Anda di halaman 1dari 27

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Matematika SMA Kelas XII Semester 1 Kurikulum 2013


Topik : Induksi Matematika

Disusun oleh:
Nur Ayu Istiqomah
Mahasiswa PPP 2015
Pendidikan Matematika
Universitas Negeri Surabaya

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMA NEGERI 7 SURABAYA
2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Pelajaran
: Matematika
Kelas/Semester
: XII/I
Materi Pokok
: Induksi Matematika
Alokasi Waktu
: 12 JP (6 Pertemuan)

I.

Kompetensi Inti

KI 1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,


konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri secara efektif
dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II.

Kompetensi Dasar

1.1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2.1

Menghayati perilaku disiplin, sikap kerjasama, sikap kritis dan cermat dalam bekerja
menyelesaikan masalah kontekstual.

3.5

Mendekripsikan prinsip induksi matematika dan menerapkannya dalam membuktikan


rumus jumlah deret persegi dan kubik.

4.5

Mengidentifikasi, menyajikan model matematika dan menyelesaikan masalah induksi


matematika dalam membuktikan rumus jumlah deret persegi dan kubik.

III. Indikator
1.1.1

Menjawab salam sebelum dan sesudah pembelajaran dimulai.

2.1.1

Menunjukkan perilaku kritis dalam mengajukan pertanyaan dan/atau menyampaikan


pendapat selama proses pembelajaran.

2.1.2

Menunjukkan perilaku disiplin selama proses pembelajaran.

3.5.1

Mengamati dan menemukan pola induksi matematis.

3.5.2

Menyebutkan dan menggunakan prinsip induksi matematis dengan tepat

3.5.3

Menyebutkan dan menggunakan prinsip induksi matematis kuat dengan tepat

4.5.1

Membuktikan suatu pernyataan menggunakan induksi matematis.

IV.

Materi Ajar
Induksi Matematika

V.

VI.

Pembelajaran
Pendekatan

: Saintifik (Scientific Approach)

Model

: Pembelajaran Kooperatif

Sumber Pembelajaran
Buku Siswa Matematika SMA/MA Kelas XII Semester 1 Kurikulum 2013 (2015)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

VII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan ke-1
Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share)
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
5 menit

1. Guru memberikan salam kepada siswa.


2. Guru mengecek kehadiran siswa.
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan
dapat dicapai siswa.
Pendahuluan 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait perlunya
mempelajari induksi matematika.
Ilustrasi :
Penalaran induktif dan deduktif adalah dua cara mengambil
kesimpulan. Jika penalaran deduktif berangkatnya dari
sesuatu yang berlaku secara umum ke sesuatu yang khusus,
penalaran induktif justru sebaliknya. Penalaran induktif
diperoleh dari menyimpulkan kasus-kasus. Penalaran
2

induktif biasanya digunakan untuk mengembangkan


pengetahuan yang bersifat empiris, dan penalaran deduktif
biasanya digunakan untuk mengembangkan pengetahuan
yang bersifat abstrak. Namun demikian, dua cara ini perlu
dimiliki siswa yang sedang belajar, termasuk belajar
matematika. Dengan penalaran induktif, siswa akan sampai
pada suatu pernyataan yang dikenal dengan istilah
konjektur (dalam bahasa Inggris disebut conjecture) yang
belum tentu benar secara mutlak. Dengan penalaran
deduktif, kebenaran yang diperoleh merupakan kebenaran
mutlak. Bagaimana dengan induksi matematis, apakah ini
termasuk penalaran induktif atau deduktif? Mari kita
perhatikan contoh-contoh berikut.

