Anda di halaman 1dari 21

Array dalam PHP

Array digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki jumlah data yang
lebih dari satu, tetap memiliki nama variabel yang sama.
Membuat dan Membaca Data Array

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat data array
dalam program PHP. Cara yang pertama adalah memasukkan nilai dari array itu secara
langsung seperti pada contoh berikut :
<?
$nama[0]="Doraemon";
$nama[1]="Nobita";
$nama[2]="Sizuka";
$nama[3]="Giant";
$nama[4]="Suneo";
echo "Nama nama tokoh dalam kartun doraemon adalah :<ul>";
for($i=0; $i<=4; $i++){
echo "<li>$nama[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>

Cara yang kedua adalah menggunakan fungsi array() seperti berikut ini :
<?
$nama=array("Doraemon","Nobita","Sizuka","Giant","Suneo");
echo "Nama nama tokoh urutan pertama adalah $nama[0] dan urutan terakhir adalah
$nama[4]";
?>

Beberapa fungsi lain yang berkaitan dengan pembacaan data array adalah :
Fungsi
key()

Keterangan
Digunakan untuk mengetahui angka indeks pada posisi pointer
aktuf saat diakses.
current() Digunakan untuk mengetahui nilai array pada posisi pointer aktif.
next()
Digunakan untuk menaikkan pointer ke data array berikutnya.
prev()
Digunakan untuk kembali ke data array sebelumnya.
end()
Digunakan untuk meletakkan pointer pada posisi akhir array.
reset()
Digunakan untuk meletakkan pointer pada posisi awal array.
Menambah Isi Data Array

Untuk menambahkan isi dari sebuah data Array, digunakan fungsi array_push().
Penggunaan fungsi tersebut memungkinkan isi data array bisa disusun dengan susunan
baru.
Contoh dalam script :
<?
echo "<b>Menambahkan data pada Array</b><br>";
$nama=array("Doraemon","Nobita","Sizuka","Giant","Suneo");
echo "Urutan array yang asli \
$nama=array(\"Doraemon\",\"Nobita\",\"Sizuka\",\"Giant\",\"Suneo\");";
echo "Urutan array setelah ditambah";
array_push($nama,"Dekisugi","Doremi");
for($i=0; $i<=6; $i++){
echo "<br>$i : $nama[$i]";
}
?>

Menggabung Data Array

Data pada array dapat digabung dengan beberapa array sekaligus. Untuk
menggabung array, kita bisa menggunakan fungsi array_merge(). Berikut contohnya :
<?
$browser1=array("Firefox","Chrome","Opera");
$browser2=array("Safari","Flock","Internet Explorer");
$gabung_browser=array_merge($browser1,$browser2);
echo "Browser yang sering dipakai adalah :<ul>";
for($i=0; $i<=count($gabung_browser)-1; $i++) {
echo "<li>$gabung_browser[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>

Menghapus Isi Array

Untuk menghapus isi data array pertama, kita dapat menggunakan


fungsi array_shift(). Berikut adalah contohnya :
<?
$hapus_array=array("Firefox","Chrome","Opera");
echo "Isi dari array :<ul>";
for($i=0; $i<=count($hapus_array)-1; $i++) {
echo "<li>$hapus_array[$i]</li>";
}
echo "</ul>Isi data array setelah dihapus :<ul>";
$hasil=array_shift($hapus_array);
for($i=0; $i<=count($hapus_array)-1; $i++){
echo "<li>$hapus_array[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>

Hasilnya :

Mengurutkan Data Array

Dalam bahasa pemrograman PHP, terdapat fungsi yang digunakan untuk


mengurutkan isi data array. Fungsi yang digunakan adalah sort() dan berikut adalah
contoh dalam script PHP :
<?
$huruf=array("G","B","D","A","C","F","E","H");
sort($huruf);
echo "Huruf urut :<ul>";
for($i=0; $i<=count($huruf)-1; $i++){
echo "<li>$huruf[$i]</li>";
}
echo "</ul>";
?>

