Anda di halaman 1dari 8

PT PLN (Persero)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

5.1. Alat Pengukur Dan Pembatas (APP)


5.1.1.

Pemahaman APP
APP merupakan singkatan dari Alat Pengukur dan Pembatas, adalah alat
yang digunakan untuk keperluan transaksi energi listrik.

Pengukuran :
Yang dimaksud dengan pengukuran ialah untuk menentukan besarnya
pemakaian daya dan energi listrik
Alat pengukur : meter kwh, meter kvarh, meter kva maksimum, meter
arus, meter tegangan

Pembatasan :
Yang dimaksud dengan pembatasan ialah untuk menentukan batas
pemakaian daya sesuai daya tersambung -.
Yang termasuk alat pembatas : MCB, MCCB, NFB, Fuse , OCR +
PMT.
Pembatasan didasarkan pada arus yang besarnya adalah :
Arus nominal :
S
In = ------ Amper : untuk fasa tunggal
E
S
In = --------3 . E

Amper : untuk fasa tiga

Dimana
S = daya terpasang . VA
E = tegangan nominal Volt

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5.1.2.

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

Perlengkapan APP
Yang dimaksud dengan perlengkapan ialah barang-barang
yang
memungkinkan dipasangnya alat pengukur dan pembatas, sehingga dapat
berfungsi sesuai dengan yang disyaratkan.

5.1.3.

Perlengkapan APP : kotak / lemari app, trafo arus (ct), trafo tegangan
(pt) meter arus, meter tegangan dan saklar waktu

Kotak / lemari APP : adalah suatu kotak atau lemari dengan ukuran /
ukuran tertentu yang didalamnya berisi app dan perlengkapannya

Segel berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah agar alat /


komponen yang dilindungi tidak dibuka oleh orang yang tidak
berwenang.

Macam - Macam APP Sesuai Standar PLN ( SPLN 55 - 90)

APP tipe I A : pengukuran TR kwh 1 fasa : 5/20 A


APP tipe I B : pengukuran TR kwh 1 fasa : 20/60 A, 50/100 A
APP tipe III A : pengukuran TR kwh 3 fasa tarif tunggal : 3x20/60 A ;
3x50/100 A
APP tipe III B : pengukuran TR kwh dan kvarh 3 fasa tarif ganda :
3x20/60 A ;3 x 50/100 A
APP tipe IA khusus : pengukuran TR 3 P-4 W menggunakan CT, tarif
tunggal 100 - 300 A
APP tipe IB khusus : pengukuran TM-TR kwh dan kvarh 3 P-4 W
menggunakan CT, tarif tunggal 100-500 A, 600-1000 A
APP tipe IC khusus : pengukuran TM-TR kwh dan kvarh 3 P-4 W
menggunakan CT, tarif ganda 100-500 A, 600-1000 A
APP tipe IIA khusus : pengukuran TM kwh 3 P-3W menggunakan CT
dan PT tarif tunggal
APP tipe IIB khusus : pengukuran TM kwh 3 P-4 W menggunakan CT
dan PT tarif tunggal
APP tipe IIC khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-3 W
menggunakan CTdan PT tarif tunggal
APP tipe IID khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-4 W
menggunakan CT dan PT tarif tunggal

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

5.1.4.

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

App tipe II E khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-3 W


menggunakan CT dan PT tarif ganda
APP tipe II F khusus : pengukuran TM kwh dan kvarah 3 P-4 W
menggunakan CT dan PT tarif ganda

Ketentuan Peralatan Pengukuran


a. Trafo tegangan ( PT )
Kelas 0,5
b. Trafo arus ( CT )

Untuk pengukuran tegangan rendah kelas 1

Untuk pengukuran tegangan menengah / tinggi kelas 0,5 bila


digunakan untuk pengukuran dan pembatasan daya harus
mempunyai 2 kumparan skunder