Fase 2. Menyajikan Informasi


5. Siswa diajak untuk mengamati Contoh 3.1, Contoh 3.2,
Contoh 3.3, dan Contoh 3.4 pada buku siswa. (Mengamati)
6. Siswa diminta untuk mencatat hal-hal penting dalam
masing-masing contoh khususnya terkait dengan penalaran
induktif. Siswa juga diajak untuk mengenali induksi
matematis sebagai salah satu penalaran deduktif.
7. Dari hasil pengamatan siswa diminta untuk membuat
beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan induksi
matematis. (Think)

Kegiatan
Inti

Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompokkelompok Belajar


8. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebangkunya.
(Pair)
9. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan
yang telah mereka buat.
10. Beberapa kelompok diminta untuk menyampaikan
pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka diskusikan.
11. Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat siswa ditulis di papan
tulis kemudian pertanyaan-pertanyaan tersebut diarahkan ke
pertanyaan-pertanyaan berikut
Apa sebenarnya induksi matematis itu?
Apa bedanya induksi matematis dengan penalaran induktif
yang biasa kita kenal itu?
Ada berapa macam prinsip induksi matematis?
Untuk hal yang bagaimana induksi matematis itu
digunakan?

75
menit

Mengapa induksi matematis bisa diterima sebagai prinsip


pembuktian yang valid dalam matematika (penalaran
deduktif)?
Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar
12. Setiap pasangan diminta untuk berdiskusi dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka buat, khususnya
dalam menjawab apa itu induksi matematis dengan
membaca buku siswa halaman 135-136. (Mengeksplorasi)
13. Siswa dibimbing dalam memahami bahwa cara kerja
induksi matematis secara intuisi sesungguhnya bekerja pada
semua bilangan asli n.
14. Setelah mendapatkan informasi cara kerja induksi
matematis, siswa diminta untuk berdiskusi dengan
pasangannya mengenai pertanyaan pada kegiatan Ayo
Menalar pada buku siswa. (Mengasosiasi)
15. Guru meminta siswa menuliskan hasil diskusinya pada
selembar kertas dan mengumpulkannya setelah selesai
mengerjakannya.
Fase 5. Evaluasi
16. Beberapa kelompok diminta untuk memamaparkan
kesimpulan yang diperoleh dan siswa dari kelompok lain
dipersilahkan
untuk
menanggapinya.
(Mengkomunikasikan) (Share)
17. Guru membantu siswa dalam diskusi kelas sehingga
diperoleh kesimpulan yang seragam.
18. Pada diskusi kelompok maupun diskusi kelas, guru
melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian sikap.
Fase 6. Memberikan Penghargaan
19. Guru meminta siswa untuk memberika apresiasi berupa
tepuk tangan kepada kelompok yang telah memaparkan
hasil diskusinya.

Penutup

20. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah


dipelajari.
21. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan
selanjutnya yaitu tentang Prinsip Induksi Matematika

10
menit

Pertemuan ke-2
4

Pembelajaran Kooperatif
Kegiatan

Alokasi
Waktu

Deskripsi Kegiatan
1. Guru memberikan salam kepada siswa.
2. Guru mengecek kehadiran siswa.

5 menit

Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa


3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan
dapat dicapai siswa.
Pendahuluan
4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang telah
dipelajari di pertemuan sebelumnya.
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait perlunya
mempelajari prinsip induksi matematika.

Fase 2. Menyajikan Informasi


6. Siswa diajak untuk mengamati dan memahami Contoh 3.5,
Contoh 3.6 dan Contoh 3.7 pada buku siswa. (Mengamati)
7. Dari hasil pengamatan siswa diminta untuk membuat
beberapa pertanyaan yang berkaitan pembuktian pernyataan
yang menggunakan prinsip induksi matematis. Salah satu
pertanyaan yang diharapkan muncul dari siswa adalah
bagaimana langkah langkah pembuktian dalam induksi
matematis? (Menanya)

Kegiatan
Inti

Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompokkelompok Belajar


8. Siswa diminta untuk membentuk kelompok-kelompok
dengan anggota masing-masing kelompok 3-4 orang.

75
menit

Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar


9. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan
yang telah mereka buat.
10. Siswa diajak untuk memahami prinsip induksi matematis,
maupun prinsip induksi matematis yang diperluas
berdasarkan
contoh
yang
diberikan
sebelumnya.
(Mengeksplorasi)
11. Untuk lebih memperjelaskan tentang prinsip induksi
matematis, siswa diajak untuk mencermati ilustrasi prinsip
induksi matematis melalui gambar kartu remi pada buku
siswa halaman 145. (Mengeksplorasi)
12. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan pertanyaan:
(Mengasosiasi)