Memotong Dan Menggabung Elemen Array

Sebagian isi dari sebuah array dapat dipotong atau diambil dengan menggunakan
fungsi array_slice(). Sedangkan untuk menggabungkan data array menjadi satu dapat
menggunakan fungsi array_merge(). Untuk format penulisannya adalah :
array_slice(variabel,offset,length)
variabel
Adalah variabel array yang datanya akan dipotong

Offset
Apabila parameter ini bernilai positif, maka pengambilan/pemotongan akan dimulai
dari awal elemen, namun apabila negatif maka pengambilan/pemotongan dimulai
diakhir elemen.

length
Apabila bernilai positif, maka yang diambil adalah jumlah dari elemen namun apabila
bernilai negatif, maka pemotongan diakhiri dengan sejumlah elemen akhir sebesar
parameter length. Namun apabila parameter length tidak dideklarasikan, maka
pemotongan akan diambil sampai dengan element yang terakhir.

Untuk menggabung array format penulisannya adalah :


array_merge(array1,array2,...)
Contoh dalam script adalah :
6

<?
$data=array("a","b","c","d","e","f");
echo "\$data=array(\"a\",\"b\",\"c\",\"d\",\"e\",\"f\");";
$potongan_pertama=array_slice($data,4);
$potongan_kedua=array_slice($data,2,-1);
echo "<br>Hasil potongan yang pertama adalah : ";
for($a=0; $a<=count($potongan_pertama); $a++){
echo "$potongan_pertama[$a]";
}
echo "<br>Hasil potongan yang kedua adalah : ";
for($b=0; $b<=count($potongan_kedua); $b++){
echo "$potongan_kedua[$b]";
}
$gabung=array_merge($potongan_pertama,$potongan_kedua);
echo "<br>Hasil gabungan keduanya adalah : ";
for($c=0; $c<=count($gabung); $c++){
echo "$gabung[$c]";
}
?>

Operator & Struktur Kontrol PHP


Dalam melakukan suatu operasi, kadang kita membutuhkan adanya operator. Operator
disini adalah suatu simbol yang digunakan dalam pemrograman untuk melakukan suatu operasi,
misalnya penjumlahan, perkalian, pembandingan kesamaan dua buah nilai, atau memberikan
nilai ke dalam sebuah variabel. Nilai yang dioperasikan oleh operator sering juga disebut dengan
operand atau argument yang bersama sama dengan operator dalam membentuk suatu ekspresi
(ungkapan). Operato operator tersebut antara lain :
Operator Penugasan
Simbol
Contoh
Identik dengan
=
$x=2
$x=2
+=
$x+=2
$x=$x+2
-=
$x-=2
$x=$x-2
/=
$x/=2
$x=$x/2
%=
$x%=2
$x=$x%2
&=
$x&=2
$x=$x&2
|=
$x|=2
$x=$x|2
Operator Aritmatika
Simbol
+
*
/
%
++
-Operator Logika
Simbol
and
&&
or
||
xor
!

Kegunaan
Penambahan
Pengurangan
Perkalian
Pembagian
Sisa hasil bagi
Increament
Decreament

Contoh
$a+$b
$a-$b
$a*$b
$a/$b
$a%$b
$a++
$a--

Kegunaan
Dan
Dan
Atau
Atau
Eksklusif or
Not

Contoh
if($a==0 and $b==1)
if($a==0 && $b==1)
if($a==0 or $b==1)
if($a==0 || $b==1)
if($a==0 xor $b==1)
if(!empty($a))

Operator Perbandingan
Simb
Operator yang
Deskripsi
Contoh
ol
dilakukan
==
Sama dengan
True jika $a sama dengan $b
5==8
Kurang dari
True jika $a lebih kecil dari $b $a<$b
<
Lebih dari
True jika $a lebih besar dari $b $a>$b
>
Kurang dari sama
True jika $a lebih kecil atau
<=
$a<=$b
dengan
sama dengan $b
Lebih dari sama
True jika $a lebih besar atau
>=
$a>=$b
dengan
sama dengan $b
8

