Anda di halaman 1dari 6

Dokumenter : Koran Bapak

A. Latar Belakang
Sering kita mendapati para pejabat tinggi negeri ini yang menjadi dalang dalam
tindak pidana korupsi. Para pejabat tinggi yang sudah enak duduk di atas
singgasananya acap kali tak pernah puas. Mereka memiliki jabatan empuk, gaji tinggi,
bergelimang harta, namun kelengkapan materi tersebut seringkali masih belum
membuat mereka bersyukur. Uang rakyat yang menjadi sasaran kerakusan berikutnya.
Amanah rakyat yang mereka pikul dan integritas yang mereka gadang-gadangkan
tumbang seketika. Hal itulah yang menjadikan permasalahan korupsi seperti benang
kusut. Sulit diusut jika memang penyebabnya masih tak dijadikan bahan interopeksi.
Pendidikan karakter tentang hidup sederhana sering diabaikan, apalagi untuk
kehidupan dengan tingkat konsumerisme dan hedonisme seperti sekarang ini. Setiap
karier dan profesi yang kita jalani bertujuan untuk mensejahterakan hidup dan
membahagiakan keluarga yang kita bangun, namun apakah kebahagiaan hanya
berdasarkan ukuran materi saja? Sayangnya kita bersekolah untuk menjadi pintar,
mendapatkan gelar setinggi-tingginya, dan kemudian bersaing mendapat pekerjaan
yang layak untuk meraih kesejahteraan finansial. Kita dibentuk sejak dini dengan
karakter yang demikian di sekolah, namun sayangnya guru-guru kita lupa untuk
mengajarkan bahwa apapun profesi kita, kita harus menggelutinya dengan penuh
syukur.

Untuk itu kami ingin membuat sebuah film yang mengambil ide cerita tentang
kesederhanaan dalam profesi. Kami ingin membuat film dokumenter bergenre diary
sosok seorang loper koran bernama Joseph Sasada yang sering menjajakan koran di
kampus Universitas Brawijaya. Sebagai kepala keluarga dan tulang punggung keluarga,
beliau tetap mensyukuri profesinya dan menjalaninya dengan tulus. Kerasnya hidup di
kota dengan kebutuhan yang tak terbatas untuk menyekolahkan anak dan membiayai
persalinan istrinya tetap tidak membuat beliau gentar. Beliau tidak pernah berpikir

mengambil yang bukan haknya. Beliau juga menanamkan nilai kejujuran tersebut pada
anaknya.

B.

Ide Cerita
Berdasarkan latar belakang diatas, Kami akan membuat suatu film dokumenter

yang bergenre buku harian (diary). Seperti halnya sebuah buku harian, maka film bergenre ini mengacu pada catatan perjalanan kehidupan seseorang yang diceritakan
kepada orang lain. Sudut pandang dari tema menjadi subjektif sebab sangat berkaitan
dengan apa yang dirasakan subjek pada lingkungan tempat dia tinggal, peristiwa yang
dialami atau bahkan perlakukan kawan-kawannya terhadap dirinya. Struktur cerita
cenderung kronologis. Unsur suara lebih banyak digunakan serta seringkali
mencantumkan ruang dan waktu kejadian yang cukup detail.
Kami akan mengkolaborasikan dokumenter bergenre diary dengan found
footage. Format film ini memiliki ciri pengambilan gambar secara hand-held dengan
sudut pengambilan gambar subjektif, seperti teknik pengambilan gambar pada film
dokumenter, tayangan reality show, liputan berita, dan behind the scene. Found
Footage biasanya dihadirkan dalam bentuk potongan potongan gambar yang
ditinggalkan oleh tokoh yang menjadi subjek filmnya, dan penamaan tokoh tokohnya
sesuai dengan nama asli orang orang yang terlibat di dalamnya.
Dokumenter kami akan menceritakan tentang profil seorang tukang Koran
dimulai dari pagi hari hingga petang, selain teknik pengambilan gambar langsung ke
tukang Koran, kami juga akan menambahkan konsep found footage dimana seorang
tukang Koran tersebut akan memakai kamera tersembunyi saat berdialog langsung
dengan para konsumen. Kami ingin menyuguhkan sisi natural dan koleksi pendapat
dari gambar footage. Dari konsep ini penonton diharapkan tidak hanya bisa memahami
arti film tetapi juga merasakan apa yang terjadi di film yang kami buat.

