Anda di halaman 1dari 9

Makalah Kimia Anorganik 3

Boron dan Unsur-unsur golongan III A lainnya

OLEH :
Kelompok 5
Anggota :
-

Retno Damayanti
Gustin Abdul Rahman
Zeno Aulia Anugrah
Nadia Veroneka
Atina Khairat

Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Padang
2012

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Unsur golongan III A yaitu Boron, Alumunium, Galium, Indium dan Talium, yang mana
unsur segolongan mempunyai sifat yaitu makin ke bawah letak suatu unsur dalam sistem
periodik, maka nomor atom dan jari-jari atomnya makin besar sedangkan keelektronegatifan dan
energy ionisasinya makin kecil dan begitu pula sebaliknya. Dalam golongan ini, boron
merupakan unsur yang unik dan menarik yaitu satu-satunya non logam dalam golongan IIIA
pada tabel periodik unsur dan menunjukkan kemiripan sifat dengan unsur-unsur tetangga, carbon
(C), silikon (Si). Kemiripan sifat ini adalah dalam hal pembentukan senyawa kovalen dan
senyawa rantai, namun berbeda dalam hal pembentukan senyawa kekurangan elektron. Boron
tidak pernah dijumpai sebagai senyawa kationik karena tingginya entalpi ionisasi, tetapi
membentuk senyawa kovalen dengan pembentukan orbital hidrida sp2 untuk menghasilkan
struktur segitiga sama sisi.
Boron adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang B dan
nomor atom 5. Elemen metaloid trivalent, boron banyak terdapat di batu borax. Warna dari unsur
boron adalah hitam. Ada dua alotrop boron ; boron amorfus adalah serbuk coklat tetapi boron
metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9.3 dalam skala moh) dan konduktor yang
buruk dalam suhu ruang. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam.
(http : id.wikipedia.org/wiki/boron)
1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk lebih terarahnya sasaran sesuai dengan judul yang telah dikemukakan, penulis
memberikan batasan masalah atau identifikasi masalah agar tidak jauh menyimpang dari apa
yang menjadi pokok bahasan. Mengacu kepada latar belakang yang diuraikan diatas, maka yang
menjadi permasalahan dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bagaimana keberadaan boron di alam?


Bagaimana pembuatan dari boron?
Bagaimana sifat fisika dan kimia dari boron?
Apa kegunaan dari boron tersebut?
Apa saja senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron?
Bagaimana dengan Alumunium dan unsur golongan IIIA lainnya?

1.3 TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas maka penulis memiliki
beberapa tujuan, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengetahui keberadaan boron dialam


Mengetahui teknik ekstraksi atau pembuatan dari boron
Mengetahui sifat fisika dan kimia dari boron
Mengetahui kegunaan dari boron
Mengetahui senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron
Mengetahui tentang Alumunium dan unsur golongan IIIA lainnya

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Penemuan Boron
Boron ditemukan oleh ahli kimia Perancis yaitu Joseph-Louis Gay-Lussac dan LouisJaques Thenard, French Chemist dan seorang ahli kimia Inggris yaitu Sir Humphry Davy pada
tahun 1808. Boron terisolasi dan terdapat dalam asam borat (H3BO3). Kata boron berasal dari
bahasa Arab yaitu Buraq dan dalam bahasa Persia yaitu Burah dan akhirnya disebut dengan
Borat. Pada tahun 1909 William Weintraub mampu memproduksi boron dengan kemurnian
99.99% dengan mereduksi boron halida dengan hydrogen. Pada tahun 2004 Jiuhua Chen dan
Viadimir L. Solozhenko memproduksi bentuk bari Boron, tetapi tidak yakin dengan strukturnya.
Tahun 2009, sebuah tim yang dipimpin oleh Artem Oganov memperlihatkan bentuk baru Boron
yang terdiri dari dua struktur, B12 icosohedra dan pasangan B2 disebut dengan gamma boron,
hamper sekeras intan dan lebih tahan panas daripada intan.
Keberadaan di alam
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asamot horboric dan biasanya
ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates didalam boron dan
colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami.
Sumber-sumber penting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini
ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave. Deposit
borax yang banyak juga ditemukan di Turkey.
Ciri-ciri dan sifat
Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78 % dan isotop
11
B 80.22 %. Kristal boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uap boron
triklorida atau tribomida dengan hydrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron
yang tidak murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecoklatan dan dapat
dipersiapkan dengan cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium. Boron dengan
kemurnian 99.99 % telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan konduktor listrik
yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.
Sifat boron secara umum :