!=

Tidak sama dengan

True jika $a tidak sama dengan


$b

$a!=$b

<?
$angka1 = 10;
$angka2 = 5;
echo "Hasil penjumlahan ".$angka1." dan ".$angka2." adalah ".
($angka1+$angka2)."<br>";
echo "Hasil dari ".$angka1." = ".$angka1." +2 adalah ".
($angka1+=2);
?>

.: Struktur Kontrol PHP :.


Struktur kontrol dalam PHP hampir sama dengan bahasa pemrograman yang lain.
Struktur kontrol berfungsi sebagai pengatur arah/tujuan dari suatu aliran program yang berbentuk
rangkaian perintah dan ditulis untuk memenuhi beberapa keadaan seperti :
1. Untuk mengulang suatu perintah apabila suatu kondisi (iteration) telah terpenuhi
2. Melanjutkan sebuah pernyataan apabila suatu konsidi telah terpenuhi (sequence)
3. Memilih sebuah pilihan dari beberapa alternatif bila kondisi telah terpenuhi (selection)
Struktur kontrol dalam PHP ada 2 jenis, yaitu :
a. Struktur Percabangan (pengambilan keputusan)
b. Struktur Pengulangan
Struktur Percabangan
Struktur percabangan adalah suatu perintah yang memungkinkan pemilihan atas perintah
yang akan dijalankan sesuai dengan kondisi tertentu. Ada tiga perintah percabangan dalam PHP,
yaitu :
a. IF
If digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah setelah mengecek kondisi yang
diberikan, Jika kondisi yang diberikan bernilai benar maka serangkaian pernyataan akan
dijalankan, namun apabila kondisi yang diberikan bernilai salah maka pernyataan untuk kondisi
bernilai salah akan dijalankan.
Standar penulisan if :
if(kondisi)
{
9

Pernyataan yang dijalankan bila kondisi bernilai benar


}
pernyataan yang dijalankan bila kondisi bernilai salah
<?
$nilai = 90;
if ($nilai>50)
echo "Anda lulus, nilai anda $nilai";
?>

b. IF ... ELSE
Perintah ini mirip dengan perintah IF diatas. Namun perintah IF ELSE ini dapat digunakan
untuk banyak blok perintah dan dengan kondisi yang berbeda beda.
Standar penulisannya adalah :
if(kondisi)
{
Pernyataan yang dijalankan bila kondisi1 bernilai benar;
}
else if
{
Pernyataan yang dijalankan bila kondisi2 bernilai benar;
}
else
{
pernyataan yang dijalankan bila kondisi1&2 bernilai salah;
}
<?
$umur = 35;
if ($umur
echo
} else if
echo
} else if
echo
} else {
echo
}
?>

> 50){
"Termasuk kategori TUA";
($umur > 25) {
"Termasuk kategori DEWASA";
($umur > 15) {
"Termasuk kategori REMAJA";
"Termasuk kategori ANAK ANAK";

c. Switch
10

Perintah switch ini digunakan sebagai alternatif untuk pengganti dari struktur if ... else
dimana terdapat else lebih dari satu. Dengan menggunakan perintah switch ini program dapat
semakin mudah untuk dibuat dan dipelajari. Untuk standar penulisannya adalah sebagai berikut :
switch (kondisi)
{
case konstanta1 : pernyataan1;
break;
case konstanta2 : pernyataan2;
break;
default : pernyataan default;
}
<?
$day = date("D");
switch ($day)
{
case 'sun' : $hari = "Minggu";
break;
case 'Mon' : $hari = "Senin";
break;
case 'Tue' : $hari = "Selasa";
break;
case 'Wed' : $hari = "Rabu";
break;
case 'Thu' : $hari = "Kamis";
break;
case 'Fri' : $hari = "Jumat";
break;
case 'Sat' : $hari = "Sabtu";
break;
default : $hari = "Kiamat";
}
echo "Hari ini adalah hari <b>$hari</b>";
?>

