menjadi masak setelah berbunga, dengan bungabunga yang bermekaran berwarna putih dan beraroma semerbak. Karena buah
kopi tumbuh dalam suatu siklus yang berkelanjutan, merupakan hal biasa untuk
melihat bunga-bunga, buah-buah hijau dan buah-buah yang telah matang dalam
suatu pohon. Pohon-pohon itu dapat hidup selama 20 - 30 tahun dan bisa tumbuh

di iklim yang beragam, sepanjang tidak banyak terjadi fluktuasi temperatur.


Secara optimal, pohon kopi menyukai tanah subur dan temperatur rendah, dengan
sering turunnya hujan dan sinar matahari yang ternaungi.
Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang
mempunyai kontribusi cukup nyata dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai
penghasil devisa, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri,
penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Kopi Robusta atau Coffea
canephora ditemukan pada sekitar tahun 1895, saat ini Kopi jenis Robusta banyak
dibudidayakan di Afrika Barat dan Asia Tenggara. Di Indonesia Kopi robusta
adalah jenis kopi yang banyak tumbuh di pulau Sumatra. Kopi Robusta tumbuh
optimal di ketinggian 400-700 m dpl dengan temperatur 21-24 C dan bulan
kering 3-4 bulan secara berturut-turut. Kandungan kafein pada kopi robusta
mencapai 2,8% dan jumlah kromosom sebanyak 22. Dalam hal meracik, Robusta
kadang-kadang dikombinasikan dengan kopi Arabica untuk mendapatkan citra
aroma kopi yang lebih kental serta menurunkan kadar kafein dan rasa pahitnya.
Daya hasil Kopi Robusta sebesar 0,8 ton/ ha dengan populasi 1.200 pohon/ ha.
1.2 Tujuan
Mahasiswa

mampu

mengenali

dan

menggambarkan

morfologi (akar, batang, daun, bunga, buah dan biji) tanaman kopi.

karakteristik

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Tumbuhan kopi (Coffea Sp.) termasuk familia Rubiaceae (tanaman
berbunga) yang dikenal mempunyai sekitar 500 jenis dengan tidak kurang dari
600 spesies. Genus Coffea merupakan salah satu genus penting dengan berbagai
jenis spesies yang mempunyai nilai ekonomi dan dikembangkan secara komersial

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Terlampir
4.2 Pembahasan
Sistem Perakaran yang dimiliki pada kopi robusta Meskipun kopi
merupakan tanaman tahunan, tetapi umumnya mempunyai perakaran yang
dangkal. Oleh karena itu tanaman ini mudah mengalami kekeringan pada kemarau
panjang bila di daerah perakarannya tidak di beri mulsa. Secara alami tanaman
kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Tetapi akar tunggang
tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian
atau bibit sambungan (okulasi) yang batang bawahnya merupakan semaian.
Tanaman kopi merupakan jenis tanaman berkeping dua dikotil dan
memiliki akar tunggang. Pada akar tunggang, ada beberapa akar kecil yang
tumbuh ke samping melebar yang sering disebut akar lebar. Pada akar lebar ini
tumbuh akar rambut, bulu-bulu akar dan tudung akar. Tudung akar berfungsi
untuk melindungi akar ketika mengisap unsur hara dari tanah
Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek, cangkokan atau bibit
okulasi yang batang bawahnya merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang
sehingga relatif mudah rebah. Bibit kopi dibedakan menjadi dua, yaitu bibit
generatif dan bibit vegetatif. Bibit generatif (bibit semai) diperoleh dengan
menyemaikan benih. Bibit semai boleh digunakan asal berasal dari benih hasil
persilangan pertama (hibrida) yang diperoleh langsung dari penangkar benih
terpercaya. Benih berasal dari tanaman yang sudah diisolasikan sehingga sifat
unggulnya tidak tercemar.
Penanaman dengan benih yang berasal dari kebun sendiri tidak disarankan
karena karena biasanya sifat benih tersebut berbeda dengan induknya sehingga
keunggula benih tidak dapat diduga. Bibit vegetative diperoleh dengan
membiakkan bagian tanaman selain benih, misalnya bibit cangkokan, sambungan,
okulasi dan setek. Penggunaan bibit vegetative ini dianjurkan terutama
sambungan dan setek. Hasil dari bibit vegetasi cepat berbuah terutama bibit setek,