a. Bagaimana

langkah-langkah

suatu

bukti

dengan
5

menggunakan prinsip induksi matematis bahwa suatu


pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n?
b. Bagaimana langkah-langkah suatu bukti dengan
menggunakan prinsip induksi matematis yang diperluas
bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan
asli n m, untuk suatu bilangan asli m?
13. Guru membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam
diskusi kelompok.
Fase 5. Evaluasi
14. Beberapa kelompok diminta untuk memamaparkan
kesimpulan yang diperoleh dan siswa dari kelompok lain
dipersilahkan
untuk
menanggapinya.
(Mengkomunikasikan)
15. Guru membantu siswa dalam diskusi kelas sehingga
diperoleh kesimpulan yang seragam.
16. Pada diskusi kelompok maupun diskusi kelas, guru
melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian sikap.
Fase 6. Memberikan Penghargaan
17. Guru meminta siswa untuk memberika apresiasi berupa
tepuk tangan kepada kelompok yang telah memaparkan
hasil diskusinya.

Penutup

18. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah


dipelajari.
19. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan
selanjutnya yaitu tentang Penerapan Induksi Matematis

10
menit

Pertemuan ke-3
Pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share)
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan
1. Guru memberikan salam kepada siswa.
2. Guru mengecek kehadiran siswa.

Alokasi
Waktu
5 menit

Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa


Pendahuluan 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan
dapat dicapai siswa.
4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang telah
dipelajari di pertemuan sebelumnya.
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait perlunya
6

mempelajari penerapan induksi matematis.

Fase 2. Menyajikan Informasi


6. Siswa diajak mengamati langkah-langkah pembuktian
dengan prinsip induksi matematis pada Contoh 3.8, 3.9, dan
3.10 pada buku siswa. (Mengamati)
7. Siswa dipandu membuat pertanyaan yang berkenaan dengan
langkah-langkah pembuktian dalam penerapan induksi
matematis dalam pembutian. (Menanya) (Think)
Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompokkelompok Belajar
8. Siswa diminta untuk berpasangan dengan teman
sebangkunya. (Pair)
9. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan
pertanyaan yang telah mereka buat.

Kegiatan
Inti

Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar


10. Siswa dipandu dalam mengumpulkan informasi dengan
memberikan soal dan buktinya. (Mengeksplorasi)
(Lampiran 5)
11. Siswa diminta untuk mengerjakan kegiatan Ayo Menalar
di buku siswa. (Mengasosiasi)
12. Guru membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam
diskusi kelompok.

75
menit

Fase 5. Evaluasi
13. Beberapa kelompok diminta untuk memamaparkan
kesimpulan yang diperoleh dan siswa dari kelompok lain
dipersilahkan
untuk
menanggapinya.
(Mengkomunikasikan) (Share)
14. Guru membantu siswa dalam diskusi kelas sehingga
diperoleh kesimpulan yang seragam.
15. Pada diskusi kelompok maupun diskusi kelas, guru
melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian sikap.
16. Guru memberikan tes tulis individu kepada siswa.
Fase 6. Memberikan Penghargaan
17. Setelah pengerjaan tes tulis selesai, guru mengumumkan
hasil diskusi kelompok terbaik.
18. Guru meminta siswa untuk memberika apresiasi berupa
tepuk tangan kepada kelompok terbaik.

Penutup

19. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah


dipelajari.
20. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan
selanjutnya yaitu tentang Prinsip Induksi Matematis Kuat

10
menit

Pertemuan ke-4
Pembelajaran Kooperatif TPS (Think Pair Share)
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

1. Guru memberikan salam kepada siswa.


2. Guru mengecek kehadiran siswa.
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan
dapat dicapai siswa.
4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang telah
dipelajari di pertemuan sebelumnya.
5 menit
Pendahuluan
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait perlunya
mempelajari induksi matematika.
Ilustrasi :
Prinsip induksi matematis kuat ini perlu dikembangkan
karena ternyata, dengan prinsip induksi matematis yang ada
tersebut, terdapat beberapa pernyataan benar yang tidak
bisa dibuktikan.