Pengulangan
Struktur pengulangan biasanya digunakan untuk mengulang suatu perintah. Dalam PHP
ada tiga macam pengulangan, yaitu :
a. FOR

11

For digunakan untuk mengulang suatu perintah dengan jumlah pengulangan yang telah
diketahui. Untuk penulisannya adalah :
for (nilai awal, nilai akhir, peningkatan/penurunan)
{
Pernyataan yang dijalankan;
}
<?
$awal = 1;
$akhir = 10;
for ($i = $awal; $i<=10; $i++){
echo "<h3>data ke $i<br></h3>";
}
?>

b. While
Perulangan while digunakan untuk mengulangi sebuah perintah hingga jumlah yang ditentukan.
Untuk menghentikan perulangan tersebut dibutuhkan suatu kondisi atau syarat tertentu. Seperti
pada perintah if ... else, nilai kondisi dari while memiliki nilai akhir yang bernilai salah atau
benar dimana perulangan akan terus berlangsung selama kondisi bernilai benar dan akan berhenti
apabila kondisi bernilai salah. Standar penulisannya adalah :
while (kondisi berhenti)
{
Pernyataan yang dijalankan;
}
<?
$count = 1;
while ($count <= 10)
{
echo "$count ";
$count += 2;
}
?>

c. Do ... While

12

Pengulangan ini fungsinya hampir sama dengan fungsi dari perintah while namun yang
membedakannya adalah perulangan ini akan dilakukan terlebih dahulu dan baru akan berhenti
apabila telah mencapai pada suatu kondisi untuk berhenti. Untuk standar penulisannya dalah :
do
{
Pernyataan yang dijalankan;
}
while (kondisi berhenti);
<?
$i = 1;
do {
echo "$i ";
$i++;
}
while ($i <= 10);
?>

Tipe-tipe data dalam PHP


PHP tidak memerlukan pendefinisian variabel, tipe data akan secara otomatis berubah oleh
operator yang digunakan, karena PHP menggunakan Type Juggling. Tetapi selain menggunakan
13

Type Juggling, PHP juga menggunakan Type Casting, yang dapat menentukan secara manual
tipe data yang dimaksud.
-

Type Juggling

Type Juggling merupakan behaviour atau sifat dari variabel PHP yang akan secara otomatis
mengubah tipe data dari variabel tersebut tergantung dari operator yang digunakan ketika
memasukan isi dari variabel tersebut.
-

Type Casting

Tipe data dapat dirubah sesuai keinginan kita dengan menggunakan perintah Type Casting.
Perintah-perintah Type Casting diantaranya:
(int) , (integer) - Merubah Menjadi Integer

(bool) , (boolean) - Merubah Menjadi Boolean

(float) , (double), (real) - Merubah Menjadi Float/Real

(string) - Merubah Menjadi String

(array) - Merubah Menjadi Array

(object) - Merubah Menjadi Objek


TIPE DATA DALAM PHP

1. Tipe data scalar :


a) Tipe data integer
Tipe ini meliputi semua bilangan bulat dengan range -2,147,483,648 sampai +2,147,483,647
pada platform 32bit. PHP juga akan mengkonversi secara otomatis bila suatu bilangan berada
diluar range tersebut ke dalam tipe data floating point. Tipe ini juga dapat dinyatakan dalam
bentuk oktal (berbasis 8), desimal (berbasis 10), heksadesimal (berbasis 16). Seperti dalam
contoh berikut :
$oktal = 031;
$desimal = 25;
$heksadesimal = 010;
PHP mengijinkan penulisan integer dalam tiga cara, desimal, oktal maupun heksadesimal.
Desimal merupakan bilangan yang berdasar pada bilangan 10 angka, bilangan ini merupakan
bilangan yang kita gunakan sehari-hari. Dalam penulisan integer anda dapat menuliskannya
tanpa menulis angka nol (0) di depan, dan dapat dimulai dengan tanda plus (+) ataupun minus (-)
untuk memberitahu bilangan tersebut merupakan bilangan positif atau negatif, namun yang harus
diingat adalah dalam integer anda tidak dapat memasukkan bilangan koma dalam sebuah
bilangan integer.
14

