Anda di halaman 1dari 8

5.2.

3 Diare Tanpa Dehidrasi


Anak yang menderita diare tetapi tidak mengalami dehidrasi harus mendapatkan cairan
tambahan di rumah guna mencegah terjadinya dehidrasi. Anak harus terus mendapatkan diet
yang sesuai dengan umur mereka, termasuk meneruskan pemberian ASI.
Diagnosis
Diagnosis Diare tanpa dehidrasi dibuat bila anak tidak mempunyai dua atau lebih tanda
berikut yang dicirikan sebagai dehidrasi ringan/sedang atau berat.

Gelisah/ rewel

Letargis atau tidak sadar

Tidak bisa minum atau malas minum

Haus atau minum dengan lahap

Mata cekung

Cubitan kulit perut kembalinya lambat atau sangat lambat (Turgor jelek)

Tatalaksana

Anak dirawat jalan

Ajari ibu mengenai 4 aturan untuk perawatan di rumah:


o beri cairan tambahan
o beri tablet Zinc
o lanjutkan pemberian makan
o nasihati kapan harus kembali

Lihat Rencana Terapi A

Beri cairan tambahan, sebagai berikut:


o Jika anak masih mendapat ASI, nasihati ibu untuk menyusui anaknya lebih
sering dan lebih lama pada setiap pemberian ASI. Jika anak mendapat ASI
eksklusif, beri larutan oralit atau air matang sebagai tambahan ASI dengan
menggunakan sendok. Setelah diare berhenti, lanjutkan kembali ASI eksklusif
kepada anak, sesuai dengan umur anak.

o Pada anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, beri satu atau lebih cairan
dibawah ini:

larutan oralit

cairan rumah tangga (seperti sup, air tajin, dan kuah sayuran)

air matang

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, nasihati ibu untuk memberi cairan tambahan
sebanyak yang anak dapat minum:
o untuk anak berumur < 2 tahun, beri + 50100 ml setiap kali anak BAB
o untuk anak berumur 2 tahun atau lebih, beri + 100200 ml setiap kali anak
BAB.

Ajari ibu untuk memberi minum anak sedikit demi sedikit dengan menggunakan
cangkir. Jika anak muntah, tunggu 10 menit dan berikan kembali dengan lebih lambat.
Ibu harus terus memberi cairan tambahan sampai diare anak berhenti.

Ajari ibu untuk menyiapkan larutan oralit dan beri 6 bungkus oralit (200 ml) untuk
dibawa pulang.

Beri tablet zinc


o Ajari ibu berapa banyak zinc yang harus diberikan kepada anaknya:

Di bawah umur 6 bulan : tablet (10 mg) per hari selama 10 hari

Umur 6 bulan ke atas : 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari

o Ajari ibu cara memberi tablet zinc:

Pada bayi: larutkan tablet zinc pada sendok dengan sedikit air matang,
ASI perah atau larutan oralit.

Pada anak-anak yang lebih besar: tablet dapat dikunyah atau dilarutkan

o Ingatkan ibu untuk memberi tablet zinc kepada anaknya selama 10 hari penuh.

Lanjutkan pemberian makan lihat konseling gizi pada bab 10 dan bab 12

Nasihati ibu kapan harus kembali untuk kunjungan ulang lihat di bawah

Tindak lanjut

Nasihati ibu untuk membawa anaknya kembali jika anaknya bertambah parah, atau
tidak bisa minum atau menyusu, atau malas minum, atau timbul demam, atau ada
darah dalam tinja. Jika anak tidak menunjukkan salah satu tanda ini namun tetap tidak
menunjukkan perbaikan, nasihati ibu untuk kunjungan ulang pada hari ke-5.

Nasihati juga bahwa pengobatan yang sama harus diberikan kepada anak di waktu
yang akan datang jika anak mengalami diare lagi. Lihat Rencana Terapi A.

5.2.2. Diare dengan dehidrasi sedang/ringan


Pada umumnya, anak-anak dengan dehidrasi sedang/ringan harus diberi larutan oralit, dalam
waktu 3 jam pertama di klinik saat anak berada dalam pemantauan dan ibunya diajari cara
menyiapkan dan memberi larutan oralit.
Diagnosis
Jika anak memiliki dua atau lebih tanda berikut, anak menderita dehidrasi ringan/sedang:

Gelisah/rewel

Haus dan minum dengan lahap

Mata cekung

Cubitan kulit perut kembalinya lambat

Perhatian: Jika anak hanya menderita salah satu dari tanda di atas dan salah satu tanda
dehidrasi berat (misalnya: gelisah/rewel dan malas minum), berarti anak menderita dehidrasi
sedang/ringan.
Tatalaksana

Pada 3 jam pertama, beri anak larutan oralit dengan perkiraan jumlah sesuai dengan
berat badan anak (atau umur anak jika berat badan anak tidak diketahui), seperti yang
ditunjukkan dalam bagan 15 berikut ini. Namun demikian, jika anak ingin minum
lebih banyak, beri minum lebih banyak.

