Anda di halaman 1dari 17

Apakah Obat Antiinflamasi Non Steroid Itu?

Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid, atau yang lebih dikenal
dengan sebutan NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs) adalah
suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri),
antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang). Istilah "non
steroid" digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan
steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. NSAID bukan tergolong
obat-obatan jenis narkotika.
Mekanisme kerja NSAID didasarkan atas penghambatan isoenzim COX-1
(cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). Enzim cyclooxygenase ini
berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari arachidonic
acid. Prostaglandin merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi
(radang).

NSAID dibagi lagi menjadi beberapa golongan, yaitu golongan salisilat (diantaranya
aspirin/asam asetilsalisilat, metil salisilat, magnesium salisilat, salisil salisilat, dan
salisilamid), golongan asam arilalkanoat (diantaranya diklofenak, indometasin,
proglumetasin, dan oksametasin), golongan profen/asam 2-arilpropionat
(diantaranya ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac),
golongan asam fenamat/asam N-arilantranilat (diantaranya asam mefenamat, asam
flufenamat, dan asam tolfenamat), golongan turunan pirazolidin (diantaranya
fenilbutazon, ampiron, metamizol, dan fenazon), golongan oksikam (diantaranya
piroksikam, dan meloksikam), golongan penghambat COX-2 (celecoxib, lumiracoxib),

golongan sulfonanilida (nimesulide), serta golongan lain (licofelone dan asam lemak
omega 3).
Parasetamol (asetaminofen) seringkali dikelompokkan sebagai NSAID, walaupun
sebenarnya parasetamol tidak tergolong jenis obat-obatan ini, dan juga tidak pula
memiliki khasiat anti nyeri yang nyata.
Penggunaan NSAID yaitu untuk penanganan kondisi akut dan kronis dimana terdapat
kehadiran rasa nyeri dan radang. Walaupun demikian berbagai penelitian sedang
dilakukan untuk mengetahui kemungkinan obat-obatan ini dapat digunakan untuk
penanganan penyakit lainnya seperti colorectal cancer, dan penyakit kardiovaskular.
Secara umum, NSAID diindikasikan untuk merawat gejala penyakit berikut: rheumatoid
arthritis, osteoarthritis, encok akut, nyeri haid, migrain dan sakit kepala, nyeri setelah
operasi, nyeri ringan hingga sedang pada luka jaringan, demam, ileus, dan renal colic
(1).
Sebagian besar NSAID adalah asam lemah, dengan pKa 3-5, diserap baik pada
lambung dan usus halus. NSAID juga terikat dengan baik pada protein plasma (lebih
dari 95%), pada umumnya dengan albumin. Hal ini menyebabkan volume distribusinya
bergantung pada volume plasma. NSAID termetabolisme di hati oleh proses oksidasi
dan konjugasi sehingga menjadi zat metabolit yang tidak aktif, dan dikeluarkan melalui
urin atau cairan empedu.
NSAID merupakan golongan obat yang relatif aman, namun ada 2 macam efek
samping utama yang ditimbulkannya, yaitu efek samping pada saluran pencernaan
(mual, muntah, diare, pendarahan lambung, dan dispepsia) serta efek samping pada
ginjal (penahanan garam dan cairan, dan hipertensi) (1) . Efek samping ini tergantung
pada dosis yang digunakan.
Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita hamil, terutama pada trimester
ketiga. Namun parasetamol dianggap aman digunakan oleh wanita hamil (2), namun

harus diminum sesuai aturan karena dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan hati
(3).

Privacy Policy

Sitemap

Sumber

Ciptakan Kemajuan Dengan Ilmu Edukasi, Kesehatan Asuhan Keperawatan PERIKARDITIS

Asuhan Keperawatan PERIKARDITIS

SHARE THIS ARTICLE


Share on Facebook
Tweet on Twitter
Stumble This Article
Digg this Article
Bookmark on Delicious
1. Definisi Perikarditis adalah peradangan lapisan paling luar jantung (membran tipis yang
mengelilingi jantung). (H. Winter Griffith M.D, 1994). Perikarditis adalah peradangan
perikardium parietal, perikardium viseral, atau kedua-duanya. (Arif Mansjoer, 2000).
Kesimpulan perikarditis adalah peradangan lapisan paling luar jantung baik pada parietal
maupun viseral.
2.
Anatomi
Fisiologi
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan
istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi
cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf
otonom).