Oktal merupakan bilangan yang berbasis pada delapan angka dari 0 hingga 7. Dalam penulisan
bilangan oktal didahului dengan penulisan angka nol (0). Bilangan oktal ini berfungsi dalam
beberapa konteks, seperti penulisan perijinan sebuah data (file permission). Bagi anda yang telah
mengenal sistem UNIX, pasti tahu untuk merubah perijinan dari pemilik menjadi terbuka bagi
user, file permission file tersebut harus di ubah menjadi 0777.
Heksadesimal merupakan bilangan yang berbasi pada 16 bilangan, dimulai dengan 0x kemudian
diikuti dengan angka dari 0 hingga 9 atau huruf dari A hingga F. Dalam heksadesimal ini
penulisan huruf besar atau huruf kecil tidak menjadi masalah.
Code:
<?php
$a = 1234; // Bilangan desimal
$a = -123; // Bilangan negatif
$a = 0123; // Bilangan oktal (sama dengan bilangan 83 desimal)
$a = 0x1A; // hexadecimal number (sama dengan bilangan 26 desimal)
?>
b) Tipe data double / floating point numbers
Tipe data floating point numbers biasa juga disebut dengan double, float atau real adalah
tipe data yang berguna untuk menyimpan bilangan desimal. Sebagai contoh (0.1),(1.3),(1.7),
(1.8),(9.7),(2.4) dan lain-lain. Floating number mencerminkan sebuah bilangan numerik dengan
desimal digit, dalam bahasa C sama dengan double. Lebar dari floating number ini tergantung
dari platformapa yang anda gunakan. Umumnya lebar floating number lebih besar dari integer,
anda dapat menulis floating number dalam beberap cara. Rangkaian bilangan, rangkaian desimal
maupun scientific yang dikenal dengan bilangan eksponensial. Contohnya bila anda dapat
menuliskan 3.2 juta sebagai 3.2E6, huruf E dapat berupa UPPERCASE maupun LOWERCASE.
Code:
<?php
$a = 1.234;
$b = 1.2e3;
$c = 7E-10;
?>
Contoh penulisan tipe data float
<?php
$a = 1.234;
$b = 1.2e3;
$c = 2E-6
$d = 1.2E8;
?>
c) Tipe data boolean
Boolean merupakan sebuah type data yang sangat sederhana, dan merupakan nilai sebuah
kebenaran, karena akan bernilai True atau False saja. Penulisannya tidak dipengaruhi
penggunaan huruf besar atau kecil.
Contoh penulisan tipe data boolean
<?php
$a = TRUE; // bernilai 1
$b = true; // bernilai 1
$c = FALSE; // bernilai 0
$d = false; // bernilai 0
?>
15