Tunjukkan pada ibu cara memberi larutan oralit pada anak, satu sendok teh setiap 1
2 menit jika anak berumur di bawah 2 tahun; dan pada anak yang lebih besar, berikan
minuman oralit lebih sering dengan menggunakan cangkir.

Lakukan pemeriksaan rutin jika timbul masalah


o Jika anak muntah, tunggu selama 10 menit; lalu beri larutan oralit lebih lambat
(misalnya 1 sendok setiap 2 3 menit)

o Jika kelopak mata anak bengkak, hentikan pemberian oralit dan beri minum
air matang atau ASI.

Nasihati ibu untuk terus menyusui anak kapan pun anaknya mau.

Jika ibu tidak dapat tinggal di klinik hingga 3 jam, tunjukkan pada ibu cara
menyiapkan larutan oralit dan beri beberapa bungkus oralit secukupnya kepada ibu
agar bisa menyelesaikan rehidrasi di rumah ditambah untuk rehidrasi dua hari
berikutnya.

Nilai kembali anak setelah 3 jam untuk memeriksa tanda dehidrasi yang terlihat
sebelumnya (Catatan: periksa kembali anak sebelum 3 jam bila anak tidak bisa
minum larutan oralit atau keadaannya terlihat memburuk.)
o Jika tidak terjadi dehidrasi, ajari ibu mengenai empat aturan untuk perawatan
di rumah

beri cairan tambahan.

beri tablet Zinc selama 10 hari

lanjutkan pemberian minum/makan (lihat bagian 10.1)

kunjungan ulang jika terdapat tanda berikut ini:

anak tidak bisa atau malas minum atau menyusu

kondisi anak memburuk

anak demam

terdapat darah dalam tinja anak

o Jika anak masih mengalami dehidrasi sedang/ringan, ulangi pengobatan


untuk 3 jam berikutnya dengan larutan oralit, seperti di atas dan mulai beri
anak makanan, susu atau jus dan berikan ASI sesering mungkin
o Jika timbul tanda dehidrasi berat, lihat pengobatan di bagian 5.2.1.
o Meskipun belum terjadi dehidrasi berat tetapi bila anak sama sekali tidak bisa
minum oralit misalnya karena anak muntah profus, dapat diberikan infus
dengan cara: beri cairan intravena secepatnya. Berikan 70 ml/kg BB cairan
Ringer Laktat atau Ringer asetat (atau jika tak tersedia, gunakan larutan NaCl)
yang dibagi sebagai berikut :
UMUR

Pemberian 70 ml/kg selama

Bayi (di bawah umur 12 bulan)

5 jam

Anak (12 bulan sampai 5 tahun)

2,5 jam

Periksa kembali anak setiap 1-2 jam.

Juga beri oralit (kira-kira 5 ml/kg/jam) segera setelah anak mau minum.

Periksa kembali bayi sesudah 6 jam atau anak sesudah 3 jam. Klasifikasikan
Dehidrasi. Kemudian pilih rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) untuk
melanjutkan penanganan.

Rencana Terapi B and Rencana Terapi A memberikan penjelasan lebih rinci:

Beri tablet Zinc

Beritahu ibu berapa banyak tablet zinc yang diberikan kepada anak:
o Di bawah umur 6 bulan: tablet (10 mg) per hari selama 10 hari
o 6 bulan ke atas: 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari

Pemberian Makan
Melanjutkan pemberian makan yang bergizi merupakan suatu elemen yang penting dalam
tatalaksana diare.

ASI tetap diberikan

Meskipun nafsu makan anak belum membaik, pemberian makan tetap diupayakan
pada anak berumur 6 bulan atau lebih.

Jika anak biasanya tidak diberi ASI, lihat kemungkinan untuk relaktasi (yaitu memulai lagi
pemberian ASI setelah dihentikan) atau beri susu formula yang biasa diberikan. Jika anak
berumur 6 bulan atau lebih atau sudah makan makanan padat, beri makanan yang disajikan
secara segar dimasak, ditumbuk atau digiling. Berikut adalah makanan yang
direkomendasikan:

Sereal atau makanan lain yang mengandung zat tepung dicampur dengan kacangkacangan, sayuran dan daging/ikan, jika mungkin, dengan 1-2 sendok teh minyak
sayur yang ditambahkan ke dalam setiap sajian.

Makanan Pendamping ASI lokal yang direkomendasikan dalam pedoman


Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di daerah tersebut. (lihat bagian 10.1)

Sari buah segar seperti apel, jeruk manis dan pisang dapat diberikan untuk
penambahan kalium.

Bujuk anak untuk makan dengan memberikan makanan setidaknya 6 kali sehari. Beri
makanan yang sama setelah diare berhenti dan beri makanan tambahan per harinya selama 2
minggu.