Perikardium merupakan lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkkus
terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan viseral yang bertemu di pangkal jantung
membentuk kantung jantung. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin
untuk menjaga agar pergesekan antara perikardium pleura tidak menimbulkan gangguan
terhadap jantung. Jantung bekerja selama kita masih hidup, karena itu membutuhkan makanan
yang dibawa oleh darah, pembuluh darah yang terpenting dan memberikan darah untuk jantung
dari aorta asendens dinamakan arteri karonaria.
3.
Etiologi
Menurut H. Winter griffith M.D. 1994, kadang-kadang tidak terlalu diketahui penyebab yang
paling umum diketahui adalah :

Infeksi virus

Demam rematik dan penyakit lainnya darin jringan ikat, seperti lupus eritematosus

Gagal ginjal kronik

Komplikasi serangan jantung

Komplikasi pembedahan jantung

Kompliksi cedera dada, termasuk penggunaan kateter kardiak

Penyebaran kangker ke lapisan jantung paling luar

4. Fakktor resiko

Penyakit baru-baru ini seperti serangan jantung, penyakit akibat virus, atau demam
rematik

Riwayat medik tuberculosis

5.
Fatogenesis
Virus tampak kepentingannya meningkat sebagai penyebab perikarditis primer. Sebenarnya
beberapa peneliti percaya bahwa virus terutama menyebabkan kasus perikarditis idiopatik
akut, walaupun tidak semua. Diantara kasus perikarditis virus yang dikenal yang disebabkan oleh
virus Coxsackie B, influenza A, dan B, beberapa virus ekho dan epstein-barr (dalam hubungan
dengan mononukleosis) amat penting. Patogenesis perikarditis virus tidak jelas. Sering terjadi
infeksi akut saluran bagian pernafasan bagian atas, walaupun demikian tidak diketaui dengan
jelas virus penyebab itu kemudian menyebar ke dalam perikardium. Terdapat beberapa
penunjang pandangan itu, bahwa banyak virus tidak secara langsung menyerang jaringan
perikardium,tetapi lebih utama dengan berbagai cara menggalakan hipersensitivitas yang
kemudian melibatkan perikardium.

Bakteri dapat mencapai perikardium baik secara langsung dari struktur terkena seperti paru dan
pleura, atau oleh karena penyebarn hematogen atau limfatik. Pada tahun-tahun terakhir ini, angka
kejadian perkaditis bakteri telah nyata menurun. Meskipun penyebab stafilokokus dan
tuberkulosis tetap penting. Terutama pada anak, perikarditis stafilokokus relatif sering dan
hampir selalu diikuti entah dengan pneumoni atau osteomielitis. Nyatanya baik penyertaan
perikarditis spesis yang menguasai gambaran klinik maupun hanya sebagian kecil gambaran
klinik, memang bervariasi.
Perikarditis bakteri telah merosot kepentingannya, jamur dan protozoa telah menjadi lebih
penting selaku penyakit perikardium. Sering kali dsertai dengan miokarditis. Diantara jamur,
koksidioides imitis, histoplasma kapsulatum dan kandida albikans, dan diantara protozoa,
toksoplasma gondi, dapat menyebabkan keterlibatan perikardium yang tampaknya primer, dan
harus dicurigai pada kasus peikarditis idiotik.
Diantara perikarditis metabolik, yang paling sering terjadi karena uremi, bentuk perikarditis
metabolik yang jarang dengan etiologi tidak diketahui, disebut perikarditis kolesterol karena
terdapat kristal kolesterol dalam cairan intraperikardium. Miksedema pun berakibat efusi
perikardium, tetapi bukan radang meskipun tidak menunjukan perikarditis yang sebenarnya.
Perikarditis neoplasi, hampir selalu berasal dari tumor langsung atau metastase tumor yang
terjadi di luar kantung perikardium. Paling sering penyebaran langsung dari limfoma
mediastinumatau dari karsinoma bronkogenik atau esofagus. Meskipun metastasis kangker apa
pun dalam tubuh dapat melibatkan perikardium, penyebaran semacam itu pada umumnya jarang.
Perikarditis traumatik relatif lebih sering disebabkan oleh karena dada tak tembus. Hal ini
mencerminkan baik kontusi ringan permukaan perikardium jantung maupun adanya darah dalam
kantung perikardium yang menyebabkan respon perbaikan, seperti dalam ruang pleura atau
peritoneum. Jarang luka tembus dada menyebabkan penyebaran langsung kuman ke dalam ruang
perikardium, yang menyebabkan perikarditis supuratif. Perikardium seperti selaput serosa lain,
sangat rentan pada status hipersensivitas
6.
manifestasi
klinis
gejala yang khas pada perikarditis adalah nyeri dada dan tanda yang khas adalah friction rub :

nyeri hebat di dalam dada, merambat ke leher dan bahu, nyeri memburuk jika bergerak
dan berkurang jika duduk atau bersandar ke depan

nafas yang cepat

batuk-batuk

demam dan menggigil

lesu

cemas

7. Tindakan Diagnostik

mengamati sendiri gejala yang timbul

pencatatan perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik oleh dokter