Boron termasuk unsur semi logam


Tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam
Bisa membentuk ikatan kovalen

Sifat fisika dan kimia Boron

Sifat Fisika dari Boron


Simbol
Phasa
Massa jenis
Volume atom
Titik didih
Titik leleh
Konduktivitas panas
Struktur Kristal
Massa atom
Konduktivitas listrik
Titik lebur
Kapasitas panas
Entalpi penguapan
Formasi entalpi

:B
: padat
: 2.34 g/ cm3
: 4.6 cm3/mol
: 4275 K
: 2349 K
: 27 Wm-1K-1
: rhombohedral
: 10.811
: 5x106 ohm-1 cm-1
: 2365 K
: 1.026 Jg-1K1
: 507.8 Kj/mol
: 22.6 kJ/mol

Sifat Kimia dari Boron


Radius atom
Radius kovalensi
Elektronegativitas
Potensial Ionisasi
Bilangan oksidasi

: 0.98
: 0.82
: 2.04 (skala pauling)
: 8.298 V
:3

2.2 Proses Pembuatan / Sintesis dari Boron dan reaksinya


a) Reduksi B2O3 dengan magnesium
Boron tidak terlalu banyak diproduksi dalam laboratorium karena telah dapat diperoleh
secara komersial. Secara umum boron berasal dari tourmaline, borax [Na2B4O5(OH)4.8H2O] dan
kernite [Na2B4O5(OH)4.2H2O]. Unsur ini susah diperoleh dalam bentuk murni karena titik
lelehnya yang tinggi (22500 C) dan sifat korosif cairannya. Ia dibuat dalam kemurnian 95-98%
sebagai bubuk amorf dengan reduksi B 2O3 dengan Mg, diikuti dengan pencucian produknya
dengan larutan NaOH, HCl dan HF.
(Cotton, F.A dan Geoffrey. W. 1989)
B2O3 + 3Mg

2B + 3MgO

b) Mereaksikan antara boron trihalida dengan Zn atau hydrogen

Asam boraks (H3BO3) dapat dibuat dengan mereaksikan boraks dengan asam-asam kuat.
Cara lain adalah dengan hidrolisis halide boraks. Asam boraks yang diperoleh berbentuk Kristal
jarum putih. Satuan antara satu molekul lainnya terkait secara bersama-sama oleh adanya ikatan
hydrogen yang membentuk lapisan-lapisan tak terhingga sehingga kristalnya sangat rapuh dan
mudah pecah. Asam boraks cukup larut dalam air dan merupakan asam lemah dalam arti konsep
asam basa lewis.

2.3 Kegunaan Boron


Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan
warna hijau dalam roket sebagai pemicu. Senyawa boron yang paling komersial adalah
Na2B4O75H2O . Pentahidra ini digunakan dalam jumlah yang banyak dalam pembuatan serat
gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass) dan pemutih sodium perborat (sodium
perborat bleach).
Asam borik juga merupakan senyawa boron yang penting dan digunakan dalam produk
tekstil. Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam produk tekstil. Senyawa-senyawa
boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam penyembuhan arthritis.
Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada
radiasi nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi neutron. Boron
nitrida memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai
insulator listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat
lubrikasi sebagai grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak
energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Penawaran terhadap flamen boron juga
meningkat karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa.

Contoh kegunaan boron dalam kehidupan sehari-hari :

Borax [Na2B4O7.10H2O] digunakan sebagai bahan pembersih (pemutih), pupuk, kertas


dan cat.
Asam boric (H3BO3) digunakan dalam bidang medis sebagai antiseptic dan astringent.
Boron karbida (B4C) digunakan untuk membuat amplas.
Digunakan untuk mendeteksi dan mengontrol jumlah neutron pada reaktor nuklir.
Boron dalam bentuk amorf digunakan pada roket sebagai alat penyala
Borat atau asam borat digunakan sebagai antiseptik ringan
Senyawa boron digunakan sebagai pelapis baja pada kulkas dan mesin cuci
Sebagian besar boron digunakan untuk membuat kaca dan keramik
Boron karbida digunakan untuk rompi anti peluru dan tangki baja.

