Anda di halaman 1dari 14

Cor Pulmonal

Rizkiani Juleshodia W
CoAss Kardio Kel. 8
UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta

Definisi
Kor pulmonal adalah hipertensi
pulmonal yang disebabkan penyakit
yang mengenai struktur dan atau
pembuluh darah paru; hipertensi
pulmonal menghasilkan pembesaran
ventrikel kanan (hipertrofi dan atau
dilatasi) dan berlanjut dengan
berjalannya waktu menjadi gagal
jantung kanan.

Klasifikasi
Akut: peregangan atau pembebanan
akibat hipertensi pulmonal akut,
sering disebabkan oleh emboli paru
masif.
Kronik: hipertrofi atau dilatasi
ventrikel kanan akibat hipertensi
pulmonal yang berhubungan dengan
penyakit paru obstruktif atau
restriktif.

Etiologi
Etiologi digolongkan dalam 4 kelompok
:
Penyakit pembuluh darah paru
Tekanan darah pada arteri pulmonal oleh
tumor mediastinum, aneurisma,
granuloma atau fibrosis
Penyakit neuro muskular dan dinding dada
Penyakit yang mengenai aliran udara paru,
alveoli, termasuk PPOK.

Patofisiologi
Penyaki
t paru
kronis

1. Berkurangnya vascular
bed paru disebabkan
oleh semakin
terdesaknya pembuluh
darah oleh paru yang
mengembang atau
kerusakan paru
2. Asidosis dan
hiperkapnia
3. Hipoksia alveolar, yang
akan merangsang
vasokonstriksi
pembuluh paru
4. Polisitemia dan
hiperviskositas darah.

Hiperte
nsi
pulmon
al
Hipertro
fi/
dilatasi
ventrikel
kanan
Gagal
Jantung
kanan

Symptoms and Signs (1)

Anamnesis ada tidaknya penyakit paru yang


mendasari dan jenis kelainan paru, seperti :

Chronic productive cough


Exertional dyspnea
Wheezing respirations
Easy fatigability
Weakness.

Fase awal: pembesaran ventrikel tidak ada


keluhan, lebih banyak keluhan akibat penyakit
parunya.
Keluhan timbul bila sudah ada gagal jantung,
misalnya :

Edem
Right upper quadrant pain.

Symptoms and Signs(2)


Pemeriksaan Fisik :

Cyanosis
Clubbing fingers
Distended neck veins
RV heave or gallop (or both)
Prominent lower sternal or epigastric
pulsations
Enlarged and tender liver
Dependent edema

Laboratory Findings
Polycythemia is often present in cor
pulmonale secondary to COPD
The arterial oxygen saturation is often
below 85%
PCO2 may or may not be elevated
Jika akibat penyakit vaskular paru: normal
Jika akibat hipoventilasi alveolar:
meningkat

ECG and Chest Radiography


EGC:

Right axis deviation


Peaked P waves
Deep S waves are present in lead V 6
Right axis deviation and low voltage may be
noted in patients with pulmonary emphysema
Q waves may be present in leads II, III, and aVF
(inferior myocardial infarction)
Supraventricular arrhythmias are frequent and
nonspecific

Foto thorak:
Tampak kelainan paru disertai pembesaran
ventrikel kanan, dilatasi arteri pulmonal,
atrium kanan yang menonjol

A: A very prominent main pulmonary artery produces a bulge in the contour of the heart
in this patient with early cor pulmonale due to pulmonary hypertension (arrow). B: On
the lateral view, the enlarged pulmonary artery can be seen as a focal bulge anteriorly.
(Courtesy of H Goldberg.)

Eckokardiografi dan
Katerisasi
Ekokardiografi:
Normal LV size and function but RV and RA
dilation
Katerisasi jantung :
Peningkatan tekanan jantung kanan dan tahanan
pembuluh paru
Tekanan atrium kiri dan tekanan baji kapiler paru
normal hipertensi pulmonal berasal dari
prakapiler dan bukan dari jantung kiri

Prognosis
Cor pulmonale has the same
prognosis as the underlying
pulmonary disease
Once congestive signs appear, the
average life expectancy is 25 years,
but survival is significantly longer
when uncomplicated emphysema is
the cause.

Daftar Pustaka
Morrison LK et al. Utility of a rapid Bnatriuretic peptide assay in
differentiating congestive heart failure
from lung disease in patients
presenting with dyspnea. J Am Coll
Cardiol. 2002 Jan 16;39(2):2029.
[PMID: 11788208]
Rich, Stuart. Pulmonary hypertension in
Harison`s Internal Medicine 16th
ed.1403-07.2005
Sudoyo, Aru W. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam. Ed 4. Jilid 3. 2007. Jakarta:
PAPDI