EKG

Sinar X dari dada

Thoracentesis (pengangkatan cairan dengan sebuah jarum)

8.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi adalah cairan di lapisan jantung paling luar dapat menyebabkan
takanan pada jantung. Hal ini dapat membawa ke kematian kecuali cairan itu diangkat dengan
cepat.
B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PERIKARDITIS
1.
Pengkajian
pengkajian keperawatan yang dapat muncul menurut Marulynn E Doengoes,1999 adalah sebagai
berikut
:
a. aktivitas / istirahat
Gejala
:
kelelahan
Tand : Takikardi, penurunan TD, dispnea dengan aktivitas

kelemahan

b. Sirkulasi
Gejala : riwayat demam rematik, penyakit jantung kongenital, bedah jantung (CABG /
penggantian akutp / by pass Kardiopumonal lama), palpitasi, jatuh pingsan.
Tanda : takikardi, distrimia, perpindahan tim(titik impuls maksimal) kiri dan inferior
(pembesaran jantung) friction rub Perikardia(biasanya intermiten, terdengar di batas sternal kiri),
murmur aortik, mitral, stenosis / insufisiensi trikuspid : perubahan dalam marmur yang
mendahului ; disfungsi otot papilar, irama gallop (S3/S4), edema, petekie(kongjungtiva,
membran mukosa), hemoragi splinter(punggung kuku), nodus oster(jari/ibu jari), lesi
janeway(telapak tangan, telapak kaki)
c. Eliminasi
Gejala: riwayat penyakit
Tanda: urine pekat gelap

ginjal/gagal

ginjal,

penurunan

frekuensi

jumlah

urine

d. Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala: nyeri pada anterior (sedang sampi berat / tajam) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakan
menelan, berbaring. Hilang dengan duduk, bersandar kedepan, tidak hilang dengan
nigtrogtoserin
e. Pernapasan
Gejala:
napas
Tanda: dispnea, batuk, inspirasi mengi, takipnea, krekels, ranki, pernapasan dongkal

pendek

f. Keamanan
Gejala: riwayat infeksi virus, bakteri, jamur, penurunan sistem imun, SLE, atau pennyakit
kolagen
lainnya.
Tanda: demam
g. Penyuluhan / pembelajaran
Gejala: terapi IV jangka panjang atau penggunaan kateterindwelling atau penyalahgunaan obat
parenteral
Pertimbangan
:
DRG
menunjukan
rerata
lama
perawatan
4,3
hari
Rencana pemulangan : bantu dalam penyiapan makanan, bebrbelanja, transportasi, kebutuhan
perawatan diri, tugas dan pemeliharan rumah tangga
2.
Diagnosa
Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang dapat muncul menurut maryllin E doengoes,1992 adalah sebagai
berikut
:
Nyeri berhubungan dengan inflamasi perikardium ; efek-efek sistemik dari infeksi,
hasil yang diharapkan :
1. mengidentifikasi metode yang memberi penghilangan
2. melaorkan nyeri hilang / terkontrol
3. mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas pengalih sesuai
dengan indikasi untuk situasi individual.
Intervensi :

Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan awitan dan faktor pemberat atau penurun .

Rasional : nyeri perikarditis secara khas terletak subternal dan menyebar ke leher, punggung.
Nsmun, ini berbeda dari iskemia miokard / nyeri infark

Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan, misalnya; perubahan posisi,
gosokan punggung, penggunaan kompres panas / dingin, dukungan emosional

Rasional : menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien.

Berikan aktivitas hiburan yang tepat

Rasional : mengarahkan kembali perhatian, memberikan distraksi dalam tingkat aktivitas


individu

Berikan obat sesuai indikasi

Rasional : menghilangkan nyeri, menurunkan respons inflamasi

Berikan oksigen suplemen sesuai indikasi

Rasional : memaksimalkan ketersediaan oksigen untukambilan untuk menurunkan beban kerja