d) Tipe data string


String adalah sebuah tipe data yang terdiri dari kata, bisa berupa kata tunggal maupun kalimat.
Penulisan string harus diapit oleh tanda petik, baik petik tunggal( ) maupun petik ganda (
).Sebuah web aplikasi umunya menerapkan teks lebih banyak daripada perhitungan matematika.
String merupakan bagian rangkaian karakter yang dapat berisi berbagai macam tipe data
termasuk binary. Untuk menulis sebuah string anda dapat menggunakan petik satu () maupun
petik dua () sebelum dan sesudah variabel. Yang harus di ingat adalah quote pembuka harus
sama dengan quote penutup.
Dalam penulisan string anda dapat menuliskannya dalam bentuk petik satu, petik dua maupun
heredoc sintax. Dalam petik satu apabila anda hendak menuliskan petik satu di dalamnya anda
harus menggunakan backslash (\) sebelum petik satu tersebut.
Code:
<?php
echo Ini merupakan string sederhana;
// Tampilan: Bagai membeli kucing dalam karung
echo Bagai membeli \kucing dalam karung\;
?>
Dalam petik dua PHP mengerti lebih banyak karakter spesial yang dapat digunakan. Dan sama
seperti penggunaan dalam petik satu apabila anda hendak mengunakan petik dua di dalam petik
dua variabel, anda harus menempatkan backslash (\) sebelum petik dua yang berada di dalam
petik dua.
Cara lain untuk mengenali sebuah string adalah dengan menggunakan heredoc syntax(<<<).
Untuk penulisan dalam code, anda harus meletakkan sesuatu tanda yang memberi tahu itu
merupakan sebuah heredoc syntax setelah tanda <<< kemudian tuliskan string anda. Tuliskan
kembali tanda tersebut di akhir string yang menunjukkan anda menutup string. Yang harus
diperhatikan dalam heredoc syntax ini adalah saat anda akan menutup string pastikan tanda
penutup itu berada dalam garis baru dan ditutup dengan titik koma ( ; ) serta tidak ada tanda lain
selain titik koma seperti spasi dan tab.
Contoh penulisan tipe data string
<?php
$kata1 = 'string diapit petik tunggal';
$kata2 = "string diapit petik ganda";
?>
Perbedaan antara petik ganda dan petik tunggal adalah, ketika kita menggunakan petik tunggal
maka variabel tidak akan terbaca nilainya. Beda halnya dengan penggunaan petik genap yang
akan membaca nilai dari suatu variabel.
Contoh perbedaan petik tunggal dan genap
<?php
$kata = "Merah";
echo 'warna baju saya adalah $kata';
//jika menggunakan tanda petik tunggal browser
//akan menampilkan $kata
echo "warna baju saya adalah $kata";
//jika menggunakan tanda petik tunggal browser
//akan menampilkan Merah
?>
Jika string yang tertutup dalam tanda kutip ganda ( ), PHP akan menafsirkan escape sequence
lebih untuk karakter khusus. Maka penulisan untuk karakter khusus tersebut harus ditambahkan
slash didepan karakter tersebut
Sequence
Keterangan
16

/n
/r
/t
/v
/f
//
/$

Linefeed
Carriage return
Horizontal tab
Vertical tab
Form feed
Backslash
Dollar
Doublequote

e) Tipe Data Boolean


Tipe Data ini adalah tipe data yang paling sederhana. Hanya berupa true atau false. Cara
memasukan ke dalam variabel adalah dengan memberikan nilai true atau false pada variabel
tersebut. seperti dalam Contoh berikut:
<?php
# $foo akan berisi boolean TRUE
$foo = true;
?>

Biasanya tipe data ini mayoritas digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi pada php.
Biasanya digunakan pada if-else statement (untuk keterangan dan cara penggunaan if-else
statement akan dijelaskan di kemudian hari). Beberapa nilai yang dianggap sebagai FALSE oleh
php adalah sebagai berikut
string FALSE (dapat berupa huruf besar semua atau huruf kecil semua)
nilai integer 0
nilai real 0.0
empty string
nilai NULL

Setiap Tipe Data dalam PHP mempunyai Boolean untuk melakukan Seleksi Kondisi. dan Tipe
Data tersebut akan memberikan nilai true atau false pada seleksi kondisi tersebut.
Pada Variabel yang bertipe Data integer=0 (nol) mempunyai boolean false, selain itu true.
Pada Variabel yang bertipe Data float=0.0 (nol) mempunyai boolean false, selain itu true.
Pada Tipe Data string yang kosong, dan string="0" mempunyai boolean false, selain itu true.
Array yang tidak mempunyai element mempunyai boolean false, selain itu true.
Objek yang tidak mempunyai member mempunyai boolean false, selain itu true.
Tipe NULL dan Variabel yang belum terisi mempunyai boolean false.
2. Tipe data compound

a. Tipe data object


Tipe data Object bisa berupa bilangan, variabel, ataupun fungsi. Tipe data tersebut dapat
membantu programmer untuk membuat sebuah program. Data itu dapat disertakan dalam
program sehingga meringkas beberapa fungsi dan dapat memperkecil ukuran file. Semakin kecil
ukuran file semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mengakses file tersebut.
17