Fase 2. Menyajikan Informasi


6. Siswa diminta untuk mengamati tentang prinsip induksi
matematis kuat pada contoh 3.11 di buku siswa.
(Mengamati)
7. Siswa dipandu membuat pertanyaan yang berkenaan dengan
induksi matematis kuat. (Menanya) (Think)
Kegiatan
Inti

Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompokkelompok Belajar


8. Siswa diminta untuk berpasangan dengan teman
sebangkunya. (Pair)
9. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan
pertanyaan yang telah mereka buat.

75
menit

Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar


10. Siswa diminta untuk membaca informasi tentang prinsip
induksi matematis kuat dan induksi matematis kuat yang
8

diperluas. Selanjutnya juga diminta untuk membaca


langkah-langkah dimana ditunjukkan secara induktif bahwa
induksi matematis kuat ekuivalen dengan induksi matematis,
yaitu diperoleh kesimpulan yang sama bahwa P(n) benar
untuk semua bilangan asli n. (Mengeksplorasi)
11. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan
pada kegiatan Ayo Menalar di buku siswa.
(Mengasosiasi)
12. Guru membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam
diskusi kelompok.
Fase 5. Evaluasi
13. Beberapa kelompok diminta untuk memamaparkan
kesimpulan yang diperoleh dan siswa dari kelompok lain
dipersilahkan
untuk
menanggapinya.
(Mengkomunikasikan)(Share)
14. Guru membantu siswa dalam diskusi kelas sehingga
diperoleh kesimpulan yang seragam.
15. Pada diskusi kelompok maupun diskusi kelas, guru
melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian sikap.
Fase 6. Memberikan Penghargaan
16. Guru meminta siswa untuk memberikan apresiasi berupa
tepuk tangan kepada kelompok yang telah memaparkan
hasil diskusinya.

Penutup

17. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah


dipelajari.
18. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi pertemuan
selanjutnya yaitu tentang Penerapan Prinsip Induksi
Matematis Kuat

10
menit

Pertemuan ke-5
Pembelajaran Kooperatif
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

1. Guru memberikan salam kepada siswa.


2. Guru mengecek kehadiran siswa.
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Pendahuluan 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan 5 menit
dapat dicapai siswa.
4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang telah
dipelajari di pertemuan sebelumnya.
5. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait perlunya
9

mempelajari penerpan prinsip induksi matematis kuat.

Fase 2. Menyajikan Informasi


6. Siswa diajak mengamati penerapan induksi matematis kuat
pada Kegiatan 3.2.1 dan 3.2.2. Siswa diminta mengamati
langkah-langkah perbuktian yang dilakukan, dan
membandingkan dengan langkah-langkah pada induksi
matematis. (Mengamati)
Fase 3. Mengorganisasikan Siswa dalam Kelompokkelompok Belajar
7. Siswa diminta untuk membentuk kelompok yang masingmasing terdiri dari 3-4 siswa.
8. Setiap kelompok diminta untuk membuat pertanyaan yang
berhubungan dengan induksi matematis dan induksi
matematis kuat. (Menanya)
9. Pertanyaan yang telah dibuat siswa ditulis di papan tulis dan
diarahkan agar pertanyaan berhubungan tentang perbedaan
prinsip induksi matematis dan prinsip induksi matematis
kuat..
Kegiatan
Inti

Fase 4. Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar


10. Siswa diajak untuk membandingkan prinsip induksi
matematis dan prinsip induksi matematis kuat. Khususnya
pembuktian pada langkah induksi. (Mengeksplorasi)
11. Guru membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam
membandingkan kedua prinsip induksi tersebut.
12. Selanjutnyadengan membandingkan kedua prinsip induksi
tersebut dan dengan melihat penggunaan prinsip induksi
tersebut dalam menyelesaikan soal, siswa diajak untuk
memperoleh informasi kapan prinsip induksi kuat digunakan
dalam pembuktian suatu pernyataan. (Mengeksplorasi)
13. Siswa diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan
pada kegiatan Ayo Menalar di buku siswa.
(Mengasosiasi)
14. Guru membantu siswa apabila mengalami kesulitan dalam
diskusi kelompok.