sifat sama dengan induknya sehingga dapat dipilih dari induk yang unggul, bibit
sambungan merupakan gabungan dari dua jenis kopi yang bersifat unggul, yaitu
batang atas berproduksi tinggi, tahan terhadap penyakit dan menghasilkan buah
yang berkualitas tinggi, sedangkan batang bawah dipilih dari jenis yang
perakarannya baik.
Cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok
lazimnya disebut dahan (rasmus), sedang cabang-cabang yang kecil dinamakan
ranting (ramulus). Cabang-cabang pada suatu tumbuhan dapat bermacam-macam
sifatnya, oleh sebab itu cabang-cabang dapat dibedakan seperti dibawah ini.
Sistem percabangan tanaman Kopi adalah spesies tanaman berbentuk
pohon yang termauk dalam family Rubiaceae dan genus coffea. Tanaman ini
tumbuhnya tegak, bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi 12
m, daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuh berhadapan
pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya. Kopi mempunyai system
percabangan yang agak berbeda dengan tanaman lain. Tanaman kopi mempunyai
beberapa jenis cabang yang sifat dan fungsinya agak berbeda.
a. Cabang Reproduksi (Cabang Orthrotrop)
Cabang reproduksi adalah cabang yang tumbuhnya tegak dan lurus. Ketika
masih muda cabang ini juga sering disebut wiwilan. Cabang ini berasal dari tunas
reproduksi yang terdapat di setiap ketiak daun pada batang utama atau cabang
primer. Setiap ketiak daun bisa mempunyai 4-5 tunas reproduksi, sehingga apabila
cabang reproduksi mati bisa diperbarui sebanyak 4-5 kali. Cabang ini mempunyai
sifat seperti batang utama, sehingga bila suatu ketika batang utama mati atau tidak
tumbuh sempurna, maka fungsinya dapat digantikan oleh cabang ini
b. Cabang Primer ( Cabang Plagiotrop)
Cabang primer adalah cabang yang tumbuh pada batang utama atau
cabang reproduksi dan berasal dari cabang primer. Pada setiap ketiak daun hanya
mempunyai satu tunas primer, sehingga apabila cabang ini mati, ditempat itu
sudah tidak dapat tumbuh cabang primer lagi. Cabang primer mempunyai ciri-ciri
(1) arah pertumbuhannya mendatar, (2) lemah, (3) berfungsi sebagai penghasil

bunga karena disetiap ketiak daunnya terdapat mata atau tunas yang dapat tumbuh
menjadi bunga.
Setiap ketiak daun pada cabang primer mempunyai tunas reproduksi dan
tunas sekunder. Tunas reproduksi dapat tumbuh menjadi cabang reproduksi,
demikian pula tunas sekunder dapat tumbuh menjadi cabang sekunder. Namun
demikian tunas reproduksi dan tunas sekunder tersebut biasanya tidak
berkembang menjadi cabang, melainkan tumbuh dan berkembang menjadi bunga.
c. Cabang Sekunder.
Cabang sekunder adalah cabang yang tumbuh pada cabang primer dan
berasal dari tunas sekunder. Cabang ini mempunyai sifat seperti cabang primer sehingga dapat menghasilkan bunga.
d. Cabang Kipas
cabang kipas adalah cabang reproduksi yang tumbuh kuat pada cabang
primer karena pohon sudah tua. Pohon yang sudah tua biasanya hanya tinggal
mempunyai sedikit cabang primer karena sebagian besar sudah mati dan luruh.
Cabang yang tinggal sedikit ini biasanya terletak diujung batang dan mempunyai
pertumbuhan yang cepat sehingga mata reproduksinya tumbuh cepat menjadi
cabang-cabang reproduksi. Cabang reproduksi ini sifatnya seperti batang utama
dan sering disebut sebagai cabang kipas.
e. Cabang Pecut
Cabang pecut adalah cabang kipas yang tidak mampu membentuk cabang
primer, meskipun tumbuhnya cukup kuat.
f. Cabang Balik
Cabang balik adalah cabang reproduksi yang tumbuh pada cabang primer,
berkembang idak normal dan mempunyai arah pertumbuhan menuju ke dalam
mahkota tajuk.
g. Cabang Air
Cabang air adalah cabang reproduksi yang tumbuhnya pesat, ruas-ruas
daunnya relative panjang dan lunak atau banyak mengandung air hampir 99%.
Bunga kopi terbentuk pada akhir musim hujan dan akar menjadi buah
hingga siap petik pada awal musim kemarau. Setelah penyerbukan, kopi akan

