Anda di halaman 1dari 14

PT.

PEMBANGKITAN JAWA BALI


UP. PAITON

ASH HANDDLING
SYSTEM
OLEH : IDE BAGUS HAPSARA
NID
: 8206113MG
SISWA MAGANG PT PJB ANGK. X TAHUN 2006

PENDAHULUAN
LINGKUP KERJA
MENANGANI MASALAH
PENGELOLAAN FLY ASH DAN BOTTOM
ASH YANG DIHASILKAN OLEH BOILER
PEMBAGIAN UNIT KERJA
1. EP UNIT
2. SSC UNIT
3. PYRITE UNIT
4. ECO ASH BLOWER UNIT

PENDAHULUAN
BOILER
S
T
A
C
K

FLY ASH
ELECTRIC
PRECIPITATOR
FLY ASH

Lapisan Fly Ash, Bottom


Ash dan Clay (Tanah Liat)

RUN OFF
POUND
ASH

BATUBARA
TERBAKAR
DI DALAM
FURNACE
B O I BOILER
LER

HOPPER

ASH DISPOSAL AREA

ID FAN

HOPPER

Creared By :
Suherman Staff OC

TO
ATMOSFIR

BOTTOM
ASH

Jaraknya
600 M

BAG
FILTER
CYCLONE
SEPARATOR

BOTTOM ASH
SILO
705 m

SUBMERGED SCRAPER
CONVEYOR
BOTTOM ASH
CONVEYOR

FLY ASH
SILO
3500 m

VACUUM BLOWER
3

ASH
DISPOSAL
SILO

INTERMIDIATE

Jaraknya 1300 M
Kap. 30 T/H

FLY ASH
SILO
200 m

3200 m
3

Jaraknya
1200 M

DUMP TRUCK
FLY ASH TRUCK

DIAGRAM ALIR ASH HANDLING SYSTEM

FLY ASH TRUCK

EP UNIT
FUNGSI
MENANGANI MASALAH PENGELOLAAN FLY ASH
LINGKUP KERJA
1.
MENANGKAP FLY ASH DARI UDARA SISA
PEMBAKARAN DENGAN ESP
2.
MENTRANSPORTASIKAN FLY ASH DARI ESP
HOPPER MENUJU KE FLY ASH SILO
3.
MENGANGKUT FLY ASH DARI FLY ASH SILO
MENUJU KE DISPOSAL AREA
PERALATAN UTAMA
A. ELECTROSTATIC PRESIPICATOR (ESP)
FUNGSI
:
menangkap fly ash dari udara sisa pembakaran
PRINSIP KERJA
:
a.
Fly ash yang berada pada udara sisa pembakaran
dilewatkan pada ESP dan diberi muatan negatif
oleh Discharge elektroda (particle charging)

EP UNIT
PRINSIP KERJA
b.
c.

Kemudian partikel fly ash tersebut dilewatkan ke Collecting Electrode


(bermuatan positif) yang menagkap fly ash tersebut (particle pollecting).
Collecting Electrode digetarkan oleh rapper sehingga fly ash yang menempel
jatuh dan terkumpul di hopper ESP. (transporting of collected materials ).

KOMPONEN UTAMA
1.

2.

3.

4.

COLLECTING ELECTRODE (CE)


Berrupa gulungan vertikal elemen baja yang dialiri arus DC berfungsi untuk
menangkap fly ash yang bermuatan negatif.
DISCHARGE ELECTRODE (DE)
Berrupa elemen individu elektroda yang berfungsi untuk
memberikan muatan negatif pada fly ash sebelum ditangkap oleh
CE.
RAPPER
Alat penggetar untuk menjatuhkan fly ash yang menempel pada
elektroda (CE atau DE).
TRANSFORMER RECTIFIER SETS
Alat untuk mengubah tegangan AC (380 V) menjadi tegangan DC
untuk elektroda.

EP UNIT
Rectifier circuit

Supporting insulator

Charging

Gas flow

Earthed
Discharge electrodes
Spiral wires

Collecting electrodes
Plate curtains

EP UNIT

EP UNIT
PERALATAN UTAMA
B.