c. Meter tegangan

Mengukur tegangan fase-fase dan fase netral digunakan dari


kelas 2 atau yang lebih teliti

d. Meter arus maksimum

Meter arus yang dapat menunjukkan arus terukur maksimum


yang digunakan selama interval 15 menit
Kelas 2 atau yang lebih teliti

e. Meter kWH

Pada sambungan tegangan rendah


-

Meter kwh fasa satu 2 kawat atau fasa tiga 4 kawat

Kelas 2 untuk pengukuran langsung

Kelas 1 untuk pengukuran menggunakan trafo arus

Pada sambungan tegangan menengah


-

Meter kwh fasa tiga 3 kawat untuk jtm fasa tiga 3 kawat

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

Meter kwh fasa tiga 4 kawat untuk jtm fasa tiga 4 kawat

Kelas 1 atau yang lebih teliti

Pada sambungan tegangan energi


-

Meter kwh fasa tiga 3 kawat

Kelas 1 atau yang lebih teliti

f. Meter kVARH

Digunakan dari kelas 3 atau yang lebih teliti

g. Meter kVA maksimum atau kW maksimum

Meter yang dapat menunjukkan daya maksimum dengan interval


15 menit (nilai daya terukur maksimum untuk tiap-tiap bulan
sama dengan 4 kali nilai tertinggi dari kvarh atau kwh yang
dipakai selama tiap 15 menit terus menerus dalam bulan
tersebut)

Kva maksimum dapat juga digunakan meter arus maksimum


berdasarkan rumus :
kVA maks x 3
A. I maks = --------------------- untuk sistem fasa tiga 4 kawat
E
kVA maks x 2
B. I maks = ------------------- untuk sistem fasa tiga - 3 kawat
E x 3
Dimana E - tegangan nominal

h. Pemutus arus
Harus memenuhi spesifikasi :
Prinsip kerja kurva gabungan termal dan tanpa waktu tunda
Karakteristik teknis
-

Frekuensi 40 - 60 hz

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

Kapasitas kerja : 6 kA pada 220V dan cos = 0,85

Tegangan kerja : dapat kerja s.d. 440 V ac

Jenis pemutus arus


- Untuk pembatas s.d. 100 A dipakai MCB (mini circuit
-

breaker)
Untuk pembatas diatas 100 Adipakai MCCB (moulded cast
circuit breaker), pelebur tr, pemutus tanpa pelebur (NFB =
no fuse breaker) yang bisa di setel

5.1.5.

Pengawatan APP

.1 .3 .44 .5
B
E
B
A
N

F
N

F
N

Gbr. 3.5.a
Diagram pengawatan kWh meter
fase tunggal, 2 kawat sambungan
langsung, tarip tungal

.1 .3 .4 .54 .64 .74


5
Gbr. 3.5.b
Diagram pengawatan kWh meter
fase tunggal, 2 kawat sambungan
langsung, tarip ganda

.1 .3 .4 .6 .7 .93 .10 .11


R
S

B
E
B
A
N

T
N
Gbr. 3.5.c
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 4 kawat
sambungan langsung, tarip tungal
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

.1 .2.3 .4.5.6 .7 .83.93 .113

B
E
B
A
N

R
S
T
N

Gbr. 3.5.d
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 4 kawat sambungan
tidak langsung, tarip tunggal

. .
M

. .. ... . .. . . .
1 2 3

4 5 6

7 8 9
3 3

12
3

13

15
3

.13 .23.33

. l. k. l. k. l.
CT
K. L. K. L. K. L.
k

B
E
B
A
N

R
S
T
N

Gbr. 3.5.e
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 4 kawat
sambungan melalui trafo arus dan trafo tegangan tarip ganda

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

4
3

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

. .
M

.1 .2 .3

20000/100
PT =

V
100

.
K. L .

. . . .13 .
7 8 9
3 3 3

15
3

.13 .23.33 .43

. l.
CT
K. L.
k

B
E
B
A
N

R
TM S
T

Gbr. 3.5.f
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 3 kawat
sambungan dengan trafo arus dan trafo tegangan, tarip ganda

.1 .2.3 .4.5.6 .7 .83.93 .113

R
S
T
N

B
E
B
A
N

Gbr. 3.5.g
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 4 kawat sambungan
melalui transformator tegangan dan tarnsformator arus, tarip tungal
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Instrumentasi dan Pengukuran Listrik

.1 .2 .3
.
K. L .

20000/100
PT =

V
100

. . . .13 .

15
3

7 8 9
3 3 3

.13 .23.33 .43

. l.
CT
K. L.
k

B
E
B
A
N

R
TM S
T

Gbr. 3.5.h
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 3 kawat sambungan
melalui transformator tegangan dan tarnsformator arus, tarip ganda

.1 .2 .3 .5 .73 .83.93

20000/100
PT =

V
100

. .
K. L .

. l.
CT
K. L.
k

R
TM S
T

Gbr. 3.5.i
Diagram pengawatan kWh meter fase tiga, 3 kawat sambungan
melalui transformator tegangan dan tarnsformator arus, tarip tungal

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

B
E
B
A
N