5.2.1. Diare dengan dehidrasi berat


Anak yang menderita dehidrasi berat memerlukan rehidrasi intravena secara cepat dengan
pengawasan yang ketat dan dilanjutkan dengan rehidrasi oral segera setelah anak membaik.
Pada daerah yang sedang mengalami KLB kolera, berikan pengobatan antibiotik yang efektif

terhadap kolera.
Diagnosis
Jika terdapat dua atau lebih tanda berikut, berarti anak menderita dehidrasi berat:

Letargis atau tidak sadar

Mata cekung

Cubitan kulit perut kembali sangat lambat ( 2 detik)

Tidak bisa minum atau malas minum.

Tatalaksana
Anak dengan dehidrasi berat harus diberi rehidrasi intravena secara cepat yang diikuti dengan
terapi rehidasi oral.

Mulai berikan cairan intravena segera. Pada saat infus disiapkan, beri larutan oralit
jika anak bisa minum

Catatan: larutan intravena terbaik adalah larutan Ringer Laktat (disebut pula larutan Hartman
untuk penyuntikan). Tersedia juga larutan Ringer Asetat. Jika larutan Ringer Laktat tidak
tersedia, larutan garam normal (NaCl 0.9%) dapat digunakan. Larutan glukosa 5% (dextrosa)
tunggal tidak efektif dan jangan digunakan.

Beri 100 ml/kg larutan yang dipilih dan dibagi sesuai Tabel 18 berikut ini.

Tabel 18. Pemberian Cairan Intravena bagi anak dengan Dehidrasi Berat
Pertama, berikan
30 ml/kg dalam:

Selanjutnya, berikan
70 ml/kg dalam:

Umur <12 bulan

1 jam

5 jam

Umur >12 bulan

30 menit

2,5 jam

Untuk informasi lebih lanjut, lihat Rencana Terapi C. Hal ini mencakup pedoman pemberian
larutan oralit menggunakan pipa nasogastrik atau melalui mulut bila pemasangan infus tidak
dapat dilakukan.
Kolera

Curigai kolera pada anak umur di atas 2 tahun yang menderita diare cair akut dan
menunjukkan tanda dehidrasi berat, jika kolera berjangkit di daerah tempat tinggal
anak.

Nilai dan tangani dehidrasi seperti penanganan diare akut lainnya. Beri pengobatan
antibiotik oral yang sensitif untuk strain Vibrio cholerae, di daerah tersebut. Pilihan
lainnya adalah: tetrasiklin, doksisiklin, kotrimoksazol, eritromisin dan kloramfenikol
(untuk dosis pemberian, lihat lampiran 2).

Berikan zinc segera setelah anak tidak muntah lagi (lihat bagian 5.2.2).

Pemantauan
Nilai kembali anak setiap 15 30 menit hingga denyut nadi radial anak teraba. Jika hidrasi
tidak mengalami perbaikan, beri tetesan infus lebih cepat. Selanjutnya, nilai kembali anak
dengan memeriksa turgor, tingkat kesadaran dan kemampuan anak untuk minum, sedikitnya
setiap jam, untuk memastikan bahwa telah terjadi perbaikan hidrasi. Mata yang cekung akan
membaik lebih lambat dibanding tanda-tanda lainnya dan tidak begitu bermanfaat dalam
pemantauan.
Jika jumlah cairan intravena seluruhnya telah diberikan, nilai kembali status hidrasi anak,
menggunakan Bab 1 Pediatri Gawat Darurat bagan 7.

Jika tanda dehidrasi masih ada, ulangi pemberian cairan intravena seperti yang telah
diuraikan sebelumnya. Dehidrasi berat yang menetap (persisten) setelah pemberian
rehidrasi intravena jarang terjadi; hal ini biasanya terjadi hanya bila anak terus
menerus BAB cair selama dilakukan rehidrasi.

Jika kondisi anak membaik walaupun masih menunjukkan tanda dehidrasi ringan,
hentikan infus dan berikan cairan oralit selama 3-4 jam (lihat bagian 5.2.2 dan
Rencana Terapi B). Jika anak bisa menyusu dengan baik, semangati ibu untuk lebih
sering memberikan ASI pada anaknya.

Jika tidak terdapat tanda dehidrasi, ikuti pedoman pada bagian 5.2.3 dan Rencana
Terapi A. Jika bisa, anjurkan ibu untuk menyusui anaknya lebih sering. Lakukan
observasi pada anak setidaknya 6 jam sebelum pulang dari rumah sakit, untuk
memastikan bahwa ibu dapat meneruskan penanganan hidrasi anak dengan memberi
larutan oralit.

Semua anak harus mulai minum larutan oralit (sekitar 5ml/kgBB/jam) ketika anak bisa
minum tanpa kesulitan (biasanya dalam waktu 34 jam untuk bayi, atau 12 jam pada anak
yang lebih besar). Hal ini memberikan basa dan kalium, yang mungkin tidak cukup
disediakan melalui cairan infus. Ketika dehidrasi berat berhasil diatasi, beri tablet zinc
(bagian 5.2.2).