Anda di halaman 1dari 4

Efek strategi dan struktur organisasi pada adopsi dan

implementasi Activity Based Costing


Abstrak
Studi ini mempelajari tentang postur strategis dan struktur organisasi pada

adopsi
dan
pelaksanaan bentuk umum pendekatan aktivitas manajemen. Untuk
memaparkan kebijakan dalam mengadopsi dan mengimplementasikan
aktivitas manajemen, diperlukan sebuah metode survey. Questioner
digunakan untuk mengumpulkan data sample pada strategi bisnis dan
penentuan strategi unit bisnis. Selain itu questioner juga dapat
mengumpulkan data pada pendekatan aktivitas manajemen, apakah
strategi unit bisnis ini telah di adopsi dan di implementasi pada dua tahun
terakhir. Hasilnya menunjukan bahwa strategi mempengaruhi sejauh
mana SBU mengadopsi sebuah pendekatan aktivitas manajemen.
Perusahan dengan diferensiasi vertical yang tinggi, positive mengadopsi
activity based costing. Studi ini memberikan wawasan paradox. Pada
bagian yang menerangkan teorical keuntungan menggunakan pendekatan
ABC
Kata Kunci : Questioner, activity based costing, sample

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Baru-baru ini, akademi dan manajemen akuntan mendemonstrasikan


sebuah persetujuan yang menarik pada aktivitas berdasarkan biaya.
Bagaimanapun survey menunjukan proses difusi untuk ABC belum sempurna.
Selain itu pada pendekatan ABC terdapat bukti bahwa beberapa perusahaan
telah mengimplementasi ABC sebagai suatu kebijakan. Pada artikel ini, ABC
adakah komponen dari aktivitas manajemen (AM). Aktivitas manajemen sendiri
dibedakan kedalam 3 kategori dasar yaitu aktivitas analisi, aktivitas analisis
biaya, dan ABC. Ketiga kategori inilah yang menyajikan jarak dari aktivitas
analisis sederhana tanpa biaya ke aktivitas berdasarkan biaya secara penuh.
1.2

Rumusan masalah
Masalah yang sering timbul di aktivitas manajemen adalah
1. kurangnya remodel yang memadai,
2. kelaziman computer berbasis system,
3. penekanan pada akuntansi keuangan,

4. fakta bahwa manajemen atas tidak menekan improvisasi kerelevanan


system manajemen akuntansi.

Artikel ini memberikan tambahan penjelasan dengan cara menguji factor


kontekstual seperti strategi dan implementasi struktur. Artikel ini menjadi salah
satu studi empiris pada ABC

BAB 2
TELAAH LITERATUR dan RUMUSAN HIPOTESIS
2.1

Landasan Teori

Teori inovasi manajemen telah dikembangkan dan di uji dengan empiris di


berbagai organisasi. Namun sedikit sekali teori ini di uji di dalam lingkungan
manufaktur. Karena tidak ada teori inovasi yang dipelajari di dalam seting
akuntansi. Penelitian ini focus pada inovasi teknikal yang lebih jauh dibandngkan
invoasi administrative.

2.2

Hipotesis
Peneliti mencoba beberapa hipotesis antara lain;

1.
strategi prospektiv sangan terkait dengan penerapan tingkat aktivitas
manajemen (AM)
2.
Organisasi yang mengadopsi pendekatan AM, struktur mekanismenya
berhubungan positive
Dengan organisasi yang mengadopsi ABC
3.
Organisasi yang mengadopsi ABC, struktur mekanismenya berhubungan
positive dengan
Organisasi yang mengimplementasikan ABC

BAB 3
Metode Penelitian
3.1

Variable dan Pengukuran

Tiga kategori variable digunakan untuk mengklasifikasi SBUs dan menguji


hipotesis. Variable 1 diberi nama adopters dengan code AMADO untuk menandai
tidak mengadopsi pendekatan aktivitas manajemen. Variable kedua di beri
nama ABCADO, untuk pengadopsi ABC. Variable ketiga diberi nama ABCIM,
implementasi ABC setelah tiga variable tersebut dibuat, banayak metode yang
akan digunakan untuk mengklasifikasi organisasi berdasarkan tipe strategi
mereka.
Setelah mendapatkan data,, dilakukan pengecekan konsistensi internalnya
dengan menggunakan cronbah alpha di dalam progam dengan kriteria minimum
0.5 dan 0.6.