75
menit

Fase 5. Evaluasi
15. Beberapa kelompok diminta untuk memamaparkan
kesimpulan yang diperoleh dan siswa dari kelompok lain
dipersilahkan
untuk
menanggapinya.
(Mengkomunikasikan)
16. Guru membantu siswa dalam diskusi kelas sehingga
diperoleh kesimpulan yang seragam.
10

17. Pada diskusi kelompok maupun diskusi kelas, guru


melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian sikap.
18. Guru memberikan tes tulis kepada siswa.
Fase 6. Memberikan Penghargaan
19. Guru meminta siswa untuk memberikan apresiasi berupa
tepuk tangan kepada kelompok yang telah memaparkan
hasil diskusinya.

20. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah


dipelajari.
21. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan ulangan harian
di pertemuan selanjutnya.

Penutup

10
menit

Pertemuan ke-6
Ulangan harian
A. Penilaian
1. Teknik penilaian
Lembar Pengamatan Penilaian Sikap, Tes Tertulis.
2. Prosedur penilaian
Nmr.

Aspek yang dinilai

Teknik penilaian

Waktu
penilaian
Sebelum dan
sesudah
pelajaran

Spiritual:
Menjawab Salam

Pengamatan

Sikap :
Kritis dan Disiplin

Pengamatan

Kegiatan inti

Pengetahuan matematika

Lembar Kerja Siswa

Kegiatan inti

Keterampilan matematka

Tes Tertulis

Kegiatan inti

3. Instrumen penilaian
a. Instrumen Penilaian Spiritual
Lembar Pengamatan (Lampiran 1)
b. Instrumen Penilaian Sikap
Lembar Pengamatan Penilaian Sikap (Lampiran 2)
c. Instrumen penilaian pengetahuan matematika
Pertemuan ke-1 : Kegiatan ayo menalar (lampiran 3)
11

Pertemuan ke-2 : Kegiatan ayo menalar (lampiran 4)


Pertemuan ke-3 : Kegiatan ayo menalar (lampiran 6)
Pertemuan ke-4 : Kegiatan ayo menalar (lampiran 8)
Pertemuan ke-5 : Kegiatan ayo menalar (lampiran 9)
d. Instrumen penilaian keterampilan matematika
Pertemuan ke-3 : tes tulis (lampiran 7)
Pertemuan ke-5 : tes tulis (lampiran 10)

Surabaya,.2015

Mengetahui,
Kepala SMAN 7 Surabaya

Guru Mapel Matematika

(Drs. R. Achmad Djunaidi, M.Pd.)

( )

NIP. 196412111989031014

NIP.

12

Lampiran 1
LEMBAR PENGAMATAN SPIRITUAL
Spiritual (Menjawab salam Sebelum dan Sesudah Proses Pembelajaran)
Indikator sikap spiritual adalah sebagai berikut
SB

= Menjawab salam secara lengkap sebelum dan sesudah pembelajaran

= Menjawab salam sebelum dan sesudah pembelajaran

= Menjawab salam sebelum atau sesudah pembelajaran saja

KB

= Tidak menjawab salam sama sekali

Bubuhkan tanda cek () pada kolom berikut


Nmr.

Keterangan
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

Nama Siswa

SB

KB

= (SB)
= (B)
= (C)
= (K)

13

Lampiran 2
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah kritis dan disiplin.
Indikator penilaian terhadap sikap kritis.
Skor 4

jika mengajukan pertanyaan dan/atau menyampaikan pendapat lebih dari 2 kali

Skor 3

jika mengajukan pertanyaan dan/atau menyampaikan pendapat 2 kali

Skor 2

jika mengajukan pertanyaan dan/atau menyampaikan pendapat 1 kali

Skor 1

jika tidak pernah mengajukan pertanyaan dan/atau menyampaikan pendapat sama


sekali.

Indikator penilaian terhadap sikap disiplin.


Skor 4

jika datang ke kelas tepat waktu dan mengumpulkan tugas tepat waktu

Skor 3

jika datang ke kelas tepat waktu atau mengumpulkan tugas tepat waktu

Skor 2

jika datang ke kelas tidak tepat waktu dan mengumpulka tugas tidak tepat waktu

Skor 1

jika tidak hadir dan tidak mengumpulkan tugas.

Berilah tanda cek () pada kolom berikut sesuai hasil pengamatan


Nmr.

