Anda di halaman 1dari 11

Bab 2

Landasan Teori

2.1. Sejarah Peta Kerja


Berbicara tentang perancangan sistem kerja,tidak lepas dari duanama yaitu F.W. Taylor
dan F.B. Gilbert, dua orang yang mengawali perkembangan ilmu ini. Memang dari
penelitian merekalah, walaupun tidak dilakukan bersama-sama, yang dikemudian hari
sampai sekarang digabungkan menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai perancangan
sistem kerja atau methods engineering.Peta kerja pada umumnya merupakan alat yang
sistematis didalam mengumpulkan semua fakta berkenaan dengan sistem kerja yang
diamati,sehingga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan fakta-fakta tersebu kepada
orang lain.Peta keja sendiri adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara
sistematis dan jelas untuk mengkomunikasikan hasil kerja tersebut pada pihak yang
berkepentingan.

2.2. Jenis-Jenis Peta Kerja


Pada dasarnya peta kerja dapat dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu:

1.

Peta-peta

yang

digunakan

untuk

menganalisis

kegiatan

kerja

keseluruhan.
2.
Peta-peta yang digunakan untuk menganalisis kegiatan kerja setempat.
Masing-masing peta kerja yang akan dibahas ini semuanya termasuk dalam kedua
kelompok diatas, yaitu:

2.2.1.

Jenis-Jenis Peta Kerja Kelompok

Kegiatan Keseluruhan
2.2.1.1.PetaProses Operasi
Suatu peta proses operasi menggambarkan langkah-langkah operasi dan pemeriksaan
yang dialami bahan dalam urutan-urutannya sejak awal sampai menjadi produk jadi utuh
maupun sebagai bagian setengah jadi.Peta ini juga memuat imformasi-imformasi yang
diperlukan untuk analisis lebih lanjut,seperti:

I-5

I-6

Waktu yang dihabiskanmaterial yang digunakan dan tempat atau alat atau mesin yang
dipakai sesuai dengan relevansinyapada akhir keseluruhan proses dinyatakan keberadaan
penyimpanannya.

I-7

Kegunaan dari peta proses operasi adalah:

Bisa memperkirakan kebutuhan akan bahan baku.


Bisa mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.
Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik.
Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai.
Sebagai alat untuk pelatihan kerja.

Prinsip-prinsip pembuatan peta proses operasi,untuk menggambarkan


proses

operasi

dengan

baik,beberapa

pokok

berikut

ini

perlu

diperhatikan:

Pertama,pada baris paling atas,pada bagiankepala ditulis jelas jenis peta,yaitu peta
proses operasi yang diikuti oleh identifikasi lain seperti; nama objek,nama pembuat
peta,tanggal

dipetakan,apakah

itu

memetakan

keadaan

sekarang

atau

diusulkan,nomor peta dan nomor gambar.


Material yang akan diproses dinyatakan tepat diatas garis horizontal yang sesuai,yang

menunjukkan kedalam urutan-urutan tempat material tersebut kemudian diproses.


Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertical,dari atas ke bawah sesuai urutan-

urutan prosesnya.
Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan

urutan operasi terkait.


Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan
prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi.

Dalam menganalisis suatu peta proses operasi ada empat hal yang perlu
untuk diperhatikan agar analisis dapat berjalan dengan baik .

1. Bahan-bahan
Kita harus mempertimbangkan semua alternatif dari bahan yang digunakan
proses penyelesaian dan toleransi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tuntutan
fungsi,keandalan dan waktunya.
2. Operasi
Dalam hal ini juga harus dipertimbangkan semua alternatif yang mungkin untuk
proses pengolahan,pembuatan,pengerjaan dengan mesin atau metode perakitannya.
Demikian juga dengan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan. Perbaikan yang
mungkin bisa dilakukan misalnya; dengan menghilangkan, menggabungkan,
mengubah atau menyederhanakan opersai-operasi yang terjadi.

I-8

3. Pemeriksaan
4. Dalam hal ini kita harus memiliki mutu acuan suatu obyek dikatakan kualitasnya
telah memenuhi syarat jika telah dibandingkan dengan acuannya ternyata lebih baik
atau sekurang-kurangnya sama.
5. Waktu
6. Untuk mempersingkat waktu penyelesaian,kita harus mempertimbangkan semua
alternatif mengenai metoda,peralatan dan tentunyapenggunaan perlengkapanperlengkapan khusus.
7.

8. 2.2.1.2. Peta Aliran Proses


9.

Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari

operasi,pemeriksaan,transportasi,menunggu dan pentimpanan yang terjadi selama satu


proses atau prosedur berlangsung. Didalamnya dimuat pula imformasi-imformasi yang
diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan yang
terjadipeta aliran proses dibagi 3 yaitu:
10.
A. Peta aliran proses tipe bahan.
11.
Menggambarkan kejadian yang dialami bahan (bisa merupakan salah satu bagian
dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi.Dengan hanya
menggambarkan salah satu komponen produk jadi,peta ini meggambarkan salah satu
bagian dari peta yang lebih kompleks.Biasanya analisis akan sedapat mungkin
menghindar dari masalah-masalah yang kompleks.Karena hal itu,terutama untuk peta
aliran proses tipe bahan,lebih disukai peta yang menggambarkan tiap komponen satu
persatu.Disamping

lebih

sederhana,proses

penganalisaannya

akan

lebih

mudah.Contohpenggunaan peta ini dalam praktik,misalnyauntuk menggambarkan aliran

1.

yang dialami bahan saat penerimaan,pengepakan,dan pengiriman.


12.
B. Peta aliran proses tipe orang.
13.
Peta ini pada dasarnya dibagi dua bagian,yaitu:
Peta aliran proses pekerja yang menggambarkanaliran kerja seorang operator.
2. Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja sekelompok
manusia,sering disebut peta proses kelompok kerja .

I-9

14. Pada mumnya peta aliran proses tipe orang adalah suatu peta yang
menggambarkan

suatu

proses

dalam

bentuk

aktivitas-aktivitas

manusianya.Peta ini merupakan gambar simbolis dan sistematis dari


suatu metode kerja yang dijalani oleh seseorang atau oleh sekelompok
pekerja ketika pekerjaannya membutuhkan dia(mereka) untuk bergerak
dari suatu tempat ke tempat lainnya.Dalam praktiknya peta ini bisa
digunakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi di suatu
restoran.Dimana seorang juru masakbekerja untuk mempersiapkan
santapan di dapur restoran tersebut.
15. Ada beberapa hal pokok tentang pembuatan suatu peta aliran proses yang
lengkap,yaitu:

Seperti pada peta proses operasi,sutu peta aliran proses pun mempunyai judul,dimana
pada baris paling atas dari kertas ditulis PETA ALIRAN PROSES sebagai judulnya.
Kemudian diikuti dengan pencatatan beberapa odentifikasi seperti: nomor atau nama
komponen yang dipatenkan,nomor gambar,peta orang atau peta bahan ,cara sekarang
atau yang diusulkan,tanggal pembuatan,dan nama pembuat peta. Semua imformasi ini

dicatat disebelah kanan atas kerja.


Disebelah kiri atas kertas berdampingan dengan imformasi yang dicatat pada butir a
diatas,dicatat mengenai ringkasan yang memuat jumlah total dari setiap kegiatan yang
terjadi. Begitu juga total jarak perpindahan yang dialami bahan,orang atau kertas

selama proses atau prosedur berlangsung.


Di bagian badan diuraikan proses yang terjadi secara lengkap dengan lambanglembang dan imformasi mengenai jarak perpindahan,jumlah yang dilayani,waktu yang
dibutuhkan dan kecepatan produksi (jika mungkin). Di muat pula pada kolom-kolom

yang tersedia analisis,catatan dan tindakan yang diambil berdasarkan analisis tersebut.
Ada cara lain yaitu dengan menggunakan metode DOT and CHECK TECHNIQUE
16.
C. Peta aliran proses tipe kertas.
17.
Pada peta ini yang digambarkan adalah aliran dari kertas yang menjalani

sekumpulan urutan proses mengikuti suatu prosedur tertentu secara bertahap .Serangkaian
tahap yang diperlukan untuk menyelesaikan suat proses permohonan izin,adalah salah
satu contohnya:
Kegunaan Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan,aktivitas orang atau aliran

kertas dari awal masuk dalam suatu proses atau prosedur sampai aktivitas berakhir..
Peta ini memberikan imformasi mengenai waktu penyelesaian suatu produk.

I-10

Bisa digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan,orang, atau

kertas selama proses atau prosedur berlangsung.


Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metode kerja peta
proses kelompok kerja

Peta proses kelompok kerja merupakan hasil pengembangan dari suatu peta aliran
proses. Peta ini bisa digunakan dalam suatu tempat kerja dimana untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut memerlukan kerjasama yang baik dari sekelompok pekerja. Jenis
pekerjaan atau tempat kerja yang memerlukan analisis melalui peta proses kelompok
kerja misalnya pekerjaan pergudangan,pemeliharaan atau pekerjaan-pekerjaan

pengangkuan material.
Tujuan utama yang harus dianalisis dari kelompok kerja ini adalah meminimumkan
waktu menunggu atau delay.Dengan berkurangnya waktu menunggu berarti kita
dapat mencapai tujuan lain yang lebih nyata,diantaranya:

Bisa mengurangi ongkos produksi atau proses.


Bisa mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses.