jantung dan menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan iskemia.
Intoleran Aktivitas berhubungan dengan pembatasan pengisisan jantung / kontraksi ventrikel,
penurunan curah jantung
Hasil
yang
diharapkan
:
1. melaporkan / menunjukan peningkatan yang dapat diukur dalam toleransi aktivitas
2.
mendemontrasikan
penurunan
tanda
fisiologis
intoleransi
3. mengungkap pemahaman tentang pembatasan terapeutik yang diperlukan
Penurunan curah jantung berhubungan dengan akumulasi cairan dalam kantung perikardia
Hasil
yang
diharapkan
:
1. melaporjkan atau menunjukan penurunan episode dispnea, angina dan disritmia
2. mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung
intervensi
:
1.
pantau
frekuensi
/
irama
jantung
Rasional : takikardi dan disritmia dapat terjadi saat jantung berupaya untuk meningkatkan curah
berespons
pada
demam,
hipoksia,
dan
asidosi
karena
iskemia
2. auskultsi bunyi jantung, perhaitkan jarak / muffed tenus jantung, murmur, gallop[ S3 dan S4
Rasional : membrikan deteksi dini dari terjadinya komplikasi, misalnya : GJK, temponade
jantung
3.
dorong
tirah
bening
dalam
posisi
semi
fousler
Rasional : menurunkan beban kerja jantung, memaksimalkan curah jantung
4. berikan tindakan kenyamanan, misalnya; aktivitas hiburan dalam toleransi jantung
Rasional
:
meningkatkan
relaksasi
dan
meningkatkan
kembali
perhatian
5. dorong penggunaan teknik manajemen sterss, misalnya; bimbingan imajinasi, latihan
pernapasan.
Rasional : perilaku yang bermanfaat untuk mendorong ansietas,meningkatkan relaksasi,

menurunkan
beban
kerja
jantung
6. selidiki nadi cepat, hipotensi, penyempitan tekanan nadi, peningkatan CPD / DVJ, perubahan
tenus
jantung,
penurunan
tingkat
kesadaran.
Rasional : manifestsi klinis dari tamponade jantung yang dapt terjadi pada perikarditis bila
akumulasi cairan / eksudat dalam kantung perikardia membatsi pengisian dan curah jantung
7.
bantu
dalam
perikardionsentesis
darurat.
Rasional : prosedur dapt dilakukan di tempat tidur untuk menurunkan tekanan cairan di sekitar
jantung,
yang
dapat
dengan
cepat
memperbaiki
curah
jantung.
8.
siapkan
pasien
untuk
pembedahan,
bila
diindikasikan
Rasional : perikardektomi mungkin diperlukan karena akumulasi cairan perikardial berulang atau
jaringan
parut
dan
konstriksi
fungsi
jantung
9.
kolaborasi
dalam
pemberian
antibiotik
/
antimikrobial
intravena
Rasional : diberikan untuk mengatsi patogen yang teridentifikasi, yang mencegah keterlibatan /
kerusakan
jantung
lebih
lanjut.
d. Kurang pengetahuan tentang kondisi / berhubungan dengan kurang informasi tentang proses
penyakit,
cara
untuk
mencegah
pengulangan
atau
komplikasi
Hasil
yang
diharapkan
:
1. Menyatakan pemahaman tentang proses implamasi, kebutuhan pengobatan dan kemungkinan
komplikasi
2. Mengidentifikasi / melakukan pola hidup yang perlu atau perubahan perilaku untuk mencegah
terulangnya atau terjadinya komplikasi.
Intervensi
:
1. Jelaskan efek implamasi pada jantung, ajrkan untuk memperhatikan gejala sehubungan dengan
komplikasi / berulangnya dan gejala yang dilaporkan dengan segera pad pemberi perawatan,
contoh : demam atau peningkatan nyeri dada tak biasnya, peningkatan berat badan, peningkatan
toleransi
terhadap
aktivitas.
Rasional : untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri, pasien perlu memahami
penyebab khusus, pengobatan dan efek jangka panjang yang diharapakan dari kondisi,
implamasi, sesuai dengan tanda /gejala yang menunjukan kekambuhan atau komplikasi
2. Anjurkan pasien / orang terdekat tentang dosis, tujuan dan efek samping obat;kebutuhan diet /
pertimbangan
khusus;
aktivitas
yang
diizinkan
/
dibatasi
Rasional : informasi perlu untuk meningkatkan perawatan diri, peningkatan keterlibatan pada
program
terapeutik,
mencegah
komplikasi
3.
Kaji
ulang
perlunya
antibiotik
jangka
panjang
/terpi
anti
mikrobial
Rasional : perawatan di rumah sakit lama / pemberian antibiotik IV / anti mikrobial perlu sampai
kultur
darh
negatif
/
hasil
darah
lainmenujukna
tak
ada
infeksi.
4.
Diskusikan
Pneggunaan
antibiotik
profilaksis
Rasional : pasien dengan riwayat demam rematik beresiko tinggi untuk kambuh dan biasanya
memerlukan profilaksis antibiotik jangka panjang. Pasien dengan masalah katup yang tidak
mempunyai riwayat semam rematik memerlukan perlindungan antibiotik jangka pendek untuk
prosedur
yang
menyebabkan
pemindahan
bakteri.
5. Tingkatkan praktik kesehatan seprti nutrisi yang baik, keseimbangan antara aktivits dan
istirahat,
pantau
status
kesehatan
sendiri
dan
meloporkan
tanda
infeksi.
Rasional
:
kekuatan
sitem
imin
dan
tahanan
terhadap
infeksi
6.
Berikan
Imunisasi
contoh
vaksin
influenza
sesuai
indikasi