menghasilkan kuntum bunga. Jumlah kuncup bunga pada setiap ketiak daun
terbatas, sehingga setiap ketiak daun yang sudah menghasilkan bunga dengan
jumlah tertentu tidak akan pernah menghasilkan bunga lagi. Namun demikian
cabang primer dapat terus tumbuh memanjang membentuk daun baru, batang pun
dapat terus menghasilkan cabang primer sehingga bunga bisa terus dihasilkan oleh
tanaman. Tanaman kopi yang sudah cukup dewasa dan dipelihara dengan baik
dapat menghasilkan ribuan bunga dalam satu saat. Bunga tersebut tersusun dalam
kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-6 kuntum bunga. Pada setiap ketiak
daun dapat menghasilkan 8-18 kuntum bunga, atau setiap buku menghasilkan 1636 kuntum bunga.
Bunga kopi berukuran kecil, mahkotanya berwarna putih dan berbau
harum semerbak. Kelopak bunga berwarna hijau, pangkalnya menutupi bakal
buah yang mengandung dua bakal biji. Benangsarinya terdiri dari 5-7 tangkai
yang berukuran pendek. Bila bunga sudah dewasa, kelopak dan mahkotanya akan
membuka dan segera mengadakan penyerbukan peristiwa bertemunya tepung sari
dan putik. Setelah terjadi penyerbukan, secara perlahan-lahan bunga akan
berkembang menjadi buah. Mula-mula mahkota bunga tampak mengering dan
berguguran. Kemudian kulit buah yang berwarna hijau makin lama makin
membesar. bila sudah tua kulit ini akan berubah menguning dan akhirnya menjadi
merah tua. waktu yang diperlukan sejak terbentuknya bunga hingga buah menjadi
matang 6-11 bulan, tergantung dari jenis dan faktor-faktor lingkungannya. Kopi
arabika membutuhkan waktu 6-8 bulan, sedangkan kopi robusta 8-11 bulan.
Bunga kopi biasanya akan mekar pada permulaan musim kemarau
sehingga pada akhir musim kemarau telah berkembang menjadi buah yang siap
dipetik. Pada awal hujan, cabang primer akan memanjang dan membentuk daundaun baru yang siap mengeluarkan bunga pada awal musim kemarau mendatang.
Menurut cara penyerbukannya, kopi dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu kopi
self steril dan kopi self fertil. Kopi self steril adalah jenis kopi yang tidak akan
menghasilkan buah bila bunganya mengadakan penyerbukannya sendiri (tepung
sari berasal dari jenis kopi yang sama). Kopi self steril ini baru menghasilkan
buah bila bunganya menyerbuk silang (tepung sari berasal dari kopi jenis lainnya).

Oleh karena itu tanaman kopi ini harus ditanam bersamaan dengan kopi jenis
lainnya sehingga penyerbukan silang bisa berlangsung. Kopi self fertil adalah
kopi yang mampu menghasilkan buah bila mengadakan penyerbukan sendiri
sehingga tidak harus ditanam bersamaan dengan kopi jenis lainnya.
Buah terdiri dari daging buah dan biji. Daging buah terdiri atas 3 (tiga)
bagian lapisan kulit luar (eksokarp), lapisan daging (mesokarp), dan lapisan kulit
tanduk (endokarp) yang tipis tetapi keras. Buah kopi umumnya mengandung dua
butir biji, tetapi kadang-kadang hanya mengandung 1 (satu) butir atau bahkan
tidak berbiji (hampa) sama sekali. Biji ini terdiri dari atas kulit biji dan lembaga.
Lembaga atau sering disebut endosperm merupakan bagian yang bisa
dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman kopi. Tanaman kopi
merupakan kelompok tumbuhan berbentuk pohon dalam marga Coffea. Genus ini
memiliki sekitar 100 spesies tanaman tetapi hanya 3 jenis yang memiliki nilai
ekonomis bagi manusia sehingga dibudidayakan oleh masyarakat, yaitu Robusta,
Arabica dan Liberica. Kedua jenis tanaman kopi yakni, Robusta & Arabica.
1. Kopi Arabika (Coffea arabica)
Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar
kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan
tanah tempat kopi ditanam. Anda bisa menemukan kopi toraja, mandailing,
kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang
lain punya perbedaan rasa.
Ciri-ciri Kopi Arabika:
a. Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di
b.
c.
d.
e.
f.
g.

