Anda di halaman 1dari 4

KELOMPOK 9 :

HARIS SETIAWAN
MUHAMMAD PRIYO TRI U.
RAGHDA NOVITANINGRUM
YODI SAPUTRO

1306401656
1306369062
1306370322
1306369043

ROLLING
SUMMARY
1. Proses pembentukan (forming) adalah proses mengubah bentuk logam dengan suatu gaya
pada arah tertentu tanpa menyisakan serpih. Proses pembentukan tergantung pada sifat
plasticity (plastisitas), yakni kemampuan mengalir sebagai padatan tanpa merusak sifatsifatnya. Terdapat dua klasifikasi proses forming, yaitu bulk deformation dan sheet metal
working. Proses untuk bulk ialah rolling, forging, extrusion, dan drawing, sedangkan
proses untuk sheet ialah bending, drawing, dan shearing.
2. Rolling adalah proses penekanan (kompresi) untuk mengurangi ketebalan sebuah slab
oleh sepasang mekanisme roller. Umumnya bentuk benda yang mengalami rolling ialah
bloom, slab, dan billet. Perbedaannya dapat diliat pada gambar.
3. Pengerjaan rolling terbagi dua, yaitu hot rolling dan cold rolling. Hot-rolled memiliki
ciri-ciri seperti purmakaan kasar, toleransi tinggi, gaya rol rendah, dan umumnya untuk

deformasi plastik yg besar. Sedangkan cold-rolled berciri-ciri permukaan akhir lebih baik
(halus) dan untuk toleransi rendah.
4. Produk dari cold rolling, canai dingin biasanya merupakan produk antara yang tidak
secara langsung dapat digunakan. Perlu tahapan pembentukan lanjutan untuk menjadi
produk akhir. Produk cold rolling biasanya dalam bentuk gulungan atau coil dengan tebal

lembaran antara 0,2 mm sampai 2,0 mm dan biasa disebut baja canai dingin, atau cold
rolled coil steel, atau CRC.
5. Hasil dari proses Cold Rolling

Baja Canai Dingin

Baja Ringan

6. Untuk menjadi produk akhir, produk cold rolling dibentuk dengan menggunakan proses
forming seperti deep drawing, cold roll forming, bending, stretching, welding dan
sebagainya. Body Mobil merupakan contoh yang menggunakan kombinasi dari beragam
teknologi pembentukan mulai dari pressing, deep drawing, drawing, stretching, bending,
coating, welding dan sebagainya.
7. Produk dari hot rolling, canai panas sebagian merupakan produk akhir yang secara
langsung digunakan, biasa untuk keperluan kontruksi jalan, bangungan, jembatan, seperti
profil H-Beam, canal-C, U-beam, baja tulangan, baja beton dan sebagainya. Rel kereta
merupakan contoh produk akhir dari hot rolling yang langsung digunakan.
8. Sebagian produk hot rolling merupakan produk antara yang tidak secara langsung dapat
digunakan. Biasanya dalam bentuk gulungan atau coil. Produk hot rolling pada industri
baja misalnya baja batangan atau wire rod, baja canai panas atau hot rolled coil steel atau
HRC.Aplikasi dari produk hot rolling, baja canas panas, HRC diantaranya pipa saluran
untuk berbagai keperluan seperti pipa gas, pipa air atau minyak. Pada industry automotif
baja lembaran panas digunakan untuk kerangka kendaraan seperti truk, bus, atau untuk
perkapalan dan kendaraan perang seperti tank, panser dan sebagainya.
9. Contoh Produk dari proses Hot Rolling

Pipa ERW

Rel Kereta

10. Untuk menjadi produk akhir, produk hot rolling menggunakan kombinasi dari beragam
teknologi pembentukan seperti cold forming, welding, bending, stretching, deep drawing,
drawing, pressing dan sebagainya. Tabung LPG yang digunakan untuk keperluan rumah
tangga baik yang 3 kg atau 12 kg merupakan contoh aplikasi dari baja lembaran panas
yang dibentuk dengan kombinasi berbagai teknologi pembentukan seperti deep drawing,
11.

cutting, welding, dan coating.


90% material yg mengalami deformasi mengalami proses rolling. Ketebalan 6 mm
dengan berat hingga 150 ton untuk material ship-building, boiler, bangunan konstruksi,
pipa, dll. Sedangkan ketebalan 0,8-6 mm dengan berat hingga 30 ton untuk material

cold-pressing untuk kendaraan, alat-berat dan permesinan, dan pipa yg dilas.


12. Analisis untuk rolling
a. True strain
w = wide (m)
b.

t = thick
alir (m)
rata-

Tegangan
rata

c. Gaya rolling
d. Daya untuk proses rolling

13. Pengaturan Roll terbagi menjadi 4 yaitu :


a. Four High Rolling Mill (a)
b. Teo-Hill Mill (b)
c. Three High Mill (c)
d. Cluster (d)
14. Pada Roll terdapat dua bending yaiut :
a. Roll Cylindrical
Pada roll ini, roll berbentuk silinder, dan
menyebabkan pada benda yang di roll akan
membuat bagian tengah akan lebih besar
b. Roll dengan Camber
Pada roll ini, roll ditambah dengan camber yang akan membuat material yang di roll
akan lebih rata, dan tidak ada bagian yang lebih besar.

15. Pada Flat Rolling akan terjadi penyebaran (spreading) dikarenakan penekanan pada
material yang membuat material menjadi lebih tipis dan memaksa material memperlebar
permukaannya
16. Perubahan terjadi pada struktur grain metal saat hot rolling. Hot rolling adalah cara yang
efektif untuk memperkecil ukuran grain untuk meningkatkan strength dan ductility dari
material.
17. Terdapat metode pada rolling untuk
mendapatkan hasil yang memiliki bentuk
yang berbeda, yaitu leveling. Maksud dari
leveling adalah peletakan roller. Pada
roller yang sejajar hasil akan berupa sheet
(lembaran), pada roller yang diletakkan
tidak sejajar akan dihasilkan bar (silinder).
18. Terdapat beberapa kecacatan (defects) pada proses rolling, yaitu :
a. Wavy = permukaan material menjadi bergelombang.
b. Zipper = terdapat retak di tengah permukaan material
c. Edge crack = terdapat retak di pinggir material
d. Alligatoring = material terpotong menjadi 2 di tengah ketebalan material
19. Pada proses rolling mengubah section dari material (shape rolling) tidak dapat dilakukan
dalam 1 proses. Contoh pada proses mengubah bloom menjadi berbentuk H terdapat
beberapa prosses, yaitu:
a. Blooming rolls
b. Edging rolls
c. Roughing horizontal and vertical rolls
d. Intermediate horizontal and vertical rolls
e. Edging rolls
f. Finishing horizontal and vertical rolls.