Keuntungan-keuntungan diatas dapat dicapai setelah kita melakukan analisis


yang teliti .Hasil analisis bisa menyimpulkan beberapa keputusan,diantaranya
mungkin kita bisa menggabungkan beberapa operasi atau kita bisa mengubah urutan
kerja secara lebih baik atau barangkali pembagian kerjanya yang diubah agar lebih
merata diantara anggota-anggotanya.

Langkah-langkah pembuatan peta proses kelompok kerja adalah sebagai berikut:

Langkah pertama,nyatakan judul peta lengkap dengan identifikasi-identifikasilainnya

dan ringkasannya.
Lambang-lambang yang biasanya digunakan untuk membuat peta aliran proses

digunakan juga untuk membuat peta proses kelompok kerja sesuai kebutuhan.
Tiap peta aliran proses yang menunjukkan satu seri kegiatan kerja merupakan anggota

dari suatu peta proses kelompok kerja.


Lambang-lambang dari setiap anggota kelompok dapat diletakkan secara berdekatan
dan perubahan lambang menunjukkan perubahan aktivitas.

I-11

2.2.1.3. Diagram Alir

Diagram alir merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan
gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi didalam peta
aliran proses,yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ke
tempat berikutnya,dinyatakan oleh garis aliran dalam diagram tersebut.Arah aliran
digambarkan oleh anak panah kecil pada garis aliran tersebut.

Secara lengkap,kegunaan suatu diagram aliran dapat diuraikan sebagai berikut:


Lebih memperjelas suatu peta aliran proses,apalagi jika arah aliran merupakan faktor
yang penting.Dengan adanya informasi tambahan mengenai arah aliran dari material
atau orang selama aktivitasnya,maka kita akan mendapatkan imformasi yang
lengkap.Makin

lengkap

informasi,makin

mudah

untuk

melakukan

perbaikan.Tambahan informasi iniberguna sebagai bahan analisis untuk bisa

memperpendek jarak perpindahan.


Menolong dalam perbaikan tataletak tempat kerja
Diagram aliran dapat menunjukkan lokasi tempat-tempat penyimpanan,stasiun
pemeriksaandan tempat-tempat kerja

dilaksanakan.Diagram alir juga dapat

menunjukkan cara arah gerakan berangkat-kembalinya suatumaterial atau seorang


pekerja.Dari kedua hal diatas,berarti kita kita mempunyai data yang cukup baik untuk
mengatur aliran lalulintas dalam ruangan tersebut sedemikian mungkin sehingga
tidak

terjadi

kemacetan.Dengan

kata

lain,kita

mempunyai

bahan

untuk

dipertimbangkan dalam penyusunan suatu tata letak tempat kerja yang baik.Tata letak
baru,dapat diperoleh dengan memindah-mindahkan titik tempat berlangsungnya
operasi,pemeriksaan,dan penyimpanan sedemikian rupa sehingga ditemukan susunan
tata ruang yang baru yang paling ekonomis ditinjau dari segi jarak dan waktu.

2.2.1.4. Peta perakitan (assembly chart)

Peta perakitan atau assembly chart adalah gambaran grafis dari urutan-urutan

aliran komponen dan rakitan bagian (sub assembly) kedalam rakitan suatu produk.

I-12

2.2.2. Jenis-JenisPeta Kelompok Kegiatan Kerja Setempat


2.2.2.1.

Peta pekerja dan mesin

Peta pekerja mesin merupakan peta pertama yang termasuk kelompok kegiatan

setempat. Peta ini dapat dipergunakan sebagaai alat untuk mempermudah perbaikan suatu
sistem kerja, sehingga tercapai suatu keadaan ideal untuk saat itu. Lambang-lambang
yang digunakan dalam peta pekerja-mesin adalah sebagai berikut ini:
Menunjukkan waktu menganggur

Digunakan untuk menyatakan pekerja atau mesin yang sedang menganggur atau

salah satu sedang menunggu yang lain. Misalnya dalam suatu rangkaian kerja, si operator
sedang melakukan pemeriksaan terhadap mesin, untuk mencegah kerusakan. Maka dalam
hal ini; si operator sedang melakukan kerja dependen (satu bergantung pada yang lain),

dan mesin sedang menganggur atau menunggu.


Menunjukkan kerja independen

Jika ditinjau dari pekerja, keadaan ini menunjukkan seorang pekerja yang sedang

bekerja dan independen dengan mesin dan pekerja lainnya. Misalnya seorang pekerja
yang sedang mengambil dan mempersiapkan bahan atau ia sedang melakukan
pemeriksaan terhadap produk akhir tanpa alat. Jika ditinjau dari pihak mesin, berarti
mesin tersebut sedang bekerja tanpa memerlukan pelayanan dari operator(mesin
otomatis).
Menunjukkan kerja kombinasi

Jika ditinjau dari pihak pekerja, lambang ini digunakan apabila diantara operator
dan mesin atau dengan operator lainnya sedang bekerja secara bersama-sama. Jika

I-13

ditinjau dari pihak mesin, berarti; selama bekerjanya, mesin tersebut memerlukan
pelayanan dari operator (mesin manual).