Tipe data object dibuat dengan tujuan agar para programmer terbiasa dengan OOP. Tipe data
object bisa berupa bilangan, variabel atau fungsi. Data ini dapat dimasukkan ke dalam kode
program sehingga meringkas beberapa fungsi dan memperkecil ukuran file. Biar ga bingung
contoh mudahnya menggunakan variabel dengan nilai string :
Contoh :
<?
class blog{
function data_blog(){
echo "http://viruspintar.blogspot.com";
}
}
echo "<b>Wahyudi Blog</b> beralamat di ";
$data=new blog;
$data->data_blog();
?>
Contoh penulisan tipe data object
<?php
class makan{
var $lauk = "ayam";
function makan_malam($lauk){
$this-> lauk = $lauk;
}
}
$hari_ini = new makan;
echo $hari_ini->lauk;
?>
b. Tipe data array
Tipe data array digunakan untuk menyimpan banyak data dalam satu variabel. Jenis array
dalam php ada 3 (tiga) macam yakni

numeric array

associative array

multidimensional array
Sebagai contoh untuk memasukkan daftar nama- nama hari ke dalam suatu variabel, perhatikan
script dibawah :
Contoh penulisan array numeric
<?php
$hari[0]="Senin";
$hari[1]="Selasa";
$hari[2]="Rabu";
$hari[3]="Kamis";
$hari[4]="Jum'at";
$hari[5]="Sabtu";
$hari[6]="Minggu";
//menampilkan tanpa perulangan.
echo "sekarang adalah hari $hari[3] <br />" ;
//menampilkan menggunakan perulangan
18

//perulangan akan dijelaskan pada artikel berikutnya


for($i=0;$i<=6;$i++){
echo $hari[$i]."<br/>";
}
?>
Contoh penulisan array numeric :
<?php
$hari = array("Senin","Selasa","Rabu","Kamis","Jum'at","Sabtu","Minggu");
//menampilkan tanpa perulangan.
echo "sekarang adalah hari $hari[3] <br />" ;
//menampilkan menggunakan perulangan
//perulangan akan dijelaskan pada artikel berikutnya
for($i=0;$i<=6;$i++){
echo $hari[$i]."<br/>";
}
?>
Pada contoh numeric array diatas dapat disimpulkan bahwa pemanggilan data array tersebut
menggunakan angka, angka dimulai dari 0 sampai jumlah data yang dimasukkan. $hari[0]
adalah pemanggilan untuk data pertama, $hari[1] adalah pemanggilan untuk data kedua dan
seterusnya.
Contoh penulisan associative array
<?php
$hari =
array("Senin"=>"Ayam","Selasa"=>"Lele","Rabu"=>"Tempe","Kamis"=>"Tahu","Jum'at"=>"Te
ri","Sabtu"=>"Krupuk","Minggu"=>"Puasa");
//menampilkan tanpa perulangan.
echo "Menu hari senin adalah $hari[Senin]" ;
?>
Contoh penulisan associative array 2
$hari["Senin"]=120;
$hari["Selasa"]=123;
$hari["Rabu"]=125;
$hari["Kamis"]=126;
$hari["Jum'at"]=127;
$hari["Sabtu"]=128;
$hari["Minggu"]=129;
echo "Siswa yang mengantri makan pada hari senin sejumlah $hari[Senin]" ;
Pada contoh associative array diatas dapat disimpulkan bahwa pemanggilan data array tersebut
menggunakan string yang ditentukan oleh kita, dengan kata lain pemanggilan menggunakan
angka kita ganti menjadi string yang kita inginkan.
Contoh penulisan multidimension array
<?php
$makan = array(
array("pagi"=>"bubur","siang"=>"ayam","sore"=>"bebek"),
array("pagi"=>"bubur","siang"=>"tahu","sore"=>"tempe")
);
//menampilkan tanpa perulangan.
echo "Menu makan pada hari senin pagi adalah " . $makan[0]["pagi"];
19