SEPARATOR

FUNGSI :
menangkap fly ash dari hopper ESP kemudian diletakkan di fly ash
silo. Jumlah 2 buah Primary separtor dan 2 buah secondary
separator tiap unit
PRINSIP KERJA
:
a.
Fly ash dari hopper ESP dialirkan oleh vacuum blower menuju ke
separator
b.
Di primary separator fly ash yang ukuran partikelnya agak besar
ditangkap dengan menggunakan cyclone kemudian dialirkan meuju
ke fly ash silo
c.
Sedangkan fly ash yang tidak tertangkap ditangkap di Secondary
separator dengan menggunakan strainer, kemudian dialiran meuju
ke fly ash silo
KOMPONEN UTAMA
:
1.
STRAINER
Berfungsi untuk menyaring fly ash yang dialirkan oleh vacuum
blower pada Secondary Separator
2.
BUTTERFLY VALVE
Jumlah 2 buah tiap separator, berfungsi untuk mengatur masuknya
fly ash kedalam fly ash silo, bekerja berdasarkan parameter tekanan

EP UNIT
PERALATAN UTAMA
B.

SEPARATOR

KOMPONEN UTAMA :
3.

BALANCING VALVE
untuk menyeimbangkan tekanan pada sisi inlet dan outlet butterfly valve sehingga
lebih mudah membuka, jumlah 2 buah tiap separator

4.

CYCLONE
Alat penagkap fly ash pada primary separator

C.

ROW & VACUUM BLOWER

FUNGSI

vacuum blower menyedot fly ash pada hopper ESP kemudian dilewatkan separator
dan row merupakan lintasan yang dilalui oleh fly ash. Row
: 8 buah tiap
unit ( 4 row bagian A, 4 row bagian B), Vacuum Blower : 3 buah tiap unit
PRINSIP KERJA

Sugregation valve row 1 open, Vacuum blower menyedot fly ash pada row 1.

Brake valve membuka. Ketika tekanan row 0,5 bar ash intake valve membuka
sehingga fly ash turun ke row dan disedot oleh vacuum blower

EP UNIT
PERALATAN UTAMA
C.

ROW &VACUUM BLOWER

PRINSIP KERJA
:

Ketika tekanan row 0,6 bar ash intake valve hopper ESP 1 close dan AIV hopper ESP 2
membuka kemudian fly ash disedot oleh vacuum blower.

Setelah semua AIV pada row 1 open maka sugregation valve row 1 close dan sugregation
valve row 2 open dan seterusnya.
KOMPONEN UTAMA
:
1.
SUGREGATION VALVE
valve buka tutup row, bekerja dengan gaya pnumatik. Jumlah 1 buah tiap
row (8 buah tiap unit)
2.
ASH INTAKE VALVE
valve yang menghubungkan antara hopper ESP dan row., bekerja dengan
gaya pnumatik. Jumlah 4 buah taip row (32 buah tiap unit
3.
BRAKE VALVE (AIR INLET ROW VALVE)
valve yang digunakan untuk memasukkan udara luar kedalam row untuk
membantu mendorong fly ash. Jumlah 1 buah tiap row (8 buah tiap unit)
4.
SISTEM PERPIPAAN
sebagai jalur untuk lewatnya fly ash dari hopper ESP sampai ke separator

D.

FLY ASH SILO

FUNGSI :
SEBAGAI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA FLY ASH SEBELUM DIBUANG
KE DISPOSAL AREA. JUMLAH 1 BUAH TIAP UNIT.TERDAPAT 2 BUAH
FLUIDIZING AIR BLOWER UNTUK MENGGEMBURKAN FLY ASH SEBELUM
DIALIRKAN KE TRUK