C. Sinopsis
Film ini mengisahkan aktivitas Joseph sebagai pedagang koran keliling di
Universitas Brawijaya, Malang. Beliau bertempat tinggal di daerah Rampal dan
merupakan tulang punggung keluarga yang harus menghidupi satu anak yang duduk di
bangku kelas 5 SD, serta satu orang istri yang tengah hamil dan sebentar lagi akan
melahirkan.
Meskipun sedang dihadapkan dengan permasalahan ekonomi yang rumit, beliau
tetap teguh terhadap prinsipnya untuk jujur dalam segala situasi, termasuk dalam
menjalankan profesinya. Nilai kejujuran yang ia dapatkan dari kegiatan rohaninya di
Gereja selalu ingin beliau pegang teguh, bahkan ia juga selalu berusaha menurunkan
pada keluarga dan orang-orang di sekelilingnya.
Namun dalam kesehariannya Joseph tetap dihadapkan dengan godaan untuk
bertindak tidak jujur. Teman-teman seprofesinya yang selalu menjual koran diatas
harga rata-rata berusaha mempengaruhi beliau untuk melakukan hal yang sama. Hal ini
membawa dilema pada Joseph yang tengah menghadapi krisis ekonomi apalagi hari
kelahiran anaknya semakin dekat. Apakah Joseph akan terpengaruh melakukan
manipulasi harga koran yang beliau jual demi menghidupi keluarganya atau ia tetap
teguh pada prinsipnya?

D. Tim Produksi
Produser

: Agatha

Sutradara

: Alwin

DoP dan script writer

: Rizky

Design artisic

: Cisika

Property

: Disca

E. Jadwal Produksi
No

Kegiatan

Tanggal

Pra-Produksi
1

Pembagian crew produksi

22 Juni 2015

Anggaran Dana

28 Juni 2015

Riset

Perizinan

5 Juli - 17 Juli 2015

Persiapan properti

20 Juli - 24 Juli 2015

23 Juni - 10 Juli 2015

Produksi
1

Pengambilan Gambar

1 Agustus - 15 Agustus 2015

Penulisan Skenario

15 Agustus 16 Agustus 2015

Re-take

16 Agustus - 19 Agustus 2015

Membuat Instrumen Musik original

16 Agustus - 22 Agustus 2015

Paska Produksi
1

Editing

15 Agustus - 26 Agustus 2015

Teaser

22 Agustus 25 Agustus 2015

Pengumpulan

26 Agustus 2015

F. Biaya Produksi
Keperluan

Unit Cost

Pax/unit

Time

Total Cost

Sewa Gunmic

50.000

2 Unit

2 Time

Rp 100.000,-

Reflector 5 in 1

200.000

1 Unit

Rp 200.000,-

Sandisk Micro
SD Card tipe 10 32 GB + Adapter

500.000

1 Unit

Rp 500.000,-

Spon Mic

150.000

1 Unit

Rp 150.000,-

Go Pro Hero 4 +
Aksesoris

6.000.000

1 Unit

Rp 6.000.000,-

Sewa Mic Klip on

100.000

1 Unit

2 Time

Rp 200.000,-

Administrasi

100.000

1 Pax

Rp 100.000,-

Komunikasi

25.000

2 Person

1 Time

Rp 50.000,-

Transportasi

25.000

2 Unit

2 Time

Rp 100.000,-

Total

G.

Rp 7.400.000,-

Penutup
Demikian proposal kami sebagaimana mestinya. Besar harapan kami proposal
ini diterima agar pembuatan film ini dapat direalisasikan. Semoga film ini dapat menjadi
media pembelajaran mengenai nilai-nilai anti korupsi yang harus ditanamkan kepada
masyarakat indonesia.

Contact Person :
Agatha : agatha_9f@yahoo.co.id (089676068687)
Alwin

: johnalwin65@gmail.com (087859925943)