echo "<br />";


echo "Menu makan pada hari senin pagi adalah " . $makan[1]["sore"];
?>
Contoh penulisan multidimension array menggunakan associative array
<?php
$makan = array(
"senin"=>array("pagi"=>"bubur","siang"=>"ayam","sore"=>"bebek"),
"selasa"=>array("pagi"=>"bubur","siang"=>"tahu","sore"=>"tempe")
);
//menampilkan tanpa perulangan.
echo "Menu makan pada hari senin pagi adalah " . $makan["senin"]["pagi"];
echo "<br />";
echo "Menu makan pada hari senin pagi adalah " . $makan["selasa"]["sore"];
?>
Pengertian multidimension array adalah array didalam array. Pemanggilan array ini bisa
menggunakan numeric array maupun associative array. $makan[0]["pagi"] dapat diartikan
sebagai menampilkan nilai array pertama dan array pagi dari variabel makan, $makan["senin"]
["pagi"] dapat diartikan sebagai menampilkan nilai array senin dan array pagi dari variabel
makan.
Array berdimensi satu
<?
$hewan[0] = "Kucing";
$hewan[1] = "Kura-kura";
$hewan[2] = "Anjing";
$hewan[3] = "Kelinci";
echo("Hewan peliharaan saya adalah $hewan[0]");
?>

Indeks dalam array dimulai dari angka/urutan ke-0. Jadi indeks dari array ke-0 adalah
elemen pertama dari array dan indeks dari array ke-1 adalah elemen kedua dari aray begitu juga
seterusnya.
Array Multidimensi
Dalam pemrograman PHP juga mengenal adanya penggunaan istilah array multidimensi
atau array bertingkat. Berikut adalah contohnya :
<?
$buah = array (
"apel" => array("warna" => "merah","rasa" => "manis"),
"pisang" => array("warna" => "kuning","rasa" => "manis")
);
echo "Warna buah apel adalah ".$buah["apel"]["warna"]."<br>";
echo "Rasa buah pisang adalah ".$buah["pisang"]["rasa"];
?>

20

3. Tipe data khusus


A. Tipe data Null
Pengertian Null adalah tipe data yang tidak mempunyai nilai. NULL adalah Tipe Data yang
tidak memuat apapun. Setiap Variabel yang diset menjadi Tipe Data NULL ini akan menjadikan
Variabel tersebut kosong, seperti dalam penggunaan fungsi unset(). Cara untuk menset Variabel
menjadi NULL adalah dengan memasukan nilai NULL pada variabel yang dimaksud seperti
pada Contoh berikut:
<?php
# Nilai awal $foo adalan 10
$foo = 10;
# $foo akan menjadi NULL
$foo = NULL;
# Sama dengan memanggil unset()
unset($foo);
?>
B. Tipe data Resource
Pengertian tipe data resource adalah tipe data baru yang diperkenalkan mulai PHP 4. Tipe ini
termaksud tipe yang spisial, karena data ini hanya dapat dibuat dengan beberapa fungsi spesial.
Tipe data resource dihasilkan dari pemanggilan fungsi-fungsi yang menggunakan resource
sistem atau pemanggilan dari database. Tipe Data Spesial yang satu ini di khususkan untuk
menyimpan resource, sumber atau alamat. Variabel tersebut hanya dapat diciptakan oleh
suatu fungsi khusus yang mengembalikan nilai berupa resource seperti penggunaan fungsi fopen,
opendir,
mysql_connect, mysql_query dan semacamnya

21