Rasional : menurunkan resiko mengalami infeksi berat yang menimbulkan infeksi jantung
7. Identifikasi dukungan individu / sumber yang tersedia pasca pulang untuk memenuhi
perawatan
atau
kebutuhan
pemeliharaan
dirumah
Rasional : ketidak stabilan terhadap aktivitas dapat mengganggu kemampuan pasien melakukan
tugas
yang
dibutuhkan.
8. Tekankan pentingnya evaluasi perawatan medis teratur. Anjurkan pasien membuat perjanjian
Rasional : pemahaman alsan untuk pengawasan medis dan untuk penerimaan tanggung jawab
untuk evaluasi menurunkan resiko kambuh atau komplikasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Doenges, marlynn. E, dkk (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan
&
Pendokumentasian
Perawatan
Pasien
(edisi
ketiga),
Jakarta
:
EGC.
Griffith, H. Winter. (1994). Buku Pintar Kesehatan : 796 Gejala 520 Penyakit 160 Pengobatan,
Jakarta
:
Arcon.
Mansjoer, Arif, dkk. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. (edisi ketiga jilid 1), Jakarta : Media
Aesculapius.
Robin, dkk. (1995). Buku Ajar Patologi II. (edisi keempat), Jakarta : EGC.
Sarjadi. (1999). Patologi : Umum dan Sistemik. (edisi kedua), Jakarta : EGC.
Syaifuddin. (1992). Anatomi Fisiologi : Untuk Siswa Perawat. (edisi revisi), Jakarta : EGC
1. Definisi Perikarditis adalah peradangan lapisan paling luar jantung (membran tipis yang
mengelilingi jantung). (H. Winter Griffith M.D, 1994). Perikarditis adalah peradangan
perikardium parietal, perikardium viseral, atau kedua-duanya. (Arif Mansjoer, 2000).
Kesimpulan perikarditis adalah peradangan lapisan paling luar jantung baik pada parietal
maupun viseral.
2.
Anatomi
Fisiologi
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan
istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi
cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf
otonom).
Perikardium merupakan lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkkus
terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan viseral yang bertemu di pangkal jantung
membentuk kantung jantung. Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin
untuk menjaga agar pergesekan antara perikardium pleura tidak menimbulkan gangguan
terhadap jantung. Jantung bekerja selama kita masih hidup, karena itu membutuhkan makanan
yang dibawa oleh darah, pembuluh darah yang terpenting dan memberikan darah untuk jantung
dari aorta asendens dinamakan arteri karonaria.
3.
Etiologi
Menurut H. Winter griffith M.D. 1994, kadang-kadang tidak terlalu diketahui penyebab yang
paling umum diketahui adalah :

Infeksi virus

Demam rematik dan penyakit lainnya darin jringan ikat, seperti lupus eritematosus

Gagal ginjal kronik

Komplikasi serangan jantung

Komplikasi pembedahan jantung

Kompliksi cedera dada, termasuk penggunaan kateter kardiak

Penyebaran kangker ke lapisan jantung paling luar

4. Fakktor resiko

Penyakit baru-baru ini seperti serangan jantung, penyakit akibat virus, atau demam
rematik

Riwayat medik tuberculosis

5.
Fatogenesis
Virus tampak kepentingannya meningkat sebagai penyebab perikarditis primer. Sebenarnya
beberapa peneliti percaya bahwa virus terutama menyebabkan kasus perikarditis idiopatik
akut, walaupun tidak semua. Diantara kasus perikarditis virus yang dikenal yang disebabkan oleh
virus Coxsackie B, influenza A, dan B, beberapa virus ekho dan epstein-barr (dalam hubungan
dengan mononukleosis) amat penting. Patogenesis perikarditis virus tidak jelas. Sering terjadi
infeksi akut saluran bagian pernafasan bagian atas, walaupun demikian tidak diketaui dengan
jelas virus penyebab itu kemudian menyebar ke dalam perikardium. Terdapat beberapa
penunjang pandangan itu, bahwa banyak virus tidak secara langsung menyerang jaringan
perikardium,tetapi lebih utama dengan berbagai cara menggalakan hipersensitivitas yang
kemudian melibatkan perikardium.
Bakteri dapat mencapai perikardium baik secara langsung dari struktur terkena seperti paru dan
pleura, atau oleh karena penyebarn hematogen atau limfatik. Pada tahun-tahun terakhir ini, angka
kejadian perkaditis bakteri telah nyata menurun. Meskipun penyebab stafilokokus dan
tuberkulosis tetap penting. Terutama pada anak, perikarditis stafilokokus relatif sering dan
hampir selalu diikuti entah dengan pneumoni atau osteomielitis. Nyatanya baik penyertaan
perikarditis spesis yang menguasai gambaran klinik maupun hanya sebagian kecil gambaran
klinik, memang bervariasi.
Perikarditis bakteri telah merosot kepentingannya, jamur dan protozoa telah menjadi lebih
penting selaku penyakit perikardium. Sering kali dsertai dengan miokarditis. Diantara jamur,
koksidioides imitis, histoplasma kapsulatum dan kandida albikans, dan diantara protozoa,
toksoplasma gondi, dapat menyebabkan keterlibatan perikardium yang tampaknya primer, dan
harus dicurigai pada kasus peikarditis idiotik.