SSC UNIT
KE PYRITES
REJECK
HOPPER

MAKE UP
SEAL
TROUGHT

SIKLUS AIR DI SYSTEM


BOTTOM ASH

BAK SEAL
TROUGHT

SIGHT
GLASS

ATM

BOTTOM
ASH
HOPPER

COOLING
FANS

SLIDE
GATE

EMERGENCY
WATER
PYRITES
REJECK

BAK SSC

MU.WATER
SERVICE

PYRITES
SLUICE PUMP

KE
SEAL
IDLER
SEQUENCE
SPRAY
HOPPER

SPRAY TO
BOTTOM
SERVICE
WATER

SLURRY
PUMP

KE
HOPPE
R
PYRIT
ES

FILL UP
SSC
SERVICE
WATER HEADER

SERVICE WATER
SIGHT GLASS
SPRAY
BACK UP
SERVICE
WATER TO
SYSTEM

FILL UP SEAL
TROUGHT
WS 254

SERVI
CE
WATE
R
HEAD
ER

BOTTOM
ASH
SILO

DISCHARG
E
ACWP

ASH
HANDLING
SEA WATER
PUMP

OVER
FLOW KE
SELOKAN

SURGE
TANK

SPRAY TO
BOTTOM
SERVICE
WATER

KE GRINDER &
HEAD
PULLEY SSC
SPRAY

LC. 60 %
OPEN
SERVICE
WATER
MAKE UP

SARINGA
N
SETTLING
TANK

BELT
CONVEY
OR

CHUT
E

DUPLEX
S
STRAIN
ER

RECIRCULATION
PUMP
HEAT
EXCHAN
GER

CF
COMBINE HEADER
CIRCULATION &
ISOL.VALV
SERVICE WATER
E
SERVICE WATER
MAIN SUPPLY
FROM UNDER
GROUND

AH
008

OUT TO
DISC.
CHANN
EL
EMERGENC
Y
WATER KE
BAK SSC
24/05/05/AH.B/one
/doc.

SSC UNIT
FUNGSI
MENANGANI MASALAH PENGELOLAAN BOTTOM ASH

LINGKUP KERJA
1.
2.
3.

MENAMPUNG BOTTOM ASH (TERMASUK PYRITE) DARI BOILER KEDALAM


BAK SSC
MENTRANSPORTASIKAN BOTTOM ASH DARI BAK SSC MENUJU KE
BOTTOM ASH SILO
MENGANGKUT BOTTOM ASH DARI BOTTOM ASH SILO MENUJU KE
DISPOSAL AREA

PERALATAN UTAMA
A.
KONVEYOR
FUNGSI
:
Mengangkut pyrite dan bottom ash dari basal SSC menuju ke bottom ash
silo

PRINSIP KERJA :

Bottom ash yang berada pada basal ditarik oleh scrapper konveyor yang
digerakkan oleh motor listrik.
Dari scrapper konveyor bottom ash dimasukkan kedalam grinder untuk
digiling agar ukurannya menjadi lebih kecil.
Dari grinder kemudian dibawa oleh belt konveyor kedalam bottom ash silo.

SSC UNIT
PERALATAN UTAMA
A.
KONVEYOR
KOMPONEN UTAMA
:
A.
Scrapper Konveyor
1.
Basal
: sebagai alas dari bak scrapper konveyor
2.
Scrapper : sebagai alat untuk mengeruk bottom ash pada
basal
3.
Motor
: penggerak scrapper konveyor
4.
Chain
: penggerak scrapper yang digerakkan oleh
motor
5.
Tensioner :
alat untuk mengatur kekencangan chain
disesuaikan dengan besarnya beban
6.
Pengaman :
terdapat dua pengaman pada scrapper
konveyor, CHAIN BRAKE : terdapat pada ujung belakang
konveyor sebagai pengaman terhadap slip konveyor,
UNDER SPEED : terdapat pada void coupling untuk
mendeteksi terhadap kecepatan motor.

SSC UNIT
PERALATAN UTAMA
A.
KONVEYOR
KOMPONEN UTAMA
B.
Belt Konveyor

Motor sebagai alat penggerak sistem


Belt sebagai alat pembawa material yang diangkut oleh conveyor
Pulley sebagai penggerak dan penyangga belt konveyor beserta material yang
dibawa. Dibagi menjadi lima :
a. Drive pulley : (pulley pengerak) mengirim drive power ke sistem
b. Head pulley : terpasang pada discharge akhir conveyor
c. Tail Pulley
: terpasang di penerima feed/awal conveyor
d. Take-up pulley
: menjaga tensi tegangan belt
e. Snub pulley : menambah pulley wrap pada drive/head pulley & tail pulley
Iddler sebagai penyangga konveyor secara langsung. Dibagi menjadi enam :
a. trougthing/carrying idlers
: untuk menyangga beban pada sisi belt
conveyor
b. self aligning trougthing idlers : untuk menyangga belt conveyor dari ketidak
lurusan
c. impact idler
: untuk menahan beban jatuhnya batubara pada belt
conveyor
d. transition idler
: untuk menyangga belt pada transisi dari trough idler
e. return idler : untuk menyangga belt conveyor pada sisi balik
f. self aligning return idler
: untuk menyangga belt conveyor dari ketidak
lurusan pada sisi
balik
Counter weight sebagai penegang (perapat) dari belt conveyor.