2.2.2.2.

Peta Tangan Kiri Tangan Kanan

Peta tangan kanan-tangan kiri merupakan suatu alat dari studi gerakan untuk

menentukan gerakan-gerakan yang efisien,yaitu gerakan-gerakan yang memang


diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Kegunaan dari peta ini adalah sebagai
berikut :
Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.
Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak

produktif, sehingga tentunya mempersingkat waktu kerja.


Sebagai alat untuk menganalisis tata letak sistem kerja.
Sebagai alat untuk melatih pekerja yang baru, dengan cara kerja yang ideal.

2.3. Lambang-Lambang dalam Peta Kerja

Menutut catatan sejarah, peta-peta kerja yang ada saat ini dikembangkan oleh
Gilberth. Pada saat itu,untuk membuat satu peta kerja Gilberth mengusulksn 40 buah
lambang yang bisa dipakai. Pada tahun berikutnya jumlah lambang tersebut
disederhanakan sehingga hanya tinggal 4 macam saja. Namun pada tahun 1947
American Society of Mechanical Engineers (ASME) membuat standar lambanglambang yang terdiri atas 5 macam lambang yang merupakan modofikasi dari yang
telah dikembangkan sebelumnya oleh Gilberth. Penjelasan tentang lambang-lambang
tersebut adalah sebagai berikut:

Operasi
Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat baik
fisik maupun kimiawi. Mengambil imformasi maupun memberikan imformasi pada
suatu keadaan juga termasuk operasi.Operasi merupakan kegiatan yang paling banyak
terjadi dalam suatu proses. Dan biasanya terjadi pada suatu mesin atau sistem kerja
contohnya:

Pekerjaan menyerut kayu dengan mesin serut.


Pekerjaan mengeraskan logam.
Pekerjaan merakit.

Dalam prakteknya,lambang ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aktivitas


administrasi,misalnya; aktivitas perencanaan atau perhitungan.

I-14

Pemeriksaan
Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami
pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Lambang ini digunakan jika
kita melakukan pemeriksaan terhadap suatu objek tertentu dengan suatu standarsuatu
pemeriksaan tidak menjuruskan bahan ke arah menjadi suatu barang jadi. Contohnya:

Mengukur dimensi benda.


Memeriksa warna benda.
Membaca alat ukur tekanan uap pada suatu mesin uap.

Transportasi
Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja,pekerja atau perlengkapan
mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi.
Contohnya:

Benda kerja diangkut dari mesin bubut ke mesin skrapt untuk mengalami proses

berikutnya.
Suatu objek dipindahkan dari lantai atas lewat elevator.

Suatu pergerakan yang merupakan bagian dari operasi atau disebabkan oleh petugas
pada tempat bekerjasewaktu operasi atau pemeriksaan berlangsung bukanlah
merupakan transportasi. Contohnya:

Keramik yang mengalami pemanasan suhu tinggi smbil bergerak di atas ban
berjalan,merupakan kegiatan operasi. Walaupun keramik tersebut mengalami
perpindahan tempat tetapi perpindahan tersebut merupakan bagian dari kegiatan
pemanasan.

Menunggu

Proses menunggu terjadi apabila benda kerja,pekerja ataupun perlengkapan tidak


mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu(biasanya sebentar).

I-15

Kejadian ini menunjukkan bahwa suatu objek ditinggalkan untuk sementara waktu
tanpa pencatatan sampai diperlukan kembali,contohnya:

Objek menunggu untuk diproses atau diperiksa.


Peti menunggu untuk dibongkar.
Bahan menunggu untuk diangkut ke tempat lain.

Penyimpanan

Proses penyipanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang
cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali biasanya memerlukan
suatu prosedur perizinan tertentu.

Lambang ini digunakan untuk menyatakan suatu objek yang mengalami


penyimpanan perermanen, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa
izin tertentu. Prosedur perizinan dan lamanya waktu adalah dua hal yang
membedakan antara kegiatan menunggu dan penyimpanan. Contohnya:

Dokumen-dokumen atau catatan-catatan disimpan dalam brangkas.


Bahan baku disimpan dalam gudang.
Selain kelima lambang standar diatas kita menggunakan lambang lain apabila merasa
perlu untuk mencatat suatu aktivitas yang memang terjadi selama proses berlangsung
dan tidak terungkapkan oleh lambang-lambang diatas, lambang tersebut adalah:

Aktivitas gabungan
Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan
bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja

Anda mungkin juga menyukai