Diantara perikarditis metabolik, yang paling sering terjadi karena uremi, bentuk perikarditis
metabolik yang jarang dengan etiologi tidak diketahui, disebut perikarditis kolesterol karena
terdapat kristal kolesterol dalam cairan intraperikardium. Miksedema pun berakibat efusi
perikardium, tetapi bukan radang meskipun tidak menunjukan perikarditis yang sebenarnya.
Perikarditis neoplasi, hampir selalu berasal dari tumor langsung atau metastase tumor yang
terjadi di luar kantung perikardium. Paling sering penyebaran langsung dari limfoma
mediastinumatau dari karsinoma bronkogenik atau esofagus. Meskipun metastasis kangker apa
pun dalam tubuh dapat melibatkan perikardium, penyebaran semacam itu pada umumnya jarang.
Perikarditis traumatik relatif lebih sering disebabkan oleh karena dada tak tembus. Hal ini
mencerminkan baik kontusi ringan permukaan perikardium jantung maupun adanya darah dalam
kantung perikardium yang menyebabkan respon perbaikan, seperti dalam ruang pleura atau
peritoneum. Jarang luka tembus dada menyebabkan penyebaran langsung kuman ke dalam ruang
perikardium, yang menyebabkan perikarditis supuratif. Perikardium seperti selaput serosa lain,
sangat rentan pada status hipersensivitas
6.
manifestasi
klinis
gejala yang khas pada perikarditis adalah nyeri dada dan tanda yang khas adalah friction rub :

nyeri hebat di dalam dada, merambat ke leher dan bahu, nyeri memburuk jika bergerak
dan berkurang jika duduk atau bersandar ke depan

nafas yang cepat

batuk-batuk

demam dan menggigil

lesu

cemas

7. Tindakan Diagnostik

mengamati sendiri gejala yang timbul

pencatatan perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik oleh dokter

EKG

Sinar X dari dada

Thoracentesis (pengangkatan cairan dengan sebuah jarum)

8.
Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi adalah cairan di lapisan jantung paling luar dapat menyebabkan
takanan pada jantung. Hal ini dapat membawa ke kematian kecuali cairan itu diangkat dengan
cepat.
B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PERIKARDITIS
1.
Pengkajian
pengkajian keperawatan yang dapat muncul menurut Marulynn E Doengoes,1999 adalah sebagai
berikut
:
a. aktivitas / istirahat
Gejala
:
kelelahan
Tand : Takikardi, penurunan TD, dispnea dengan aktivitas

kelemahan

b. Sirkulasi
Gejala : riwayat demam rematik, penyakit jantung kongenital, bedah jantung (CABG /
penggantian akutp / by pass Kardiopumonal lama), palpitasi, jatuh pingsan.
Tanda : takikardi, distrimia, perpindahan tim(titik impuls maksimal) kiri dan inferior
(pembesaran jantung) friction rub Perikardia(biasanya intermiten, terdengar di batas sternal kiri),
murmur aortik, mitral, stenosis / insufisiensi trikuspid : perubahan dalam marmur yang
mendahului ; disfungsi otot papilar, irama gallop (S3/S4), edema, petekie(kongjungtiva,
membran mukosa), hemoragi splinter(punggung kuku), nodus oster(jari/ibu jari), lesi
janeway(telapak tangan, telapak kaki)
c. Eliminasi
Gejala: riwayat penyakit
Tanda: urine pekat gelap

ginjal/gagal

ginjal,

penurunan

frekuensi

jumlah

urine

d. Nyeri / ketidaknyamanan
Gejala: nyeri pada anterior (sedang sampi berat / tajam) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakan
menelan, berbaring. Hilang dengan duduk, bersandar kedepan, tidak hilang dengan
nigtrogtoserin
e. Pernapasan
Gejala:
napas
Tanda: dispnea, batuk, inspirasi mengi, takipnea, krekels, ranki, pernapasan dongkal
f. Keamanan