Efek biologis dari Boron

Boron dengan konsentrasi tinggi dalam air sangat berbahaya bagi komunitas ikan
Dosis mematikan asam borat bagi manusia 640 mg/kg berat badan melalui oral, 8600
mg/kg berat badan melalui dermal, 29 mg/kg berat badan melalui injeksi
(http : www.chem-is-try.org/tabel_periodik/boron/)

2.4 BEBERAPA SENYAWA YANG PENTING DARI BORON


1) Asam borat (H3BO3)
Asam orto borat atau sering diringkas sebagai asam borat dapat diperoleh menurut persamaan
reaksi : BX3 (s) + 3 H2O (l)
H3BO3 (s) + 3 HX (aq)
Asam borat merupakan padatan putih yang sebagian larut dalam air.
2) Asam tetrafluoroborat, HBF4
Larutan asam tetrafluoroborat diperoleh dengan melarutkan asam borat kedalam larutan asam
hidrofluorida menurut persamaan reaksi :
H3BO3 (aq) + 4 HF (aq)

H3O+ +BF4- (aq) + 2H2O (l)

Asam tetrafluoroborat merupakan asam kuat dan oleh karenanya tidak dapat diperoleh
sebagai HBF4. Dalam perdagangan biasanya dijumpai sebagai larutan asam tetrafluoroborat
dengan kadar sekitar 40%.
3) Halida dari boron
Diboran
: B2H6
Decaboran
: B10H14
Hexaboran
: B6H10
Pentaboran
: B5H11
Tetraboran
: B4H10
4) Flourida
Senyawa senyawa boron yang terbentuk dengan flourida adalah sebagai berikut :
* Boron trifluoride : BF3
* Diboron tetrafluoride: B2F4
5) Klorida
Boron trichloride : BCl3
Diboron tetrachloride: B2Cl4

6) Nitrida
Ketika boron dipanaskan dengan unsur nitrogen, hasilnya adalah senyawa putih padatan
dengan bentuk empiris BN yang disebut dengan nama boron nitrida.

2.5 UNSUR-UNSUR GOLONGAN IIIA LAINNYA


a. Alumunium
Aluminium murni adalah logam berwarna putih keperakan dengan banyak karakteristik
yang diinginkan. Aluminium ringan, tidak beracun (sebagai logam), nonmagnetik dan tidak
memercik
b. Galium
Galium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ga dan
nomor atom 31, sebuah logam miskin yang jarang dan lembut, galium merupakan benda padat
yang mudah rapuh pada suhu rendah namun mencair lebih lambat di atas suhu kamar dan akan
melebur ditangan. Terbentuk dalam jumlah sedikit di dalam bauksit dan bijih seng.
c. Indium
Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih keperakan
dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium termasuk dalam logam miskin
atau logam post-transisi adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara
metalloid dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam alkali
tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan logam transisi dan mereka
lebih lunak). Indium ditemukan dalam bijih seng tertentu. Logam indium dapat menyala dan
terbakar.
d. Thallium
Thalium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81. Thalium
adalah logam yang lembut dan berwarna kelabu dan lunak dan dapat dipotong dengan sebuah
pisau. Thalium termasuk logam miskin. Thalium kelihatannya seperti logam yang berkilauan
tetapi ketika bersentuhan dengan udara, thalium dengan cepat memudar menjadi warna kelabu
kebiru-biruan yang menyerupai timbal. Jika thalium berada di udara dalam jangka waktu yang
lama maka akan terbentuk lapisan oksida pada thalium. Jika thalium berada di air maka akan
terbentuk thalium hidroksida
Unsur thalium dan senyawanya bersifat racun dan. penanganannya harus hati-hati.
Thalium dapat menyebabkan kanker

DAFTAR PUSTAKA
Cotton, F. A dan Geoffrer. W. penerjemah Sahati, S. 1989. Kimia Anorganik Dasar.
Jakarta : UI Press
(http : id.wikipedia.org/wiki/boron). Diakses pada tanggal 23 September 2012.
(http : www.chem-is-try.org/tabel_periodik/boron/)