daerah yang sejuk dan dingin.


Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.
Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.
Kopi arabika juga terkenal pahit.
Umumnya berbuah sekali dalam setahun.
Beberapa varietas kopi yang termasukkopi arabika dan banyak di usahakan

di indonesia antara lain, Abesiania, Pasumah, Marago Type dan congensis.


Jenis-Jenis Kopi yang termasuk Golongan Arabika.
2. Kopi Robusta (Coffea Robusta)

Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti
di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses
pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa
yang sedikit banyak juga berbeda.
Ciri - ciri Kopi Robusta :
a.
b.
c.
d.
e.

Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.


Bau yang dihasilkan khas dan manis.
Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.
Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.
Kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika, tetapi lebih tinggi

daripada kopi liberica.


f. Beberapa varietas yang termasuk kopi robusta antara lain Quillou,
Uganda, dan Chanephora.
3. Kopi Ekselsa, Racemosa, Dan Liberica (African Coffee)
Merupakan jenis kopi yang berada di antara arabika dan robusta. Kopi tersebut
saat ini masih dalam tahap pengembangan.
4. Kopi Liberika (Coffea Liberica)
Kopi liberika adalah jenis kopi yang berasal dari liberia,afrika barat. Kopi
liberika dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Di abad-19, jenis kopi ini
didatangkan ke indonesia untuk menggantikan kopi arabika yang terserang oleh
hama penyakit.
Ciri - ciri Kopi Liberika antara lain :
a. Ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan
kopi arabika dan robusta.
b. Cabang priemer dapat bertahan lebih lama dan dalam satu buku dapat
keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
c. Agak peka terhadap penyakit HV.
d. Kualitas buah relatif rendah. Produksi sedang, (4,-5 ku/ha/th) dengan
rendemen 12% Berbuah sepanjang tahun.
e. Ukuran buah tidak merata/tidak seragam
f. Tumbuh baik di dataran rendah.
g. Beberpa varietas kopi liberika yang pernah didatangkan di Indonesia
antara lain, Ardoniana, Durvei.
Kopi robusta (Coffea robusta) adalah tanaman budidaya berbentuk pohon
yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Daunnya berbentuk

bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuh berhadapan dengan
batang, cabang, dan ranting - rantingnya. Permukaan atas daun mengkilat, tepi
rata, pangkal tumpul, panjang 5 - 15 cm, lebar 4,0 - 6,5 cm, pertulangan menyirip,
tangkai panjang 0,5 - 1,0 cm, dan berwarna hijau.

Kopi Liberika (Coffea liberica Bull ex Hiern) atau sering di sebut kopi
nangka, berbeda dengan kelompok kopi Arabika dan Robusta. Kopi Liberika
tergolong sama dengan kopi Robusta sebagai tanaman menyerbuk silang oleh
karena itu benih yang terbentuk merupakan persarian dengan tanaman lain.
Perbanyakan tanaman lebih mudah dilakukan dengan biji, maka pemilihan pohon
induk kopi penting dilakukan setelah pelepasan varietas dilakukan, karena belum
tentu sifat induk kopi terpilih akan mewarisi sifat unggul seperti induknya
disebabkan pengaruh sifat tanaman pejantan yang belum tentu kompatibel
menghasilkan keturunan sebaik kedua tetuanya.
Kopi varietas Libtukom ini tergolong pada tipe pertumbuhan pohon
dengan habitus tipe tinggi, diameter tajuk 3,5 - 4 m dan jika dibiarkan tumbuh
melancur tinggi tanaman dapat mencapai 5 m atau lebih. Keragaan tanaman dapat
digolongkan berdasarkan pada 5 (lima) tipe daun dan buah.
a. Tipe pertama: ukuran daun sedang, pupus daun berwarna hijau muda,
ujung daun runcing, buah bulat , diskus datar lebar, ruas antar dompolan
buah sedang, kelebatan buah sedang.