pendek

Gejala: riwayat infeksi virus, bakteri, jamur, penurunan sistem imun, SLE, atau pennyakit
kolagen
lainnya.
Tanda: demam
g. Penyuluhan / pembelajaran
Gejala: terapi IV jangka panjang atau penggunaan kateterindwelling atau penyalahgunaan obat
parenteral
Pertimbangan
:
DRG
menunjukan
rerata
lama
perawatan
4,3
hari
Rencana pemulangan : bantu dalam penyiapan makanan, bebrbelanja, transportasi, kebutuhan
perawatan diri, tugas dan pemeliharan rumah tangga
2.
Diagnosa
Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang dapat muncul menurut maryllin E doengoes,1992 adalah sebagai
berikut
:
Nyeri berhubungan dengan inflamasi perikardium ; efek-efek sistemik dari infeksi,
hasil yang diharapkan :
1. mengidentifikasi metode yang memberi penghilangan
2. melaorkan nyeri hilang / terkontrol
3. mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas pengalih sesuai
dengan indikasi untuk situasi individual.
Intervensi :

Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan awitan dan faktor pemberat atau penurun .

Rasional : nyeri perikarditis secara khas terletak subternal dan menyebar ke leher, punggung.
Nsmun, ini berbeda dari iskemia miokard / nyeri infark

Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan, misalnya; perubahan posisi,
gosokan punggung, penggunaan kompres panas / dingin, dukungan emosional

Rasional : menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien.

Berikan aktivitas hiburan yang tepat

Rasional : mengarahkan kembali perhatian, memberikan distraksi dalam tingkat aktivitas


individu

Berikan obat sesuai indikasi

Rasional : menghilangkan nyeri, menurunkan respons inflamasi

Berikan oksigen suplemen sesuai indikasi

Rasional : memaksimalkan ketersediaan oksigen untukambilan untuk menurunkan beban kerja


jantung dan menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan iskemia.
Intoleran Aktivitas berhubungan dengan pembatasan pengisisan jantung / kontraksi ventrikel,
penurunan curah jantung
Hasil
yang
diharapkan
:
1. melaporkan / menunjukan peningkatan yang dapat diukur dalam toleransi aktivitas
2.
mendemontrasikan
penurunan
tanda
fisiologis
intoleransi
3. mengungkap pemahaman tentang pembatasan terapeutik yang diperlukan
Penurunan curah jantung berhubungan dengan akumulasi cairan dalam kantung perikardia
Hasil
yang
diharapkan
:
1. melaporjkan atau menunjukan penurunan episode dispnea, angina dan disritmia
2. mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung
intervensi
:
1.
pantau
frekuensi
/
irama
jantung
Rasional : takikardi dan disritmia dapat terjadi saat jantung berupaya untuk meningkatkan curah
berespons
pada
demam,
hipoksia,
dan
asidosi
karena
iskemia
2. auskultsi bunyi jantung, perhaitkan jarak / muffed tenus jantung, murmur, gallop[ S3 dan S4
Rasional : membrikan deteksi dini dari terjadinya komplikasi, misalnya : GJK, temponade
jantung
3.
dorong
tirah
bening
dalam
posisi
semi
fousler
Rasional : menurunkan beban kerja jantung, memaksimalkan curah jantung
4. berikan tindakan kenyamanan, misalnya; aktivitas hiburan dalam toleransi jantung
Rasional
:
meningkatkan
relaksasi
dan
meningkatkan
kembali
perhatian
5. dorong penggunaan teknik manajemen sterss, misalnya; bimbingan imajinasi, latihan
pernapasan.
Rasional : perilaku yang bermanfaat untuk mendorong ansietas,meningkatkan relaksasi,
menurunkan
beban
kerja
jantung
6. selidiki nadi cepat, hipotensi, penyempitan tekanan nadi, peningkatan CPD / DVJ, perubahan
tenus
jantung,
penurunan
tingkat
kesadaran.
Rasional : manifestsi klinis dari tamponade jantung yang dapt terjadi pada perikarditis bila
akumulasi cairan / eksudat dalam kantung perikardia membatsi pengisian dan curah jantung
7.
bantu
dalam
perikardionsentesis
darurat.
Rasional : prosedur dapt dilakukan di tempat tidur untuk menurunkan tekanan cairan di sekitar
jantung,
yang
dapat
dengan
cepat
memperbaiki
curah
jantung.
8.
siapkan
pasien
untuk
pembedahan,
bila
diindikasikan
Rasional : perikardektomi mungkin diperlukan karena akumulasi cairan perikardial berulang atau
jaringan
parut
dan
konstriksi
fungsi
jantung
9.
kolaborasi
dalam
pemberian
antibiotik
/
antimikrobial
intravena
Rasional : diberikan untuk mengatsi patogen yang teridentifikasi, yang mencegah keterlibatan /
kerusakan
jantung
lebih
lanjut.

