Anda di halaman 1dari 3

Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga?

Yang dimaksud dengan anak zina adalah anak yang dilahirkan dari hasil perzinahan.
Dalam pandangan bangsa Arab, kedudukan anak zina begitu sangat hina. Begitu
juga yang dijelaskan oleh hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Anak zina itu
menyimpan 3 keburukan.?(HR. Ahmad dan Abu Daud)
Sebagian ulama menjelaskan, maksudnya dia buruk dari aspek asal-usul dan unsur
pembentukannya, garis nasab, dan kelahirannya. Penjelasannya, dia merupakan
kombinasi dari sperma dan ovum pezina, satu jenis cairan yang menjijikkan (karena
dari pezina) sementara gen itu terus menjalar turun temurun, dikhawatirkan
keburukan tersebut akan berpengaruh pada dirinya untuk melakukan kejahatan.
Dalam konteks inilah, Allah menepis potensi negatif dari pribadi Maryam dengan
firmaNya.















"Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah
seorang penzina." (QS. Maryam : 28)
Walaupun demikian adanya, dia tidak dibebani dosa orang tuanya. Allah subhanahu
wa Ta'ala berfirman.








"Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada
dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS.
Al An'am: 164)
Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh
orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan yang negatif itu akan terwarisi dan
akan membawanya untuk berbuat buruk dan kerusakan. Namun hal ini tidak selalu
menjadi acuan, kadangkala Allah akan mempebaikinya sehingga menjadi manusia
yang alim, bertakwa lagi wara, dengan demikian menjadi satu kombinasi yang terdiri
atas tiga komponen yang baik." Wallahu a'lam. (Disarikan dari Fatawa Ibn Jibrin
dalam Fatawa Islamiyah 4/125)
Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya
ditanggung oleh orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan
yang negatif itu akan terwarisi dan akan membawanya untuk
berbuat buruk dan kerusakan.
Fatwa Lajnah Daimah
Al-Lajnah Ad-Daimah pernah ditanya tentang nasib anak zina, apakah dia bisa
masuk surga jika menjadi hamba yang bertakwa?

Maka Lajnah menjawab: Anak hasil zina bisa masuk surga jika meninggal di atas
Islam. Sementara statusnya sebagai anak hasil zina tidak menghalanginya untuk
masuk surga, karena itu bukan perbuatannya, tapi perbuatan orang lain.
Anak hasil zina bisa masuk surga jika meninggal di atas Islam.
Sementara statusnya sebagai anak hasil zina tidak menghalanginya
untuk masuk surga, karena itu bukan perbuatannya, tapi perbuatan
orang lain.
Dalam jawaban yang lain, berkaitan dengan statusnya, dia seperti halnya orang lain.
Kalau taat kepada Allah, beramal shalih dan mati dalam keadaan Islam, maka
mendapat surga. Sedang, jika bermaksiat dan mati dalam keadaan kafir maka dia
termasuk penghuni neraka. Dan jika mencampuradukkan antara amal shalih dan
amal buruk serta mati dalam keadaan Islam maka statusnya di bawah masyi-ah
Allah (terserah kepada Allah); bisa mendapat pengampunanNya atau dihukum di
neraka terlebih dahulu sesuai dengan kehendakNya. Namun tempat kembalinya
adalah surga berkat karunia dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dia tidak ikut menanggung dosa, karena perbuatan zina dan dosa kedua orang
tuanya. Sebab hal tersebut bukan perbuatannya, tetapi perbuatan kedua orang
tuanya, karena itu dosanya akan ditanggung mereka berdua. AllahSubhanahu wa
Ta'ala berfirman.







"Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya." (QS. Al-Baqarah: 268)
Dia tidak ikut menanggung dosa, karena perbuatan zina dan dosa
kedua orang tuanya. Sebab hal tersebut bukan perbuatannya, tetapi
perbuatan kedua orang tuanya, karena itu dosanya akan ditanggung
mereka berdua.



"Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS. Al-An'am :
164)
Dan berdasarkan keumuman firman Allah Ta'ala yang artinya "Tiap-tiap manusia
terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Ath-Thuur: 21)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh,
bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan." (QS. Luqman: 8)
Hadits "Tidak akan masuk surga anak hasil zina." adalah maudlu'
(palsu).

Sedangkan riwayat yang menyatakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


"Tidak akan masuk surga anak hasil zina." Adalah tidak shahih. Bahkan, al- Hafidz
Ibnul Jauzi dalam Al Maudlu'aat menyatakan hadits itu termasuk hadits maudlu'
(palsu). (Fatawa no. 5123 dan Fatawa Islamiyah 4/522)
(PurWD/voa-islam.com)