Nama Siswa

Kritis
3
2

Disiplin
3
2

Keterangan:
Sangat Baik (SB)

: Skor 4

Baik (B)

: Skor 3

Cukup (C)

: Skor 2

Kurang (K)

: Skor 1

14

Lampiran 3
Pertemuan ke-1

Pedoman Penskoran dan Alternatif Jawaban


Pernyataan P(n) benar untuk semua bilangan asli n, apabila pernyataan P(n) yang berkenaan
dengan semua bilangan asli n, dan memenuhi dua sifat: (Skor 1)
a. P(1) benar (Skor 1)
b. Untuk setiap bilangan asli k, apabila P(k) benar, maka P(k + 1) juga benar. (Skor 2)

15

Lampiran 4
Pertemuan ke-2
Diskusikan jawaban dari pertanyaan berikut dengan kelompokmu!
a. Bagaimana langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi
matematis bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n?
b. Bagaimana langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi
matematis yang diperluas bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan
asli n m, untuk suatu bilangan asli m?
Alternatif jawaban dan pedoman penskoran :
Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis bahwa
suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n adalah sebagai berikut:
1. Membuktikan bahwa P(1) benar. (Skor 2)
2. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k, apabila P(k) benar, maka
P(k+1) juga benar. (Skor 2)
3. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n. (Skor 2)
Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis yang
diperluas bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m adalah
sebagai berikut:
1. Membuktikan bahwa P(m) benar. (Skor 2)
2. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k m, apabila P(k) benar, maka
P(k+1) juga benar. (Skor 2)
3. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m. (Skor 2)
Nilai =

16

Lampiran 5
Pertemuan ke-3
Contoh soal dibuktikan bersama siswa

17

Lampiran 6
Pertemuan Ke-3

Alternatif jawaban
Terdapat 3 langkah yang digunakan dalam pembuktian itu, yaitu
1. Langkah Dasar, 2.angkah Induksi, dan 3. Kesimpulan
a. Langkah Pertama (Dasar), membuktikan bahwa P(1) benar untuk induksi matematis
atau P(m) benar untuk induksi matematis yang diperluas. (Skor 3)
b. Langkah Kedua (Induksi)
Untuk induksi matematis, membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k, apabila
P(k) benar, maka P(k+1) juga benar. Untuk induksi matematis yang diperluas,
membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k m, apabila P(k) benar, maka P(k +
1) juga benar. (Skor 3)
c. Kesimpulan
Untuk induksi matematis, menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk semua bilangan asli
n Untuk induksi matematis yang diperluas, menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk
semua bilangan asli n
m untuk suatu bilangan asli m. (Skor 3)
Nilai =

18

Lampiran 7
Pertemuan ke-3
Tes tulis

19

ALTERNATIF JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN TES TULIS


PERTEMUAN KE-3
Nmr.
Jawaban
1.
Generalisasi
a. Banyak persegi
- Banyak persegi terbesar (44) =1
- Banyak persegi (3 3) = 4
- Banyak persegi (22) = 9
- Banyak persegi (11) = 16
Jadi banyak pesergi yang ditemukan = 1 + 4 + 9 + 16 = 30
b. Banyak persegi panjang
- Banyak persegi panjang (44) =1
- Banyak persegi panjang (43 atau 34) = 4
- Banyak persegi panjang (42 atau 24) = 6
- Banyak persegi panjang (41 atau 14) = 8
- Banyak persegi panjang (33) = 4
- Banyak persegi panjang (32 atau 23) = 12
- Banyak persegi panjang (31 atau 13) = 16
- Banyak persegi panjang (22) = 9
- Banyak persegi panjang (21 atau 12) = 24
- Banyak persegi panjang (11) = 16
Jadi banyak persegi panjang = 1 + 4 + 6+ 8 + 4 + 12 + 16 + 9 + 24 + 16
= 70.
2.