d. Kurang pengetahuan tentang kondisi / berhubungan dengan kurang informasi tentang proses
penyakit,
cara
untuk
mencegah
pengulangan
atau
komplikasi
Hasil
yang
diharapkan
:
1. Menyatakan pemahaman tentang proses implamasi, kebutuhan pengobatan dan kemungkinan
komplikasi
2. Mengidentifikasi / melakukan pola hidup yang perlu atau perubahan perilaku untuk mencegah
terulangnya atau terjadinya komplikasi.
Intervensi
:
1. Jelaskan efek implamasi pada jantung, ajrkan untuk memperhatikan gejala sehubungan dengan
komplikasi / berulangnya dan gejala yang dilaporkan dengan segera pad pemberi perawatan,
contoh : demam atau peningkatan nyeri dada tak biasnya, peningkatan berat badan, peningkatan
toleransi
terhadap
aktivitas.
Rasional : untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri, pasien perlu memahami
penyebab khusus, pengobatan dan efek jangka panjang yang diharapakan dari kondisi,
implamasi, sesuai dengan tanda /gejala yang menunjukan kekambuhan atau komplikasi
2. Anjurkan pasien / orang terdekat tentang dosis, tujuan dan efek samping obat;kebutuhan diet /
pertimbangan
khusus;
aktivitas
yang
diizinkan
/
dibatasi
Rasional : informasi perlu untuk meningkatkan perawatan diri, peningkatan keterlibatan pada
program
terapeutik,
mencegah
komplikasi
3.
Kaji
ulang
perlunya
antibiotik
jangka
panjang
/terpi
anti
mikrobial
Rasional : perawatan di rumah sakit lama / pemberian antibiotik IV / anti mikrobial perlu sampai
kultur
darh
negatif
/
hasil
darah
lainmenujukna
tak
ada
infeksi.
4.
Diskusikan
Pneggunaan
antibiotik
profilaksis
Rasional : pasien dengan riwayat demam rematik beresiko tinggi untuk kambuh dan biasanya
memerlukan profilaksis antibiotik jangka panjang. Pasien dengan masalah katup yang tidak
mempunyai riwayat semam rematik memerlukan perlindungan antibiotik jangka pendek untuk
prosedur
yang
menyebabkan
pemindahan
bakteri.
5. Tingkatkan praktik kesehatan seprti nutrisi yang baik, keseimbangan antara aktivits dan
istirahat,
pantau
status
kesehatan
sendiri
dan
meloporkan
tanda
infeksi.
Rasional
:
kekuatan
sitem
imin
dan
tahanan
terhadap
infeksi
6.
Berikan
Imunisasi
contoh
vaksin
influenza
sesuai
indikasi
Rasional : menurunkan resiko mengalami infeksi berat yang menimbulkan infeksi jantung
7. Identifikasi dukungan individu / sumber yang tersedia pasca pulang untuk memenuhi
perawatan
atau
kebutuhan
pemeliharaan
dirumah
Rasional : ketidak stabilan terhadap aktivitas dapat mengganggu kemampuan pasien melakukan
tugas
yang
dibutuhkan.
8. Tekankan pentingnya evaluasi perawatan medis teratur. Anjurkan pasien membuat perjanjian
Rasional : pemahaman alsan untuk pengawasan medis dan untuk penerimaan tanggung jawab
untuk evaluasi menurunkan resiko kambuh atau komplikasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Doenges, marlynn. E, dkk (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan
&
Pendokumentasian
Perawatan
Pasien
(edisi
ketiga),
Jakarta
:
EGC.
Griffith, H. Winter. (1994). Buku Pintar Kesehatan : 796 Gejala 520 Penyakit 160 Pengobatan,
Jakarta
:
Arcon.

Mansjoer, Arif, dkk. (2000). Kapita Selekta Kedokteran. (edisi ketiga jilid 1), Jakarta : Media
Aesculapius.
Robin, dkk. (1995). Buku Ajar Patologi II. (edisi keempat), Jakarta : EGC.
Sarjadi. (1999). Patologi : Umum dan Sistemik. (edisi kedua), Jakarta : EGC.
Syaifuddin. (1992). Anatomi Fisiologi : Untuk Siswa Perawat. (edisi revisi), Jakarta : EGC