b. Tipe kedua: ukuran daun besar, lebar daun sempit, ujung meruncing,
ukuran buah besar bentuk oval, diskus besar menonjol, ruas cabang
sedang, buah lebat.
c. Tipe ketiga: ukuran daun seukuran daun nangka ujung runcing, buah
berbentuk oval dengan diskus kecil menonjol, buah lebat dengan ruas
sangat pendek.
d. Tipe keempat: ukuran daun sedang, ujung runcing, buah bulat besar
diskus menonjol, ruas antar dompolan pendek, buah sangat lebat.
e. Tipe kelima: ukuran sedang, buah berukuran sedang dengan diskus
menonjol tinggi, dompolan buah rapat, kelebatan buah sedang.
Ada beberapa macam karakter warna buah masak yaitu: masak merah,
masak orange, masak kuning dan masak hijau. Beberapa macam sifat diskus buah
adalah: diskus kecil menonjol, diskus menonjol lebar, diskus datar lecil, diskus
datar sangat lebar. Potensi produksi kopi Libtukom jika rata-rata adalah 909 gram
kopi biji/pohon atau setara dengan 950 kg biji untuk penanaman dengan populasi
900-1.000 pohon/ha. Keunggulan lainnya adalah varietas ini memiliki kriteria
tahan agak tahan terhadap penyakit karat daun dan terhadap serangan penggerek
buah kopi. Dari segi citarasa, hasil uji mencapai nilai kesukaan (preferensi) ratarata 7 atau mutu citarasa bagus. Dengan pemeliharaan yang baik umur ekonomis
tanaman diharapkan dapat mencapai 30 tahun. Kemampuannya beradaptasi pada
dataran rendah (< 700 m dpl) dan pada lahan gambut baik.
Kopi liberika memiliki keunggulan tidak hanya dari aspek harga, namun
dari ukuran buah kopi yang lebih besar dan produktivitas lebih tinggi
dibandingkan robusta, bisa berbuah sepanjang tahun dengan panen sekali sebulan
dan dapat beradaptasi dengan baik pada agroekosistem setempat serta tidak ada
gangguan hama dan penyakit yang serius. Kopi liberika berbuah pada umur 3,5
tahun. Kopi ini berbuah sepanjang tahun dengan 2 puncak produksi. Panen besar
pada bulan Mei, Juni dan Juli, sedangkan panen kecil pada bulan November,
Desember dan Januari.

Gambar 2. Kopi Liberika (Coffea liberica Bull ex Hiern)

BAB 5 KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
1. Perakaran yang dimiliki pada kopi robusta umumnya mempunyai perakaran
yang dangkal.
2. Bibitnya berasal dari bibit stek, cangkokan atau bibit okulasi yang batang
bawahnya merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang sehingga relatif
mudah rebah. Bibit kopi dibedakan menjadi dua, yaitu bibit generatif dan
bibit vegetatif.
3. Percabangan tanaman kopi merupakan spesies tanaman berbentuk pohon
yang termauk dalam family Rubiaceae dan genus coffea.
4. Cara penyerbukannya, kopi dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu kopi self
steril dan kopi self fertil.
5. Daging buah kopi terdiri atas 3 (tiga) bagian lapisan kulit luar (eksokarp),
lapisan daging (mesokarp), dan lapisan kulit tanduk (endokarp) yang tipis
tetapi keras.
6. Kopi robusta (Coffea robusta) tanaman budidaya berbentuk pohon yang
termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Dan Kopi Liberika
(Coffea liberica Bull ex Hiern) atau sering di sebut kopi nangka tergolong
sama dengan kopi Robusta sebagai tanaman menyerbuk silang oleh karena itu
benih yang terbentuk merupakan persarian dengan tanaman lain.