a. Langkah Induksi
Untuk setiap bilangan asli k, misalkan P(k) benar.
Artinya 2 + 4 + 6 + 8 + ... + 2k = k(k + 1).
Akan ditunjukkan P(k + 1) benar.
Perhatikan bahwa
2 + 4 + 6 + 8 + ... + 2k + 2(k + 1) = k(k + 1) + 2(k + 1) = (k + 1) + (k + 2).
Jadi P(k + 1) benar.
b.Langkah Induksi
Untuk setiap bilangan asli k, misalkan P(k) benar.
Artinya 1 + 2 + 4 + 8 + ... + 2k-1 = 2k - 1.
Akan ditunjukkan P(k + 1) benar. Perhatikan bahwa 1 + 2 + 4 + 8 + ... +
2k-1 + 2(k-1)-1 = 2k -1 + 2k = 2.2k -1 = 2k-1 -1
Jadi P(k + 1) benar.
c.Langkah Induksi
Untuk setiap bilangan asli k, misalkan P(k) benar.

Skor

20

20

20

20

20

20

Artinya 12 + 22 + 32 + ... + k2 =
Akan ditunjukkan P(k + 1) benar.
Perhatikan bahwa
12 + 22 + 32 + ... + k2 + (k + 1)2 =

(k+2)(2k+3) =

Jadi P(k + 1) benar.


Skor total

100

Nilai =

21

Lampiran 8
Pertemuan Ke-4

Alternatif jawaban dan pedoman penskoran


Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis kuat bahwa
suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n adalah sebagai berikut:
1. Membuktikan bahwa P(1) benar.
(Skor 3)
2. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k, jika P(1), P(2), , P(k) benar,
maka P(k+1) juga benar.
(Skor 3)
3. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
(Skor 3)
Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis kuat yang
diperluas bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m adalah sebagai
berikut:
1. Membuktikan bahwa P(m) benar.
(Skor 3)
2. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli n m, apabilaP(m), P(m+1), , P(k)
benar, maka P(k+1) juga benar.
(Skor 3)
3. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
(Skor 3)
Nilai =
22

Lampiran 9
Pertemuan Ke-5

Alternatif Jawaban dan Pedoman Penskoran


1. Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis bahwa
suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n adalah sebagai berikut:
a. Membuktikan bahwa P(1) benar.
(Skor 3)
b. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k, apabila P(k) benar, maka P(k+1)
juga benar.
(Skor 3)
c. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
(Skor 3)
Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis yang
diperluas bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m adalah
sebagai berikut:
a. Membuktikan bahwa P(m) benar
(Skor 3)
b. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k m, apabila P(k) benar, maka
P(k+1) juga benar.
(Skor 3)
c. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m. (Skor 3)
2. Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis kuat
bahwa suatu pernyataanP(n) benar untuk setiap bilangan asli n adalah sebagai berikut:
a. Membuktikan bahwa P(1) benar.
(Skor 3)
b. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli k, jika P(1), P(2), ,P(k) benar, maka
P(k+1) juga benar.
(Skor 3)
c. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
(Skor 3)
Langkah-langkah suatu bukti dengan menggunakan prinsip induksi matematis kuat
yang diperluas, bahwa suatu pernyataan P(n) benar untuk setiap bilangan asli n m
adalah sebagai berikut:
a. Membuktikan bahwa P(m) benar.
(Skor 3)
23

b. Membuktikan bahwa untuk setiap bilangan asli n m, apabila P(m), P(m+1), , P(k)
benar, maka P(k+1) juga benar.
(Skor 3)
c. Menyimpulkan bahwa P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
(Skor 3)
3. Induksi matematis kuat digunakan apabila dalam langkah pembuktian pernyataan
P(k+1) benar tidak hanya memerlukan kebenaran P(k) tetapi juga kebenaan P(n)
untuk n sebelum k. Sedangkan induksi matematis digunakan apabila dalam langkah
pembuktian pernyataan P(k+1) benar hanya memerlukan kebenaran P(k). (Skor 4)

Nilai =

24

Lampiran 10
Pertemuan ke-5
Tes Tulis

25

Lampiran 11
Tabel Konversi Nilai

Nilai Ketuntasan Pengetahuan dan


Keterampilan
Rentang Angka
3,85 4,00
3,51 3,84
3,18 3,50
2,85 3,17
2,51 2,84
2,18 2,50
1,85 2,17
1,51 1,84
1,18 1,50
1,00 1,17

Huruf
A
AB+
B
BC+
C
CD+
D

26

Anda mungkin juga menyukai