3.2

Metode Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, sebuah surat surve telah berkerja mendapatkan


informasi tentang adopsi dan implementasi inovasi di manajemen biaya, postur
strategi dan struktur implementasi. Ssurat surve dipilih karena surve tersebut
dapat membantu peneliti dalam mensurvesample yang acak dari sebuah
populasi pada hubungan biaya rendah. Berbeda dengan interview, surat surve
focus pada kenyataan opini individu. Surve juga tidak memiliki banyak tekanan
pada respon cepat dan menyediakan responden rasa tenang.
Ada dua masalah berpontensi yang harus di antisipasi ketika
menggunakan surve surat untuk memperoleh data, tingkat respon yang kecil dan
tidak adanya respon. Untuk menjamin tingkat respon cukup tinggi, metode
design total harus digunakan. Pendekatan ini terbukti sangat evektif dalam
menyediakan tingkat respon yang tinggi dan pengumpulan data.
Model questionnaire pada penelitian ini konsisten tediri dari delapan
lembar, termasuk cover dan back cover. Questionnaire telah di uji untuk
menjamin kelayakan pertanyaan dan menghilangkan ke ambiguan. Sasaran
questionnaire adalah semua organisasi yang berlokasi di provinsi quebec dengan
mendapat dua versi questionair berbahasa prancis dan inggris. Questionnaire
dikirim dengan cover dan alamat dan catatan. Catatan ini juga berisi tenggang
waktu pengembalian questionnaire.

BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1

Analisis Diskriptif

Dari 415 questionaire yang dikirim, 162 kembali dan 161 dengan jawaban
lengkap. Ada beberapa kesimpulan yang dapat di ambil, (1) perbandingan profil
responden dengan pengetahuan karakteristik ( bahasa, industrim dan ukuran)
SBU yang telah dibuat. Hasilnya responden sama dengan SBUs yang ada di
dalam sample surat. (2) analisi komparatif responden pada saat menerima juga
ditunjukan. Perbandingan berdasarkan pre asumsi keterlambatan responden juga
sangat berpengaruh.

4.2

Uji Hasil Hipotesis

Pada penelitian ini, regresi logistic digunakan untuk menguji hipotesis.


Regresi logistic digunakan karena menghasilkan test yang lebih kuat daripada
analisis corelasi dan chi- square. Pada bagian ini, sperman corelasi koifisien
antara adopsi AM dan implementasi variable (AMANDO, ABCADO, dan ABCIM).
4.3 Diskusi Hasil
Hasil dari analisis diskriptive pada sesi ini, memperbolehkan untuk
menunjukan bahwa strategi dan struktur organisasi sangat berhubungan untuk
extent tertentu, kebijakan untuk mengadopsi dan mengimplementasi
pendekatan AM. Struktur organisasi determinan juga penting pada difusi inovasi
proses. struktur organisasi juga mempengaruhi tipe pendekatan AM dalam

pemilihan SBU. Hasilnya dari penelitian ini, implementai dan pengadopsian


dapat sukses saat ABC lebih terpusat kinerjanya.

BAB 5
SIMPULAN
5.1

Simpulan

Pada bagian ini terdapat pembatasan penelitian yang hasilnya adalah


sebagai berikut:
1.

Walaupun tingginya angka responden yang mencapai 39%, terdapat


potensial responden yang bias. Beberapa uji coba dilakukan untuk
mencegah ancaman ini. Tetapi, kita tidak dapat menyimpulkan jika seluruh
responden merupakan pengganti yang memadai untuk seluruh populasi
manufaktur SBUs.

2.

Pengoperasiannya yang kompetitif dari strategi dan struktur organisasi


mungkin memiliki beberapa masalah. Meskipun , penggunaan self-typing
untuk mengidentifikasi kelompok strategis adalah strategi yang dapat
diterima dalam praktik penelitian.

3.

Data nilai untuk sentralisasi , vertikal dan differentation formalization


mungkin berhubungan erat dengan masing-masing industri SBU.

4.

Meskipun semua model memiliki signifikan Chi-Square, nilai tertinggi


Somers D adalah 0,54 yang tergolong sangat rendah menurut Agresti
(1990)

5.

Walaupun beberapa SBU telah diidentifikasi dengan seksama, untuk


tindakan lebih lanjut beberapa pertanyaan dikirim kepada kepala cabang
atau wakil presiden dari perusahaan tersebut.